Jalan-jalan (Lagi) ke Manado

Pekan lalu saya diminta datang ke Manado oleh rekan saya di Universitas De La Salle, sebuah universitas swasta yang merupakan franchise dari induknya di Eropa (Paris?). Saya diminta membimbing Tugas Akhir mahasiswa Teknik Informatika di sana dengan sistem jarak jauh. Saya menemui mahasiswa di sana untuk membahas proposal TA dan akan datang lagi ketika sidang tugas akhir. Di sana mahasiswa juga mendapat dosen pembimbing II. E-mail dan chatting dengan YM adalah sarana komunikasi antara saya dengan mahasiswa di Manado sana. Teknologi informasi membuat dunia ini makin sempit saja. Jarak memang tidak lagi menjadi persoalan, namun bertemu secara fisik antara dosen dan mahasiswa tetap saja masih diperlukan, sebab ada hal-hal yang tidak bisa terjawab tuntas dengan e-mail dan chatting.

Manado? Ini kota paling utara di Indonesia, jauh lagi, di kawasan Indonesia Timur. Manado adalah ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Sebelah utara berbatasan dengan negara Filipina. Sekilas orang-orang Manado mirip dengan orang Filipina, karena memang ada kedekatan kultural dengan orang-orang di negara sana. Mendengar nama kota ini saya tidak bisa melupakan ikan bakarnya yang segar dengan sambal dabu-dabu dan sambal rica-rica yang pedas bukan kepalang. Kota Manado yang terletak di bibir Samudera Pasifik memang berlimpah dengan ikan laut. Ikan laut yang baru ditangkap jika langsung dimasak menghasilkan masakan yang enak. Tidak seperti di Bandung yang jauh dari laut, maka ikannya sudah tidak segar lagi.

Berangkatlah saya dari Bandara Soekanro-Hatta dengan pesawat Batavia Air. Terbang ke Manado dengan penerbangan langsung menempuh waktu 3 jam, tetapi karena perbedaan wilayah waktu (Manado di WITA sedangkan Jakarta WIB), maka kita “rugi” 1 jam sehingga lama penerbangan menjadi 4 jam. Karena pesawat saya ini via Balikpapan, maka waktu terbang lebih lama lagi, 5 jam! Berangkat jam 15.00 WIB dari Jakarta dan tiba di Manado pukul 20.00 WITA. Sungguh bete di pesawat. Namun sebaliknya, kalau terbang dari Manado ke Jakarta kita “untung” satu jam. Bila berangkat pukul 10.00 WITA, maka tiba di Jakarta pukul 12.00 WIB. Hemat 1 jam.

Di Bandara Soekarno-Hatta

Manado adalah kota yang tenang, tidak hiruk pikuk seperti di Jakarta, dan tidak macet seperti di Bandung. Jalan-jalan di sana lancar sehingga mobil bisa sedikit ngebut. Seperti yang saya bahas pada tulisan sebelumnya (baca tulisan yang ini), Manado dijuluki “Kota Tinutuan”, artinya kota bubur manado. Tinutuan atau bubur manado adalah makanan khas orang Manado. Tinutuan mirip seperti bubur ayam di Bandung, tetapi buburnya dimasak dengan campuran aneka sayur seperti jagung, wortel, kangkung, dan lain-lain. Paduan beras dan sayur-sayuran itu membuat bubur manado berwarna-warni namun itulah yang membuatnya gurih dan segar, apalagi jika dimakan dengan sambal dan ikan cakalang. Ikan cakalang adalah ikan khas kawasan Indonesia Timur, agak mirip dengan ikan tuna. Di bawah ini foto bubur manado yang disajikan di hotel tempat saya menginap (Hotel Gran Puri). Bubur manado pas jika dimakan pada pagi hari.
Bubur manado

Rekan saya di sana mengatakan, belum lengkap ke Manado jika belum menikmati 3B. Apa itu? Bunaken, bubur manado, dan … bibir Manado. Halah, yang terakhir ini bikin mesem-mesem. Ada-ada saja.

