Ramai-Ramai Ambil S2

Dalam tiga tahun terakhir ini sudah tidak terhitung jumlah alumni IF yang datang atau menghubungi saya via email untuk meminta surat rekomendasi. Surat rekomendasi diperlukaan sebagai persyaratan untuk memperoleh beasiswa program S2, baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu ada juga yang meminta surat rekomendasi untuk melamar program S2 itu sendiri (bukan beasiswanya). Saat ini ada kira-kira 50 orang lebih alumni IF ITB yang sedang mengambil program S2 di Eropa, Amerika, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea, dan lain-lain, termasuk S2 di dalam negeri sendiri, baik atas biaya sendiri maupun dari program beasiswa.

Kegairahan mahasiswa sekarang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sangat membanggakan. Sekarang ini lulus S1 saja dianggap belum cukup, masih “nanggung” gitu, maka ketika ada peluang mengikuti progarm S2 di dalam atau luar negeri, kenapa nggak dicoba? Mumpung masih muda, belum banyak tanggung jawab (punya istri dan anak gitu), gairah belajar masih semangat 45, maka mengambil program S2 adalah pilihan alumni ITB saat ini selain bekerja. Apalagi lembaga pemberi beasiswa cukup banyak jumlahnya. Di Indonesia saja ada lembaga Pemerintah seperti Dikti (Direktorat Perguruan Tinggi) dan Depkominfo (Departemen Komunikasi dan Informatika) gencar menawarkan puluhan hingga ratusan beasiswa untuk mengambil S2 dan S3 di dalam maupun di luar negeri (lihat situs www.depkominfo.go.id). Lembaga swasta seperti Sampurna Foundation juga menawarkan puluhan beasiswa S2 bagi lulusan S1. Masih banyak lagi lembaga swasta yang memberikan beasiswa pasca sarjana, sayang saya tidak hafal nama-namanya. Ada yang tahu?

ITB sendiri juga memberikan vocer S2 bagi alumninya untuk mengambil S2 di ITB. Jika mendapat vocer, mahasiswa tidak perlu lagi membayar SPP setiap semester, tetapi mereka mempunyai “kewajiban” ikut dalam tim riset dan membantu asistensi program S1. Setiap masa seleksi penerimaan mahasiswa pasca sajana (bulan Juni-Juli), banyak lulusan S1atau bahkan yang baru lulus sidang TA melamar vocer ini. Memberi vocer bagi lulusan S1 ITB untuk mengambil S2 di ITB adalah strategi ITB untuk meningkatkan mutu S2 ITB. Selama ini sudah menjadi rahasia umum bahwa kualitas mahasiswa S2 ITB sangat jauh dibandingkan dengan kualitas mahasiswa S1 ITB. Pasalnya mahasiswa S2 ITB umumnya berasal dari lulusan berbagai perguruan tinggi di tanah air yang kualitasnya beraneka ragam. Agar kualitas S2 ITB bagus maka bahan bakunya juga harus bagus, nah salah satu sumber bahan baku yang bagus adalah dari lulusan S1 ITB sendiri. Bagusnya lagi, ITB mempermudah birokrasi untuk mengambil jenjang S2. Tidak perlu menunggu wisuda untuk ikut tes seleksi S2, surat tanda baru lulus sidang TA saja sudah dapat digunakan untuk melamar S2.

Kualifikasi S2 sudah menjadi kebutuhan saat ini. Menjadi dosen di PTN saja misalnya harus yang mempunyai kualifikasi S2 (kecuali ITB yang mensyaratkan dosen baru dengan kualifikasi S3). Banyak instansi (setahu saya instansi Pemerintah) yang mendorong pegawainya untuk mengambil S2 (umumnya S2 di dalam negeri). Program S2 di dalam negeri dengan kualitas dari A sampai Z ada di mana-mana. Tidak hanya di koat-kota besar, PTS di kota kecil atau kabupaten pun banyak yang menawarkan program S2.

Yang menarik adalah tidak semua lulusan S1 itu mengambil S2 sesuai dengan program studinya ketika S1. Alumni IF ITB contohnya, tidak semuanya mengambil S2 bidang komputer atau informatika, banyak juga yang “lari” ke bidang bisnis dan manajemen. Saya pikir tidak apa-apa juga, mungkin dia punya talenta di bidang baru itu, atau tertarik ingin mendalaminya, atau ingin memperkuat basis keinformatikaan dengan perspektif bisnis dan manajemen. Tapi kalau semuanya mengambil S2 di bidang bisnis dan manajemen sayang juga, sebab nanti tidak ada orang yang mendalami bidang-bidang sains dan enjinering.

Meskipun di Indonesia lulusan S2 sudah banyak jumlahnya, tetapi penghargaan perusahaan kepada para master ini masih dirasa kurang. Jika mereka melamar pekerjaan di perusahaan, kualifikasi S2 mereka tidak terlalu diperhatikan, mereka diperlakukan sama seperti lulusan S1, terutama standard gaji. Nggak salah juga sih sebab yang namanya perusahaan dalam spesifikasi lowongan kerjanya memang tidak membutuhkan level pendidikan yang tinggi-tinggi. Jadi, untuk kondisi di Indonesia saat ini mengambil kuliah S2 bagi sarjana S1 yang baru lulus memang bukan untuk kebutuhan melamar pekerjaan (kecuali untuk menjadi dosen) atau untuk jenjang karir (kecuali bagi yang udah bekerja di instansi Pemerintah), tetapi lebih pada pengembangan diri si mahasiswa itu sendiri. Ada pendapat?

