Dugem adalah Pintu Gerbang Menuju Maksiat

Seorang alumnus IF berkata, di Jakarta, waktu Jumat sore hingga malam adalah waktunya untuk ber-dugem. Dugem atau dunia gemerlap, adalah istilah populer untuk menunjukkan gaya hidup orang di kota besar pada akhir pekan.  Jumat malam, selepas kerja atau kuliah, digunakan sebagian orang untuk melepas ketegangan dan kepenatan setelah 5 hari bekerja atau kuliah dengan mendatangi tempat-tempat hiburan. Kafe, bar,  pub, mal, diksotik, tempat biliar, dan tempat hiburan malam lainnya padat dengan orang-orang yang berdugem di Jumat malam. Sekadar kongkow-kongkow dengan teman, hang out, menikmati musik, ajojing, hingga minum-minum beralkohol.  Itulah dunia perkotaan zaman kini. Kenikmatan semu yang dicari oleh orang-orang yang gersang kearifan hidup. Benar-benar prihatin melihat gaya hidup anak muda zaman sekarang.

Di Bandung, sejak mudahnya akses jalan dari Jakarta, fenomena dugem makin menjadi.  Warga Jakarta  yang gemar ber-dugem mengalihkan kebiasaannya di Bandung. Jumat malam dan Sabtu malam Bandung sangat ramai dengan pendatang dari Jakarta. Bisnis hiburan malam berkembang pesat. Tidak sukar bagi kita menemukan billboard di pinggir-pinggir jalan besar yang menampilkan iklan minuman keras,  iklan acara-acara musik di kafe, pub, klab malam, dan hotel-hotel pada Jumat malam (yang biasanya disponsori oleh perusahaan rokok atau minuman keras) . Tidak heran Bandung saat ini dijuluki sebagai kota hiburan, selain sebutan sebagai kota wisata belanja dan makan-makan.  

Mencari hiburan tentu boleh-boleh saja, karena manusia itu dihinggapi dengan rasa jemu, bosan, lelah, dan sebagainya. Tetapi bila mencari hiburan dengan berdugem ria, tanpa disadari kebiasaan tersebut dapat menyeretnya ke perbuatan maksiat. Di tempat-tempat hiburan tersebut seseorang dapat terseret pada pergaulan bebas antara pria dan wanita, minum minuman beralkohol, mabuk-mabukan, hingga konsumsi narkoba.  Dugem tidak lengkap tanpa minuman alkohol. Dugem menawarkan kehidupan permisif, yaitu paham yang serba membolehkan.  Kehidupan modern yang gersang rohani membuat sebagian orang lari ke kehidupan malam. Maka, kehidupan malam di tempat-tempat dugem mengarahkan orang untuk berbuat maksiat, perbuatan yang dilarang agama. 

Ada pendapat yang mengatakan, ada skenario besar dari pihak asing untuk menghancurkan anak muda Indonesia agar jauh dari nilai-nilai agama dan menggantikannya dengan nilai-nilai permisif. Maraknya peredaran narkoba, minuman keras, pornografi, kehidupan malam lewat dugem, adalah  beberapa indikasi yang mendukung pendapat tadi.  Wallahu alam.

Daripada ber-dugem ria pada Jumat malam (dan Sabtu malam), mengapa tidak menggunakan waktu malam itu untuk bertafakkur di masjid atau di rumah? Berzikir mengingat Allah SWT, melakukan ibadah malam,  membaca Alquran, atau mengikuti pengajian? Semua itu jauh lebih bermanfaat dan menimbulkan kedamaian dan mendekatkan diri kita kepada Sang Khalik ketimbang berdugem yang cenderung mendekatkan diri kita kepada bujuk rayu syaitan.

Tulisan ini dipublikasikan di Agama, Renunganku. Tandai permalink.

26 Balasan ke Dugem adalah Pintu Gerbang Menuju Maksiat

  1. Ricky Sauqi berkata:

    Seumur2 belum pernah ngerasain masuk klub/kafe/diskotik malem2 / dugem.
    Enak juga lho jadi orang yg g punya keinginan macem2… :D

    Apa kabar P Rin?
    Saya sekarang tinggal di ‘desa’ sama istri n anak. Tiap hari lihat sawah,kambing, bebek…

  2. rinaldimunir berkata:

    @Ricky: di ‘desa’ mana Rick?

