Khutbah Jumat di Masjid Salman Hari Ini Lain dari Biasanya

Siapapun yang shalat Jum’at di Masjid Salman ITB hari ini pasti terkaget-kaget. Khutbah shalat Jumat tadi siang sangat singkat, tidak sampai 10 menit (kira-kira 5 hingga 8 menit saya kira), lalu shalat Jumat 2 rakaat, dan selesai. Jam 12.10 ibadah shalat Jum’at sudah selesai, padahal biasanya dengan waktu Dhuhur masuk jam 12 kurang 10, ibadah shalat Jum’at baru berakhir pukul 12.30. Bagi jamaah yang suka melambat-lambatkan diri datang ke masjid pasti kaget, sebab baru sampai ke masjid ternyata shalat Jum’at sudah bubaran. Usai shalat, khutbah yang singkat itu menjadi pembicaraan jamaah yang keluar masjid, pasalnya hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, biasanya khutbah molor.

Yang membuat shalat Jumat kali ini berkecepatan ekspres adalah khatibnya yang berasal dari Arab Saudi, yaitu imam Masjid Madinah Almunawarah (saya lupa menulis namanya siapa, tapi dia seorang Doktor). Dia menyampaikan khutbah dalam Bahasa Arab. Saya dan sebagian besar jamaah masjid yang tidak mengerti Bahasa Arab hanya bisa menebak-nebak apa yang ia sampaikan. Baru beberapa menit berbicara, Khatib sudah menyelesaikan khutbah bagian pertamanya, lalu dia duduk sebentar. Khutbah bagian kedua juga tidak sampai 3 menit, lalu selesai. Hmm… apakah di Arab Saudi khutbah Jumat memang singkat saja, ataukah karena khatib menyadarijamaah Salman tidak mengerti Bahasa Arab sehingga dia tidak perlu berlama-lama berkhutbah? Wallahu alam.

Sejak dulu hingga sekarang saya selalu setia shalat Jum’at di Masjid Salman ITB. Waktu masuk shalat Dhuhur sebagai penanda mulai ibadah shalat Jum’at tidak tetap tergantung pada posisi matahari saat itu. Kadang-kadang waktu shalat Dhuhur masuk sebelum pukul 12, kadang setelah pukul 12. Ibadah shalat Jumat di Masjid Salman waktunya tergolong lebih lama dibandingkan dengan masjid lain, kira-kira menghabiskan waktu 45 menit termasuk khutbah dan shalat. Bergantung pada khatib Jum’atnya siapa, ada khatib yang menyampaikan khutbah berpanjang-panjang dan ada yang tidak terlalu lama.

Tentu saja saya tidak mempermasalahkan lama atau singkatnya ceramah Shalat Jum’at. Kalau di masjid bukan masjid kampus tentu tidak terlalu masalah ibadah shalat Jum’at agak lama. Masalahnya Masjid Salman ada di lingkungan ITB dan waktu kuliah di ITB pada hari Jum’at dimulai lagi pukul 13.00. Jadi jika ibadah shalat Jum’at berakhir pukul 12.45 atau lebih, maka bagi mahasiswa hanya tersisa waktu kurang dari 15 menit untuk makan siang dan berjalan tergesa-gesa menuju ruang kuliah yang cukup jauh dari masjid. Untuk makan siang juga tidak bisa cepat sebab mereka harus antri panjang di kantin dan warung makan di sekitar masjid. Menurut pengamatan saya, kuliah yang diadakan setelah shalat Jumat seringkali banyak mahasiswa yang terlambat masuk ke dalam kelas. Oleh karena itu, beberapa dosen yang bijaksana biasanya memulai kuliah lebih lambat yaitu pukul 13.15 atau 13.30, tetapi beberapa dosen yang tidak mau kompromi soal waktu, apapun alasannya, tetap memulai kuliah pukul 13.00.

Kalangan civitas ITB terbagi dua dalam memilih tempat shalat Jumat. Bagi yang ingin cepat dan enggan shalat Jumat di Salman, mereka memilih shalat Jum’at di masjid PDAM Jalan Ciung Wanara yang letaknya tidak jauh dari masjid Salman. Di kalangan civitas ITB ada joke tentang ini: kalau mau shalat Jumat dengan kecepatan ‘turbo’ maka shalat Jumatnya di di PDAM (tetapi sekarang tampaknya ada alternatif selain masjid PDAM, yaitu masjid BATAN di belakang GSG). Soal niat serahkan kepada masing-masing orang saja dalam menentukan pilihan.