Manado dapat dikatakan kota seribu gereja, sebab mayoritas warganya memang beragama Kristen. Jika di Jawa kita mudah menemukan masjid setiap 100 meter, maka di Manado berjalan setiap 100 meter akan bertemu gereja. Orang Islam juga cukup banyak di sana. Ada kampung-kampung yang mayoritas warganya muslim seperti Kampung Ternate, Kampung Arab, da lain-lain. Di Manado juga banyak warga dari Gorontalo dan Bolaangmangondouw, kedua wilayah ini adalah tereknal dengan ketaatannya pada agama Islam. Secara umum kerukunan beragama di Manado sangat baik. Rekan saya di Manado menanyakan apakah saya akan shalat di masjid. Saya jawab di hotel saja, shalat jamak Dhuhur dan Ashar, sebab saya berstatus musafir.

Di bawah ini foto-foto yang saya jepret dari lantai 11 Hotel Gran Puri. Ini foto pada Hari Minggu pagi, suasana kota Manado sangat lengang karena warganya siap-siap beribadah ke gereja.
Stadion Klabat

Di bawah adalah Stadion Klabat dengan latar belakang kota Manado. Klabat adalah nama gunung yang tertinggi di Sulawesi Utara. Gunung Klabat terlihat dengan jelas dari kampus De La Salle.

Stadion Klabat

Di bawah ini adalah foto Manado ke arah lautan Pasifik. Dari kejauhan nampak Pulau Manado Tua. Pulau Bunaken ada disebelahnya (tidak terlihat dari foto) . Saya belum sempat ke Bunaken yang indah itu.

Manado dan Samudera Pasifik

Di Manado jelas ikan bakarnya yang enak, lebih tepatnya makang ikang bakar. Saya bisa menghabiskan banyak ikan bakar. Gimana lagi, enak sih. Makan ikan bakar dengan lalap sayur kangkung yang dimasak dengan minyak kelapa dan bawang putih, wah mak nyus benar. Rekan saya di Manado mengajak makan ikan bakar di kedai ikan di pinggir pantai Boelevard. Pantai Boelevard adalah kawasan pantai yang sudah diuruk menjadi kawasan komersil. Pantai ini diuruk tidak tanggung-tanggung panjang dan lebarnya. Panjangnya mencapai beberapa kilometer, lebarnya mencapai ratusan meter. Jutaan kubik tanah dan batu untuk menguruk pantai ini diambil dari bukit-bukit sekitar Manado. Mungkin kalau pengurukan itu dilakukan sekarang-sekarang bakal diprotes oleh WALHI, Greenpeace, dan organisasi lingkungan hidup lainnya. Bayangkan banyak biota laut yang mati dan rusak akibat pengurukan itu. Di kawasan boelavard ini berdiri kompleks mal dan ruko Mega Mas. Konon, kata rekan saya, itu adalah singkatan Megawati-Taufik Kiemas. Wah, ekspansi bisnis keluarga mantan presiden ini sudah mencapai kawasan timur. Tidak hanya keluarga Cendana saja yang berbisnis. Satu unit ruko di sini harganya gila-gilaan, bisa mencapai satu milyar per unit.

Oh ya, mahasiswa di Universitas De La Salle ini memanggil dosen pria dengan sebutan Sir, sedangkan dosen wanita dipanggil Mam, bukan Pak atau Bu seperti kita, misalnya Sir Rudy, Mam Deby, dan lain-lain. Saya risih juga dipanggil Sir (artinya”Tuan”), tapi bagaimana lagi, itu kan kebiasaan di sana, jadi saya tahan-tahan saja rasa geli itu. Kata rekan saya, kalau di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), universitas negeri di Manado, panggilan buat dosen lebih miris lagi, yaitu Meneer. Serasa berada di zaman Belanda.

Begitulah, Manado memang unik.

