Pilwalkot Bandung, Pilih Siapa nih?

Usai Pilkada Jabar bulan April 2008 yang lalu, orang Bandung akan “direpotkan” lagi dengan pemilihan walikota Bandung. Kota Bandung yang besar, sejuk (duluuuu, sekarang mah panas), padat, mempunyai banyak masalah yang rumit yang hingga sekarang tidak jelas bagaimana solusinya. Beberapa masalah itu adalah:

1. Kemacetan. Lebar jalan yang sempit, ruas jalan yang pendek-pendek (tiap ketemu perempatan ada lampu merahnya), angkot yang bejibun jumlahnya, dan pertumbuhan jumlah kendaraan yang luar biasa, membuat macet hampir di semua jalan. Apalagi kalau sudah Sabtu dan Minggu, atau long weekend, mobil-mobil orang Jakarta menguasai hampir semua ruas jalan di Bandung. Maceeeet…. pisan. Lebih baik tidak keluar rumah pada akhir pekan.

2. Pedagang kakilima yang bikin semrawut. Hampir semua trotoar jalan sudah dikuasai oleh gerobak dan lapak pedagang kakilima. Tidak ada tempat yang aman buat pejalan kaki. Bagaimana menata para PKL ini secara elegan? Di satu sisi mereka butuh makan, di sisi lain kehadiran mereka membuat kesemrawutan.

3. Sampah. Kota Bandung menjadi lautan sampah dalam beberapa tahun terakhir. Hampir semua kelurahan di kota Bandung menolak tanahnya dijadikan tenpat pembuangan sampah. Mau dikemanakan sampah itu? PLTSa? Orang Bandung Selatan sudah menolak pembangkit listrik sampah itu.

4. Bobotoh Persib. Terpaksa deh bobotoh Persib dimasukkan ke dalam daftar masalah. Fanatisme mereka terhadap Persib terlalu berlebihan dan sering merugikan warga kota. Kalau Persib menang main di kandang, orang Bandung akan merasa lega. Tapi kalau kalah? Siap-siap saja minggir dari jalan. Mobil-mobil yang melintas akan ketiban apes menjadi mangsa keberingasan mereka untuk meluapkan kemarahan. Seperti kemaren tuh Persib kalah melawan Persija (yang dianggap sebagai “musuh” bebuyutan Persib) dengan skor 2-3, para bobotoh merusak mobil-mobil berplat B yang melintas. Dikiranya pemilik mobil ini orang Jakarta; jadi jika mereka tidak bisa melampiaskan kemarahan kepada pemain Persija, maka mobil-mobil orang yang tidak tahu apa-apa menjadi sasaran kemarahan mereka.

5. Lahan di Bandung utara yang dijajah menjadi kawasan pemukiman mewah sehingga dapat mengancam sumber air tanah yang menjadi andalan warga kota. Sekarang ini air tanah semakin menipis, mata air banyak yang hilang, debit air berkurang. Untuk menggali sumur orang perlu bermeter-meter dalamnya. Suatu hari nanti air akan menjadi sangat mahal karena sukar diperoleh.

6. Pengamen jalanan dan anak jalanan. Perhatikan setiap kali melintas perempatan, kita akan diserbu oleh para pengamen dan anak jalanan yang mengais sedikit uang. Kasihan anak-anak itu, mereka terpaksa mencari uang di jalan tapi uang yang diperoleh sering digunakan untuk miras, rokok, dan ngelem (istilah untuk menghirup lem Aica Aibon).

7. Geng motor. Ulah geng ini bikin bulu kuduk merinding. Mereka kalau sudah bergerombol menjadi beringas, siapapun yang mereka temui di jalan entah lagi berdiri, duduk-duduk,a tau lewat dengan sepeda motor, akan mereka sikat. Toko 24 jam seperti Circle-K juga berani mereka jarah. Sudah banyak korban yang jatuh, yang mati juga ada.

Apalagi ya yang termasuk masalah kota ini? Pengangguran, pasti itu. Urbanisasi, jelas. Masalah yang mencemaskan namun luput dari perhatian adalah minuman keras yang mudah diperoleh, prostitusi, dan kemaksiatan.

Dengan masalah yang segudang itu, siapakah calon walikota yang mampu menyelesaikannya?

Ada tiga pasangan calon yang akan bersaing memperebutkan kursi panas ini. Yang pertama adalah calon incumbent yang tidak lain walikota sekarang, Pak Dada Rosada, berpasangan dengan Pak Ayi Vivananda (nama belakangnya unik). Pasangan ini dicalonkan oleh Golkar-PDIP. Lihat situs web mereka di sini.

Pasangan kedua adalah dosen Biologi ITB Pak Dr. Taufikurrahman yang berpasangan dengan pengelola Rumah Zakat, Abu Syauqi. Pasangan ini dicalonkan oleh PKS. Lihat situs webnya di sini.