  3. iwansulistyo berkata:

    Pak Rinaldi Munir benar.
    Dugem adalah Pintu Gerbang Menuju Maksiat.
    Atau kalo boleh memakai kalimat saya, dalam konteks ini: “Dugem pangkal kemaksiatan”

    Yah, bagaimana lagi, Pak…
    Itu sudah “tambang emas” para pengusaha-nya.
    Ironisnya, kendati we are the largest moslem country, para pemuda kita — seangkatan saya — ada yg memilih “cara & jalan” hidupnya sendiri.

    Sayang, kalo Malaekat Maut mampir ketika mereka tengah asyik dugem. Sungguh rugi jadi manusia. Saya b’harap, semoga Allah SWT tidak menakdirkan saya seperti itu.

    Mari kita bangun dunia yg lebih adil, lebih manusiawi, lebih bermartabat, menghargai pluralisme dan kepercayaan b’agama, serta penduduk dunia yg damai & penuh senyum…..

    Mari kita hidup dengan dunia yang sarat dengan tarik menarik antara kedaulatan dgn kemanusiaan, dan mari kita bangun kemampuan & kepercayaan diri bangsa kita.

    Salam

  4. Irvan berkata:

    wah, kalo pendapat lain berkata bahwa dugem tuh “olahraga” malem sekali.
    hihihi.

    -IT-

  5. GRaK berkata:

    iyah pak benar banget :)

  6. mrsyusuf berkata:

    Saya gak suka dugem…
    Berisik, pengap dan banyak asap rokok..
    Lho!!!!???? :mrgreen:

  7. Fakhrurrozy berkata:

    Jika keyakinan orang akan hari akhir lebih mantap & orientasi orangnya adalah kehidupan setelah kematian, pasti kebanyakan orang akan memilih meninggalkan kehidupan dugem seperti yang bapak tulis di atas.

    Salam

  8. Fakhrurrozy berkata:

    Jika keyakinan orang akan hari akhir lebih mantap & orientasi orangnya adalah kehidupan setelah kematian, pasti kebanyakan orang akan memilih meninggalkan kehidupan dugem seperti yang bapak tulis di atas.

    Salam

  9. rinaldimunir berkata:

    @IwanSulistyo: terima kasih atas komentarnya. Saya menulis keprihatinan saya terhadap kebiasaan anak muda zaman sekarang.

    @Irvan: olahraga yang tidak sehat, van

    @mrsyusuf & @grak: : setuju

    @Fakhrurrozy: hidup di dunia hanya sebentar, maka jangan gunakan waktu yang pendek itu untuk menimbun dosa.

  10. aswaja berkata:

    Assalamualaikum wr wb

    Met kenal….. meu nyebarin virus TBC ala wahabiyah neh….

    Wassalam wr wb

  11. Ari Sri Lestari berkata:

    Ehmm…setuju dengan pendapat pak Rin, di Eropa/Barat, banyak orang yang mulai mencari “Tuhan”, dan begitu mereka menemukannya, mereka akan konsisten dan meninggalkan hingar bingar dunia, sedangkan di Asia mulai ada gejala meninggalkan “Tuhan”.

    Semoga Pemimpin Pemerintahan dan Agama sadar akan masa depan bangsa..:-)

    • ERLI_DAFIT berkata:

      a……..ne baru dy saran..,saya setuju dengan saran saudara,,,,,,,,,..dimana,qta sbagai warga negara Indonesia,..harus menjunjung tinggi norma-norma agama qta.jangan malah menjauh dari Tuhan qta,,n malah pergi menuju tempat-tempat duGem

  12. berto berkata:

    oi bro urus aja kerjaan lu sendiri ya
    mau orang dugem kek ajeb2 kek
    yang penting mereka gak ganggu orang dan usil kayak lo
    salam jari tengah buat lo ya
    hwahahahahaa

  13. sick mindeed berkata:

    up to u lah, gw ga mau ambil pusing dgn urusan kek ini.

    yg penting jgn berlaku munafik ajah..

