Duh, hati siapa yang tidak pilu mendengar kejadian yang mengenaskan ini. Seorang bocah kecil, perempuan 3 tahun, Abia namanya, tewas terseret kuda yang ditungganginya di Jalan Tamansari Bandung hari Sabtu 6 September 2008 kemaren. Kejadiannya di lokasi wisata seputaran kampus ITB, tempat yang sering dijadikan arena berkuda bagi anak-anak. Seperti yang ditulis oleh koran PR, Abia diantar kakeknya naik kuda yang biasa mangkal di seputaran jalan Ganesha. Abia naik kuda, sementara pemilik kuda berjalan mengiringinya di samping. Kakek Abia kemudian menunggu di Jalan Gelapnyawang. Malang tidak dapat ditolak, ketika melewati Jalan Tamansari (depan BNI), sebuah mobil Kijang Innova menabrak pemilik kuda hingga berlumuran darah. Karena kaget, sang kuda lepas kendali dan berlari cepat. Abia yang berada di atas kuda jatuh, tetapi kakinya tersangkut pada tali pegangan kaki. Kuda berlari sepanjang 500 meter menyeret tubuh bocah malang dengan kepala ke bawah membentur-bentur jalan aspal. Pengemudi Kijang yang menabrak pemilik kuda pun kabur (menurut kabar terakhir polisi berhasil menangkap orang ini).
Bayangkan, bocah kecil itu pasti menjerit-jerit histeris ketika diseret kuda yang tidak terkendali sepanjang 500 meter sebelum akhirnya dia tewas secara mengenaskan. Duh, saya yang membaca berita ini tidak bisa menahan mata yang basah mengenang jeritan bocah malang ini. Anak seusia 3 tahun itu lagi lucu-lucunya, dia permata ayah bundanya. Saya saja yang mempunyai 3 orang anak kecil mengetahui persis betapa kasih sayang orangtua tumpah pada anak-anak yang masih lucu-lucu itu. Anak-anak adalah harta yang tidak ternilai harganya. Maka, jika mendengar ada bocah kecil yang tewas karena kelalaian orang lain, saya tidak bisa menahan air mata kepiluan meskipun dia bukan anak saya. Terbayang anak sekecil itu harus menghadap illahi demikian cepat. Pada akhir bulan Agustus yang lalu seorang bocah kecil jatuh dari jendela apartemen lantai 20 di Jakarta. Tubuhnya menghempas bumi dan remuk seperti tape yang dijatuhkan dari atas. Lalu, masih ingat di benak saya dua tahun lalu, ketika seorang ibu (alumni ITB juga) membunuh 3 orang anaknya yang manis-manis dengan cara menyekap wajah anak-anaknya yang sedang tidur dengan bantal, saya tidak bisa tidur satu minggu karena terbayang-bayang kekejian orang tua pada anaknya itu. Mata saya basah berkali-kali dan ketika menuliskan posting-an itu tangan ini bergetar membayangkan nasib naas yang menimpa mereka. Heran, padahal saya tidak mengenal anak-anak itu. Saya yakin setiap orangtua yang punya anak kecil pasti mempunyai perasaan yang sama dengan saya.
Abia, semoga kamu sudah berada di taman surga ya. Ayah ibumu sudah merelakan kepergianmu. Mungkin sudah takdir hidupmu pergi begitu cepat. Allah SWT sangat sayang kepadamu sehingga dia memintamu kembali.
Bagi saya yang tertinggal adalah rasa ngeri melepas anak kecil naik kuda di Jalan Ganesha. Tidak hanya naik kuda, tetapi melepas anak-anak yang masih kecil tanpa pengawasan orang dewasa besar sekali risikonya. Semoga kita yang diberi amanah titipan ilahi dapat menjaga dan melindungi anak-anak kita dengan baik.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’uunn
(
sedih pak.. sediiihh sekali…
Saya belum dapat membayangkan kehilangan anak
Ya Allah kuatkan dan mampukan kami dalam mengasuh dan mendidik anak-anak kami, sebagai amanah dan penyejuk mata kami, semoga menjadi penyelamat kami kelak nantinya…
innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun
tragis sekali
sungguh disayangkan pemilik kijang tidak berani bertanggungjawab langsung.
tergetar saya walaupun sekedar berandai-andai membayangkan kejadiannya
hiii,baru ya kejadiannya???innalillahi wa inna ilaihi raji’uun..
sedih juga ke si pemilik kuda..
sedih juga ke pemilik kuda lain yang nyari rejeki di sekitaran ganesha, mudah2an jumlah pengunjung ga turun gara2 kejadian itu…
innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun
duh…tragis bgt ya pak…
saya g kebayang kl anak saya yg spt itu
jangankan jatuh dr kuda, kesandung dikit aja udah kawatir
ah…masa anak hrs dikerangkeng supaya g kenapa2?
mas, apa kbr nya nih?masih ingat gw kan.he…
innalillah…
memang kematian tidak kita duga kapanpun bisa mendatangi kita
Innalillahi wa inna illaihi rojiun.