Pasangan terakhir adalah dari jalur independen, non partisan. Namanya masih asing, tetapi foto-foto, spanduk, dan posternya sudah memenuhi tembok-tembok dan jalan-jalan. Namanya Hudaya Prawira dan Nahadi. Nama yang terkahir ini juga dosen, tetapi dari UPI (lihat situs web mereka di sini).

Nah, siapa ya yang akan menang? Menurut saya ketiga pasangan calon sama-sama kuat. Pak Dada, dia walikota sekarang, sudah dikenal namanya. Tingkat pengenalan warga kota terhadap Pak Dada diatas 2 pasangan calon yang lain.Tetapi, dikenal saja itu bukan jaminan bisa menang. Pengalaman menunjukkan calon incumbent di Pilkada manapun selalu kalah.

Pak Taufik calon dari PKS juga diprediksi akan menang. Dia dicalonkan dari PKS. Di Bandung jaringan PKS sangat kuat, dan solid maklum di Bandung banyak mahasiswa, anak muda, aktivis mesjid/dakwah, dan simpatisan PKS. PKS berhasil mengantarkan Heryawan sebagai Gubernus Jabar, dan mereka akan mencoba mengulang kesuksesan itu untuk pemilihan walikota. Bisakah?

Hudaya-Hadi juga tidak bisa dianggap remeh. Karena mengusung jalur independen, maka jalur ini relatif masih terbilang baru dalam Pilkada. Cara baru pasti mengundang perhatian, bukan? Pak Hudaya dikabarkan calon terkaya, hartanya bernilai milyaran rupiah. Sebelumnya nama ini masih asing di telinga orang Bandung, siapa sih dia? Namun, foto-foto dan posternya yang memenuhi penjuru kota membuat kepopulerannya mulai meningkat. Sudah banyak simpati yang datang untuk pasangan independen ini. Mampukah mereka menarik pilihan orang Bandung?

Kita tunggu saja hasilnya tanggal 10 Agustus nantii.

Tulisan ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

18 Balasan ke Pilwalkot Bandung, Pilih Siapa nih?

  1. petra berkata:

    yang calon kedua tuh, saya lihat logo “Trendi”nya mirip dengan Flexi,
    apa ada backingan dari Flexi nih :D

  2. Habib berkata:

    Untuk masalah nomor (1) mungkin bisa lebih digeneralisasi Pak. Bukan cuma kemacetan, tapi lebih ke transportasi secara umum. Bukan rahasia lagi kalau masalah transportasi di Bandung sangat bejibun. Mulai dari ketiadaan transportasi publik yang nyaman dan aman, kemacetan, perilaku pengguna jalan, sampai ke masalah parkir.

    Pilihan saya tadinya ke pasangan independen yang (sayangnya) tidak lolos yaitu pasangan Syinar – AAA yang saya ikuti pikiran-pikirannya via blog dan teman saya yang kebetulan jadi tim sukses. Kalau sekarang sementara condong ke Pak Taufik. Informasi mengenai Pak Hudaya masih minim buat saya. Kalau Dada Rosada sih jelas… tidak akan saya pilih.

  3. Yunita berkata:

    Kl melihat tampilan di baliho siy…pasangan Trendi sesuai bgt gayanya dng namanya :D
    utk saat ini, blom memutuskan milih yg mana
    Dada rosada siiy….lewat dulu dahh…

  4. rinaldimunir berkata:

    @Habib: He..he.., yang jelas, kamu gak bisa memilih, Bib, kamu ‘kan lagi di Belanda.

    @Petra: iya ya mirip, saya tidak terlalu memperhatikan

    @yunita: memang Trendi itu pasangan yang keren, masih muda lagi. Ini zamannya orang muda memimpin.

  5. surya berkata:

    pasangan trendy tampak lebih meyakinkan.. cmn ya tampaknya aja… klo soal menanggulangi masalah2 yg bapak sebutkan sih kyknya susah….
    Untuk masalah (1) : Bandung jadi sasaran penduduk luar kota untuk rekreasi. Untuk sehari-hari aja beberapa daerah di Bandung udh pasti macet apalagi pas kedatangan para pendatang.
    (2) : Pedagang kaki lima juga manusia pak, pgn hidup, butuh biaya cmn g dikasih lahan. Jadinya membludak dimana2. Lagipula ya tetep permasalahannya over-population
    (4) : nah klo yg ini dah g tw lg hrs gmn pak…. walaupun dah abis2an kyk kmrn pengamanannya tetep ajah ribut. Katanya cinta persib, tp koq kelakuannya merugikan persib.
    (7) : nah klo ini sbnernya pada oknum2 tertentu saja pak, biasanya generasi2 yg belum lama masuk. Klo yg udh senior atau para punggawanya malah biasa2 aja. Mungkin moral anak muda yg semakin kesini semakin parah.

