Catatanku

Mahasiswa ITB Diculik (atau Hilang?)

24 November 2008 · & Komentar

Biasanya penculikan banyak menimpa anak-anak, tetapi beberapa tahun terakhir modus penculikan juga menimpa mahasiswa atau orang dewasa. Motifnya bermacam-macam, misalnya uang (modus ini paling banyak), dendam (penculik punya masalah pribadi dengan orangtua korban), atau dijual untuk djadikan pengamen, pengemis, atau (maaf) pelacur.

Pagi tadi ketika membuka e-mail, saya membaca sebuah kiriman e-mail yang cukup mengagetkan: ketua Himpunan Mahasiswa Planologi ITB (HMP-ITB), yang bernama Mizan, hilang. Apakah Mizan hilang atau diculik orang, tiada yang tahu (hingga saat tulisan ini dibuat). Berikut sebagian isi e-mail tersebut:

Kamis (201108), pak Roos (dosen PL) mengundang Kahim, BP, dan panitia inti MPAB buat ketemu bahas masalah keberlanjutan mpab. menurut keterangan keluarga, hari itu Inoel (nama panggilan Mizan) udah bangun pagi2 siap2 buat ke kampus (krn ada TFT panitia MPAB jg jam8).. trus dia minta uang 150ribu ke ibunya buat benerin kacamata+uang bensin. Inoel bilang lagi ke ibunya klo dia mau mampir dulu ke Griya Arcamanik krn ada yg mau dibeli. berangkatlah dia dengan jalan kaki, krn Griya nya juga deket bgt sama rumahnya, dengan kondisi tas, laptop, dan sepatu yang akan dipakai untuk ke kampus masih ditinggal di rumah (Inoel masih pake sendal jepit).. pada saat itu, Inoel mengirim sms kepada saya (imam), agung (ketua mpab), dan dito 2006 bahwa ybs akan hadir terlambat di kampus , tapi sebelum jam 9 sudah akan berada di kampus utk menemui pak Roos. ini menunjukkan bahwa ybs sebenarnya berniat untuk datang ke kampus. setelah itu, keberadaan inul tdk diketahui lagi.. SMS terakhir dia pagi itu adalah ke Maria Goretti (Yanie) yang isinya “nie tlg”, di mana sms tsb ketika dibalas sudah tidak tersambung. sejauh ini.. beberapa warga HMP sudah mencari inul ke rumah sakit di bandung, kantor polisi, mesjid2, sekolah inoel SD sampe SMA, temen2nya dari SD sampe SMA, Griya Arcamaniknya. . tapi nihil.. hari ini, 221108, ayah inoel ke kantor polisi sepulangnya beliau dari Aceh krn Inoel udah menghilang 2×24 jam. sementara ibu iIoel stand by di rumah karena pagi tadi, pembantu di rumah Inoel terima telpon yang pas diangkat lama gak ada suara dan tiba2 ada bentakan ‘diem lo!!’ dan telponnya dibanting…

Dimana kamu Mizan?

Di bawah ini foto Mizan yang memakai jaket himpunannya (sumber: Detik.com):

mizan

Saya jadi teringat pengalaman mahasiswa IF yang pernah menjadi korban penculikan, mahasiswa angkatan 200x (sengaja tidak disebutkan dengan jelas tahun angkatannya). Dia sedang berjalan sendirian di Jalan Ganesha, pulang dari kampus. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti memepetnya lalu menyuruhnya segera masuk. Si mahasiswa dibawa berputar-putar, mulutnya dilakban, dan dia disekap beberapa hari. Orangtuanya di Pulau Sumatera dikontak oleh komplotan penculik. Penculik meminta tebusan uang. Setelah uang diperoleh, si mahasiswa dibuang di jalan tol.