Semakin ramenya jalan Ganesha, Jl Gelap Nyawang dan sekitarnya, membuat acara menunggang kuda makin berbahaya, karena banyak juga pemilik mobil yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi melewati area ini.
Di Kompas, juga ada anak kecil umur 3 tahun terjatuh dari apartemen…hanya karena dibiarkan bermain dengan sepupunya yang umur 5 tahun. Anak kecl tadi mendorong jendela, yang kebetulan tak ber teralis, dan ikut terdorong keluar. Orangtua menganggapnya aman, membiarkan main sendiri karena jendela tertutup. Kematian datang kapan saja, semoga arwah Abia dan anak kecil ini, telah tenang di dunia sana.
Turut berduka cita sedalam dalamnya
Semoga Abia tenang disisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahannya serta penghiburan-Nya.
Satu hal buat saya, mental pengemudi bangsa ini memang makin bejat, ga mau sabar, ga mau tertib dengan macam macam dalih maunya seenak enaknya saja mengemudi. Ga perduli keselamatan diri dan orang lain.
Itu pengemudi kijang harus dihukum seberat-beratnya!!!!!!
Innalillahi wainnalillahi rajiun, ini menjadi rambu buat kita para orang tua untuk lebih telaten dalam menjaga anak bermain, terkhusus untuk wisata kuda di daerah wisata kebon binatang seharusnya pemda setempat memberikan ruang tersendiri untuk para penyedia jasa menunggang kuda sehingga kejadian seperti ini dapat dicegah atau diminimalisir
sleep tight Abia, you must be happier there…
God bless U, Abia
Sebenarnya saya kurang setuju dengan orang yang nyewain kuda. soalnya olahraga aslinya kan kalau harus berkuda harus memakai pelindung kepala, sepatu harus yang boot tinggi biar tidak terkilir kakinya…. dan pengaman yang lain
Inna LiL Lahi wa Inna iLaihi Raji’un,.
Meski rezeki dan maut sepenuhnya ada di tangan aLLah, tetap merasa sedih, mengapa harus cara seperti itu yang membawa jiwa yang masih murni itu ke hadirat aLLah,.
Innalillahi wainna illaihi Rajiun …. Maha besar Allah, gak kebayang anak kecil menjerit, sakit, takut, dan akhirnya meregang nyawa akibat dari kelalaian dan sebab kepongahan orang dalam mengendarai kendaraan bermobil. Kurang ajar memang orang yang menabrak kuda tersebut. jadi teringat anak saya, Ya Allah izinkan hamba ini merawat dan membesarkannya hingga besar dan dewasa, sehingga akhirnya bisa mandiri. karena saya sangat dan sangat sayang anakku ini yang bernama, Khansa Fakhirah Darmawan
Innalillahi wa inna ilaihi raji’uunn,
Tenanglah di surga-NYA. Engkau telah sampai di firdaus
Jiwamu bersih dihadapa-NYA
Beginikah rasanya Ibrahim As dipisahkan dari belahan jiwa
Merasakan diri melayang
Hampa, hampa, hampa…
Ya Allah swt mudahkan hamba-MU untuk bertemu jantung hati
Hiks2x.. ga kebayang rasanya gmn pak.. Kalo bapak kebayang anak, kalo saya kebayang adik2 sy yg masih pada kecil2x..
Memang sungguh sulit merelakan kepergian hal2x yang paling kita cintai.. Mudah2an diakhir hidup kita, kita ga terlalu mencintai apa2 yang ada di dunia ini selain kepada Sang Pencinta sejati..amin.
innalillahi na inna ilaihi raji’uun
Sebagai orang tua yg baru mempunyai anak saya turut berduka atas kejadian tersebut.
Semoga keluarga yang ditiggalkan diberikan kesabaran ekstra oleh Allah SWT… amiin
Innalillahi wa inna illaihi roji’un.
Ikut trenyuh baca beritanya. Memang sebaiknya anak seumur itu selalu dijaga oleh orang tuanya. Apa lagi jika sedang berada diluar kawasan pribadi. Mudah2an musibah ini tidak menimpa anak2 yg lain.
Innalillahi wa inna illaihi roji’un.
Ini kejadian yang memilukan ,semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu waspada dan tidak sembrono dalam mengawasi anak-anak kita. Semoga kematian ananda abia memang kehendak-Nya, proses mati hanyalah cara yang penting akhir dari proses atau produk tersebut. Semoga engkau di jadikan bidadari-bidadari surga kelak. Amiin.