Masalah ini seharusnya menjadi perhatian pengurus Masjid Salman (YPM) dan khatib yang akan mengisi khutbah Jumat. YPM perlu mengingatkan khatib untuk memberikan khutbah secara singkat, dan khatib juga perlu menyadari bahwa ada kendala waktu pada jamaah di lingkungan kampus atau di lingkungan perkantoran. Sejauh pengamatan saya, khatib Shalat Jumat yang orang Indonesia memang suka berlama-lama menyampaikan khutbahnya. Pernah suatu kali ada khatib Jum’at di Salman yang sudah agak tua menyampaikan khutbah lebih dari 30 menit, hingga pukul 12.40 belum juga selesai. Saya lihat jamaah sudah banyak yang gelisah, terutama bagi yang punya acara atau kuliah pada pukul 13.00. Pukul 12.45 barulah khutbah selesai, ditambah dengan shalat Jumat 10 menit akhirnya ibadah Jumat selesai pukul 12.55. Benar-benar sangat mepet.

Menurut pandangan saya khutbah Jum’at tidak perlu berlama-lama, maksimal 15 menit sudah cukup. Yang penting isinya bernas dan bermanfaat buat jamaah. Khutbah yang berpanjang-panjang, datar, monoton, dan tidak memberi pencerahan, membuat jamaah bosan dan mengantuk. Saya pernah membaca sebuah Hadis Nabi yang menyatakan khutbah itu tidak perlu panjang-panjang. Saya menyimpan tulisan yang memuat Hadis ini, tapi ketika saya cari tidak ketemu sehingga tidak bisa saya kemukakan di sini (mungkin ada pembaca yang bisa memberikan hadis ini?).

~~~~~~~~~~~~~~~~
(Susulan) Naah, ini hadisnya. Seorang rekan memberikan hadis yang dimaksud:
Hadits Riwayat Muslim: Dari Abul Yaqdlan ‘Ammar bin Yasir r.a. berkata: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Sesungguhnya lamanya shalat seseorang dan singkatnya khutbah itu adalah membuktikan mahirnya agama seseorang, oleh karena itu perpanjanglah shalat dan persingkatlah khutbah”.
Dikutib dari : Terjemah “Riyadlus Shalihin ” ( kitab yang disusun oleh Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An Nawawi, seorang ulama besar yang hidup di tahun 618 H – 667 H) yang diterjemahkan oleh Drs. Muslich Sabar, tahun 1981 M, dan diterbitkan oleh Penerbit CV Toha Putra, Semarang, Jilid
I – halaman 558.

Tulisan ini dipublikasikan di Agama, Seputar ITB. Tandai permalink.

35 Balasan ke Khutbah Jumat di Masjid Salman Hari Ini Lain dari Biasanya

  1. dwinanto berkata:

    Iya nih, Pak,.
    Akhir-akhir ini sedang jarang Jum’atan di Salman, tadi baru pertama dalam 2 bulan terakhir dan ternyata mendapat kejutan seperti itu,. :D

    Yang sangat disayangkan adalah, bahwa sebagian besar orang tidak mendapat tambahan ilmu sedikit pun dari ceramah yang disampaikan,.

  2. pebbie berkata:

    kalau mau shalat Jumat dengan kecepatan ‘turbo’ maka shalat Jumatnya di di PDAM (tetapi sekarang tampaknya ada alternatif selain masjid PDAM, yaitu masjid BATAN di belakang GSG).

    ada penyebab khususnya Pak mengapa bisa cepat :D

  3. Oemar Bakrie berkata:

    Waktu di sekolah Perancis khutbah jum’at selalu pakai “full” bahasa Arab, khatibnya umumnya imigran yg berasal dari Aljazair atau Maroko. Setelah sholat jum’at dan doa biasanya ada resume-nya dalam bahasa Perancis, sehingga yg bukan “native speaker” seperti saya bisa ngerti …

  4. economatic berkata:

    Saya pernah shalat jum’at di Masjid kebanggaan ITB ini, memang sih tergolong cukup lama. Tapi omong-omong ada yang ngerti nggak isi khutbahnya..?