Memepet dengan mobil dan menyuruh korban segera masuk ke dalam mobil merupakan salah satu modus penculikan mahasiswa. Cara lain yang banyak dlakukan oleh penculik adalah pura-pura menjemput korban di kampus atau di tempat kosan. Penculik berpura-pura mengabarkan bahwa orangtua atau teman si korban sedang sakit parah atau kecelakaan dan dia diminta segera ke sana. Penculik mengaku sebagai utusan keluarga yang diminta menjemput korban. Pada situasi yang dihinggapi rasa panik seperti itu, si korban tentu tidak bisa berpikir jernih, minimal menelpon untuk mencari tahu apakah benar orangtuanya atau temannya sakit/kecelakaan. Mungkin juga si penculik memutus atau memblokir komunikasi dengan orang yang dikabarkan sakit. Si korban percaya saja dengan penculik dan menuruti langkah penculik menuju mobil.

Cara yang mirip dengan di atas adalah dengan mendatangi si korban (di kampus, di kosan, atau di tempat umum) lalu menuduh si korban telah berbuat kesalahan kepada saudara penculik (misalnya menabrak motor saudaranya itu). Si penculik meminta korban ikut bersama mereka ke rumah saudaranya itu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya (yang sebenarnya hanya bohong belaka). Ceritanya mungkin berakhir seperti kasus mahasiswa IF tadi.

Kita harus berhati-hati bila ada orang asing yang memberi kabar mengagetkan seperti ini. Tindakan pertama bila mengalami kasus ini adalah berpikir waras dan tetap tenang. Selain itu, hindari berada di tempat sepi dan usahakan selalu bersama.

Kategori: Seputar ITB

38 tanggapan so far ↓

  • anggriawan // 24 November 2008 pada 14:18 | Balas

    iya,, ceritanya serem pak..
    mana pakai sms terakhir minta tolong pula.. :|

    semoga mizan bisa kembali dengan selamat… -__-’
    kasian orang tuanya..

  • zamakhsyari // 24 November 2008 pada 14:37 | Balas

    mizan teman saya pak, semoga dia cepat ditemukan..

    kabar terakhir saya dengar sudah dicoba segala cara sampai tracking imei telepon selular dan data panggilan telepon dari nomor mizan telpon lewat telkom sudah dicari pula kebeberapa bagian di kota bandung masih nihil..

    dari informasi teman sudah diadakan do’a bersama juga dirumah yang bersangkutan..

    sedihnya cuma bisa bantu do’a dari sini..

  • rinaldimunir // 24 November 2008 pada 14:49 | Balas

    @anggriawan dan @zamak: berarti dari tanggal 20 hingga sekarang sudah 4 hari hilang. Tega benar orang yang menculiknya (kalau benar diculik). Kalau ada masalah dengan orangtuanya, kenapa anak yang jadi korban?

  • Oemar Bakrie // 24 November 2008 pada 16:21 | Balas

    Makin nggak aman ya negara kita … Mudah-mudahan Mizan segera kembali dengan selamat. Amin.

  • Aryansah // 24 November 2008 pada 17:48 | Balas

    Iya, itu salah satu temen saya…
    sampai sekarang belum ada kabar, entah diculik entah apa, yang jelas kita jangan berfikir yang macem2 dulu…
    mudah2an Inoel selamat apapun kejadiannya…

    Sampe sekarang pun temen2 Inoel masih bantuin cari dia…
    Mohon doanya aja dari semuanya…

  • reytia // 24 November 2008 pada 20:00 | Balas

    dia juga temen saya pak.. pas kejadian saya sdg di jkt jd saya ga tau banyak, tapi denger2 sampai tadi pagi (senin) masih blm ada pihak yg minta tebusan..

    smoga inoel selamat dan bisa cepet pulang..

  • Andika // 24 November 2008 pada 22:23 | Balas

    inoel salah satu teman saya dari SMP sampai kuliah…

    hingga saat ini masih belum juga ada titik terang atas keberadaan inoel.

    Mohon doanya untuk keselamatan inoel…

  • ayuu // 25 November 2008 pada 08:16 | Balas

    amiin…amiin

  • Yasrid // 25 November 2008 pada 09:13 | Balas

    Kalau bapak ingat penghargaan Ganesha Prize 2005 untuk Satria Zulkarnaen (Izoel) dari Fisika ITB, maka Mizan (Inoel) itu adik kandungnya beliau. Kasian kakaknya itu sekarang pun ikut uring2an padahal ia baru saja memulai studi doktoralnya di LN…

    Waktu denger cerita hilangnya Inoel dari kakaknya langsung, saya ikut terharu dan tak terasa berlinang air mata…
    Moga Inoel cepat ditemukan, kasian semua keluarga dan teman-teman yang mengenalnya dengan baik. Dia jg teman baik saya semasa SMA…

    Doakan untuk keselamatan Inoel…

  • omiyan // 25 November 2008 pada 10:05 | Balas

    Jadi setidaknya kita dukung terus penagkapan preman, para bapak preman alias bekingnya plus tukang culik nya ya…..

