<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Lebaran Tahun ini Pilih Hari Apa?</title>
	<atom:link href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/</link>
	<description>Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jan 2010 11:31:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: faisal</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-1076</link>
		<dc:creator>faisal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 02:16:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-1076</guid>
		<description>SETUJU!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SETUJU!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: budiono</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-956</link>
		<dc:creator>budiono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 03:30:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-956</guid>
		<description>Memang harusnya kita bisa ikut &lt;i&gt;ulil amri&lt;/i&gt; kita yaitu pemerintah, tapi sangat disayangkan, karena ormas-ormas islam mulai dari zaman Prof Hamka sampai dengan sekarang tidak beritu mempercayai pemerintah. Hal ini disebabkan oleh pemerintah sendiri ketika zaman setelah kemerdekaan menolak ideologi islam untuk menjadi dasar negara. Dengan kata lain, pemerintah mengakui adanya banyak agama di Indonesia. Hal ini membuat para pemeluk agama islam merasa perlu ada sebuah organisasi kemasyarakatan yang memang memegang teguh pada kepercayaan agamanya masing-masing. Dari sini muncullah banyak ormas-ormas islam yang tidak patuh pada pemerintah. Bahkan sampai akhirnya waktu itu pemerintah(zaman order baru) menjembataninya dengan mendirikan MUI yang diketuai oleh Prof Hamka. Ditambah lagi ketika pemerintahan order baru, pemerintah menetapkan perayaan natal bersama, jelas-jelas hal ini ditentang oleh Prof Hamka sebagai ummat islam untuk merayakan natal bersama. Dari sinilah banyak yang mulai mempunyai pemikiran untuk memisahkan urusan agama dengan pemerintahan.

Hehe...itu yang saya tahu sedikit...makanya terkadang jadi membingungkan untuk patuh pada pemerintah....ditambah lagi pemerintah itu menjadi fasilitas untuk smua umat beragama di Indonesia, jadi keputusan tentang 1 syawal berupa rekomendasi bukan sesuatu yang harus dipatuhi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang harusnya kita bisa ikut <i>ulil amri</i> kita yaitu pemerintah, tapi sangat disayangkan, karena ormas-ormas islam mulai dari zaman Prof Hamka sampai dengan sekarang tidak beritu mempercayai pemerintah. Hal ini disebabkan oleh pemerintah sendiri ketika zaman setelah kemerdekaan menolak ideologi islam untuk menjadi dasar negara. Dengan kata lain, pemerintah mengakui adanya banyak agama di Indonesia. Hal ini membuat para pemeluk agama islam merasa perlu ada sebuah organisasi kemasyarakatan yang memang memegang teguh pada kepercayaan agamanya masing-masing. Dari sini muncullah banyak ormas-ormas islam yang tidak patuh pada pemerintah. Bahkan sampai akhirnya waktu itu pemerintah(zaman order baru) menjembataninya dengan mendirikan MUI yang diketuai oleh Prof Hamka. Ditambah lagi ketika pemerintahan order baru, pemerintah menetapkan perayaan natal bersama, jelas-jelas hal ini ditentang oleh Prof Hamka sebagai ummat islam untuk merayakan natal bersama. Dari sinilah banyak yang mulai mempunyai pemikiran untuk memisahkan urusan agama dengan pemerintahan.</p>
<p>Hehe&#8230;itu yang saya tahu sedikit&#8230;makanya terkadang jadi membingungkan untuk patuh pada pemerintah&#8230;.ditambah lagi pemerintah itu menjadi fasilitas untuk smua umat beragama di Indonesia, jadi keputusan tentang 1 syawal berupa rekomendasi bukan sesuatu yang harus dipatuhi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Zaki</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-953</link>
		<dc:creator>Zaki</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2007 10:03:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-953</guid>
		<description>Yang atas dihapus aja ada yang salah ngetik...:p
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh...

    Sebenernya pola pikirnya dikembangkan begini saja…
    Apakah tujuan metode ruqyah yang dikemukakan nabi dalam hadist yang kurang lebih mengatakan
    “berpuasalah kamu dengan melihat bulan dan berhari raya dengan melihat bulan, bila tidak tampak maka genapkan” ????

    tujuannya cuma satu….menentukan bulan tersebut berahir kapan….
    lalu dilihat dari bulan saat itu,bila mendung atau tertutup awan tidak menutup kemungkinan penentuan bulan satu tempat yang berdekatan karena satu wilayah tertutup awan dan lainnya bisa berbeda, dan saat itu memang tidak ada teknologi selain melihat bulan untuk menentukan penanggalan.

