Kesusahan hidup tidak membuat sebagian orang lantas putus asa. Ada banyak jalan mencari rezeki. Yang penting halal. Bagi bapak yang kreatif ini, ia membuat mainan yang biasa ditemui di mal-mal atau arena permainan anak-anak. Biasanya untuk bisa duduk dan berayun-ayun pada main ayun-ayunan ini, orangtua perlu membeli koin, lalu masukkan koin itu ke lubang mainan, maka….. mainan yang berbentuk mobil-mobilan, binatang, atau pesawat, akan berayun-ayun turun-naik diiringi lagu anak-anak.
Nah, bapak yang kreatif ini membuat mainan yang mobile. Pembantu rumah saya menyebutnya odong-odong. Ia cukup membeli beberapa mobil-mobilan, memodifikasinya, dan memasangnya di atas beca khusus. Efek turun naik diperoleh dengan mengayuh pedal yang terhubung ke rantai. Rantai ini menggerakkan katrol yang dapat naik turun. Karena mainan ayun-ayunan ini berada di dalam kereta, maka ia pun bersifat mobile, dapat dibawa ke mana-mana seiring perjalanan nasib pemiliknya. Dengan menyusuri gang-gang dan jalan-jalan pemukiman, Bapak ini mendorong becanya dan berharap anak-anak tertarik menaikinya. Kebetulan Bapak ini melewati jalan di kompleks kami. Ini fotonya (yang paling belakang itu anak saya nomor 3):
Tarif menaiki mainan ini adalah Rp1000 per lagu. Maksudnya, si Bapak akan terus mengayuh pedal selama satu lagu. Anak-anak tentu saja menyambutnya dengan suka cita. Kalau di mal mungkin tarifnya lebih mahal.
Bagi ibu-ibu yang anaknya susah makan, maka odong-odong adalah cara jitu membujuk anak agar mau makan (lihat foto di bawah).


4 tanggapan so far ↓
aswin indraprastha // 27 Februari 2008 pada 03:22 |
Hehe Pak,
Saya punya juga foto anak saya dengan angle mirip dengan foto bapak di atas, tapi itu di Kediri. Mungkin lagi musim kali ya..mainan model begini. “Piceurikeun budak” kata ibunya anak-anak mah…:-)
kukuh bhayu // 1 Maret 2008 pada 22:42 |
kediri? yup soale pabrik pertamanya nya di TulungAgung Jawa timur (selatan kediri)
Hati hati Hak Cipta
hahaha
Tetra // 6 Maret 2008 pada 04:46 |
Kalo di Jakarta mainan ini biasa dinamakan “odong-odong”, kurang tau juga istilah odong-odong itu artinya apa. Biasa ditemui di jalan2 di perumahan2, apalagi yg banyak anak kecil. Anak saya waktu usia 2 th seneng naik ini, tapi skrg udah 4 tahun sudah nggak terlalu suka.
Lukman // 21 Januari 2009 pada 21:20 |
Bagaimana cara pemesanan odong2?
Aku di Sukabumi, ini no aku 085624274471.