Capres Stok Lama

Pemilu 2009 sudah diambang pintu. Selama tahun 2008 yang akan segere berakhir, kita menyaksikan kemunculan tokoh-tokoh yang mencalonkan diri menjadi calon presiden. Yang sudah pasti adalah PDIP yang mencalonkan Megawati (nggak kebayang PDIP tanpa Mega, apa jadinya ya, maka tak heran Megawati dikultuskan di dalam tubuh PDIP). Partai Demokrat sudah bakal pasti menjagokan SBY kembali sebagai capres. Selain itu juga muncul nama-nama seperti Wiranto, Jusuf Kalla, Sultan Yogya, dan Prabowo. Nama-nama baru yang pernah muncul sudah mulai tenggelam dan nyaris tidak disebut-sebut lagi dalam hasil jajak pendapat, misalnya Rizal Mallarangeng, Hidayat Nur Wahid, dan Sutrisno Bachir.

Sayangnya capres yang muncul masih muka-muka lama alias stok lama alias itu lagi itu lagi. Megawati misalnya, tampaknya belum “puas” menjadi presiden, sekarang berusaha lagi untuk comeback. Bahkan, Amien Rais pun mulai “gatal” turun gunung mencoba peruntungan.

Indonesia tampaknya gagal melakukan regenerasi kepemimpinan. Calon yang muncul adalah generasi tua yang seharusnya cukup puas menjadi penonton saja. Di sisi lain, calon muda yang muncul kurang populer meski kapasitas intelektual mereka tidak diragukan lagi. Pengalaman pemilu di mana-mana menunjukkan popularitas adalah faktor kunci untuk memenangkan pemilu. Intelektualitas nomor dua. Mengharapkan “Obama-nya Indonesia” muncul tampaknya masih jauh. Mungkin 10 tahun lagi.

Maka, pada Pemilu 2009 tampaknya kita menyaksikan pertarungan capres stok lama. Kalau tidak Mega, ya SBY lagi.

Tampaknya sebuah keajaiban kalau muncul calon alternatif yang bisa mengalahkan muka-muka lama ini. Siapa dia? Masih ada waktu beberapa bulan menunggu datangnya capres ajaib ini.

Jalan Dago Bersih dari Papan Iklan. Semuanya? Tidak

Jalan Dago (nama resminya Jl. Ir. H. Djuanda) adalah salah utama di kota Bandung. Jalan ini sangat bersejarah, karena sudah ada sejak kota Bandung dibangun dulu. Di sepanjang jalan ini berderet-deret rumah gaya Belanda. Tapi itu dulu, sekarang Jalan Dago sudah tidak nyaman lagi, sudah menjadi kawasan bisnis. Padat, macet, khususnya di akhir pekan. Rumah-rumah klasik itu sudah berganti dengan factory outlet, bank, mal, restoran, toko, dan lain-lain. Hanya tersisa beberapa buah rumah yang masih dihuni, tapi saya yakin suatu saat pemiliknya akan “menyerah” juga dan merelakan rumahnya berganti menjadi tempat bisnis. Harga tanah di Jalan Dago mungkin sudah gila-gilaan kali ya.

Karena Jalan Dago adalah jalan utama, maka puluhan papan iklan (billoard) bertebaran di sepanjang jalan. Kehadiran papan iklan itu merusak estetika Jalan Dago. Sepanjang jalan kita disuguhkan pemandangan reklame yang besar-besar. Sungguh tidak nyaman.

Sukurlah Pemkot mulai “sadar”. Melalui Perda nomor sekian, Jalan Dago dan beberapa jalan lainnya dibebaskan dari papan iklan. Beberapa hari ini kalau anda jeli memperhatikan, puluhan reklame dicopot dari papannnya, seperti tampak pada foto di bawah:

dago1

Billboard kosong itu tidak akan berdiri terus di situ, tiangnya mulai dicabut satu per satu sehingga tidak ada lagi papan ilan berdiri di sepanjang jalan ini.

