Saya dapat info ‘gosip’ dari rekan yang jadi pejabat ITB yang mengatakan bahwa ada wacana atau usulan kalau wisuda ITB bakal diadakan 4 kali dalam setahun. Pasalnya, setiap tahun jumlah wisudawan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa ITB setiap tahun (khususnya S1 dan S2). Wisuda bulan Oktober kemaren saja jumlah wisudawannya 1300 orang, benar-benar rekor. Kebayang deh ruang utama di Sabuga yang tidak terlalu besar itu dipadati ribuan wisudawan dan keluarganya. Acara pemanggilan wisudawan satu per satu ke depan baru selesai pukul 13.00 siang, lalu sesi foto-foto wisudawan dengan Rektor, Dekan, dan Kaprodi memakan waktu cukup lama, hingga pukul 15.00 belum juga selesai.
Jika wisuda diadakan 4 kali setahun yang senang ya calon wisudawan karena mereka tidak perlu lama menunggu waktu wisuda. Yang repot ya dosen dan himpunan mahasiswa. Dosen repot karena sidang TA/tesis seakan tiada henti sepanjang tahun. Baru selesai menyidang untuk suatu periode wisuda, sebulan kemudian menyidang lagi untuk periode wisuda berikutnya. Himpunan mahasiswa juga bakal repot karena mereka harus menyiapkan 4 kali acara syukuran dan arak-arakan yang menguras waktu dan tenaga. Cape deh.
Apa ITB mau meniru Unpad saja dimana acara wisuda diadakan dalam waktu 3 hari berturut-turut, lalu pada setiap hari ada dua ronde wisuda (pagi dan siang). Janganlah ya. Pasti lebih menguras tenaga lagi, kan? Acara wisuda menjadi tidak meriah lagi kalau berhari-hari, padahal salah satu ciri khas acara wisuda di ITB adalah kemeriahan pasca keluar dari Sabuga itu, yang menjadi hiburan tersendiri bagi keluarga wisudawan.
Kalau saya lebih suka seperti yang sudah berjalan saja, 3 kali dalam setahun (Maret, Juli, Oktober). Kalau memang jadi 4 kali setahun, ya bagaimana lagi, tetap harus dilaksanakan, baik oleh dosen maupun Himpunan mahasiswa. Hmmm… kalau jadi 4 kali, bulan apa saja ya? Januari, April, Juli, Oktober?
8 tanggapan so far ↓
dwinanto // 31 Oktober 2008 pada 19:46 |
Waduh, yang pasti bakal repot bagi rekan-rekan di HMIF,.
petra // 2 November 2008 pada 07:15 |
setuju sama nanto
baru aja selesai wisudaan udah mesti nyiapin buat wisudaan lagi
Catra // 2 November 2008 pada 16:57 |
wah saya bakalan capek derap dan ber yell boys nantinya pak………
yaniwid // 4 November 2008 pada 12:35 |
Kayaknya, kalau kapasitas Sabuga tidak memadai lagi, terpaksa dibuat 4 kali… Gimana caranya agar jumlah wisudawan relatif seimbang di beberapa wisuda itu ya? Sidang TA mahasiswa dijadwal??
Oemar Bakrie // 4 November 2008 pada 17:27 |
Perwaalian-nya kan sudah on-line, jadi wisuda-nya juga on-line saja … jadi nanti rektor tinggal klik-klik di komputernya, lulus deh itu mahasiswa yg jumlahnya ribuan … hehehe
alris // 4 November 2008 pada 20:18 |
Wah ide bagus dari pak Oemar Bakrie, tapi nanti kehilangan kenangan kelulusan alias tidak bermakna lagi.
Duluuuu…saya bercita-cita kuliah di ITB, biar bisa jadi Idaman Tjewek Bandoeng. Tapi yang kesampaian cuma jalan-jalan disekitar ITB, hehehe…
Diba....... // 5 November 2008 pada 10:44 |
cape? ah.. karena belum biasa aja…………
Yeah. New House. « Life v2.1 // 29 Desember 2008 pada 00:24 |
[...] cepat, APRIL. [...]