Tulisan ini dipublikasikan di Seputar Informatika, Seputar ITB. Tandai permalink.

101 Balasan ke Ramai-Ramai Ambil S2

  1. nenyok berkata:

    Salam
    Hmm sayang juga ya kalau lulusan S2 tak ditempatkan sesuai porsinya dalam dunia kerja tapi well ga ada salahnya melanjutkan pendidikkan meski tanpa melihat pertimbangan itu namanya ilmu kan ga akan sia-sia, ilmu untuk membuat kepribadian lebih berkembang, hmm why not ?
    salam kenal aja , tulisan yang sangat menarik :)

  2. darmawan berkata:

    mohon di promosikan erasmus mundus, ec.europa.eu/education/programmes/mundus/index_en.html, pak… sayang anak IF berkurang drastis tahun 2008 ini.

  3. ghifar berkata:

    sy mau donk pak dapet voucher S2 di ITB, he3..

  4. rinaldimunir berkata:

    @ghifar: mendingan ambil jalur fast track: S1 dan S2 berkelanjutan. Saya dengar dari pak Oerip sudah ada 6 orang mhs IF 2005 yang mendaftar untuk langsung S2 dari tingkat 4. Syaratnya IP > 3,25. Saya kira kamu bisa ambil karena IP mu cukup tinggi kan?

    @darmawan: komentar darimu sudah mempromosikan Erasmus Mundus itu, Lutfi.

  5. nanungnurzula berkata:

    lho kalo s1 terus s2 total waktunya berapa tahun ?
    harus s2 yg sejurusan dg s1 ? ato boleh beda ?

  6. Hero berkata:

    Ya kalo belajr thu yha jangan mikirkan besok mau jadi apa…!
    tapi yang perlu ditekankan adalah ilmu ini diadakan untk apa..?
    sehingga ketika proses baru dimulai samping ending ya…tau arah…yang jelas…mo kmna

  7. stefanus astrianto berkata:

    Wah pak, mungkin beberapa bulan ke depan nanti,
    saya juga akan minta surat rekomendasi dari bapak ^^.

    Pengen cepet2 selesaiin TA trus S2 . .

  8. rinaldimunir berkata:

    @stefanus: iya, saya dukung tuh niatmu. Selesaikan dulu TA mu ya.

  9. rinaldimunir berkata:

    @nanung: 5,5 hingga 6 tahun. Iya, untuk vocer hanya untuk alumni ITb saja, yang jurusan S1nya sama dengan S2.

  10. ari berkata:

    Saya S1 itb taun ’90an. Karena ‘santai’ (angkatan hedonist) dan ‘revolusioner’ (turut ‘berjoang’ di masa2 reformasi’98, he3x.. sbtlnya ini cuma ‘excuse’ aja ya pak..), saya lulus dgn IP tanggung, gak nyampe 2,75 tapi ga dibawah 2,5 (ketebak kan pak?).

    Di dunia kerja, pada kenyataannya, anak2 yg IP-nya di atas saya (>3,25 sekalipun) tidak menjamin mereka lebih baik dan berhasil. Pengetahuan saya justru banyak bertambah setelah bekerja, begitu pula kapasitas saya, so, dalam hal ini saya tidak pernah merasa minder dari yg cum-laude skalipun.

    Tapi, ya itu.. begitu kepikiran mau sekolah lagi, saya kepentok IP saya itu. Sekarang saya kesulitan dalam mencari beasiswa S2, baik di dalam maupun di luar negeri. Rata2 minta IP 3,00. Barulah penyesalan itu muncul.

    Any solution from ITB, pak? Solusi sementara saya: kerja keras dan menabung buat membiayai sekolah sendiri.. meski harus kejar2an sama keinginan punya rumah & tabungan buat nyekolahin anak yg taun depan udah usia TK.. What’s your opinion? (yg bgini biasanya gak kepikiran sama temen2 yg udah jadi dosen tuh..)

  11. Rinaldi Munir berkata:

    @ari: solusinya adalah: prioritaskan dulu untuk anak dan keluarga (rumah, tabungan), untuk diri sendiri nanti kapan-kapan (S2). Itulah yang saya lakukan juga selama ini, setelah cita2 mempunyai rumah sendiri tercapai dan biaya untuk sekolah anak sudah cukup, barulah saya ambil S3. Untuk Ari, mungkin lain kali ada kesempatan yang tidak terduga untul ambil S2, misalnya tawaran melanjutkan S2 dari kantor (kantor lama atau kantor baru kalau pindah kerja). Allah SWT punya rencana untuk kita.

  12. ari berkata:

    Masalahnya, tuntutan profesional sekarang, dari asosiasi profesi sudah ditetapkan adanya batasan minimum pendidikan utk posisi tertentu (sbg Team Leader atau bahkan just Bidang Keahlian spesifiknya) banyak yang minta S2. Jadi secara jenjang karier, saya mulai ngrasa mandek nih pak (bukan di lingkungan pemerintahan, jadi ga ada skema peningkatan kapasitas kecuali usaha sendiri).

    Anyway, ini sudah jadi pilihan saya. Insya Allah ada jalan keluar, dimulai dari niat dulu ya. Dan lagi, betul jg yg bapak bilang. Mendadak saya teringat tetangga saya, 14 tahun ngontrak rumah utk meminimalkan biaya transport, jadi bisa ditabung utk nyekolahin anaknya sampe S2. Sekarang dia udah pensiun, baru bisa beli rumah deket kontrakan saya.