  5. Aku berkata:

    Bener juga, wat mahasiswa yang ada kuliah setelah sholat jumat mesti pinter ngatur waktu wat makan siang dan istirahat. Tapi harusnya pak khotib juga ngerti dong, jangan kutbah yang panjang tapi g dimengerti isinya..ngantuk deh..

  6. agung wijaya berkata:

    “Nabi saw. tidak memanjangkan nasihatnya pada hari jumat. Beliau hanya memberikan amanah-amanah yang singkat dan ringkas.” (H.R. Abu Dawud)…. Mungkin seperti itu. Wallahu a’lam

  7. nanang berkata:

    Saya pernah ikut Sholat Jumat di ‘masjid orang Bangladesh’ dan ‘masjid orang India’, khutbah2nya juga *selalu* singkat dan berbahasa Arab, tapi sebelum masuk waktu dhuhur, ada semacam ceramah + tanya jawab, ga tau isinya apa, kuch2 hotahei gitu bahasanya hehe. Hidup jumatan super turbo! hehe

  8. Ari berkata:

    Jadi kepikiran, apakah disunnahkan untuk menggunakan bahasa arab ? Atau karena kebetulan Imam atau komunitas di sekitar mengerti bahasa arab, walaupun pada akhirnya ditranslate ke bahasa “setempat” ?

    Ehhmm.. kayaknya kenal ama Nanang. Salam dari mbak Ning, kalau memang Nanang yang saya maksud :-)

  9. aa berkata:

    Ikut nimbrung om,
    Sepengetahuan saya, khotbah dan sholat pada hari jumat atau hari raya (idul fitri maupun adha) merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan,seperti halnya wudhu dengan sholat. Jadi khutbah mestinya menggunakan bahasa yang sama dengan sholat, yaitu bahasa arab. Maksud bahasa arab disini adalah ayat-ayat Tuhan ataupun sabda rosul yang berisi nasehat agama. Bagaimana?

  10. Larsa berkata:

    Kalau dari sumber yang pernah saya dengar, Nabi Muhammad SAW memang tidak memperpanjang khutbah Jumatnya. Bahkan shalatnya sendiri lebih lama dibandingkan dengan khutbahnya.

    Namun saya sendiri masih belum yakin atas kebenaran informasi tersebut. Hanya saja, menurut saya memang lebih baik kalau khutbah jumat tidak terlalu lama, tetapi isinya berbobot dan bermanfaat. Soalnya (bagi saya) khutbah jumat yang terlalu panjang dan berbelit-belit malah kurang menarik dan (sering sekali) membuat jemaahnya terkantuk-kantuk.

  11. rinaldimunir berkata:

    @Agung Wijaya: mungkin memang itu hadisnya. Terima kasih

  12. Ubay berkata:

    Assalamu’alaikum bang..
    Saya pernah shalat jumat di masjid RT di daerah jalan Belitung. Khatib membacakan hadits tentang hal tersebut. Bunyi persisnya lupa, tapi beliau sampaikan bahwa khutbah jumat yang terlalalu “ngayayay(berpanjang-panajng)” kurang baik, karena dapat membuat jamaah menjadi bosan, ngantuk (99%) dan akhirnya menjadi gunjingan diantara jamaah.

  13. alris berkata:

    Menurut saya khutbah jumat sedang-sedang saja. Gak terlalu lama tidak juga super turbo. Kelamaan bikin jamaah bosan, resah dan apa yang disampaikan tidak tidak masuk otak lagi, masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Super cepat juga gak baik, pelajaran apa yang bisa didapat dalam waktu sedikit, buat pengantar khutbah aja waktu udah abis. Sebaiknya khutbah dalam bahasa yang dimengerti oleh jamaah secara umum. Saya gak paham bahasa arab, jadi kalo khutbah jumat dalam bahasa arab apa bisa mengerti nasihat yang diberikan oleh khatib? Lieur….

  14. otidh berkata:

    kalau Rasulullah sudah memberikan nasehat dalam hadits seperti demikian (insya qjji hadits shohih), kenapa di masjid-masjid besar di Indonesia selalu lama ya khutbahnya?

  15. otidh berkata:

    kalau Rasulullah sudah memberikan nasehat dalam hadits seperti demikian (insya qjji hadits shohih), kenapa di masjid-masjid besar di Indonesia selalu lama ya khutbahnya?

