Catatanku

Aa Gym pun Menghilang dari Ramadhan di TV

28 September 2007 · & Komentar

Ada yang menarik melihat acara-acara Ramadhan di TV tahun 2007 ini. Tidak ada lagi sosok Aa Gym yang selalu muncul menjelang waktu berbuka untuk menyampaikan tausiahnya. Begitu pula acara ceramah di berbagai kota yang ditayangkan langsung oleh TV swasta dengan penceramah Aa Gym. Aa Gym nyaris hilang dari media massa, terutama TV. Padahal dulu, setiap bulan Ramadhan, Aa Gym hampir selalu muncul di setiap TV swasta manapun. Setel TV ini ada Aa Gym, setel TV itu ada Aa Gym lagi. Tiada hari di TV tanpa Aa Gym. Aa Gym seakan menjadi ikon bulan Ramadhan di TV. Bersamaan dengan Aa Gym, ustad-ustad muda lain pun bermunculan meramaikan acara dakwah di televisi, seperti Arifin Ilham, Ihsan Tanjung, Jeffri, dan terakhir Yusuf Mansur.

Tetapi, sejak berita pernikahan poligaminya merebak dan menimbulkan aksi pro kontra di masyarakat, media massa, terutama TV, perlahan-lahan menjauhi Aa Gym. Tampaknya pihak TV enggan menampilkan sosok kontroversial di media mereka , khawatir menimbulkan protes khususnya dari kalangan yang menamakan dirinya kaum feminis dan HAM. Mereka, yang kebanyakan wanita, yang dulunya pengagum Aa Gym sekarang berbalik menjadi penentang Aa Gym. (Tetapi, di satu sisi TV kita sering tidak adil. Ketika Inul menjadi kontroversial dengan goyang pornoaksinya, Inul bukannya dicekal oleh TV, tetapi malah semakin laris bergoyang pornoksinya di hampir semua TV. Kontroversial Inul dianggap menguntungkan TV karena para pengiklan acara berbaris antri, tetapi kontroversial Aa Gym dianggap bisa merusak citra TV jika Aa Gym tetap dimunculkan mengisi acara dakwah, kecuali acara gosip tentunya).

Begitulah cara media massa “menghukum” Aa Gym. Semenjak pernikahan keduanya, Aa Gym dan bisnis di pesantrennya di Daarut Tauhid banyak yang hancur. Sebagian masyarakat belum bisa menerima pilihan hidup Aa Gym ini. Mereka “menghukum” Aa Gym dengan menjauhi dirinya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Aa Gym maupun Daarut Tauhid. Akibatnya memang fatal, pengunjung pesantren DT di Gegerkalong merosot dan bisnis yang bermodalkan jargon MQ (Manajemen Qalbu) nyaris tidak terdengar lagi gemanya. Tetapi publik Bandung masih bisa melihat Aa Gym di stasiun TV lokal miliknya, yaitu MQTV. MQTV ini nyaris tanpa ada iklan yang menghiasi acaranya. Ketiadaan iklan ini ada dua kemungkinan, pertama karena pengiklan enggan beriklan di TV ini dikarenakan poligami Aa Gym, kedua mungkin karena acaranya tidak mencapai rating. Padahal TV hidup dari iklan. Kalau tidak ada iklan, entah sampai kapan MQTV ini eksis.

Tetapi tidak semua orang mempunyai pandangan sempit seperti di atas. Sebagian msayarakat tetap berpikir obyektif. Menurut mereka, apa yang dilakukan Aa Gym dengan poligaminya adalah urusan pribadi Aa Gym itu sendiri, itu pilihan hidup Aa Gym, mengapa kita mesti mempermasalahkannya atau menjauhinya? Sebagian orang lebih memperhatikan tausiah Aa Gym ketimbang sosok pribadinya. Karena itu, pelan-pelan pesantren DT di Gegerkalong mulai ramai lagi, jamaah yang datang mendengarkan tausiah Aa Gym sudah terlihat lagi (seperti yang saya lihat di MQTV).

Hidup memang harus berjalan terus. Meskipun saya bukan “pengemar” Aa Gym, namun saya ingin menempatkan diri lebih obyektif memandang fenomena ini.


Kategori: Indonesiaku

25 tanggapan so far ↓

  • fiona verisqa // 30 September 2007 pada 06:02 | Balas

    Jadi inget kata teh ninih.. katanya kalau semua niatnya karena Allah, pasti akan diberi jalan.. termasuk poligami.. mungkin masyarakat sulit menenerimanya, masa’ iya poligami niatnya karena Allah? bukannya memang dorongan syahwat??? tapi ya, siapa yang tahu soal niat itu kecuali Dia? apakah kita berhak menilai sesuatu yang tidak kita ketahui??