    Trims pak!

  13. Lutfi berkata:

    Berapa kira-kira biaya kuliah S2 di ITB?

    Mohon di balas ke e-mail saya di lutfiqq@yahoo.com
    karena saya juga berkeinginan untuk melanjutkan study saya ke S2.

    Terima Kasih

  14. Promo berkata:

    Allah akan memberikan jalan kemudahan untuk mencari ilmu–luruskan niat, optimalkan usaha , dan tentunya tawakal (Insya Allah).

  15. Jojo berkata:

    Awalnya bete jg S2 kita tdk ngefek ke karier dll (sy kerja swasta),tp sy pikir tidak ada ilmu yang sia2. Mungkin besok, lusa…jerih payah kita akan ada manfaatnya hehe…tp keinginan sy ndak pernah bosan tuh tuk ngejar pendidikan lebih tinggi lagi seperti Bpk Rijaldimunir…(Salam kenal yah Pak). Sy belom sempat ngenyam pendidikan di itb, (mgkn IQ-nya ndak kesampean :) insya Allah itb bs di”taklukan” kedua anak sy *ngarep?* 10 tahun yad.Amin

  16. jack berkata:

    Memang benar,
    Tapi bagaimana dengan Dosen,
    Untuk menjadi dosen sekarangkan pendidikan S1 nya linier dengan S2 nya ?.
    Tolong komentar dari teman-teman….
    Apakah S1 Teknik Informatika linier dengan S2 Ilmu Komputer Konsentrasi Teknik Informatika ?.
    Bagaimana dengan S2 Teknik Elektro Konsentrasi Teknik Sistem Komputer apakah linier juga

  17. Fikri berkata:

    Assalam,
    pak saya mhsiwa IF dari PTN luar ITB
    smp skrang msh slalu ada niat untuk lanjut S2 di ITb trutama, saya angkatan 2006 mgkn lulus taun 2010, dan pngennya lngsung lnjut S2 mumpung masih fresh..
    bgmna ya pak, awal kali kita melangkah S2 kesana, tlong kasih tau mlai dari rincian pendftaran, biaya kuliah, SKS.
    karena sya juga ingin mlnjutkan di informatika juga.
    atas perhatian terima kasih banyak.
    wasalam
    tlong bales ke mail : the_fyckr@ymail.com y pak..
    maaf kalau krang sopan…^-^

  18. rinaldimunir berkata:

    @Fikri: untuk informasi pendaftaran S2 ITB, sila lihat di http://www.pps.itb.ac.id/

  19. Rian berkata:

    Pak Rinaldi, bahwa adanya vucer S2 di ITB adalah untuk meningkatkan kualitas mahasiswa S2 ITB karena byk mhswa S2 ITB berasal dr S1 yg tidak jelas. Maaf pak, bagaimana dg dosennya yg tidak “mengerjakan PR-nya dg baik” mksdnya dosen yg mengajar tidak sesuai dg bidangnya (tau kan pak mksdnya smbil kedip2 ke gedung sebelah IF hehe).

    Nah tentu kan tidak bisa disalahkan hanya pada mhswa-nya yg berasal dr kampus yg ga jelas.

    Teman saya pernah nyletuk “Jika ada penghargaan buat dosen seharusnya jgn diberikan buat PTN2 ngetop, tp kita ini yg dr kampus gurem. PTN2 bahan bakunya dah bagus, lha kita??? bahan baku kelas 3 suruh jadikan barang kualitas no.1, sulit mana coba?”

  20. redi berkata:

    pak… minta rincian biaya dan banyaknya SKS untuk Magister Tehnik Informatika…

    tolong kirim ke redi_gate@yahoo.com

    makasih

  21. rinaldimunir berkata:

    @redi: Redi, sila lihat info selengkapnya (termasuk biaya) di http://www.pps.itb.ac.id/

    SKS per semester rata-rata 12 SKS.

  22. Midiaty berkata:

    Berapa kira2 rincian biaya Program Pasca Sarjana (S2) di ITB Jurusan Informatika dari mulai pendaftaran sampe selesai.

    Tolong kirim rinciannya ke email saya mi_diaty@yahoo.co.id

    Terima Kasih…

  23. rinaldimunir berkata:

    @Midiaty: gak baca komentar sebelumnya ya? Silakan lihat info selengkap S2 ITB (termasuk rincian biaya SKS dan BPP) di http://www.pps.itb.ac.id/

  24. alaydoank berkata:

    komen nya LARAP KEMAYAN ESTU bagus jg…
    knp gk dibales komennya?
    pengen baca kelanjutannya ni

  25. Fadlisyah berkata:

    Salam Hormat Bapak Rinaldi Munir, pakar pengolahan citra.

    Saya kepingin benar untuk melanjutkan S2 di ITB tetapi saya tidak tahu harus bagaimana?, apakah kuliah di ITB rumit pak.

  26. Fadlisyah berkata:

    Saya kepingin benar untuk melanjutkan S2 di ITB tetapi saya tidak tahu harus bagaimana?, apakah kuliah di ITB rumit pak.

  27. rinaldimunir berkata:

    @Fadlisyah: tidak ada yang rumit dalam belajar, asalkan punya kemauan dan tekad yang kuat maka semua yang sulit menjadi mudah.