    Nah mari kita lihat fenomena sekarang,saat teknologi astronomi meningkat pesat,segala sesuatu bisa dihitung… dengan perhitungan tersebut bukankah hasilnya pasti?…perlu diketahui bahwa revolusi bulan tidak pernah melompat-lompat…jadi dengan perhitungan..pasti (SANGAT PASTI dan PRESISI) bulan baru bisa ditentukan waktunya….

    Alih-alih ada yang ngomong bid`ah,marilah kita melihat fenomena yang ada………

    Perlu juga dilihat dalam kasus yang serupa tapi tak sama, dalam penentuan sholat, pernahkah kita melakukan metode ruqyah seperti zaman nabi ? ex: ashar :saat bayangan lebih panjang dari nyatanya?…
    penentuan masa iddah, 4 bulan 10 hari dengan metode lihat bulan atau hisab?…tentu saja seperti yang sudah dilakukan selama ini

    Marilah kita membuka mata dan melihat dengan lebih terbuka….
    Islam tentunya tidak menolak teknologi…..Nabi sendiri yang bersabda
    “Mengenai urusan dunia kamu (muamalah), kamu lebih tahu”

    Kesalahan terutama dari negara kita adalah membolehkan terlalu banyaknya mulut yang punya hak untuk menentukan penentuan mula dan akhir romadhon…kalo hal yang sama terjadi di madinah atau mekkah?…sudah dibalik terali besi tuh orangnya…:p,perlu diperhatikan juga persatuan ummat…dengan tidak mengindahkan kaidah-kaidah agama yang ada…

    Wassalam….:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang atas dihapus aja ada yang salah ngetik&#8230;:p<br />
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh&#8230;</p>
<p>    Sebenernya pola pikirnya dikembangkan begini saja…<br />
    Apakah tujuan metode ruqyah yang dikemukakan nabi dalam hadist yang kurang lebih mengatakan<br />
    “berpuasalah kamu dengan melihat bulan dan berhari raya dengan melihat bulan, bila tidak tampak maka genapkan” ????</p>
<p>    tujuannya cuma satu….menentukan bulan tersebut berahir kapan….<br />
    lalu dilihat dari bulan saat itu,bila mendung atau tertutup awan tidak menutup kemungkinan penentuan bulan satu tempat yang berdekatan karena satu wilayah tertutup awan dan lainnya bisa berbeda, dan saat itu memang tidak ada teknologi selain melihat bulan untuk menentukan penanggalan.</p>
<p>    Nah mari kita lihat fenomena sekarang,saat teknologi astronomi meningkat pesat,segala sesuatu bisa dihitung… dengan perhitungan tersebut bukankah hasilnya pasti?…perlu diketahui bahwa revolusi bulan tidak pernah melompat-lompat…jadi dengan perhitungan..pasti (SANGAT PASTI dan PRESISI) bulan baru bisa ditentukan waktunya….</p>
<p>    Alih-alih ada yang ngomong bid`ah,marilah kita melihat fenomena yang ada………</p>
<p>    Perlu juga dilihat dalam kasus yang serupa tapi tak sama, dalam penentuan sholat, pernahkah kita melakukan metode ruqyah seperti zaman nabi ? ex: ashar :saat bayangan lebih panjang dari nyatanya?…<br />
    penentuan masa iddah, 4 bulan 10 hari dengan metode lihat bulan atau hisab?…tentu saja seperti yang sudah dilakukan selama ini</p>
<p>    Marilah kita membuka mata dan melihat dengan lebih terbuka….<br />
    Islam tentunya tidak menolak teknologi…..Nabi sendiri yang bersabda<br />
    “Mengenai urusan dunia kamu (muamalah), kamu lebih tahu”</p>
<p>    Kesalahan terutama dari negara kita adalah membolehkan terlalu banyaknya mulut yang punya hak untuk menentukan penentuan mula dan akhir romadhon…kalo hal yang sama terjadi di madinah atau mekkah?…sudah dibalik terali besi tuh orangnya…:p,perlu diperhatikan juga persatuan ummat…dengan tidak mengindahkan kaidah-kaidah agama yang ada…</p>
<p>    Wassalam….:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Zaki</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-952</link>
		<dc:creator>Zaki</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2007 10:00:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-952</guid>
		<description>Sebenernya pola pikirnya dikembangkan begini saja...
Apakah tujuan metode ruqyah yang dikemukakan nabi dalam hadist yang kurang lebih mengatakan 
&quot;berpuasalah kamu dengan melihat bulan dan berhari raya dengan melihat bulan, bila tidak tampak maka genapkan&quot; ????