    Note:
    tapi bagus juga respon masyarakat, supaya yang berniat poligami bisa introspeksi diri, apa motivasi utamanya dan berfikir apakah keputusannya tersebut akan melukai keluarganya? karena seorang suami tidak sendiri.. *tendensius karena saya wanita :)

  • alris sutan batuah // 1 Oktober 2007 pada 05:27 | Balas

    bisa jadi masyarakat yang mengikuti tausiah Aa Gym selama ini adalah yang suka melihat kulit (yang suka sisi glamornya) tidak mementingkan isi. poligami adalah hal yang halal yang dibenarkan dan diijinkan agama islam, bahkan sampai punya empat istri. apa yang dilakukan Aa Gym jauh lebih baik, bermoral dan elegan jika dibandingkan dengan apa yang terjadi pada kasus anggota dpr yang katanya terhormat itu. btw, pak rin puspo wardoyo punya empat istri tapi usahanya makin maju, kenapa wong solo selalu ramai dikunjungi.

  • irvan132 // 1 Oktober 2007 pada 08:22 | Balas

    manusia kadang di atas, kadang juga di bawah. :)

    -IT-

  • kuro-sama // 1 Oktober 2007 pada 11:21 | Balas

    menarik, sebenere aku juga pikiran yang sama dengan sudut pandang yang sampeyan tulis.

    “Negh kek na masyarakat mulai ‘emoh’ dengan Aa’ setelah berita kemaren itu.”

    Bagi aku segh, Aa’ gym tetep perintis. Kek na para ust. muda yang sekarang mulai muncul juga karena rintisan Aa Gym. Ya, mari bersyukur atas apa yang ada sekarang. Sembari berdo’a semoga diberikan jalan yang terbaik.

  • Herianto // 1 Oktober 2007 pada 13:16 | Balas

    Tumben nih pak nulis ttg Aa Gym.
    Tapi berkaitan dengan fenomena ini ada sejumlah pihak yg bermain di air keruh, mereka memanfaatkan momen ini untuk mempengaruhi orang2 awam di antara ummat ini (Islam) agar semakin menjauh dari nilai2 dan pemahaman Islam. Bagaimana pun dakwah Aa Gym termasuk berhasil, dia dengan jargon MQ-nya berhasil masuk ke kalangan rakyat terbawah sampe ke kalangan atas (elit pemerintahan). Ini ditakutkan oleh kelompok Islam phobie, dan mereka berhasil menggiring opini ke masyarakat atas fenomena ini untuk melancarkan target2 nya (Makar) sendiri.
    Tapi saya yakin : “Makar Allah jauh lebih hebat”.

  • Ikhfa // 2 Oktober 2007 pada 02:21 | Balas

    sekarang Darut Tauhid udah mulai rame lagi kok.

  • omdien // 4 Oktober 2007 pada 03:39 | Balas

    Banyak hikmah dari fenomena ini Kang, bila direnungkan.. jadi tau bagaimana pola pikir masyarakat indonesia terhadap sesuatu, ada ya pro, EGP dan kontra, hanya prosentase nya belum jelas, belum ada penelitian sampai ke arah sana.

    Jadi ingat kata-kata aa gym sebelum pengajian di DT, “Bapak-bapak Ibu-ibu pada ngapain datang kesini ?” mungkin pada intinya beliau tidak berniat mencari simpatisan atau pendukung, murni dakwah.. Wallahu a’lam

    Jadi ambil hikmah nya saja

  • sandy eggi // 6 Oktober 2007 pada 13:13 | Balas

    biasalah pak .. selebritis … begitu terkena problem pasti dijauhi .. tapi lama kelamaan juga akan kembali lagi … problem nya udah basi soalnya :)

  • gymlover // 22 Oktober 2007 pada 07:55 | Balas

    Saya justru tambah hormat sama Aa Gym. Dia tidak takut untuk mengatakan sesuatu yang benar walaupun pahit. Untuk apa punya banyak penggemar jika kita mengusung sesuatu yang mengaburkan hukum Allah.

    Kalau masalah syahwat itu pasti. Apa ada aturan Allah yang mengatakan “jangan kau berpoligami karena syahwat!!!”. Justru poligami untuk mengatur syahwat agar tidak dilampiaskan kemana-mana. Suka tidak suka begitulah adanya.