  28. Galih berkata:

    Salam Hormat Bapak Rinaldi Munir

    Saya alumni perguruan swasta di bandung tepatnya jurusan IF. Saya bingung untuk menentukan pilihan saya.

    yang pertama adalah saya ingin masuk s2 itb jurusan IF tapi saya tidak tahu jenjang karir setelah lu2s (insya Allah) jujur saja sampai sekarang saya belum bekerja

    yang ke dua saya juga punya niat untuk mengambil s2 itb jurusan Menejemen sains

    yang ke tiga saya juga punya keinginan untuk mengambil s2 STT-TELKOM jurusan Teknik elektro -komunikasi

    yang ke empat saya bekerja…

    tolong pencerahan nya pak.

  29. emwady berkata:

    (emwady /mantan pejabat)Saya pernah mempunyai staf beberapa orang karena selaku Kadis di salah satu Kabupaten. untuk meningkatkan SDM staf bagi yang berminat melanjutkankuliah untuk S2 dipersilakan demi meningkatkan kwalitas SDM masa yad dan untuk pengembangan pribadinya. setelah tamat mereka S2 dan berijazah negeri lagi, maka dicoba mentesnya untuk membuat konsep balasan surat dinas. setelah saya tunggu 2 hari belum siap-siap dia buat. Maka saya berkesimpulan kalau seorang PNS kalau telah memikul S2 atau S1, harus mampu menelurkan konsep atau ide maupun mampu membalas surat dinas minimal 1 surat/hari jam kerja. Kalau tidak mampu maka dinilai rendahlah kwalitas S2 atau S1 nya, artinya letak intelektual staf kemampuan untuk menterjemahkan perintah atasan. Mubazir untuk ambil S2 secara sampingan.

  30. cruzerrain berkata:

    Syarat2 S2ITB apa aja ya? khususnya bidang teknik

  31. p.girl berkata:

    pak, apakah ada beasiswa S2 di itb? teman saya berminat.. ditunggu infonya. Trims

  32. Riko Monhendri berkata:

    assw…

  33. nar berkata:

    Pak.. mau tanya.. kalo mau S2 di ITB wajib mengisi form rekomendasi dari dosen ya?
    Saya lulusan UGM, dan sudah tidak berdomisili di jogja lg+masih jobless.. jadi agak sulit untuk meminta rekomendasi dosen, apalagi tandatangannya (saya ada di sumatera)..
    Boleh ga pak, apply S2 tanpa rekomendasi?

  34. mazhel berkata:

    bapak, bolehkah S1 non ITB melamar program voucer? saya ingin belajar tapi masih ada kendala di keuangan.
    terima kasih,

    • rinaldimunir berkata:

      Setahu saya tidak bisa, sayang sekali ya. Alasannya, untuk mendapat vocer itu harus ada rekomendasi dari Ketua Kelompk Keilmuan (KK). Nah, bagi alumni non-ITB tentu KK tidak mempunyai track record calon karena calon tidak kuliah di ITB. Namun, untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan ke kantor WR AM Rektorat ITB di Jalan Tamansari 64, siapa tahu asumsi saya salah.

  35. markus berkata:

    Pak saya lulusan itb , mau nanya apakah ada kelas sabtu minggu or kelas malam s2 di itb? soalnya karena kerjan saya harus jalan dan kalo bis skloah juga jalan.

  36. Saya alumni ITB T.M.Industri ’05, saya ingin melanjutkan S2 di ITB lg,
    tp kira-kira masih bs gak y ikut program vocer..biar bisa bantu biaya kuliah nanti..
    soalnya lanjut S2 pake biaya sendiri..

    Thanks/Regards

    Mono

  37. edratna berkata:

    Qoute:
    Meskipun di Indonesia lulusan S2 sudah banyak jumlahnya, tetapi penghargaan perusahaan kepada para master ini masih dirasa kurang. Jika mereka melamar pekerjaan di perusahaan, kualifikasi S2 mereka tidak terlalu diperhatikan, mereka diperlakukan sama seperti lulusan S1, terutama standard gaji
    —————–
    Saya tak menyalahkan pak..karena gejala saat ini, sambil menunggu dapat pekerjaan (saat anak lulus S1), bagi orangtua yang mampu anaknya dibiayai kuliah S2 dulu. Padahal institusi tertentu membutuhkan S1 fresh graduate, misalnya, untuk dididik agar dapat menyesuaikan dengan skill dan kompetensi perusahaan. Contoh, Perbankan.

    Dan disini bersaing secara fair, dari latar belakang pendidikan manapun, bahkan sering terjadi yang ranking satu bukan dari latar belakang ekonomi.
    Setelah mereka lulus (in class dan job training), ditempatkan di unit kerja sesuai kompetensinya, disini yang dinilai adalah kinerjanya, apakah dapat mencapati target..disini akan terlihat yang ranking satu belum tentu dapat berhasil memenuhi target ( jika demikian, mungkin lebih cocok ditempatkan di unit kebijakan, atau manajemen risiko atau lainnya)…

    Jadi, memang tergantung perusahaannya, bagi perusahaan yang ketat, semua didasarkan atas kinerja, maka gabungan antara kepandaian, ketrampilan, komunikasi (untuk bisa mencari nasabah dibutuhkan komunikasi..terutama untuk nasabah kecil dan mikro), memahami hukum dll….

  38. Agus berkata:

    Apakah Voucher S2 ITB itu khusus bagi yang S1 nya di ITB Pa?

  39. Putra berkata:

    Pak, saya numpang tanya, bapak tau informasi biaya program double degree magister ITB?

  40. Petra berkata:

    Pak.. saya juga boleh tau rincian biaya s2 informatika itb? Kalo boleh kirim ke emal saya : JPetra.class@gmail.com
    Terimakasih banyak pak .. Gbu.. ^.^!