Tulisan ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

43 Balasan ke Jalan-jalan (Lagi) ke Manado

  1. Lukman berkata:

    Wah menarik banget Pak sepertinya berlibur ke Manado….Pak Rin bawa ga oleh – oleh bibir eh bubur manadonya?:)kayaknya dari foto buburnya emang sudah berasa mak nyus:)

  2. rinaldimunir berkata:

    @Lukman: bukan liburan, Man, tapi sharing membantu perguruan tinggi di daerah. Di Bandung nggak ada yang jualan bubur Manado.

  3. Bali Hotels berkata:

    Jalan – jalan keliling Indonesia termasuk ke Manado akan lebih lengkap bila singgah ke Bali. Banyak pilihan paket wisata dan diskon untuk Bali hotels.

  4. aswinindra berkata:

    Pak Munir,
    Saya dengan sedang hati akan mendengarkan apabila eksperimen e-tutor atau e-learning ini sudah berjalan. Bagaimana pelaksanaannya, apa saja sih kendalanya di lapangan? infrastruktur atau kultur? Tentu saja metode ini adalah komplementer dari tatap muka, namun kita tetap perlu kian hari menyempurnakan terutama sisi pedagoginya. Trims pak, keep better work.

  5. rinaldimunir berkata:

    @aswinindra: selama ini kendalanya tidak terlalu berarti, sebab ada Pembimbing II di sana sehingga komunikasi langsung antara mahasiswa dengan dosen pembimbing tetap berjalan.

    Di awal pertemuan di Manado saya memberikan target apa yang yang harus dipenuhi oleh mahasiswa selama satu hingga dya bulan ke depan, apa yang harus dilakukan. Struktur laporan juga sudah ditentukan apa-apa yang harsu diisi.

    Masalah klasik yang muncul adalah kurangnya mendapatkan akses ke buku-buku referensi, maklum ini di daerah luar Pulau Jawa, Indonesia Timur lagi. Ini persoalan khas perguruan tinggi di daerah. Tidak seperti kami di Bandung atau Jakarta yang begitu mudahnya mendapatkan referensi/buku. Oleh karena itu, saya merasa perlu mencarikan bahan-bahan buat mereka, tetapi yah belum optimal juga.

  6. fitrasani berkata:

    Wah, Pak, saya saja dari kecil di sulawesi belum pernah kesampaian ke Menado… hehehe…

  7. rinaldimunir berkata:

    @Fitrasani: makanya cepat lulus, kalau udah bekerja, bisa pergi kemana saja kalau ada tugas.

  8. michael berkata:

    ehm..saya orang manado..tinggal di Bandung…mau bubur manado? pesan aja sama saya…hehehe.
    manado is beutiful city……
    and religius city…..

  9. rinaldimunir berkata:

    @michael: setuju, Manado memang kota relijius, dimana-mana, baik di mal, toko, atau di restoran terdengar lagu-lagu rohani Kristiani.

  10. sonny berkata:

    bsk mau ke menado nih.. biasa ada kerjaan.

    mantap nih resensinya… nyobain dabu2 ah :D

  11. anas berkata:

    asik nih jalan2nya.kalo ke manado gue pengen ke bulevard nya..!liat juga arsip tulisan n foto jalan-jalan aq selama ini di kalimantanku.blogspot.com

  12. marzuki berkata:

    2009 mo ke manado ahhhhhhhhhhhhhhhhh
    nybain timitu’an asli buatan tangan orang berdarah sulawesi asli

  13. lia berkata:

    Manado itu kotanya keren banget and orang2nya welcome banget, sayang fasilitas publik belum sepenuhnya dipenuhi sama pemerintah, kalo tidak pasti banyak yang datang ke manado

  14. zhack berkata:

    SAYANG YAH PAK CM SBNTR DI MANADO.PDHL MSH BNYK TMPT WISATA ALAM MAUPUN KULINER YANG HRS DINIKMATI.NANTI KL KE MANADO LG KONTAK SY BIAR SAYA BERI TH TMPT MN YANG HRS BPK KUNJUNGI.SAYA JAMIN PASTI KGK BKLN NYESEL.

