Barrack Hussein Obama (kata ‘Hussein” biasanya disingkat menjadi H, mungkinkah supaya ‘jejak’ Islam pada keluarga Obama tidak kelihatan di mata publik AS yang mempunyai sensitivitas terhadap hal-hal yang berbau Islam?) akhirnya memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat, demikian berita terakhir yang saya baca di portal berita tadi siang.
Pilpres AS kali ini memang menyita perhatian publik seluruh dunia. Penyebabnya adalah faktor Obama itu sendiri. Dia berkulit hitam (belum pernah ada presiden AS berkulit hitam), muda, sederhana, dan cerdas. Dia seorang orator ulang, kata-kata yang diucapkannya selalu bernas dan sistematis. Dia menentang intervensi AS di Irak (sebagian besar penduduk dunia menentang invasi AS ke negeri 1001 malam itu) dan berjanji menarik tentara AS dari Irak. Hal ini jauh berbeda dengan presiden-presiden AS sebelumnya yang haus darah dan mengobarkan semangat kebencian ke seluruh dunia. Dia juga memberi inspirasi bagi banyak orang (khususnya politikus muda yang ngebet menjadi gubernur/bupati/presiden). Lebih dari itu semua, perjalanan hidup Obama memang berwarna pelangi. Ayah kandungnya berkulit hitam asal Kenya, Afrika, sedangkan ibunya berkulit putih asal Kansas. Ayahnya beragama Islam, ibunya beragama Kristen. Obama sendiri beragama Kristen. Dia pernah tinggal semasa kecil di Indonesia karena ibunya menikah lagi dengan pria Indonesia, Soetoro. Sewaktu di Indonesia dia bergaul dengan anak-anak muslim, bahkan diisukan (yang akhirnya dibantah oleh Obama) dia pernah ikut sekolah madrasah. Adik tirinya, Maya Oetoro, menikah dengan pria berkebangsaan Vietnam. Jadi, jika melihat perjalanan hidupnya itu yang mewakili representasi Afrika, Asia, dan Amerika (yang mewakili 2/3 populasi bumi), ditambah dengan nenek moyang ibunya yang berasal dari Eropa, jelaslah dia mendapat simpati banyak orang di seluruh dunia. Apalagi Amerika adalah negeri multi-ras, multi-kultur, dan multi-agama. Seluruh ras, agama, dan budaya di dunia ada di sana.
Lalu apa ‘untungnya’ Obama bagi kita? Secara langsung sih tidak ada. Siapapun Presiden Amerika, Indonesia tetap mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap Amerika, baik secara ekonomi, budaya, politik, dan keamanan. Contoh secara ekonomi misalnya nilai rupiah yang selalu naik turun tergantung pada fluktuasi dolar dan perekonomian Amerika. Secara budaya Amerika memang trendsetter segala-galanya, apapun yang berasal dari Amerika pasti ditiru oleh orang-orang di sini, seolah-olah (sebagian) orang Indonesia belum merasa modern kalau belum nge-amrik. Secara politik dan keamanan kita tidak boleh lupa kalau Amerika masih meng-embargo penjualan peralatan militernya ke Indonesia (sebagian besar peralatan militer Indonesia beserta suku cadangnya berasal dari Amerika). Jangan juga lupa bantuan ekonomi dan militer dari Amerika selalu dikaitkan dengan apa yang disebut pelanggaran HAM di Papua dan ex Timtim. Jadi, Indonesia tidak perlu terlalu banyak berharap kepada Obama.
Namun, terpilihnya Obama sedikit banyaknya ada membawa secercah harapan dalam hubungannya dengan Indonesia, khususnya yang menyangkut agama. Membicarakan Indonesia tidak bisa lepas membicarakan Islam, karena Indonesia adalah negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia. Setidaknya dia mengerti tentang Indonesia karena dia pernah tinggal beberapa tahun di Jakarta dan bergaul dengan masyarakat pribumi. Setidaknya dia paham tentang Islam karena ayahnya seorang muslim dan dia pernah bersekolah di Indonesia. Kesalahpahaman orang Amerika terhadap Islam yang selalu mereka identikkan dengan aksi teror minimal diharapkan bisa berkurang karena Obama diyakini mampu menjembatani kesalahpahaman itu. Sebagian orang Islam memang ada yang skeptis kepada Obama, sebab mereka berpikir siapapun yang menjadi presiden AS, termasuk Obama, kebijakan AS soal Palestina dan Israel diyakini tetap tidak akan berubah. Pengaruh Yahudi di AS sangat kuat sehingga Obama sendiri tetap membutuhkan lobi Yahudi dalam kekuasaannya, termasuk dukungannya kepada Israel.
Obama telah terpilih, kita ucapkan selamat, semoga saja ada perubahan di Amerika untuk kemaslahatan ummat manusia di dunia ke arah yang lebih baik, lebih damai, dan sejahtera.

Semoga peristiwa ini dapat membawa angin perubahan yang tentunya juga disambut dengan gerakan perjuangan yang tiada putus asa dari berbagai pelosok, tidak hanya bagi bangsa ini, namun juga seluruh dunia,.
tapi suatu hari ketika ditanya tentang Israel, obama mendukung Israel malah
Amerika tetap Amerika, siapapun presidennya, sebaiknya kita berharap banyak sama diri kita sendiri saja, keluarga kita, lingkungan kita, …. dan presiden kita tentunya
Siapa presiden kita selanjutnya hayo? Rasanya pamor SBY masih belom tergantikan oleh siapapun saat ini
Mudah-mudahan Obama benar-benar membawa perubahan yang lebih baik terhadap dunia khususnya Indonesia.. bukan sekedar pion-nya partai demokrat amerika..
http://readingdigest.wordpress.com
btw untuk referensi Indonesia ada diurutan mana di negara yang mempunya penduduk terbanyak ada di link ini
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Muslim_majority_countries
Setuju Kang Ady,
Kalau saya siapa pun presiden kita yang penting keberpihakannya kepada wong cilik.
Ga ngerti politik, cuman ikut2an nambahin, semoga presiden kita ga cuma berpihak kepada wong cilik, tapi tulus memajukan bangsa keseluruhan, terutama masalah mental dan pendidikan (jangan dituduh saya bukan wong cilik loh ya).
Btw, kayaknya di daerah sana nama tengah memang ‘rahasia’ dan biasanya hanya orang2 terdekat yang tahu, kecuali kalo udah jadi orang terkenal seperti artis ato pejabat, jadi memang sudah lazim hanya ditulis inisialnya, misal Jos W Bus, atau biasa juga tidak di tulis sama sekali, misal Ronald (Wilson) Reagan.
Obama memang orang kulit hitam pertama yang menjadi presiden USA memang fenomene terbaru di percaturan politik USA tapi harus di cacat bahwa Orang MUslim (saya salah satunya) tidak menyetujui ucapannya tentang konflik timur tengah antara israel dan Palestina dengan mengatakan bahwa Israel adalah Negara berdaulat.
saya pelajar smp di indonesia
bapa presiden obama anda adalah seorang pilihan Tuhan saya yakin anda dapat merubah keadaan yang sulit ini.Perkataan anda saat berpidato begitu serupa dengan gaya perkataan orang batak.selamat Bapa presiden TUHAN YESUS memberkati anda.bapa saya melihat dan membacasuatu perkataan anda sangat baik dan bagus.Amerika bisa menghadapi masalah yang sulitdalam Negaranya.