  41. nanta berkata:

    di itb ada jurusan statistika untk s2?mksh

  42. Erick berkata:

    Saya sangat setuju sekali kalau dikatakan S2 untuk pengembangan diri, saya alumni S1 ITB angkatan 92, dan sekarang bekerja lintas wilayah internasional dibidang pengeboran minyak lepas pantai sebagai tenaga konsultan ahli. Saya mendapati banyak sekali rekan2 kerja saya dari Perancis, Inggris, Mesir, dll., yang semuanya lulusan S2 dan tidak ada sama sekali tampak perbedaan prilaku ataupun beban kerja, ttg penghasilan….bisa dikatakan penghasilan mereka jauh dibawah saya, selebihnya….semuanya sama..dan lebih luar biasa lagi hampir seluruhnya dari mereka memiliki bidang kerja yang tidak sesuai dengan akademis yang mereka miliki, jadi…disini S2 bagi mereka bukanlah untuk karir, tp lebih kepada pengembangan kemampuan diri…saya sendiri sangat ingin melanjutkan ke jenjang S2 karena kerinduan untuk lebih mendalami bidang yang saya minati, bukan untuk karir, tp dikarenakan waktu dan pekerjaan yang tidak memungkinkan…sy terpaksa hrs menahan hasrat S2 dulu untuk sementara, Jadi mmg Pandangan klu S2 adalah untuk pengembangan karir atau untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar..sepertinya harus agak dirubah….saya tidak paham situasi di Indonesia, tp untuk lintas wilayah Internasional…Gelar Akademik kurang begitu diperhatikan…mereka lebih menekankan kepada kemampuan individu dan pengalaman…..Salam ITB

  43. Bang Jo berkata:

    assalaamu’alaikum.. salam hormat utk bpk. smg sllu dlm kbaikn..

    maaf pak, saya lulusan s1 farmasi dg ipk; 3,58. kmn sy hendak mencari beasiswa utk s2? terimakasih ats pencerahan bpk..

  44. ivan berkata:

    assalaamu’alaikum..
    sya mhsiswa d4 informatika pts ..apakah lulusan d4 bsa nerusin s2 d itb….trus apakah lulusan dluar itb bsa dpet beasiswa..klo bsa tolong beritahu spesifikasinya…??
    email sya vanz_dalizm@yahoo.com

  45. rudi berkata:

    maaf kalo boleh bisa minta nasehatnya?
    sy lagi bingung nich, minggu-minggu ini saya ikut seleksi program beasiswa S2 Teknologi Informasi yang satu di ITB (program CIO Kominfo) dan satu lagi di IPB (program Teknologi Informasi Perpustakaan). Sy adalah PNS di Perpustakaan Nasiional di jakarta, di IPB sy lolos bersama 7 teman lainnya. Tetapi di ITB belum ada pengumuman (dlm hatikecil saya yakin lolos) melihat peserta yg lain kemampuannya berimbang dgn sy.
    maaf, jika di ITB sy lolos, sy harus milih mana? dlm pandangan sy ITB lebih baik dari IPB, tetapi dari segi pembiayaan S2 di ITB cuma mendapat biaya SPP, otomatis biaya hidup dan operasional belajar lebih mahal. kalo di IPB, ilmunya (maaf) kurang menurut sy, tetpi pembiayaannya lebih murah krn mendapat transpot dan uang akomodasi selama belajar.
    ada saran? kira-kira berat nggak sih S2 di ITB? trims bg yg mau jawab pertanyaan sy ini.

    • Rinaldi Munir berkata:

      Ambil yang di ITB saja, Pak, kulaih di ITB sangat menyenangkan, ditunjang iklim akademis yang bagus dan suhu kota Bandung yang sejuk.

      • rudi berkata:

        Insya Alloh, sy ambil. Oh ya, blm ketahuan lolos seleksi kok udah bingung begini ya…maaf pak rinaldi, kebetulan sy orang nggak punya dari kecil, basic saya STM elektro (dulu sekolah di STM Negri Wates Jogjakarta), dulu pernah punya cita-cita kuliah di ITB, sekarang ada kesempatan jadi sangat ingin sekali. trims pencerahannya.

  46. agus wahidin berkata:

    Saya rasa study S2 secara umum akan bermanfaat bagi personel yang bersangkutan maupun bagi bangsa. Saya pernah baca di sebuah artikel yang mengemukakan bahwa salah satu penopang kemajuan cina adalah jumlah doktornya 1000 kali dari jumlah doktor di indonesia (seingat saya segitu). Walaupun tentunya kualitas setelah menyelesaikan master tergantung kapasitas individu masing – masing.

    Tahun lalu saat saya dan beberapa teman diundang pelatihan ke salah satu institusi penelitian kendaraan bermotor di jepang, terlihat bahwa kualifikasi akademisi di institusi itu sangat terasa, hampir semua staf disana s3 (minimal s2) walau ada juga beberapa untuk tenaga lapangan yang slta. Tentang beban kerja dan karir memang tetap tergantung kinerja dan kapasitas individunya sendiri.

    Saya rasa study lanjut yang bermaksud mengembangkan diri ataupun mendalami bidang keilmuan akan ikut mendorong kemajuan kita bersama.

    Ok pak rinaldi, salam kenal saya seorang PNS alhamdulilah tahun ini mendapat beasiswa s2 ristek semoga silaturahim kita berlanjut.