  15. M.N. AZIS berkata:

    TORANG JUGA PERNAH FOTO-FOTO DI MANADO. KONG NYADA CUMA ITU LEE… TORANG JUGA PERNAH SAMPE DI BUKIT KASIH, BUNAKEN, TOMOHON TONDANO AND DANAU MOAT. SAYANG KITA BELUM PUNYA FOTO-FOTONYA. KIRIM NEI PAKITA KALU NGANA PUNYA DEPE FORO YANG LAENG.

  16. rinaldimunir berkata:

    @M.N Azis: Depe foto torang tak punya he, ada sama mahasiswa torang di Manado.

  17. modaraku berkata:

    Antarika KLsWTI ANSE IKA Where are you now?
    Mandi air panas oiiii di Sulut weeeeeiihhh
    Manado so sweet and nice city.
    Goodbless you. beutiful and hot dreamfeeling

  18. cithoel berkata:

    hehe.,wah baca tentang manado sangat menarik.,.,kapan2 pingin main ke manado.,aku orang jogja.,tapi suka dengan keindahan alam laut manado .,denger2 raja ampat papua juga keren.,

  19. phill berkata:

    manado memang hebat kan

  20. Meksy Harun berkata:

    manado? kita rindu pa ngana.

  21. Mamanglo berkata:

    Iya saya juga mau tuh ke Manado.

    Ajak-ajak dong laen kali.

    Bibir Manadonya itu yang paling yahuuuddddd!

  22. daroe berkata:

    ..sy brusan dr manado -hr senin smp kamis pagi kmrn-…bkn liburn tp dinas luar kntor..lmyan, smpat ke pantai malalayang, tomohon,tondano, tp ga smpt ke bunaken -krn limited budget- n bitung ;p…jj ke mega mal -pgn jg ke boulevard mal n MaTos tp g ksmpaian-..blnja oleh2 di sulut expo -kbtuln kmrn ada expo Hut prov.Sulut-…beli oleh2 (lagi) di golden swalayan..tp g smpt nyicip tinutuan pdhl pnasarn pgn tau buatn asli dimanado :( emang sih mo cr maem aj susah,hmpr tiap hr mkn nasi padang,malam maem di wr.lamongan ato coto mkasar,ga ada maem mskan khas manado (krn byk yg g halal).smpt jg maem di pasar 45,ada wr.makan sderhana nyediain msakan khas gorontalo -tapi pedeeess bgttt-…duh,blm puas rasax di manado kmrn :D

  23. manado ,,,,,adohh…..qt so rindu pa nn,,,,,deng pa tamang2 kawanua samua;;;;;;; tunggu jo pa qt mo pulang NATAL & THN BARU

  24. stendy berkata:

    aku anak gorontalo tetangganya manado… aku kemanado masih qt 1 provinsi SULUT tapi skg manado jadi kota wisata ya..pasti ramai…tolong muat foto foto kota manado yang asri donk….. aku belum ke manado dewasa ini..hahahhaa

  25. hehehe….saya suka cerita bapak eh… Sir…meski informasi dah biasa tapi menarik….apalagi ni dia yang belum pernah saya rasain…soal panggilan dosen Sir, Mam, dan…Meneer…..untung tidak Bos atau Dan (komandan..)…..siiip jempol…hehehe…

  26. Jenny Ngau berkata:

    Makasih tulisan Pak Rinaldi dan komentar teman2 ttg kotaku Manado.
    Setiap tempat memang menjanjikan banyak sisi, ada yang (+) tapi ada juga yang (-).
    Itulah dunia dengan segala keanekaragaman dan kekhasannya, tempat kita hidup.
    Makasih banget karena banyak sisi positifnya yang diangkat, semakin memperjelas bahwa kita adalah saudara sebangsa.
    Silahkan datang lagi karena, semua orang Manado akan dengan senang dan lapang dada, menyambut anda semua.