  16. Saya dulu pernah ke masjid Salman mungkin 2x karena ingin berkunjung ke teman saya yang di ITB, masjidnya sejuk juga karena di sekitarnya sangat rindang (sekitar 2 tahun yang lalu jaman masih kuliah di bandung)

    tapi lama atau sebentar sebenernya yang paling penting adalah contentnya, tidak ada khutbah yang tidak bermanfaat, insya Allah ada manfaatnya barang sedikitpun.

    kalaupun ada khotib yang khutbah menggunakan bahasa Arab dan jama’ah nya tidak mengerti apa yang disampaikan, at least kita jadi tau jika dengan cara seperti itu maka jama’ah tidak mengerti apa yang disampaikan sehingga kita tidak akan menggunakan metode seperti itu.

    jadi tidak ada yang sia-sia atau tak bermanfaat di dunia ini, semua hal bermanfaat :D

    apa kabar pak rinaldi? :D

  17. Catra berkata:

    wah pada hari itu saya sholat di PDAM pak, supaya menghindari sholat di salman yang rada-rada lama. trus saya kaget, lho kok salman selesai duluan? hehehe

  18. Jeneri berkata:

    Wow,,
    Bahkan khotib pun masih perlu belajar dr pndengarnya yah..

  19. Affan berkata:

    Setahu saya sih, khotbah Jumat itu memang ada rukunnya, yaitu Rukun Khotbah : Membaca syahadat, salawat nabi, ayat Al Quran yang memuat tentang seruan taqwa, dan membaca satu ayat Al Quran apa saja. Masing2 itu berurutan, dan dibaca dua kali (khutbah pertama dan khutbah kedua). Dan ini harus pake bahasa Arab, bukan bahasa Indonesia.

    Selama rukun khotbah terpenuhi, ya suka-suka khotibnya mau khutbah seperti apa, syukur2 nggak panjang2 tapi bernas, berisi dan mudah dipahami bagi jamaahnya agar jamaahnya nggak cepat tidur :) Yang sedih kalau sudah khotbahnya panjang, tapi rukun khotbahnya ketinggalan…

  20. Ahmad Fauzi berkata:

    Numpang lewat pak!!!. Emang seperti itu harusnya. Khutbahnya dipersingkat dan sholatnya diperpanjang yang pentingkan khutbahnya itu singkat, padat, dan jelas daripada khutbah panjang yang bertele-tele. Dan biasanya jamaah sering lupa isinya khutbahnya karena terlalu panjang walaupun isinya itu bagus

  21. Abdurrahman berkata:

    Memang pendek lah seharusnya, bwt yg blg super turbo, bisa jadi itu lebih baik disisi Allah.
    kalau gak salah, umar sendiri pernah berkutbah hanya dgn satu kalimat

  22. Julia Perez berkata:

    Download Software AL-QUR’AN Pro Ver. 3.0
    Al-Qur’an lengkap 30 juz ( 114 Surat + teks & terjemahan (Arab/English/Indonesia))
    Tafsir Quran Lengkap, Penunjuk waktu sholat, 21 bahasa terjemahan Al-Quran, Al-Qur’an Audio with Voice of Shaikh Sudaish (Imam Mecca).
    Download Gratis Sekarang . Link Download http://www.ziddu.com/download/3082887/Al-QuranProVer.3.0.exe.html

  23. Asop berkata:

    Harusnya seperti itu, bukannya emang ga boleh khotib khutbah terlalu lama? Justru harus tahu diri khatib-nya, kan ada banyak mahasiswa juga di sana..

    Itulah yg membuat saya jarang shalat Jumat di Salman, mending di masjid Batan… >.<

  24. deddy rm berkata:

    Sebagai orang yang “berpendidikan” mestinya kita berpikir bahwa segala sesuatu ada peruntukannya. Kalo berbicara tentang air, masing-masing jenis air ada peruntukannya. Air sungai dengan kualitas tertentu bisa digunakan untuk irigasi, namun jelas tidak bisa untuk air minum. Karena peruntukan air sungai tersebut memang bukan untuk air minum.

    Demikian juga khutbah jum’at.
    Khutbah jum’at itu peruntukannya adalah untuk “mengingatkan” jamaah jum’at untuk meningkatkan taqwa.