Apakah Jalan Dago benar-benar bersih dari papan iklan? Ho..ho, tidak, ternyata tidak semua papan iklan dicabut. Megatron (papan iklan elektronik yang menayangkan video iklan) sepertinya tidak tersentuh Perda itu, seperti megatron di depan Bank BCA (seberang jalan layang Pasupati) ini:

dago2

Apakah ada diskriminasi dalam kasus ini? Wallahu alam. Megatron dan billboard sebenarnya sama saja, bedanya yang satu fisik dan yang satu lagi elektronik.

Apakah Perda yang mengatur tata ruang itu “berani” menyentuh megatron di jalan Dago? Kita tunggu saja.

Nasi Goreng Padang Kesukaan Pak Bondan

Sudah lama saya berkeinginan makan nasi goreng khas Minang di Bandung. Dulu Catra pernah merekomendasikan nasi goreng padang di Pasar Simpang Dago, katanya nasi goreng ini pernah masuk tipi dalam acara Wisata Kuliner asuhan Pak Bondan Winarno.

Kemaren sore saya melewati ke Pasar Simpang Dago, saya cari-cari pedagang nasi goreng padang itu, syukurlah ketemu juga. Warung kaki lima ini terletak di pinggir Jalan Ir.H.Juanda (depan pertigaan Jl. Tubagus Ismail), tepatnya di depan Gedung Pusat Penelitian Air. Ini dia foto warungnya:

nasgor-1

Saya masuk ke dalam. Ternyata benar, di atas meja ada foto pemilik warung ini dengan Pak Bondan:

nasgor-2

Wah, promosi nih, kata saya dalam hati. Berarti benar Pak Bondan pernah makan di sini sekalian shooting acara makan-makannya itu.

Saya pesan dua bungkus nasi goreng untuk dibawa pulang (lebih enak makan di tempat). Selain nasi goreng khas Minang (Padang), ada juga soto padang. Saya juga pesan satu bungkus soto.

Ini dia foto nasi goreng khas Minang yang sudah ditaruh ke dalam piring setiba di rumah (sayang pencahayaannya kurang ya):

nasgor-3

Ada telur mata sapi, irisan ketimun, irisan tomat, dan kerupuk merah. Sepintas tidak ada bedanya dengan nasi goreng yang dijual kebanyakan pedagang Jawa Timur atau pedagang asal Tegal/Banyumas. Tapi kalau dilihat lebih detil dan dicoba rasanya, baru kelihatan bedanya. Nasi goreng padang tidak berminyak atau basah, hal ini karena penggunaan minyak goreng lebih sedikit. Warnanya merah karena kecap tidak digunakan overdosis seperti pada nasi goreng lainnya. Warna merah berarti penggunaan porsi cabe lebih banyak, maka dapat ditebak rasanya pedas menggugah selera, tapi tidak terlalu pedas. Di dalam nasi goreng kita temukan irisan daun seledri sehingga nasi goreng terasa lebih harum.

Nasi goreng semacam itu umum kita temukan di Sumatera Barat dan di rumah makan di semua tempat di sana. Bumbunya macam-macam: bawang merah, bawang putih, cabe merah, pala, garam, merica, digerus sampai halus dengan batu lado. Bumbu ini dirajang dengan sedikit minyak sampai harum. Masukkan irisan daun seledri dan bawang daun (bawang perai kalau bahasa Minangnya). Tidak perlu mencampurnya dengan telur, karena telurnya nanti dibikin sebagai telur mata sapi atau telur dadar saja. Kecap cukup sedikit saja. Penyedap? Tidak usah, sebab bumbu itu saja sudah enak, tapi kalau mau ya boleh-boleh saja.

Silakan dicoba, atau kalau malas memasaknya datang saja ke Pasar Simpang Dago, cari warung nasi goreng di atas.

Isa dalam Pandangan Orang Islam dan Kristen

Sebentar lagi ada hari besar di seluruh dunia, yaitu hari raya Natal. Saudara-saudara kita umat kristiani menyambut Natal dengan sukacita. Nah, saya di rumah juga merayakan hari natal (“n” kecil), tapiii ….natal dalam pengertian hari kelahiran (natal kan artinya kelahiran). Natal hari yang penting dan bersejarah bagi saya, karena anak saya yang pertama lahir pada tanggal 25 Desember, persis di Hari Raya umat Kristiani. Saya masih ingat pada tanggal itu hari libur, saya tergopoh-gopoh di tengah kepanikan mencari taksi di jalan raya karena istri menunjukkan tanda-tanda mau melahirkan. Anak saya lahir tepat pada Hari Natal, jadi ulang tahun anak saya juga dirayakan jutaan orang di seluruh dunia, he..he.

