Wajah-wajah Orangtua yang Bahagia

Ini masih cerita tentang orangtua.
Sabtu, 25 Oktober 2008, kemaren saya datang ke acara syukuran wisuda Informatika. Acara kali ini khusus untuk menyambut kedatangan para orangtua wisudawan usai mereka menghadiri perhelatan wisuda di gedung Sabuga ITB. Wisuda Oktober 2008 ini memang yang terbesar dalam sejarah IF, ada sebanyak 67 orang wisudawan. Benar-benar rekor.

Ini dia foto wisudawan Informatika Oktober 2008 (foto diambil dari sini)

Saat wisudawan diarak dari Sabuga ke dalam kampus, para orangtua dijemput oleh mahasiswa dari Sabuga lalu dibawa ke ruang 7602. Di sana makan siang sudah menanti. Acara sebelum makan siang tidak banyak, hanya sambutan-sambutan dan pemutaran video dan foto.

Saya diminta memberi kata sambutan. Sebelum saya memberi kata sambutan, saya perhatian sekali lagi wajah-wajah para orangtua ini. Meskipun masih terlihat lelah (lelah karena datang dari daerah, lelah karena menghadiri prosesi wisuda yang lama), tetapi dari wajah mereka terlihat rona gembira. Bahagia karena putra-putrinya sudah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi. Susah payah menyekolahkan anak tuntaslah sudah. Tidak semua orangtua di Indonesia beruntung bisa menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi, apalagi di ITB.

Saya hanya berpesan singkat, yaitu doronglah putra-putrinya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu S2 dan S3. Saat ini lulus S1 sudah biasa, sudah jamak. Indonesia perlu banyak ilmuwan yang berpendidikan lebih tinggi lagi yaitu pasca-sarjana. Malaysia sudah membuktikan hal ini. Lima belas tahun lalu mereka mengirim banyak mahasiswanya mengambil S2 dan S3 ke luar negeri. Setelah pulang ke tanah air, mereka berhasil membuat Malaysia menjadi negara maju. Untuk mahasiswa Indonesia sendiri, mencari beasiswa ke luar tidaklah sulit. Tersedia puluhan beasiswa S2 ke Eropa, Jepang, Amerika, dan Australia. Kalau tidak di luar negeri, S2 di ITB juga tidak kalah bagusnya, malah dapat vocer lagi (bebas SPP).

Kembali cerita tentang orangtua wisudawan. Tampak benar mereka menikmati sekali acara wisuda di ITB yang begitu semarak. Hingga sore hari mereka tidak bergeming meninggalkan kampus, mereka masih menunggu dan melihat prosesi arak-arakan para putra-putrinya dengan pakaian toga. Kebahagiaan itu seakan-akan tidak ingin segera cepat berlalu.

Sekarang saatnya para wisudawan itu membalas jerih payah orangtua mereka (meskipun orangtua tidak mengharapkan balasan atas jerih payah mereka). Berbakti kepada orangtua adalah tanda anak yang sholeh.

Ini bait lagu “Yang Terbaik Bagimu” dari Ada Band (+ Gita Guttawa), yang menceritakan harapan orangtua kepada anaknya dan cinta anak kepada orangtuanya (dalam hal ini ayahnya):

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Di sisimu terngiang hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Selamat jalan para wisudawan, selamat berbahagia dan menikmati hari tua para orangtua wisudawan.

Tulisan ini dipublikasikan di Seputar Informatika. Tandai permalink.

7 Balasan ke Wajah-wajah Orangtua yang Bahagia

  1. reiSHA berkata:

    Hmm… Mau nanya Pak. Voucher S2 di ITB itu seperti apa?

  2. rinaldimunir berkata:

    @reisha: seperti yang saya sebutkan di atas: penggantian seluruh biaya SPP (SPP S2 lebih mahal dari S1, 1 sks = 350 rb, lalu ada fixed cost sekitar 3,5 juta). Caranya, kamu ikut tes S2, jika lulus ajukan permohonan vocer yang disetujui oleh Ketua KK. Biasanya sih yang memohon akan dapat karena jumlah cover > jumlah pemohon. Sebagai baktinya, penerima vocer harus bersedia membantu perkuliahan S1 (menjadi asisten kuliah atau anggota riset). Oh ya, penerima vocer harus lulusan S1 ITB dan mengambil S2 di Prodi yang sama.

  3. dwinanto berkata:

    Wisuda tampaknya memang menjadi momen penting tak hanya bagi sang mahasiswa, namun juga orang tua yang bersangkutan,.

    Akan tetapi, semoga kita semua tidak berhenti belajar dan berkarya hanya karenanya,. :)

  4. Rizli berkata:

    Adek saya (EL04) juga lulus pas wisuda ini pakk… Betapa senangnya ortu saya..

  5. rinaldimunir berkata:

    @Rizli: “Adek” apa adek , Riz? Kapan pulang?

  6. Rizli berkata:

    Pak Rin,
    Adik kandung saya kok pak… Belum punya “adik” yang memakai tanda kutip :D
    Wah pulang? Belum tau pak… Masih pingin disini dulu :D

  7. Ayub berkata:

    Salam Pak Rinaldi,
    Jadi kangen wisuda di ITB lagi,

    … dan kangen ngospek lagi :D

    Ayub IF01

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s