HADE Jua Akhirnya
April 24, 2008 oleh rinaldimunir
Pilkada Jabar berakhir happy ending. KPUD Jabar menetapkan pemenang Pilkada, yaitu pasangan Ahmad Heryawan - Dede Yusuf alias HADE. Tidak ada tuntutan dari pihak yang kalah (AMAN dan DA’I). Damai-damai saja Pilkada Jabar ini, sesuai dengan tipikal orang Sunda yang lemah lembut, kalem, ramah, dan tidak mau mencari keributan. Alamnya yang indah dan musik tradisionilnya yang melankolis telah membentuk orang Sunda menjadi orang yang ramah.
Sejak awal saya pesimis HADE akan memenangkan Pilkada. Pasangan ini tidak masuk hitungan. Lembaga survey selalu menempatkannya pada urutan terakhir. Tapi hal mengejutkan terjadi pada pada detik-detik pencoblosan, banyak pemilih yang masih mengambang akhirnya memilih pasangan muda ini. Pilkada Jabar memang mengagetkan banyak orang. Calon incumbent dan calon yang sudah tua kalah di berbagai pilkada. Hingga saat ini entah berapa banyak tulisan di media massa yang mengulas kemenangan HADE. Apakah ini pertanda orang Indonesia menginginkan perubahan? Pemimpin yang sudah tua tidak laku lagi? Ini peringatan bagi Megawati dan Abdurrahman Wahid yang ingin menjadi Presiden lagi. Saya pikir si ibu dan si bapak ini mengurungkan saja niat mereka mencalonkan diri menjadi Presiden kembali sebelum dipermalukan oleh rakyat Indonesia nanti. Tidak tahu diri, kata saya, sudah gagal menjadi Presiden waktu berkuasa dulu, eh sekarang mau mencalonkan diri lagi.
Kekhawatiran saya bahwa pasangan calon yang menggunakan politik uang akan memenangkan Pilkada, seperti pada tulisan sebelumnya, ternyata tidak terbukti. Orang Jabar ternyata cerdas memilih, mereka ternyata sudah punya pilihan sendiri dan tidak terpengaruh kemeriahan kampanye pasangan calon lain. Menurut analisis saya sih, faktor Dede Yusuflah yang banyak berperan dalam meraih suara HADE. Dia artis, terkenal, ganteng, dan relatif bersih (tidak banyak kena gosip). Orang-orang di kampung tidak mengenal Ahmad Heryawan, mereka hanya tahunya Dede Yusuf. Daripada pusing-pusing, pilih saja Bodrex, begitu banyak orang bilang. Bodrex adalah nama obat flu yang iklannya dibintangi Dede Yusuf. Mungkin orang Sunda (baca: Jabar) ingin melihat gubernur/wakil gubernurnya dari kalangan artis kali ya. Pemilih Jabar yang memilih HADE karena faktor Ahmad Heryawan saya kira tidak terlalu banyak, karena simpatisan dan kader PKS di Jabar ini jumlahnya relatif sedikit dibandingkan penduduk Jawa Barat yang mencapai 29 juta jiwa.
Ada satu komitmen pasangan ini yang akan ditunggu pembuktiannya, yaitu mereka siap mundur jika dalam waktu 3 tahun tidak berhasil mewujudkan janji-janji pollitiknya waktu kampanye. Sebuah komitmen yang berani, karena banyak orang setelah duduk di kursi empuk, tidak mau turun-turun karena merasa keenakan. Nah, saya yakin pemimpin dari PKS tidak menjadikan kekuasaan untuk kepentingan sesaat, tetapi menganggapnya sebagai sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hari akhir kelak.
gabung yukk di friendster indonesia http://www.indonesian.co.nr
Semoga pasangan HADE bisa memberi perubahan positif bagi Jawa Barat. Selanjutnya dalam waktu dekat ada pemilihan walikota Bandung, jangan lupa tulis tentang itu juga ya Pak
@Habib: siap, Bib!
Setuju bib.. semoga membawa perubahan positif
-Rizli-
“Apakah ini pertanda orang Indonesia menginginkan perubahan? Pemimpin yang sudah tua tidak laku lagi? Ini peringatan bagi Megawati dan Abdurrahman Wahid yang ingin menjadi Presiden lagi. Saya pikir si ibu dan si bapak ini mengurungkan saja niat mereka mencalonkan diri menjadi Presiden kembali sebelum dipermalukan oleh rakyat Indonesia nanti. Tidak tahu diri, kata saya, sudah gagal menjadi Presiden waktu berkuasa dulu, eh sekarang mau mencalonkan diri lagi.”
Iya pak, kalau saya bilangnya mantan presiden yg dua orang itu spt orang main dingdong, terus udah game over, masih mau main lagi, mau insert coin lagi. Enak aja, dulu kerjaan banyak nggak beres, sekarang mau main lagi
Saya pas nyoblos gak berharap banyak juga, alhamdulillah yg saya pilih menang!
Apa kabar nih? Udah lama gak ketemu
“Orang-orang di kampung tidak mengenal Ahmad Heryawan, mereka hanya tahunya Dede Yusuf.”
Setelah Rano Karno di Tangerang, Dede Yusuf membuktikan formula kader partai + selebritis cukup manjur untuk memenangkan pilkada. Duh!
Fenomena Dede Yusuf dalam hal ini memang miris pak. Kurang begitu didukung penuh oleh partainya sendiri kecuali ketua umumnya di saat pencalonan akhir. Malah Amien Rais sendiri memandangnya sebelah mata. Mungkin karena waktu di pilkada DKI waktu itu dia justru lebih mendukung pak Adang dari Foke cs.
Apa bagusnya kang Dede pindah ke pks aja ya ?
—
Mungkin ini belum begitu penting ya ?
Kita doakan aja mereka sukses dan Jabar semakin berkibar !!!