  14. dr.akula berkata:

    …….””ada skenario besar dari pihak asing untuk menghancurkan anak muda Indonesia agar jauh dari nilai-nilai agama dan menggantikannya dengan nilai-nilai permisif.””………

    sedikit mengingatkan memfitnah pihak asing tanpa bukti itu hukumnya dosa.udah bicara bagus-bagus ujung-ujung pihak asing lagi,kayak nya alasannya klasik banget sih.
    bagaimana kalau jihad terhadap dugem, kan bisa bukanya bunuh sana sini ,bom sana sini

  15. Lina Sanyoto berkata:

    Kalo cowok udah nikah masih ingin dugem, gawaaat….Hmmm…selain tu kalo cowok kamu nunda2 nikah, bisa jadi itu karena dia belum bia ninggalin kebiasan dugem yg sarat dengan kenikmatan duniawi.

    Buat cewek2, hati2 kalo cowok kalian minta dipinjami duit. Bisa jadi itu buat dugem (miras dll). Biarpun cowok lu bilang duit itu buat keperluan sehari2, ntar diganti abis gajian, sebaiknya tolak aja secara baik2. Dia memang akan marah, tapi itu buat ngasih pelajaran ke dia agar dia tahu elo tegas, ngga bisa dikerjain. Gue pernah ngalamin sih, untungnya gue ngga pinjami duit.

    Kalo ingin bertanya, hub gue di tarutu7@yahoo.com

  16. advokatku berkata:

    namanya juga godaan SYETAAAAAAAAN mas jadi yach cuma keimanan dan iman aja yang membentengin kita …..

  17. Jacky berkata:

    Assalamualaikum Wr Wb

    “…kebiasaan tersebut dapat menyeretnya ke perbuatan maksiat. Di tempat-tempat hiburan tersebut seseorang dapat terseret pada pergaulan bebas antara pria dan wanita, minum minuman beralkohol, mabuk-mabukan…”

    Pak, saya mohon jangan mengGeneraLisasiKan semua tentang dugem….
    TIDAK SEMUA orang yang pergi ke tempat2 dugem akan terseret maksiat..

    Jujur, saya sudah lama dugem ke mana2… namun hingga saat ini, detik ini, saya BELUM PERNAH bertemu wanita / cewek clubbers yang bisa diajak ONS (One Night Stand) suka sama suka…. padahal tujuan saya dugem adalah untuk itu…
    Orang bilang kita bakal gampang dapat cewek d t4 dugem
    Tapi nyatanya….?

    Pak… tidak semudah itu orang bisa terjebak maksiat dengan dugem….

    Bapak terlalu mengGeneraLisasiKan….

    Is harder than it seems….

    Kita harus punya kenalan orang dalam, banyak akses, free-pass, invite, Guest List, Pintar bicara, gaya, keren, baru bisa dapat apa yg kita inginkan… (ONS)

    Wassalamualaikum

  18. h a b i b berkata:

    baiknya pintunya ditutup ajah….biar gak ada yang masuk ke kema’siyatan. menutup pintu buat mencegah orang masuk kan lebih mudah daripada menyuruh orang di dalam supaya keluar…… cuman butuh keberanian….

  19. eddy berkata:

    jauhi dugem krn tdk ada kebaikannya sedikitpun, yg ada malah membawa celaka dulu hampir tiap mlm sy dugem kalo semalam aja tdk dugem badan rasanya panas dingin, Alhamdulillah skg sy sudah tobat

  20. harry yoe berkata:

    Hidup ini adalah pilihan….mau ke surga atau neraka.!!Tuhan tidak melarangmu seketika segala perilakumu.kita diberikan kebebasan untuk memilih.TAPI HUKUM TUHAN TETAP BERJALAN.ingat kehidupan yang sesungguhnya adalah setelah kita mati kelak.camkanlah.!!.

  21. mnurut saya dugem tuw membwt qta mla tmbah pcing, ………………..
    krna tdak menyelesaikan msalah pi mlah tmbah msalah……………………….

  22. Rodrigo berkata:

    jujur, saya belum pernah, justru karena penasaran kepengen banget tu masuk ke klub2 dugem, kan biar tahu… apa pendapat agan2 semua?

  23. Om Senang berkata:

    DUGEM itu cuma 3 kalo di Indo : ALKOHOL , PSIKOTROPIK lanjut Narkotik , FREESEX sama Cewek muda! dah itu ajah… gak bakalan jauh dari 3 hal itu pokoknya!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s