    • san san berkata:

      dear jenny
      salam kenal
      aku san san, aku bersama 2 org teman ku berencana ke manado tgl 20 sept 2013 nanti, aku butuk info hotel melati yang murah, bersih dan lokasinya strategis, boleh kasih info nya ya, makasih sebelumnya

  27. pelaar berkata:

    Yah ialah bubur manado emang paling uenakkkk gitolah! apa lagi tinutuan dari Minahasa mmmm…. delicious hehehe… pake dabu-dabu terasi lagi… wah tidak ada yang bisa menandinginnya kelezatannya…!

  28. Rhezky berkata:

    emang manado pnya ciri khas tersendiri,., dari sifat dan budayanya,.!!

    makanya klo ada ksempatan dtg lagi ke manado.,.!!
    torang pasti jamin ngoni nda mo mnyesal dtg di kota TINUTUAN ini…!! hheheh

  29. andrey berkata:

    apa dank…. Manado memang kota yang memiliki masyarakat yang rama, juga saling menghargai antar umat beragama…….. God Bless Manado…

  30. Sulawesi Tourism berkata:

    Kapan lagi ya saya bisa makan bubur manado langsung di tempatnya!!!! Apalagi ikan bakar deng dabu-dabu… sedaaaapppp_nya!!!

  31. Sulawesi Tour berkata:

    Manado kota pariwisata dunia!! Sekarang sudah semakin menarik dan indah… I love bunaken…

  32. Than Bagoes berkata:

    Melihatnya saja mengingatkanku akan kota Manado setidaknya sedikit menghapus kerinduanku akan kota Manado, kapan ya… bisa bakudapa ulang deng tamang-tamang di kota Kawanoea. Bravo Kawanoea.

  33. Mhe2y berkata:

    Ioooo,,,,,,no mm9 kua tuch toraNG Pe kampung itu so terkenal dmana2 wah aq bangga jadi org manado,,,,,,,,,cahyo sulut

    • dewi berkata:

      aku aza orang yogya suka banget di manado…waktu kecil 3 tahun aku disana…kangen banget aku ama manado dan segala kenangannya.sampai sekarang tak pernah kulupa….

      sampai sakarang torang masih ingak dikit2 basa manado…..
      pokoknya Loveee manado

  34. wawan berkata:

    gue dari lampung, adik gue kerja di manado, he..he…iseng-iseng liat kota manado, gue belum pernah kesana.

  35. steffy ouristo woruntu berkata:

    manado tanahku yg ku cinta….
    bru 6 bulan ninggalin kota manado,,udah kerasa kepingin balik lagi..
    huufftt,,,,kangen nih…

  36. Clief berkata:

    Kota Manado Memang Paling Span…
    ..Heheheh..
    Mar nda ada Nasi mar jangan kalah dengan Aksi…

  37. vanilla berkata:

    mau ralat nie…
    bubur manado ga pake wortel, klu jagung iya plus labu, singkong & sayur2an..

  38. Ronald berkata:

    Puji Tuhan, pak Manado adalah Kota yang Diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus
    amin

  39. ihsan berkata:

    wah pak
    saya juga rencana mau pergi ke manado (kampung islam), kira” kalo menginap sekitar 1 minggu harus ada budget brp?
    kalo dari jakarta sebaiknya menggunakan pesawat apa dan bandara yang mana?
    baru kali ini saya mrencanakan liburan jauh,,,
    mohon bantuannya ya pak

    • rinaldimunir berkata:

      Ke Manado bisa pakai Lion Air (7 kali sehari), Sriwijaya (1 kali), atau Garuda (4 kali). Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Kalau menginap di hotel bergantung hotelnya (melati/berbintang). Kalau hotel bintang empat harga per malam di atas 600 ribu rupiah. Kalau menginap di penginapan murah tentu biayanya nggak mahal. Untuk seminggu perlu bawa uang tiga juta rupiah sudah cukup.

      • ihsan berkata:

        wah terimakasih pak buat infonya
        kalo nginep di hotel kyknya duh kantong saya bisa bocor pak hehe

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s