  6. pebbie berkata:

    yang belum jadi penduduk kota bandung jadi penonton saja..

    ngomong-ngomong.. fungsi peci untuk apa yah? kok sepertinya banyak foto partisipan pemilihan (pilwalkot, pilkada, pemilu legislatif, pilpres) yang masih menggunakan tren ini.

    walaupun sekarang sudah mulai ada tren baru yang tidak mengharuskan penggunaan peci dalam foto kandidat di poster-poster.

  7. Arie berkata:

    Bukan warga Kota, jadi cuma nengok-nengok aja. Hehehe…

    #pebbie:

    fungsi peci untuk apa yah? kok sepertinya banyak foto partisipan pemilihan yang masih menggunakan tren ini.

    Memang bukan sekedar tren. Tapi peci adalah pakaian resmi nasional yang dipakai dalam acara kenegaraan :).

    Makanya, (pada awalnya) begitu ada kandidat Pilkada yang tidak menggunakan peci, langsung deh timbul kata-kata miring.

    Kalo sekarang kayanya sih udah umum sejak Jabar. Terakhir pilgub DKI, keempat kandidat masih eksis dengan pecinya.

  8. suci seputih hati berkata:

    Hmm… mbak tow mas ya…niy yang punya blog? salut deh..ada yang peka sama lingkungan sekitar… belum punya pilihan ya mas tow mbak? boleh dong numpang kampanye di sini…

    bunga indah dihisap kumbang
    bentuknya elok menawan hati
    pilih walikota janganlah bimbang
    cuma TRENDY yang memikat hati

    siip lah… buat mojang ‘n jajaka Bandung, akang teteh, eceu, amang, bapak, ibu, uwa, aki, nini… yuuuk… urang pilih nomor 2 : DR. Taufikurahman&Deni Triesnahadi (Abu Shauqi) untuk Bandung perubahan Kota kita tercinta… Bandung … Hiiuuuuu….

    with love
    suci seputih hati

  9. achmadzaki berkata:

    Koreksi pak, setau saya di daerah Jatim Incumbent banyak yang menang…jadi tidak selalu kalah.

    Kalo saya taunya pak Abu..kontribusinya sangat banyak bagi masyarakat dan beliau konkrit membantu masyarakat kurang mampu. Belum memimpin saja kontribusinya sudah banyak apalagi memimpin. Itu yang ada di benak saya…tapi…saya ga milih karena buka orang Bandung…he..he..

  10. rosadadada berkata:

    Ass. Wr. Wb.,

    Mohon doa restunya..

    No1 Dada Rosada-Ayi Vivananda

    Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung 2008-2013

    Wass. Wr. Wb.

  11. achmadzaki berkata:

    komentarin dong pak…he..he…masyarakat internet bukan seperti masyarakat di offline…butuh pencerahan.

  12. hevi.fauzan berkata:

    Setuju banget buat point ttg Persib.
    Kyk nya harus ada pendidikan khusus buat bobotoh Persib supaya dapat berlaku sportif. Menang jangn sombong kalah jangan marah.

    Dan jgn lupa profesionalisme. kyk nya ganti dulu walkotnya, baru jadi tim profesional, kemudian stadion. hehehe ….

    Ayo walkot baru …..

  13. fauzy berkata:

    sebagaimana kita ketahui bahwa tidak ada politik yg suci ato dg kata lain partai politik memang bermuka dua!!
    untuk itu lebih baik pilih calon pemimpin yg independen tanpa backingan partai!
    kelebihannya jelas bahwa setelah si pemimpin jadi dan disahkan, so tidak akan ada tuntutan tetek bengek dari si pengumpul suara (party).
    saya leih pilih calon independen karna pengalaman menyatakan partai politik Indonesia belum ada yg tobat total..

  14. fauzy berkata:

    oh ya!
    saya ingin bertanya pada para mahasiswa yg ikut2an partai, masih ngaku mahasiswa ya?
    menurut sayah mah era lamun mahasiswa kudu kakurung ku politik hiji partai…
    apalagi menyebarkan virus2 sesat tsb di kampus..

    mahasiswa adalah manusia intelek dengan idealismenya!

  15. pebbie berkata:

    @ahmadzaki: sepertinya yang diatas bukan orang yang dimaksud tapi pendukungnya saja, coba aja cek IP-nya, sapa tau masih dari dalem kampus juga.

    @fauzy:terlibat dalam partai ataupun independen tidak menjamin bahwa tidak melakukan praktik politik yang tidak sehat. bersih atau tidak bisa dilihat dari kepentingan politik pendukungnya dan cara mempromosikan calon yang didukung. kalau caranya membuat pernyataan yang menjatuhkan calon lain, sama juga bo’ong.

  16. Arie berkata:

    saya ingin bertanya pada para mahasiswa yg ikut2an partai, masih ngaku mahasiswa ya?

    Masih!!

    * masih mematut-matut diri dengan KTM & KSM baru sebagai simbol Mahasiswa, tentunya dengan NIM baru :D Hehehe…

    mahasiswa adalah manusia intelek dengan idealismenya!

    100% Agree!

  17. tukang nyepam kabarnya jadi juara ya? duh, memprihatinkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s