tujuannya cuma satu....menentukan bulan tersebut berahir kapan....
lalu dilihat dari bulan saat itu,bila mendung atau tertutup awan tidak menutup kemungkinan penentuan bulan satu tempat yang berdekatan karena satu wilayah tertutup awan dan lainnya tidak bisa berbeda, dan saat itu memang tidak ada teknologi selain melihat bulan untuk menentukan penanggalan.



Nah mari kita lihat fenomena sekarang,saat teknologi astronomi meningkat pesat,segala sesuatu bisa dihitung... dengan perhitungan tersebut bukankah hasilnya pasti?...perlu diketahui bahwa revolusi bulan tidak pernah melompat-lompat...jadi dengan perhitungan..pasti (SANGAT PASTI dan PRESISI) bulan baru bisa ditentukan waktunya....


Alih-alih ada yang ngomong bid`ah,marilah kita melihat fenomena yang ada.........

Perlu juga dilihat dalam kasus yang serupa tapi tak sama, dalam penentuan sholat, pernahkah kita melakukan metode ruqyah seperti zaman nabi ? ex: ashar :saat bayangan lebih panjang dari nyatanya?...
penentuan masa iddah, 4 bulan 10 hari dengan metode lihat bulan atau hisab?...tentu saja seperti yang sudah dilakukan selama ini

Marilah kita membuka mata dan melihat dengan lebih terbuka....
Islam tentunya tidak menolak teknologi.....Nabi sendiri yang bersabda
&quot;Mengenai urusan dunia kamu (muamalah), kamu lebih tahu&quot; 


Kesalahan terutama dari negara kita adalah membolehkan terlalu banyaknya mulut yang punya hak untuk menentukan penentuan mula dan akhir romadhon...kalo hal yang sama terjadi di madinah atau mekkah?...sudah dibalik terali besi tuh orangnya...:p,perlu diperhatikan juga persatuan ummat...dengan tidak mengindahkan kaidah-kaidah agama yang ada...

Wassalam....:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenernya pola pikirnya dikembangkan begini saja&#8230;<br />
Apakah tujuan metode ruqyah yang dikemukakan nabi dalam hadist yang kurang lebih mengatakan<br />
&#8220;berpuasalah kamu dengan melihat bulan dan berhari raya dengan melihat bulan, bila tidak tampak maka genapkan&#8221; ????</p>
<p>tujuannya cuma satu&#8230;.menentukan bulan tersebut berahir kapan&#8230;.<br />
lalu dilihat dari bulan saat itu,bila mendung atau tertutup awan tidak menutup kemungkinan penentuan bulan satu tempat yang berdekatan karena satu wilayah tertutup awan dan lainnya tidak bisa berbeda, dan saat itu memang tidak ada teknologi selain melihat bulan untuk menentukan penanggalan.</p>
<p>Nah mari kita lihat fenomena sekarang,saat teknologi astronomi meningkat pesat,segala sesuatu bisa dihitung&#8230; dengan perhitungan tersebut bukankah hasilnya pasti?&#8230;perlu diketahui bahwa revolusi bulan tidak pernah melompat-lompat&#8230;jadi dengan perhitungan..pasti (SANGAT PASTI dan PRESISI) bulan baru bisa ditentukan waktunya&#8230;.</p>
<p>Alih-alih ada yang ngomong bid`ah,marilah kita melihat fenomena yang ada&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Perlu juga dilihat dalam kasus yang serupa tapi tak sama, dalam penentuan sholat, pernahkah kita melakukan metode ruqyah seperti zaman nabi ? ex: ashar :saat bayangan lebih panjang dari nyatanya?&#8230;<br />
penentuan masa iddah, 4 bulan 10 hari dengan metode lihat bulan atau hisab?&#8230;tentu saja seperti yang sudah dilakukan selama ini</p>
<p>Marilah kita membuka mata dan melihat dengan lebih terbuka&#8230;.<br />
Islam tentunya tidak menolak teknologi&#8230;..Nabi sendiri yang bersabda<br />
&#8220;Mengenai urusan dunia kamu (muamalah), kamu lebih tahu&#8221; </p>
<p>Kesalahan terutama dari negara kita adalah membolehkan terlalu banyaknya mulut yang punya hak untuk menentukan penentuan mula dan akhir romadhon&#8230;kalo hal yang sama terjadi di madinah atau mekkah?&#8230;sudah dibalik terali besi tuh orangnya&#8230;:p,perlu diperhatikan juga persatuan ummat&#8230;dengan tidak mengindahkan kaidah-kaidah agama yang ada&#8230;</p>
<p>Wassalam&#8230;.:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: SANZO</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-950</link>
		<dc:creator>SANZO</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Oct 2007 18:12:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-950</guid>
		<description>ASSALAMUALAIKUM