  • Bondan Prasetyo // 24 Oktober 2007 pada 05:42 | Balas

    Soalnya AA Gym tidak balance antara apa yang diucapkan (didakwahkan) dengan apa yang dilakukan. Saya tidak tahu itu artinya apa ya… “oh iyaaa… MUNAFIK!!”

    Jadi menurut saya bukan televisi yang menghukum aa gym.. Tapi masyarakat sendiri.

    Karena ulah siapaaa??? masa ulah televisi sih.. Masyarakat?? masa ulah masyarakat.

    Oh iya oknum??? mungkinkah ada sejumlah pihak yg memanfaatkan momen ini untuk mempengaruhi orang2 awam di antara ummat Islam agar semakin menjauh dari nilai2 dan pemahaman Islam?? wah masa sampe sejauh itu sih.. saya rasa itu berlebihan.

    Terus posisi aa gym sepertinya berada di pihak korban.. kok jadi aneh disini siapa yang korban, siapa yang pelaku?? wah jadi semakin ramai ini.

    Umumnya saja lah.

    Saya pikir sih memang itu sih murni kesalahan AA gym sendiri. Lagian mana ada niat poligami oleh manusia biasa (seperti aa gym & wong solo yang kini usaha nya bangkrut krut krut) yang berlandaskan dari Allah?? Itu sih murni “syahwat”.
    Akan berbeda klo yang dinikahi oleh aa gym itu sudah nenek2, usia 85 tahun, punya cucu 15 dan hidupnya terlantar dijalanan. Wuaahhh pasti nama aa gym makin harum dikalangan para kaum feminis dan HAM.
    Hehehe tapi mana mungkin aa gym mau (orang niatnya juga datang darimana gitu lho)??

    Peace.. no offense..

  • Yadi // 29 Oktober 2007 pada 07:54 | Balas

    Alhamdulillah saya justru semakin senang dengan aa gym,sepengetahuan saya poligami itu di benarkan dalam islam, dan bahkan rasulullah sendiri juga melakukannya..Allah yang membenarkan dan Rasul melakukan, tapi manusia dengan sombongnya mengatakan kalo itu salah..Na’udzubillah..mungkin manusia2 sekarang lebih merasa pintar dari Tuhannya????????padahal tiap2 yang di perintahkan Allah pasti ada hikmahnya..termasuk poligami,dan saya yakin sekali dengan hal ini, alangkah hinanya kita berteriak mengatakan poligami itu salah, tetapi di belakang dengan santainya melakukan zina, alias selingkuh,contoh pun sudah ada dari anggota DPR sendiri, alhamdulillah rahasianya terbongkar, coba kalo nggak mungkin bisa jadi jabatannya lebih tinggi sekarang, mungkin bisa jadi menteri agama, tetapi Allah tidak tinggal diam, Allah tidak mau jabatn mulia di pegang orang2 yang bejat seperti itu..Wahai ibu2 yang mengutuk AA Gym..berhentilah..dan sadarlah bahwa sesungguhnya secara tidak langsung Ibu2 telah menghina Firman Allah, dan menghina Rasulullah, jangan terbawa2 dengan pikiran2 orang nasrani, karena mereka tidak akan tinggal diam untuk menyesatkan kita..ingat!!!!!!!Allah lebih tau dari hambaNya……..

  • marty // 2 November 2007 pada 10:14 | Balas

    dulu kami sekeluarga setiap hari nonton dakwah aa gym di tv tapi setelah itu kami merasa aa melakukan yang tidak pas dgn isi dakwahnya….jangan menyakiti orang jangan menyakiti wanita apalagi menyakiti sang istri, kami yakin teh nini walau ikhlas tapi sebagai wanita. ……. pasti ada sakitnya didalam. sejak itu keluarga kami tdk pernah lagi nonton dakwah aa gym,ka lau tiba-tiba muncul di tv ya langsung kami matikan a tau kami ganti cannelnya….kami jadi ndak percaya lagi omongannya gitu lho.

  • Muhammad Isa // 6 November 2007 pada 17:04 | Balas

    Lah, RM Wong Solo udah pada tutup Mas. Masak gak tahu. Habis ngasih nama menunya melukai perasaan. Dan seorang istrinya sudah minta cerai, diakui sendiri oleh dia di TV.

  • mdsayudi // 11 November 2007 pada 19:46 | Balas

    Assalaamu ‘alaikum wr wb.
    Setiap orang dalam menyikapi suatu masalah pasti dilandasi oleh kepentingan dirinya sendiri, dan ini memang fitrah manusia untuk selalu “egois” dalam mempertahankan kepentingannya.
    Sebagai manusia kita tidak bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran manusia lain, yang ada kita hanya bisa menduga-duga. Dan biasanya dugaan kita dilandasi dengan “ego” kita.