  47. thomas gregorius berkata:

    salam sejahtera,,,,,
    berapa kira2 biaya study magister di ITB samapi slesai,,,,,

    mohon dibalas ke email saya : georgehankz@ymail.com
    karena sy berkeinginan untk lanjutkan study S2,,,,,,,,
    makasih,,,,,

  48. thomas gregorius berkata:

    assalamuallaikum…………………
    salam sejahtera
    pak saya ingin sekali melkanjutkan studi magister……
    kira2 berapa biaya yang dibutuhkan hingga selesai????????

    mohon dibalas ke email saya:teruhayatimuhammad@yahoo.com

  49. thomas gregorius berkata:

    salam sejahtera,,,,,
    pak, saya mahasiswa animal science facultity,,,,universitas nusa cendana ,,kupang,,,
    berapa kira2 biaya study magister di ITB sampai slesai,,,,,

    mohon dibalas ke email saya : georgehankz@ymail.com
    karena sy berkeinginan untk lanjutkan study S2,,,,,,,,
    makasih,,,,,

  50. Selamat siang,
    saya pns di bandung, dapet jatah beasiswa dari kantor, s1 saya dulu teknik elektro/elektronika lulus tahun 1998, enaknya lanjutin s2 apa ya di itb ? soale pekerjaan dan jenjang karir di kantor saya lebih banyak ke manajemen, dan di mana saya bisa dapatkan info program2 studi yang ada di itb sekarang ?
    terima kasih.

  51. sarah berkata:

    saya mau bertanya pak, kalau kelulusan ipk s2 itu tidak berkumlaut untuk kerja bermasalah pak? jujur, saya sudah dua semester menjalani s2 di itb (s1nya di itb juga, tapi beda jurusan) tidak berhasil kumlaut, dan agak sedikit pesimis mengenai keberhasilan kelulusan dengan ip kumlaut kelak. mohon pencerahannya pak, karena saya merasa sedikit down melihat kawan-kawan saya pada berhasil mendapatkan nilai oke. terimakasih pak,

    • rinaldimunir berkata:

      Para alumni sudah sering mengatakan bahwa tidak ada kaitannya antara IPK dengan kesuksesan di dunia kerja. Keberhasilan di bidang pekerjaan ditentukan oleh banyak faktor, antara lain kesungguhan, motivasi, komunikasi, dan lain-lain. Banyak alumni yang tidak kumlaud tetapi sukses dalam karir. mempunyai IPK kumlaud memang bagus sebagai motivasi untuk memacu semangat belajar, tetapi sekali lagi IPK bukan penentu keberhasilan di kemudian hari.

  52. Andi Wahyudi berkata:

    saya udah ikutin tes masuk S2 di ITB, tesnya ada 2, ELPT dan TPA,
    keduanya nilaiku kurang, lalu ada panggilan dari ITB disurung ngulang tes lagi,
    itu tanda saya lulus apa tidak yahhh????

  53. leha berkata:

    kalau s1 ilmu komputer liniernya s2 bisa kemana aja pak?kalau yang selain komputer,,

  54. Andi berkata:

    tetap company akan lebih prefer S2 saat terima pegawai atau saat ada promotion..
    gak mgkn di treat sama.

  55. alvan arya berkata:

    numpang tanya dong gan, syarat jumlah sks dan min ipk ny berapa ya?

  56. ari berkata:

    mau tanya, kalau masuk S2 ITB tapi ketika tes TPA dan toefl belum memenuhi, apa masih bisa lanjut di S2 ITB sampai selesai 4 semester ?

  57. seth berkata:

    halo
    mau minta nasehatnya ini saya menganbil S1 teknik informatika dulunya dan sekarang menjadi pegawai outsorcing di PELINDO sebagai komputer akuntansi baiknya saya lanjutkan S2 itu program akuntansi dan keuangan atau saya ambil bagaimana???

  58. seth berkata:

    mohon balas diemail saya jacobseth34@gmail.com

  59. roi berkata:

    saya mau tanya s1 saya dari sosial apakah bsa kalau saya mengambil s2 teknik pertambangan atau geologi,trima kasih

  60. nbh berkata:

    pak.. mau tanya,,, klo jam belajar S2 di ITB,,, ada ga pak, yang hari sabtu-minggu, soalnya senin sampai jumat Kerja… sampai pukul 15.00… tolong pak informasinya untuk S2 matematika… atau ada ga belajar nya hanya pagi…makasih

  61. safiq berkata:

    salam,saya alumni S1 tahun 2012 non ITB yang mau daftar magister Aktuaria ITB…tadi dibicarakan bahwa kualitas S2 ITB jauh dibawah S1 nya (dan sudah jadi rahasia umum katanya)…dilihat dari sisi apa kok bisa ada statement seperti itu ??

  62. Nandi berkata:

    Assalamualaikum,Mas ,,mau tanya apakah bisa dari S1 pendidikan matematika melanjutkan ke S2 teknik elektro,,,saya lebih suka teknik elektro,,,soale ngelamar guru skarang susah mas

  63. Rachella berkata:

    Selamat Pagi Pak, saya mau bertanya perihal surat rekomendasi untuk mendaftar di program Magister (saya bukan alumni ITB). dan saya fresh graduate yang belum pernah bekerja jadi tidak ada perusahaan yang dapat memberikan rekomendasi utk saya. pertanyaan saya seberapa pentingkah surat rekomendasi tersebut dan apa fungsinya? apakah bisa jika saya hanya meminta rekomendasi melalui kampus dimana saya menimba ilmu untuk S1 dulu?
    terima kasih pak

    • rinaldimunir berkata:

      Surat rekomendasi adalah syarat administratif saja, yang menentukan lulus tidaknya seorang calon mahasiswa S2 adalah nilai TPA (> 500) , TOEFL (> 500), dan tes wawancara. Tes akademik/keilmuan hanya dilakukan jika diperlukan saja.
      Anda bisa meminta rekomendasi dari dosen pembimbing anda waktu S1 dulu.