    Banyak khatib yang salah memahami peruntukan khutbah jum’at ini. Khutbah jum’at sering dijadikan ajang ta’lim… Ya jelas salah lah. Peruntukan khutbah jum’at bukan untuk Ta’lim. Tapi tadzkir atau pengingat agar bertaqwa.

    Jadi, ya nggak perlu lama-lama. Lima belas menit aja udah terbilang lama…

    Lima tahun saya di ITB, belum pernah tuch saya mendengar khutbah pendek di Salman. (Saya skrg udh gak di Bdg lagi, jd nggak tahu gimana kondisinya skrg di Salman)..

    Dan bukan cuma di Salman aja, hampir di seluruh masjid besar yg saya pernah shalati jum’at, rata2 khutbahnya lama… Parah betul !!! Saya sering kali jadi ngantuk.

    Khutbah Jum’at itu BUKAN TA’LIM.
    Jadi, NGGAK PERLU berlama-lama!!!

    Btw, Kalau mau mendengar khutbah yg pendek, dateng aja ke kampung halaman saya. Tapi di desa kecil di Jawa Timur sana..

    Saya jadi heran.. Tampaknya dalam hal khutbah ini, penduduk desa lebih “berpendidikan” daripada penduduk kota !!!

  25. Asop berkata:

    @ Deddy RM

    Setuju Mas… Emang bener apa yg dikatakan Mas. Masjid2 besar di Bandung semuanya khutbah lama! Saya, dari pada shalat di Salman, lebih milih shalat di masjidnya BATAN, di Tamansari. Itu pun juga kadang sama aja, lama juga khutbahnya… >.<

  26. abu fathin alwafie berkata:

    Khutbah jumah ya mestinya seperti itu, tidak terlalu panjang namun isinya bernas, yang pasti mengajak bertaqwa. makanya dengan intonasi dan suara yang tegas, lugas dan jelasbegitu

  27. ade berkata:

    setuju, jadi khutbah jum’at itu tidak perlu lama-lama. yang terpenting adalah apa yang disampaikan khutib dapat mengena kepada jama’ah.

  28. arifrahmat berkata:

    Setuju, Pak. Sunnahnya kan yang diperpanjang adala bacaan shalat Jum’at-nya, bukan khutbahnya.

    Mungkin di Masjid Salman perlu dipasang papan kecil seperti di PDAM ( http://arifrahmat.wordpress.com/2007/11/29/cepatnya-shalat-jumat-di-masjid-pdam-bandung-dekat-itb/ )

  29. iQbal berkata:

    Assalamualaikum Wr Wb.
    Terima kasih atas masukan dan sarannya. Insya Allah, YPM Salman ITB akan memperhatikan masukan2 di atas. Saat ini sudah diingatkan kepada khatib jumat untuk maksimal khutbah selama 20 menit.

    Wassalam

    iQbal Alfajri
    http://www.masjidsalmanitb.com
    http://www.cybermosque.com

  30. iman berkata:

    assalmu’alaikum wr.
    Berkaitan dengan khutbah, baik itu khutbah jum’ah maupun idul fitri dan adha
    seharusnya tidak terlalu lama,hanya dalam sholatnya saja dilamakan hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW di atas. menurutku yang awam agama, sebaiknya khutbah itu tidak lama.

  31. ceuceu berkata:

    Jadi rindu dengan suasana Salman jaman dulu.
    Saya dulu sekitar tahun 88 – 93 suka ke salman.
    Disini jauh dari salman ga da suasana spt itu.
    Di mesjid salman kalo adzan dtg jarang ada yg masih lalu lalang semuanya tertib masuk mesjid shalat kalo yg ga sholat ya sembunyi di suatu tempat. Di negara antah berantah yang sholat sholat yg main sepakbola or nyanyi2 ya nyanyi2 masing-masing punya pendirian hehehe…

  32. NaiLa LoVeP FaRiD berkata:

    ni,pak ada orng pak orngx itu perbuatanx jlek orngx tu gk prnh slot bgmna crax biar dia mau slat???

  33. RizKi LoVe **** 4 3V32 berkata:

    Wakakak podo ae

  34. Risan berkata:

    yach…td di tempat q limayan lama…

  35. Risan berkata:

    yach…td di tempat q lumayan lama…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s