    ” Memang teh NINIH bilang ikhlas ” tapi sebagai wanita pasti ada sakitnya…..( kalau ternyata teh NINIH ikhlas beneran apa yang ada difikiran kita sudah merupakan perbuatan yang hasut )

    ” Karena Aa Gym tau ilmunya makanya dia polygami ” ( Ya kalau niatnya poligami sesuai dengan ilmu yang Aa Gym yakini, kalau ternyata niatnya lain…)
    Dari dua hal diatas, sebetulnya semua berpulang kepada diri kita masing2. Kalau kita kecewa karena telah menjadikan Aa Gym sebagi panutan ( walau dia tidak menyuruh kita untuk menjadikannya sebagai panutan…) mungkin saat ini kita sedang diberi petunjuk oleh ALLAH swt bahwa panutan kita bukanlah orang yang pantas dijadikan panutan. Atau jangan-jangan kita sedang diuji oleh ALLAH swt apakah dengan ber-poligaminya Aa Gym menjadikan kita membenci dirinya, dan menjauhi dakwahnya.
    Sekali lagi semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Sebagai manusia yang masih diberi kelapangan rejeki untuk bisa berfikir ( BERFIKIR ) dengan jernih, ada baiknya kita berbelas kasian (dan berterima kasih ) pada orang-orang yang menjalani takdir yang tidak kita kehendaki. Karena dari merekalah kita bisa belajar untuk menghindari agar tidak mengalami apa yang terjadi pada diri mereka.
    Dan sesungguhnya kebenaran hanya milik ALLAH swt semata.
    Wassalam

  • Ridwan // 21 November 2007 pada 19:00 | Balas

    Untuk menghindari kehancuran total, Aa Gym harus menjaga supaya istri yang pertama dan kedua tidak minta cerai gara-gara kebangkrutan ini.

  • Mourad // 22 November 2007 pada 07:25 | Balas

    Sekarang Aa Gym sudah bangkrut sehingga dia sekarang sudah tidak lagi merasa mampu untuk “adil”. Dia sekarang merasa keok dan konyol.

    Uang memang membuat manusia menjadi angkuh.

  • Maspit // 13 Juni 2008 pada 13:50 | Balas

    Gimana kabarnya aa gym sekarang ya.. Apa ada yang tahu..

  • Murtado khoLis // 4 Oktober 2008 pada 02:43 | Balas

    Aa gym sLh 1 org yg tjuan hdp’y smta2 hnya krna ALLAH..

  • Wagi Sungkawa // 12 Februari 2009 pada 14:47 | Balas

    Terserah mu bicara apa aja tentang Aa Gym…..
    Nggak akan ngefek apalagi cuma omongan mahluk…..tidak akan berpengaruh sedikitpun,
    Yang pasti Aa sekarang jauh lebih baik……makin mengenal Allah dengan baik……………………………..
    Ha…ha…..usaha Aa bangkrut? Usaha Aa makin berkah malah oleh Allah malah baru di “kasih” mobil mercy baru…….
    Tapi bagi Aa dunia sudah nggak ada “rasa”…..
    Semoga Aa bisa melewati “Fase” ini Insya Allah…..

  • ucuy // 25 Agustus 2009 pada 16:35 | Balas

    Asslmlikum….. Aa kngen rasanya mendengarkan tausiyah aa yang setiap tutur katanya mengetarkan qolbu menghujam jiwa…..kapan muncul kembali..ana selalu rindu akan tausiyahmu..

  • budi api // 9 September 2009 pada 08:05 | Balas

    hidupkan sunnah poligami

  • rosa // 10 September 2009 pada 05:08 | Balas

    Rasul memang melakukan poligami, tapi kenapa dia melarang Ali memoligami Fatimah? Silakan diterjemahkan sendiri. Karena menurut saya Rasul tidak ingin Fatimah tersakiti, menurut saya itu suatu balance bahwa poligami halal tapi bukan sembarangan seperti halnya cerai, setahu saya syaratnya banyak dan Allah tidak membenarkan menyakiti siapapun lelaki maupun wanita. Semua yang ada di dunia ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan, jika baik maka apa yang kita lakukan baik dan sebaliknya. Apa ada yang tahu berapa orang yang di PHK dari peristiwa ini, adakah yang merasakan menjadi ayah yang tidak mempunyai pekerjaan untu menafkai keluarga. Semua tindakan harus dipikirkan untuk orang lain baru diri sendiri. Dan banyak orang yang tahu di sekitar Gegerkalong Girang siapa itu Teh Rini jika dibandingkan dengan Teh Ninih saya yakin Anda akan kaget jika tahu.
    Seperti kata Pak Rin, sakit hati itu seperti lubang paku di kayu yang tidak akan pernah hilang lubangnya walau paku telah dicabut.