Natal dalam perspektif Kristen adalah hari kelahiran Yesus (atau Isa dalam bahasa Arab). Orang Islam dan Kristen sangat menghormati Isa atau Yesus, hanya cara memandangnya berbeda. Bagi orang Kristen, Yesus adalah Tuhan (sehingga sering disebut juga Tuhan Yesus), sedangkan bagi orang Islam Yesus bukanlah Tuhan, dia hanyalah seorang utusan Allah SWT, seorang nabi dan rasul yang diutus kepada kaumnya. Inilah menurut saya perbedaan mendasar antara ajaran Islam dan Kristen. Beberapa perbedaan lain yang saya catat mengenai pandangan terhadap Isa dalam perspektif Kristen dan Islam adalah:
- dalam ajaran Kristen, Yesus dilahirkan di kandang domba, dalam ajaran Islam Isa dilahirkan di bawah pohon kurma;
- dalam ajaran Kristen, Yesus mati di tiang salib, dalam ajaran Islam yang mati ditiang salib adalah muridnya yang berkhianat yang bernama Judas, yang oleh kuasa Allah SWT wajahnya diserupakan dengan Isa, sedangkan Nabi Isa diselamatkan oleh Allah;
- dalam ajaran Kristen, Yesus adalah anak-Nya yang tunggal, dalam ajaran Islam Allah SWT tidak mempunyai anak dan juga tidak diperanakkan.

Itulah beberapa perbedaan cara memandang Isa atau Yesus dalam ajaran Islam dan Kristen, tetapi saya kira hal ini tidak perlu diperdebatkan atau diperselisihkan, karena masing-masing agama mempunyai keyakinan (akidah) masing-masing. Silakan kita menyakini ajaran agama amsing-masing soal Nabi Isa/yesus. Yang perlu dilakukan oleh umat Islam maupun umat Kristen adalah saling menghormati keyakinan masing-masing mengenai Isa/Yesus. Orang Islam tidak perlu menafsirkan Alkitab sesuai keyakinannya, begitu juga orang Kristen juga tidak patut menafsirkan Alquran sesuai keyakinannya. Tiap agama mempunyai cara menfasirkan kitab sucinya masing-masing. Dalam pandangan Islam, cukuplah bunyi ayat terakhir di dalam surat Alkafirun, yaitu “Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku”. Orang Islam meyakini apa yang tentang Isa Almasih seperti yang tertulis dalam Alquran dan Hadis, sedangkan saudara-saudara kita umat kristiani meyakini apa yang tertulis di dalam Alkitab mengenai Yesus. Dengan cara begini, maka hidup terasa indah karena kita saling menghormati perbedaan.

Saudara-saudara kita umat Kristiani merayakan kelahiran Yesus setiap tanggal 25 Desember. Di dalam Alquran tidak disebutkan kapan persisinya Nabi Isa dilahirkan, tetapi hanya disebutkan pada masa kelahiran itu pohon kurma masih berbuah, domba-domba masih merumput, jadi kira-kira Nabi Isa dilahirkan pada musim semi. Karena tidak ada catatan tanggal yang persis, orang Islam dapat merayakan kelahiran Nabi Isa kapan saja, tidak hanya pada tanggal 25 Desember saja. Setiap malam kita bisa merayakankan kelahiran Isa dengan membaca Surat Maryam.

Bagi saya, surat Maryam (Maria dalam versi Alkitab) di dalam Alquran adalah salah satu surat yang terindah. Maryam adalah salah satu wanita mulia sehingga namanya diabadikan sebagai nama surat di dalam Alquran (surat 19). Di dalam surat ini diceritakan proses kelahiran Nabi Isa dan mu’jizat yang menyertainya diwaktu kecil (bisa berbicara pada saat masih bayi). Begitu indahnya bunyi ayat-ayat di dalam Surat Maryam sehingga saya yang membacanya begitu terkesima ketika membaca terjemahannya. Cobalah baca surat Maryam ini di malam hari dengan khusyu’, lalu bacalah terjemahannya.