  • Serena van der Woodsen // 25 November 2008 pada 10:12 | Balas

    Semoga Mizan bisa ditemukan dalam keadaan selamat..

  • yaniwid // 25 November 2008 pada 10:45 | Balas

    Turut prihatin dan berdoa, mudah-mudahan segera berakhir dengan baik…

  • Novi // 25 November 2008 pada 11:20 | Balas

    semoga mizan cepat di temukan dalam keadaan yg selamat pula amiin..

  • mudha // 25 November 2008 pada 11:31 | Balas

    tim SAR indonesia harus meningkatkan performanya.

  • arifrahmanlubis // 25 November 2008 pada 11:33 | Balas

    semoga mizan segera kembali dalam keadaan sehat wal afiat.

  • bangzenk // 25 November 2008 pada 12:14 | Balas

    gile…

    semoga ybs bisa kembali pulang dengan selamat.

  • ibnu1edy // 25 November 2008 pada 13:19 | Balas

    moga segra ditemuin.

  • dwinanto // 25 November 2008 pada 14:41 | Balas

    Iya nih, ini hari ke-6 berarti menghilangnya beliau,.
    Semoga segera ditemukan,.
    Malam ini ada kumpul beberapa rekan untuk membahas apa yang bisa dilakukan untuk membantu,.

  • stefanus astrianto // 25 November 2008 pada 16:24 | Balas

    Koq serem ya,
    di Bandung udah main culik-culikan..
    Semoga cepat ditemukan,
    satu kampus udah mulai geger.

    mas dwinanto,
    ati2 loh,
    siapa tau lagi musimnya “kahim”… :)

  • syukriy // 25 November 2008 pada 17:08 | Balas

    Semoga bisa ditemukan dala keadaan sehat wal’afiat. Amin. Cuma bisa bantu lewat do’a.

  • Gyl // 25 November 2008 pada 17:09 | Balas

    Hoo.. ngeri juga. Semoga cepat ketemu dech..

    Polisi gimana pencariannya ? Petunjuk yg ada sedikit sich ya :|

    O ya, kata temen media juga memberitakan ini tapi jadi gosip malahan. Arah beritanya malah gak bener. Gak tau lagi sich.. saya belum nonton TV lagi 2 hari ini.

    Ya, semoga selamat mizannya..

  • indah // 25 November 2008 pada 17:22 | Balas

    semoga inoel dapat cepat di temukan, dan dapat berkumpul lagi di tengah2 keluarga dan teman2 tercinta

  • alv // 25 November 2008 pada 20:41 | Balas

    iya dosen gw jg tadi pagi2 udh ribut aja tuh mslh itu. trus tadi gw jg ngomongin tu sm anak PL katanya blm jelas yg nyulik siapa masih spekulasi, di berita ma koran jg udh terbit tuh! waah serem jg yaa..

  • Zulfi // 25 November 2008 pada 23:35 | Balas

    Di UGM (mahasiswa fakultas ekonomi) beberapa waktu lalu juga ada peristiwa seperti itu…
    Namun, saya belum tahu updatenya seperti apa saat ini

  • OB // 26 November 2008 pada 00:12 | Balas

    Waduh.. Serem juga ya.. Semoga Inoel cepet ditemukan.. Saya juga berharap Inoel ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.. Amien..