SELAMAT IDUL FITRI MINAL AIDIN FALAIDIN

AU REVOIR RAMADHAN,,, akhirnya setelah berpuasa sebulan penuh kita merayakan hari kemenangan, dengan adanya hari kemenangan ini hati kita akan suci layaknya anak bayi yang baru lahir (tapi entah bagi orang yang mampu tapi tidak menjalan kan puasa). Di hari kemenangan ini kita harus bersyukur karena kita-kita ini masih bisa menikmatinya, sedikit melupakan kemenangan, tetapi kita memberikan duka kepada orang-orang yang tidak menikmati hari kemenangan 100% seperti kita. Ternyata masih banyak juga orang-orang yang masih di beri ujian oleh ALLAH SWT di hari kemenangan ini seperti materi yang sudah di cari oleh keringat di rampas oleh orang, meninggalnya saudara kita ketika hendak berkumpul bersama keluarga, tidak tersedianya hidangan khas lebaran di rumah mereka dsb.... (SEMUA YANG DI BERI UJIAN AMBIL HIKMAHNYA). Tak dari itu semua buat teman-teman sekalian, bukan nya saya ingin menceramahi kalian semua tetapi cuma meningatkan, di hari kemenangan ini bukan berarti kita bebas dari segala-galanya, melainkan di hari kemenangan ini kita harus mengintropeksi diri kita masing-masing. Mungkin itu sedikit &quot;CORAT-CORET&quot; dari saya, mohon maaf jika kata-kata saya menyinggung kalian semua,, akhir kata saya ucapkan ASSALAMUALAIKUM WR.WB

NOTE: JANGAN LUPA BAYAR ZAKAT YAAAAA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ASSALAMUALAIKUM</p>
<p>SELAMAT IDUL FITRI MINAL AIDIN FALAIDIN</p>
<p>AU REVOIR RAMADHAN,,, akhirnya setelah berpuasa sebulan penuh kita merayakan hari kemenangan, dengan adanya hari kemenangan ini hati kita akan suci layaknya anak bayi yang baru lahir (tapi entah bagi orang yang mampu tapi tidak menjalan kan puasa). Di hari kemenangan ini kita harus bersyukur karena kita-kita ini masih bisa menikmatinya, sedikit melupakan kemenangan, tetapi kita memberikan duka kepada orang-orang yang tidak menikmati hari kemenangan 100% seperti kita. Ternyata masih banyak juga orang-orang yang masih di beri ujian oleh ALLAH SWT di hari kemenangan ini seperti materi yang sudah di cari oleh keringat di rampas oleh orang, meninggalnya saudara kita ketika hendak berkumpul bersama keluarga, tidak tersedianya hidangan khas lebaran di rumah mereka dsb&#8230;. (SEMUA YANG DI BERI UJIAN AMBIL HIKMAHNYA). Tak dari itu semua buat teman-teman sekalian, bukan nya saya ingin menceramahi kalian semua tetapi cuma meningatkan, di hari kemenangan ini bukan berarti kita bebas dari segala-galanya, melainkan di hari kemenangan ini kita harus mengintropeksi diri kita masing-masing. Mungkin itu sedikit &#8220;CORAT-CORET&#8221; dari saya, mohon maaf jika kata-kata saya menyinggung kalian semua,, akhir kata saya ucapkan ASSALAMUALAIKUM WR.WB</p>
<p>NOTE: JANGAN LUPA BAYAR ZAKAT YAAAAA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: GolPut</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-948</link>
		<dc:creator>GolPut</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 13:49:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-948</guid>
		<description>hehehehe..klo gw sih mending GolPut bRO... (Golongan Putih)...kwkwkwkwkwkwkwk  :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehehe..klo gw sih mending GolPut bRO&#8230; (Golongan Putih)&#8230;kwkwkwkwkwkwkwk  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: trian</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-947</link>
		<dc:creator>trian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 13:41:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-947</guid>
		<description>udah deh masalah sholatnya kapan ngga usaha dipermasalahkan, muhamadiyyah ma nu sama2 punya dasar, kapan islam mau maju kalo terus2an sibuk ngurusin hal2 kaya gini. Allah tuh Maha segala-galanya, termasuk Maha tahu kalo manusia itu punya keterbatasan. Jadi mau ngikutin yang manapun asal niatnya ibadah sama Allah, bismillah aja.