Di bawah ini terjemahan sebagian ayat di dalam surat Maryam yang sangat detil menceritakan kelahiran Isa:

[19.16] Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,

[19.17] maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

[19.18] Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

[19.19] Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

[19.20] Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

[19.21] Jibril berkata: “Demikianlah. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.”

[19.22] Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

[19.23] Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

[19.24] Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

[19.25] Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.

[19.26] Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini”.

[19.27] Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

[19.28] Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

[19.29] maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”

[19.30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.

[19.31] dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

[19.32] dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

[19.33] Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

[19.34] Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

[19.35] Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

[19.36] Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus

~~~~~~~~~~~~~~~~

Begitulah bunyi sebagian Surat Maryam yang saya sebut sangat indah itu. Membaca surat ini seolah-olah kita dibawa ke masa-masa Maryam melahirkan Isa, lalu Maryam yang diolok-olok kaumnya yang menuduhnya pezina, dan Isa kecil yang mampu berbicara sewaktu masih bayi. Ucapan Isa di bawah ini sangat berkesan bagi saya:

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.
(Q.S.19: 30-33).

Maha benar Allah Yang Maha Agung.

Itulah Isa Almasih putra Maryam, salah seorang Rasul dari 25 orang Rasul yang wajib diimani, yang ditakdirkan lahir tidak mempunyai ayah diperintahkan oleh Allah SWT untuk berbakti kepada ibunya, Maryam. Begitulah cinta Nabi Isa kepada ibunya, seorang wanita yang shalehah lagi mulia.

Isa adalah “milik” kedua agama samawi ini. Kita semua menghormati Isa.

Game “Lempar Bush dengan Sepatu”

Kita semua tentu sudah mengetahui insiden Presiden George W. Bush dilempar dengan sepatu oleh wartawan Irak, Muntazar Al Zaidi, pada waktu konferensi pers di Baghdad tanggal 15 Desember 2008 yang lalu. Kalau belum tahu, baca beritanya di sini atau yang ini. Sayang lemparannya tidak kena. :-)

Insiden pelemparan tersebut menjadi berita hangat di seluruh dunia. Wartawan Irak yang bernama Zaidi itu mendadak menjadi pahlawan di mata rakyat Irak dan dunia Arab pada umumnya atas keberaniannya yang spektakuler itu. Apa yang dilakukan oleh Zaidi seolah-olah mewakili perasaan hati sebagian besar orang Irak yang terlanjur membenci Bush, karena invasi AS ke negara teluk itu telah menewaskan ratusan ribu rakyat Irak dan menyengsarakan jutaan orang lainnya.

Terlepas dari salah atau benarnya tindakan Zaidi, beberapa jam sesudah peristiwa itu para perancang game di seluruh dunia meluncurkan program game online yang berisi permainan melempar sepatu ke arah Presiden Bush. Program game yang mungkin sifatnya olok-olok itu sudah dikunjungi jutaan orang.

Tiga buah game online tersebut dapat anda kunjungi dan mainkan dari browser dengan meng-klik tautan berikut:
1. http://www.paledu.info/bush_files/index.swf
Ini gambar screen-shot nya:

bush3

2. http://play.sockandawe.com/
Kalau yang ini game-nya lebih seru lagi, pakai suara asli teriakan Zaidi ketika melempar Bush (kalau komputermu tidak punya speaker tentu tidak bisa mendengarkannya). Ini gambar screen-shot nya:

bush1

atau yang ini:

3. http://www.max4object.com/games/file.php?f=167
Ini tampilan screen-shot nya:

bush2

Komentar saya atas semua game tersebut: lucu habis. Kreatif sekali para pembuat game ini. Yang paling bagus menurut saya game nomor 2.

Mencegah AIDS kok dengan Membagikan “K”?

Beberapa hari yang lalu ada peringatan hari AIDS sedunia. Di Indonesia hari AIDS juga diperingati dengan berbagai acara, salah satunya dengan pembagian kondom (selanjutnya disebut “k” saja ya, soalnya saya sendiri risih menyebutkanya, he..he) gratis bagi remaja dan anak-anak muda. “K” dibagikan pada acara-acara yang menyedot banyak remaja dan pemuda, misalnya acara konser musik. Setiap pengunjung konser musik diberi “oleh-oleh” berupa satu bungkus yang berisi beberapa buah “k”. Maksud si pemberi “k” mungkin begini: dengan penggunaan “k”, diharapkan penyebaran virus HIV-AIDS dapat diminimalisir.

Ada nalar yang tidak nyambung di sini. Apa hubungan antara pembagian “k” dengan pencegahan virus HIV?

Saya tidak habis pikir dengan jalan pikiran orang-orang di departemen kesehatan atau pihak-pihak (seperti LSM) yang mengkampanyekan pencegahan penularan virus HIV dengan membagi-bagikan “k” kepada anak-anak muda. Jika membagikan “k” di tempat lokalisasi yang begituan mungkin masih masuk akal. Silahkanlah bagikan “k” kepada wanita penjaja diri dan lelaki hidung belang. Tapi lha ini kok diberikan kepada remaja yang notabene belum menikah. “K” adalah alat kontrasepsi, barang ini ditujukan kepada pasangan yang telah menikah untuk menunda kehamilan. Jika “k” diberikan kepada para remaja itu, maksudnya untuk apa? Apa menyuruh mereka melakukan hubungan seks dengan menggunakan “k’?

Menurut saya, pembagian “k” kepada remaja/anak muda sama saja dengan melegalkan perzinahan atau bahasa lannya seks bebas. Sama saja dengan mendorong kaum remaja itu untuk melakukan seks bebas tetapi supaya lebih aman pakailah “k” (maksudnya aman untuk mencegah kehamilan maupun aman untuk mencegah virus HIV). Na’udzubillah min dzalik.

Kita memang tidak memungkiri jika sekarang ini pergaulan bebas di kalangan remaja sangat “mengerikan”. Hubungan seks pra-nikah sudah biasa dilakukan remaja, sebagaimana tergambar pada hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga yang menyatakan jumlah remaja yang melakukan seks pra-nikah semakin besar dari tahun ke tahun. Menurut BKKBN, 63% remaja Indonesia sudah melakukan hubungan seks diluar nikah (baca beritanya di sini). Maraknya industri pornografi, ikatan sosial di masyarakat yang semakin longgar, dan teralienansinya nilai-nilai agama/moral dari kehidupan adalah beberapa faktor pendorong orang berbuat zina. Tetapi fenomena ini bukan menjadi alasan untuk mengkampanyekan penggunaan “k” di kalangan remaja sebagai cara pencegahan HIV. Yang terjadi mungkin kontradiktif, yaitu timbulnya anggapan bahwa seks pra-nikah itu adalah legal sebab negara/lembaga tertentu memfasilitasinya dengan pemberian “k”.

Justru yang harus dikampanyekan kepada remaja adalah ajakan untuk tidak melakukan seks pra-nikah. Selain dosanya sangat besar, juga dapat menjadi sarana penularan berbagai penyakit menular seperti virus HIV itu. Di Amerika saja negeri yang sangat liberal sedang digalakkan kampanye kepada remajanya untuk menghindari hubungan seks pra-nikah, di Indonesia malah sebaliknya dengan membagi-bagikan “k”.

Disinilah pentingnya menanamkan pendidikan agama dan budi pekerti sejak dini kepada anak kita agar mereka mempunyai bekal iman yang kuat menghadapi tantangan dan godaan hidup di dunia ini. Ingatlah bahwa kita tidak selamanya hidup di dunia ini, pada masanya nanti akan tiba suatu hari dimana semua amal dan dosa kita mendapat balasan dari Allah SWT.

Akan datang hari, mulut dikunci
kata tak ada lagi
hanya tangan kita dan kaki kita jadi mulut kita