  • aRuL // 26 November 2008 pada 01:42 | Balas

    hmm… koq sampe begitu yakz…
    wah hati2 nih kalo kita jalan sendiri..
    harus bareng

  • gusthy // 26 November 2008 pada 04:05 | Balas

    semoga ce[pat ditemukan….Tuhan melindungimu slalu

  • Jiwa Musik // 26 November 2008 pada 07:25 | Balas

    subhanalooooh…….. aku mak gring baca ini :(

    ternyata penculikan mahasiswa angkatan 198x (sengaja tidak disebutkan dengan jelas tahun angkatannya) sampe kini masih berlanjut, jangan2 para penculiknya itu pensiunan laksus, bakorstranasda, etc yg kurang kerjaan apa di masa kini yaa… astafiruloh saia kok malah suzon

    wueleh…. kok jadi ikutan sewot nih.
    yg saia heranin, apa para teman2 mahasiswa pd gak ikut nyari2in tuh kayak zaman2 198x dulu? makanya galakkan terus tuh os, ospek, etc. mudah2an lekas ketemu dan penculiknya dibekuk biar gak terulang lagi kejadian begini. amin

    tfs buat empunya blog

  • aditcenter // 26 November 2008 pada 10:38 | Balas

    Mungkin di ITB sudah kebanyakan mahasiswa yang “KAYA”…
    sehingga menarik hasrat para penculik untuk menguras harta si mahasiswa….

    Mungkin ini dampak dari ITB-BHMN….

    Gimana Pak Rektor? Kasih respon apa dia?

  • djonson djuli // 26 November 2008 pada 13:37 | Balas

    mari satukan doa untuk keselamatan mizan
    dengan keyakinan akan kekuatan do’a.
    semoga mizan selamat
    dan berkumpul kembali dengan keluarga dan teman-temannya.

  • ibu lilis r juwita // 26 November 2008 pada 19:06 | Balas

    saya sbgai seorang ibu, dpat mrsakan semuannya. semoga sampai saat ini dan seterusnya Inoel dalam keadaan sehat akal dan pkiran, semoga Tuhan melindungi mu…

    kepada orang yang ”bermaksud kurang baik” mohon segera disadarkan, Allah pasti mengampuni kalian.
    ibu mhon kemblikan Inoel kpd orang” yang mencintai n menyayanginnya..ibu yakin sbnarnya klian adlah manusia” baik tapi sdang terssat, sgralah bertobat…

    Amin….

  • Hasan Seru // 27 November 2008 pada 16:56 | Balas

    saya mendengar berita ini dari teman saya di ITB,,,, moga2 cepet ketemu dalam ekadaan sehat walafiat

  • anonim // 29 November 2008 pada 15:21 | Balas

    Alhamdulillah Inoel sudah ditemukan di daerah tasikemalaya, saat ini rombongan sedang dalam perjalanan menuju mapolres bandung..
    Alhamdulillah di hari ke-9 hilang, akhirnya teman saya ditemukan..

  • anonim // 29 November 2008 pada 15:21 | Balas

    maksudnya tasikmalaya

  • anita // 29 November 2008 pada 19:51 | Balas

    Innalillaahi
    ko bisa ya…hati-hati bagi rekan2 mhasiswa. di UI jug a pernah terjadi kaya gitu bahkan sampai terjadi pembunuhan. seringlah meminta perlindungan kepada Allah karena Dia-lah yang menggenggam nyawa kita…semoga Mizan selalu dalam lindungan Allah Yang Maha Menjaga makhlukNya.

  • Kawan kami telah pulang… « Sigma Punya Cerita // 30 November 2008 pada 12:13 | Balas

    [...] rekanan yang menulis tentangĀ  kehilangan ini di blog masing-masing, seperti aul dan sawung. Sampai Pak Rinaldi, dosen Informatika berkomentar mengenai ini. Ada juga blog yang mengupas ini dengan gaya yang [...]

  • lily // 30 November 2008 pada 16:42 | Balas

    kelewatan amat yang nyuliknya ya ?! alhamdulillah akhirnya ketemu juga inoel , semoga lekas sembuh dan segera keluar dari RS Sartika Asih.

  • Inoel Sudah Ditemukan, tetapi Misteri Penculikan Masih Gelap « Catatanku // 1 Desember 2008 pada 12:40 | Balas

    [...] mahasiswa Planologi ITB yang hilang, berhasil ditemukan. Seperti diberitakan sebelumnya (baca tulisan yang lalu), Inoel menghilang sejak Kamis (20/11). Menurut berita koran, Inoel ditemukan di salah satu masjid [...]

Tinggalkan sebuah Komentar