cuman pertanyaan saya: sebenernya pemerintah itu ikut hasil ru&#039;yah atau tukang kalender, koq dari dulu ngga ada cerita pemerintah beda ma kalender hehe ini mah just kidding just for laugh ngga usah ditanggepin apalagi dimasalahin....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>udah deh masalah sholatnya kapan ngga usaha dipermasalahkan, muhamadiyyah ma nu sama2 punya dasar, kapan islam mau maju kalo terus2an sibuk ngurusin hal2 kaya gini. Allah tuh Maha segala-galanya, termasuk Maha tahu kalo manusia itu punya keterbatasan. Jadi mau ngikutin yang manapun asal niatnya ibadah sama Allah, bismillah aja.</p>
<p>cuman pertanyaan saya: sebenernya pemerintah itu ikut hasil ru&#8217;yah atau tukang kalender, koq dari dulu ngga ada cerita pemerintah beda ma kalender hehe ini mah just kidding just for laugh ngga usah ditanggepin apalagi dimasalahin&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: orang aneh</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-946</link>
		<dc:creator>orang aneh</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 12:12:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-946</guid>
		<description>huaaa ikut yg cpt aj deh hehehe.soalnya klu ngambil tgl 13 okt, ntar g jd mkn2 di rmh sodara...huehehe...soalnya sodara itu pergi tgl 13..so..musti kebagian makan dong..tp solatnya tetep hr sabtu (lho??)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>huaaa ikut yg cpt aj deh hehehe.soalnya klu ngambil tgl 13 okt, ntar g jd mkn2 di rmh sodara&#8230;huehehe&#8230;soalnya sodara itu pergi tgl 13..so..musti kebagian makan dong..tp solatnya tetep hr sabtu (lho??)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Perlukah Menyatukan Pendapat Umat Islam dalam Masalah Syariah? &#171; M. Shodiq Mustika</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-944</link>
		<dc:creator>Perlukah Menyatukan Pendapat Umat Islam dalam Masalah Syariah? &#171; M. Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 08:14:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-944</guid>
		<description>[...] Islam dalam Masalah&#160;Syariah?  Ditulis pada 11 Oktober 2007 oleh M Shodiq Mustika   Perbedaan berhari-raya, seperti juga perbedaan kita dalam masalah-masalah lainnya di bidang syariah, sudah lama terjadi. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Islam dalam Masalah&nbsp;Syariah?  Ditulis pada 11 Oktober 2007 oleh M Shodiq Mustika   Perbedaan berhari-raya, seperti juga perbedaan kita dalam masalah-masalah lainnya di bidang syariah, sudah lama terjadi. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hera</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-943</link>
		<dc:creator>hera</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 06:37:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/2007/10/02/lebaran-tahun-ini-pilih-hari-apa/#comment-943</guid>
		<description>ikut lebarannya papah sm mamah ajah hhehee</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ikut lebarannya papah sm mamah ajah hhehee</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