      • Malisa Huzaifa berkata:

        Assalamu’alaikum pak..
        saya baca dari info bapak salah satu syarat administrasi untuk ambil S2 ITB harus memiliki surat rekomendasi, itu contoh untuk surat rekomendasinya bisa di dapat darimana ya pak ?
        trimaksih sebelumnya pak..

  64. minati berkata:

    kalau di magister tl itb jurusannya yg bgus yg mana ya, managemen lingk or infrastruktur ??? bingung milihnya

  65. asmariani berkata:

    assalamu’alaikum bpk….sy minta masukan dari bpk,
    sy berencana melanjut s2, cm masih blm bisa memutuskan ambil jurusan aktuaria atw matematika minat statistika. Kebetulan sy tertarik dgn dua duanya.
    Dari info yg saya peroleh, di ITB itu aktuaria dan matematika masing masing berdiri sendiri, otomatis sy hrs memilih salah satunya. Di UGM kebetulan aktuaria dan statistika merupakan peminatan dari matematika. dan menurut pengakuan sepupu saya (sedang study s2 di UGM) utk mata kuliah pilihan bebas boleh diambil lintas minat (dgn syarat tertentu), artinya meskipun saya ambil minat statistika, utk mata kuliah pilihan saya boleh ambil mata kuliah anak aktuaria atw sebaliknya. Jadi saya berpikir,’wah bisa dapat dua duanya donk’…

    Kesannya memang tamak, tapi saya punya pertimbangan sendiri :
    S1 saya adalah pendidikan matematika, saya ingin bekerja di bidang non pendidikan, faktanya secara umum lowongan kerja yg saya minati menginginkan kualifikasi bidang matematika sains terutama statistika, jd sy memutuskan utk ambil s2. Akhir2 ini sedang gempar tentang kebutuhan aktuaris yg sangat besar, sy coba liat mata kuliah apa saja yg ada di aktuaria dan saya tertarik (aplikasi matematika dan statistik, wow benar2 menggugah minat, mengingat di s1 sy kebanyakan belajar teori matematika dgn aplikasi minim).

    Masalahnya sampai saat ini setiap kali sy googling loker, hampir tidak ada yg secara jelas meminta kualifikasi pendidikan bidang aktuaria. (Hah??? bagaimana ini?), sedang bidang matematika banyak. Ini membuat saya berpikir, bagaimana kalo ambil s2 matematika UGM minat aktuaria, tapi kan judulnya tetap jurusan matematika. Kalaupun pada akhirnya nanti lowongan kerja yg saya minati meminta kualifikasi pendidikan di bidang matematika, berarti saya masih termasuk didalamnya.

    Bagaimana menurut bapak? apa pengetahuan saya (tentang di atas) sudah benar?
    kemudian,sebaiknya saya ambil ITB atau UGM?

    mohon pak penjelasannya………..
    sebelumnya terimakasih banyak bapak … :)

    • rinaldimunir berkata:

      Sederhana saja Mbak, kalau memang ingin mendalami aktuaria secara spesifik dan mendalam, ya ambil S2 Aktuaria di FMIPA ITB. Kalau hanya sebagain saja tetapi ettap dalam lingkup Matematika, ya ambil S2 Matematika di UGM. Rezeki nggak akan ketukar.

  66. Mar berkata:

    Ingin bertanya, pak Rinaldi. Mengapa ITB tidak membuka kelas sore, khususnya magister jurusan Matematika dan Teknik Elektro? Saya sudah bekerja dan ingin melanjutkan kuliah di ITB, tetapi ITB cuma punya kelas reguler. Terima-kasih.

    • rinaldimunir berkata:

      Program kelas reguler saja sudah keteteran menjalankannya mas, apalagi kalau mau membuka kelas sore.

      • delimalima berkata:

        Begitu rupanya, pak. Kalau demikian alasannya, apa dayaku. Omong-omong, pak, jurusan IT / Cyber Security di kampus Jatinangor belum dibuka untuk umum, ya? Atau apakah jurusan tersebut sama dengan jurusan Rekayasa dan Manajemen Teknik Keamanan Informasi di bawah STEI? Terima-kasih sebelumnya.

      • delimalima berkata:

        Sekedar saran, pak Rinaldi. Saat ini karyawan/perusahaan mulai mengalihkan pelatihannya ke Bandung akibat kemacetan yang terjadi di Jakarta. Bagi mereka yang tinggal di sekitar Cikarang/Karawang sudah tentu lebih masuk akal jika pergi ke Bandung. Ada baiknya ITB memanfaatkan peluang yang ada sehingga bisa menjadi win-win solution bagi calon mahasiswa magister yg sudah bekerja juga ITB. Cara lain, membuka kembali sekolah di Delta Mas, contohnya, namun tidak sebatas pada sekolah Bisnis. Terima-kasih.

  67. nita handayani berkata:

    sy lulusan s1 pendidikan matematika, ingin ambil s2 pengajaran matematika itb, menurut bapak bagaimana? kualitas dan prospek kedepannya?

  68. hernawati berkata:

    selamat pagi pak.