  • Nadzir // 10 September 2009 pada 21:26 | Balas

    Memang manusia tidak akan tau apa hikmah dibalik semua ini, tapi yakinlah orang seperti AA Gym sudah mempertimbangkan segala sesuatunya dan mudah2an itu semua dilandaskan seperti yang dirilis bersama teh Ninih yaitu karena Allah, apapun tanggapan kita sebagai manusia itu tidak akan merubah secuilpun penilain aa Gym dimata allah…amin. Semoga kita semua diberikan kekuatan iman dan digolongan menjadi orang yang bertaqwa…amin.
    Selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan.

  • Hidayat // 21 September 2009 pada 05:00 | Balas

    Buat Mbak Rosa,
    Apa Mbak Rosa pernah baca hadits tentang tidak diijinkannya Fatimah ra dipoligami?

    Memang benar, alasannya adalah takut Fatimah ra sakit hati. Tetapi bukan sakit hati karena dipoligami, melainkan sakit hati karena dipoligami dengan anak wanitanya musuh Allah SWT, Abu Lahab.

    Tentu saja Rasulullah SAW tidak akan tega, puteri utusan Allah SWT disandingkan dengan puteri musuh Allah SWT dalam satu rumah, dua kutub yang berseberanga. Mungkin kita tidak banyak tahu siapa Abu Lahab, sehingga kita tidak bisa menerima alasan pelarangan poligami terhadap Fatimah ra ini. Seandainya kita benar-benar tahu, maka kita akan bisa memahami benar alasan itu.

    Abu Lahab ini memang bukan musuh sembarangan. Hanya dia-lah satu-satunya musuh Allah SWT dan Rasulullah SAW yang diabadikan dalam Al-Qur’an, “Tabbat yadaa abii lahabiw watabb”. Penyebutan dia dalam Al-Qur’an menunjukkan betapa kerasnya permusuhan yang dilancarkan oleh beliau.

    Btw, meskipun saya bukan pengagum Aa Gym karena ada perbedaan akidah, tetapi apa yang beliau lakukan tidaklah salah. Dan sungguh apa yang disampaikan oleh rekan2 pendukung poligami di atas adalah benar. Tidak ada larangan sedikitpun terhadap poligami yang dilakukan karena syahwat. Justeru bagi yang tidak kuat menahan syahwat meskipun sudah punya isteri, hukum poligami bisa menjadi wajib buat dia. Syarat poligami itu cuma dua: harus bisa adil dan tidak lebih dari 4. Tidak ada syarat yang lain. Kalau ada yang memberi syarat tambahan, silakan menunjukkan dalilnya. Agama Islam adalah agama ilmiah. Semua hukum harus berdasarkan dalil yang shahih, bukan berdasarkan akal dan hawa nafsu.

    Mohon maaf kalau ada salah kata. Saya hanya ingin menyelesaikan tugas “sampaikanlah kebenaran”.

    Dan buat Aa Gym, semoga kejadian ini juga bisa menjadi introspeksi buat beliau, apakah beliau menjadi dai hanya untuk mencari pengikut atau menyampaikan kebenaran. Kalau hanya mencari pengikut, sungguh beliau akan menjadi hancur karena kejadian ini. Tetapi kalau untuk menyampaikan kebenaran, sungguh beliau tidak akan bersedih. Orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT adalah orang-orang yang tidak akan bisa disakiti oleh musuh-musuh-Nya.

  • Hidayat // 22 September 2009 pada 18:35 | Balas

    Mohon maaf, salah orang. Ali ra bukan akan menikah dengan anaknya Abu Lahab, tetapi dengan Abu Jahal. Musuh Allah SWT dan Rasulullah SAW yang lebih besar rasa permusuhannya dibandingkan dengan Abu Lahab. Abu Jahal ini malahan sempat mau membunuh Rasulullah SAW saat Beliau SAW sedang sholat di Ka’bah, waktu Beliau SAW belum hijrah ke Madinah.

    Sedangkan Abu Lahab diabadikan di Al-Qur’an mungkin karena dia adalah kerabat Rasulullah SAW yang paling menentang Beliau SAW.

Tinggalkan sebuah Komentar