PKB perlu diubah namanya menjadi Partai Konflik Berkepanjangan. Konflik di partai kaum nahdliyin ini tidak pernah habis-habisnya. Dalam waktu yang berbeda 2 hari , PKB versi Gus Dur dan PKB versi Muhaimin mengadakan Musyawarah Luar Biasa (MLB). Kedua vesi PKB ini mengaku sebagai PKB yang sah, yang legitimasi, yang asli, dan lain-lain.
Tentu saja kita sebagai rakyat muak dengan semua sandiwara politik yang tidak lucu ini. Mereka yang gontok-gontokan itu tidak sadar kalau sandiwara mereka itu secara perlahan akan mengerdilkan PKB. Rakyat mungkin berpikir bagaimana mereka mau mengurus bangsa ini jika di antara mereka sendiri tidak pernah akur.
Boleh dibilang PKB adalah partai keluarga besar Gus Dur. Mulai dari Dewan Syuro hingga pengurus diisi oleh orang-orang yang bertalian darah dengan Gus Dur. Muhaimin adalah keponakan Gus Dur, begitu juga Ali Masykur Musa dan Saifullah Yusuf yang sudah lebih dulu terpental. Yenni Wahid jelas anak kesayangan Gus Dur. Pengurus di daerah (di Jatim terutama) juga masih bertalian darah dengan Gus Dur. Semua keputusan partai ditentukan oleh Gus Dur. Pengurus, kader, hingga simpatisan tunduk dan takzim pada perintah Gus Dur. Ya, PKB identik dengan Gsu Dur. Gus Dur yang diagung-agungkan sebagai pembela demokrasi ternyata tidak menjalankan domokrasi di partainya sendiri. Ironis. Sangat sulit bagi PKB menjadi partai modern jika Gus Dur masih bercokol di sana.
Saya yakin di dalam hati sebagian pengurus PKB itu mereka menderita siksaan batin karena harus selalu tunduk pada perintah Gus Dur. Mereka sebenarnya tidak suka dengan perilaku otoriter Gus Dur. Sayangnya mereka takut mengungkapkan perasaan batin itu. Mereka tidak bisa “melawan” karena melawan kehendak Gus Dur artinya sama dengan dipecat. Banyak pengurus yang takut kehilangan jabatan sehingga mereka lebih mementingkan jabatan itu ketimbang harus berhadapan dengan Gus Dur. Jadi, ya lebih baik bersikap “sami’na wa ata’na” saja (yang artinya: kami dengar dan kami taati).
Sekarang ini mereka yang takut-takut itu harus pula mendukung dan mengamankan pencalonan Gus Dur kembali sebagai calon Presiden RI dari PKB. Bagi PKB, Gus Dur lah yang dapat menyelamatkan bangsa Indonesia ini dari keterpurukan. Rakyat yang membaca pencalonan Gus Dur itu tentu akan tertawa geli, dulu waktu menjadi Presiden saja sudah gagal, lalu sekarang mencalonkan diri kembali. Siapa yang akan memilih? Ini zamannya orang muda yang memimpin. Hasil Pilkada di Jawa Barat yang memenangkan pasangan HADE seharusnya menjadi peringatan bagi para tokoh tua yang ingin turun gunung lagi.
Tapi, ya sudahlah, itu hak PKB dan hak Gus Dur untuk mencalonkan diri lagi. Biarlah rakyat nanti yang menghukum pilihan itu, apakah mereka masih percaya dengan Gus Dur dan PKB, atau mengabaikan keduanya.
Biasanya dalam poster/baliho pilgub ada gambar 2 orang yaitu calon gubernur dan wakil-nya, tapi di jawa timur yg didukung PKB gambar-nya tiga orang, ada gambar gus Dur di belakangnya … he he he
mm emang gus dur memang memiliki kekuatan apa yakz? mmm sampe segitunya
tapi pak kata teman saya, memang gus dur itu memiliki aura tertentu jadi orang percaya sama dia
========
========
KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SINI: http://www.leoxa.com/
(Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)
========
========
rame yang udah berpindah daripada blog-blog lainnya ke blog Leoxa.com karena theme yang keren
Bener tuh bener. Partai konflik Berkepanjangan.
Yang aneh buat saya adalah koq ya ada gitu loh orang yang mau manut- manut di PKB ini..
Kaya ngga ada kerjaan yang lebih manfaat aja,
kemarin dalam rapat luar biasa gus dur telah melantik pengganti muhaimin, disitu ketua umum PKB yang baru bersumpah akan setia kepada gusdur
aneh banget, sepertinya PKB bukan mewakili suara rakyat, tapi seperti partai pribadi gusdur saja.
oya pak, terima kasih sudah menyempatkan diri datang ke acara pameran kuliner kemarin pak. acara paperan pertama kami.
http://sutanmudo.co.cc
gitu aja kok repot,
emang bukan gus dur kalo gak kayak gitu
katanya sih,
pejuang demokrasi
pejuang pluralisme
ternyata ….
pejuang gombalisme
jadi baiknya kalo bahas gus dur ya untuk hiburan saja
kagak usah di bahas mendalam kagak ada manfaatnya
kalo mo njago ri 1 ya biar aja apa rakyat ngitungnya
ngurus parte aja kalang kabut
apalagi ………….
ancur mak
konflik internal PKB itu memang aneh. Mengapa Gus Dur selalu berkonflik dgn ketua umum PKB?