    Bapak, mohon info untuk total biaya uang kuliah studi S2 jurusan Informatika(sampai selesai)?
    Terimakasih pak.

    • rinaldimunir berkata:

      Per semester saat ini SPP nya flat, yaitu 8,5 juta. Jika selesai maksimal 4 semester maka SPP nya tinggak dikali empat saja.

      • ti berkata:

        Alhamdulillah baca pecakapan singkat ini memberikan energi bagi saya, saya berasa mendapat dukungan.. kemarin-kemarin saya sempat bingung memilih jurusan.. Saya alumni pendidikan matematika.. bingung mau memilih jurusan antara matematika murini, pendidikan matematika dan pengajaran matematika.. ketika saya meminta surat rekomendasi, dosen saya kurang merestui saya mengambil magister Pengajaran Matematika ITB, tapi alhamdulillah akhirnya dosen saya mau ngasih rekomendasi juga untuk Pengajaran Matematika.. Alhamdulillah saya udah daftar magister Pengajaran Matematika ITB.. tinggal nunggu pengumuman bulan Juni.. mudah-mudahan saya diterima, amiin.. walaupun ada kabar-kabar kurang sedap tentang kualitas dan prospek dari Pengajaran Matematika ITB, alhamdulillah saya sudah istikharah dan udah mantap dengan Pengajaran Matematika ITB.. saya tidak peduli dengan kabar-kabar kurang sedap itu.. saya kembali kepada niat dan tujuan.. niat saya ingin kuliah di Pengajaran Matematika ITB adalah ingin menimba ilmu di bidang pengajaran yang merupakan passion saya.. saya tidak peduli jika kelak saya tidak menjadi dosen.. menjadi dosen bukan tujuan utaman saya untuk kuliah S2.. tujuan saya kuliah S2 karena saya tertarik menggali ilmu lebih dalam pada bidang passion saya yakni pengajran.. yang membuat saya tertarik mengambil Pengajaran Matematika ITB dibanding Pendidikan Matematika ialah karena Pengaran Matematika ITB lebih spesifik, langsung pada sasaran..

  69. Malisa berkata:

    assalamualikum wr wb pak…
    Bapak saya lulusan S1 teknik informatika, mau melanjutkan S2 di ITB tahun 2014 ini, saya butuh pencerahan ini pak mengenai bidang yang harus saya ambil, karna saya melihat di brosur ITB terdapat 9 bidang..
    1 Rakayasa perangkat lunak
    2 Sistem informasi
    3 Teknologi informasi
    4 Sains Komputer
    5 Teknologi Media & piranti bergerak
    6 Komputasi Kinerja tinggi
    7 Intelijensi Bisnis
    8 Sistem Intelijensi
    9 Keamanan sistem perangkat lunak
    menurut bapak bidang yang mana yang sesuai dengan jurusan saya pak?? karna saya lihat di situs STEI tidak ada memberikan info matakuliah2 yang ada di setiap bidang tersebut pak…
    Mohon Infonya y pak…
    wassalamualaikum

  70. aii rubaiah berkata:

    Assalamualaikum,..
    Bapak saya mau minta pendapat nihh, saya lulusan s1 pendi2kan bhs inggris, sya ingin mlnjutkan studi sya di ipb, karna sya tertarik dg bidang pertanian, kira2 jurusan ap yg bagus untuk sya ? Trimksh .

  71. jartinus purba berkata:

    Selamat sore Pak !
    mohon pencerahan pak. anak saya ada dua orang di itb. satu orang (perempuan) di prodi mikrobiologi dan satu lagi masih tpb di ftsl. khusus anak saya yang perempuan di sith-mikrobiologi, mempunyai minat yang besar menjadi dosen, tentu pertama di sith-itb. saya dengar informasi rekrut untuk menjadi dosen itb syaratnya harus s3. ini berarti kalau anak saya ingin ikut seleksi dosen di itb, harus selesai s3 dulu entah itu dengan biaya sendiri atau beasiswa di luar itb.? kalau sy ikuti univ lain, mereka rekrut s1 dengan syarat akademis tertentu ( mungkin IP >=3,5 dst), untuk kemudian oleh univ ybs di sekolahkan/kembangkan jadi dosen. mohon pencerahan pak.

    • rinaldimunir berkata:

      Benar Pak, untuk menjadi dosen di ITB kualifikasinya tinggi, harus sudah S3, tetapi sejak dua tahun lalu untuk beberapa Program Studi kualifikasi itu diturunkan menjadi “S2 tetapi sedang menempuh S3″ bahkan ada yang S2 saja (tanpa embel-embel sedang S3). Karena, ternyata sangat sulit juga mencari pelamar yang sudah Doktor. Tapi kalau sudah S3, maka kans nya cukup besar untuk diterima, apalagi kalau spesialisasinya termasuk yang langka.

      Jadi kalau anak bapak ingin menjadi dosen, ambil dulu S2 (di DN atau LN), kemudian lanjut S3. Ketika sedang menjalani S3 atau sudah S3, baru melamar menjadi dosen di ITB.

  72. annisa berkata:

    asw,, selamat pagi pak…, saya ingin bertanya, kalau s1 biologi dan s2 farmasi kira2 bisa melamar dosen tdk ya pak? alasan ini berangkat dari impian saya ketika sbmptn saya tidak lulus di pilihan pertama kedokteran, dan tetap memilih kesehatan sebagai kompetensi yang ingin dikembangkan, tapi goalnya memang ingin jadi dosen, bagaimana mnrt bpk? mohon pencerahannya…terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s