Innalillahi wa innaillaihi rajiuun…
Harusnya jalannya ditutup pada jam-jam tertentu yang ramai agar tidak terulang.
innalillahi…
Innalillahi wa innaillaihi raajiuun
saat itu saya sedang di Bandung..di Salman
teman saya dengan sedih cerita ttg kejadian itu. ternyata sang Abia meninggal dunia.
insyaAllah surga. pun bagi yg ditinggal dan ridha dengan keputusanNya
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
BERITA BAIK!!!
Mari kita liat nich blog. keren abiss!
MARI MENCARI KEBENARAN
Masuk sini= http://mustahil-kristen-bisa-menjawabb.notlong.com
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
Innalillahi wa innaillaihi raajiuun..
turut berduka cita..
innalillahi wa innailahi rajiun…
semoga diberikan ketabahan bagi yg ditinggalkan, semua kembali kepadaNYA..
turut berduka
LIHAT 2 SISI
Pertama mendengar berita ini terperanjat juga… “Innalillahi wa innaillaihi raajiuun…” tapi maaf, jujur scr spontan saya langsung membayangkan… Ini adalah potret dimana mekanisme suatu ketetapan Allah bekerja…
Yang ditabrak pawangnya… tapi yg meninggal penumpang kudanya… Awalnya saya gak percaya…
Lalu yg buat saya sedih adalah, mengapa sopir kijang innova yg jadi pusat “kambing hitam” terjadinya kematian? Salah krn menabrak pawang, itu logis! Tapi salah krn menyebabkan kematian? Belum tentu!
Oya mengenai kabur… Just think U re at his position! kabur belum tentu lepas dari tanggungjawab loh… Klo dia turun, dia bisa mati digebugin se dusun… di itb… mgkn dia bisa mati di gebug in oleh pawang kuda yg lain… Jd dalam kepanikannya… It’s not wise to blame him 100%
Secara sdt pandang analitis sebab-akibat (bukan dilihat dari siapa yg jd korban) :
1. Sopir -> Pawang (atau sebaliknya)
2. Kuda -> Anak
3. Pawang -> Kuda
Bagi sang Sopir, (sambil bergumam, Ya Tuhan mgp ditimpakan cobaan spt ini?) dia akan menyalahkan :
1. Mengapa kuda yg kagetan bisa2nya bebas berkeliaran membawa anak kecil? mmgnya tidak ada uji kelayakan kuda? dan kuda kagetan kok bisa diijinkan dijalan raya?
2. Analogi sederhana bisa membebaskan sopir dari tuduhan, yaitu a. mobil tidak menabrak kuda b. Klo kijang menabrak pohon, lalu kebetulan kuda itu lihat, trus kaget dan lari.. dan menyebabkan kematian. Salah yg kuda kagetan yg lihat atau kah salah mobil yg menabrak pohon?
Mksd saya adalah… wahai teman2… lihatlah selalu dari 2 sisi… Bayangkan klo sopir itu buka website dan dimana2 dijustifikasi dia bersalah! seolah2 dia keji! Dan dia tidak bisa berbuat apa2 utk mengklarifikasi! Wahai komentator, jgn sampai opini kita yg tidak terklarifikasi oleh sopir, menjadi fitnah, boleh jadi justifikasi itu sepele dimata kita tapi ternyata sgt besar dan berat bagi sang sopir, dan boleh jadi Allah menghanguskan dan menggugurkan seluruh amalan ibadah kita di bulan Ramadhan krn aniaya tulisan kita! Astaghfirullah hal adzim!
maaf, saya adalah orang yg pernah menabrak anjing yg menyebrang dgn kecepatan 100km/jam, dgn mobil yang depannya hancur dan harus dibengkel slm 1 bln. Kronologisnya, persis stlh truk gandeng yg simpangan dgn saya lewat, tiba2 anjing besar sdh lari menyeberang dari belakang truk, dan duarrrrrr! pas jam 3 malam! Saya bersyukur, tidak ada kuda yg kagetan di waktu itu…
Sesungguhnya kejadian berantai adalah diluar kuasa sopir sbg manusia… dan lebih merupakan ketetapan Allah…
Buat si anak… semoga lah Allah memberikan tempat terbaik disisinya… Buat pawang, semoga lekas sembuh… Untuk kakek dan ortu anak, percaya lah… ini bukan salah siapa-siapa, bersabar, tabah dan ikhlas lah dgn ketetapan Allah meski sgt amat berat… Buat Sopir, jgn ragu2 minta maaf ke ortu dan minta ampun ke Tuhan, Buat pak Polisi, pak Hakim, pak Jaksa, dan pak Pengacara… lihatlah persoalan ini lebih dekat dan sopirnya yg tertimpa musibah jgn dijadikan objek kesempatan ya…