Berkata tangan kita, tentang apa yang dilakukannya
berkata kaki kita, kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita, bila harinya
tanggung jawab kita

(Chrisye, “Ketika Tangan dan Kaki Bicara”)

Tidak Mau Menjadi PNS?

Bulan Oktober dan November yang baru saja berlalu adalah masa seleksi penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ratusan ribu pelamar di seluruh Indonesia mengikuti seleksi ini. Bagi sebagian besar orang di daerah, menjadi PNS adalah idaman, seolah-olah tidak ada pekerjaan lain yang lebih baik selain PNS. Beberapa hari yang lalu hasil seleksi penerimaan PNS di beberapa daerah sudah diumumkan di media lokal. Di daerah asal saya, pengumuman ini disambut dengan meriah, sebagaimana dapat dibaca di koran Singgalang ini, media lokal di Padang.

Apa sih yang yang menyebabkan begitu banyak orang di daerah-daerah tergiur menjadi PNS? Banyak. Misalnya menjadi PNS ada jaminan di hari tua (pensiun), tidak terkena krisis (meski zaman lagi krisis gaji PNS tetap saja besarnya, tidak bakal berkurang), jaminan kesehatan, asuransi, dan lain-lain. Ada pula yang mengatakan bahwa menjadi PNS kerjanya lebih santai daripada pegawai swasta. Benarkah?

Pada pengumunan seleksi penerimaan PNS Tahun 2008 saya melihat banyak formasi untuk lulusan Informatika/Sistem Informasi di berbagai departemen dan berbagai pemerintah daerah. Saya bertanya kepada seorang wiudawan yang lulus bulan Oktober kemaren, apakah dia ikut tes CPNS? Dia jawab tidak berminat. Saya menduga sebagian besar lulusan wisuda Oktober maupun wisuda yang lalu-lalu juga tidak berminat mengikuti tes CPNS.

Saya tidak heran mengapa menjadi PNS tidak menarik bagi alumni ITB, khususnya alumni Informatika. Saya menduga-duga saja penyebabnya. Pertama, mungkin karena masalah gaji. PNS identik dengan gaji kecil. Menurut saya ini tidak selalu benar. Ada tunjangan-tunjangan lain selain gaji yang bakal diperoleh, lalu ada honor tambahan karena ikut dalam suatu tim, kepanitiaan, kunjungan kerja, dan lain-lain. Cukuplah untuk hidup bersahaja.

Kedua, mungkin karena karena citra PNS yang dianggap kurang baik, misalnya PNS dianggap identik dengan santai, malas, lamban, tidak profesional, terlalu birokratis, banyak korupsi, dan sebagainya. Menurut saya dulu mungkin begitu, tetapi sekarang dengan efektifnya lembaga pengawasan, maka kinerja PNS sudah lebih baik dari zaman dulu.

Saya rasa masih ada penyebab lain dari kedua hal yang saya sebutkan di atas, tetapi saya yakin alasan utama mungkin karena faktor materi. Lulus dari ITB kok menjadi PNS, mungkin begitu pertanyaan orangtua dan keluarga di kampung. Bagi keluarga di kampung, setidaknya lulus dari ITB itu kerjanya ya di perusahaan swasta yang gajinya besar atau di BUMN. Hingga saat ini masih ada anggapan di masyarakat kalau lulusan ITB harus mempunyai penghasilan besar. Ini tentu saja tidak benar. Kaya bukanlah tujuan hidup, bukan?

Minimnya lulusan ITB bekerja sebagai PNS di pemerintahan dan departeman sebenarnya patut disayangkan. Mereka mempunyai kualitas akademik yang bagus. Tenaga dan pikiran mereka sangat dibutuhkan untuk kemajuan bangsa ini, tetapi mereka tidak mau masuk ke dalamnya. Akhirnya formasi PNS diisi oleh lulusan dari perguruan tinggi lain yang mungkin beberapa diantaranya tidak memenuhi kaidah the right man in the right place.

Saya sih berharap agar banyak alumni ITB yang mau bekerja menjadi PNS di lembaga pemerintah dan departemen, supaya terjadi keseimbangan intelektual di lembaga-lembaga tersebut. Menjadi PNS bukan untuk kepentingan jangka pendek, tetapi untuk kepentingan jangka panjang, yaitu untuk kepentingan bangsa dan negara kita juga.

Menghitung Nilai AB dan BC

Kemaren saya menerima buku Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan ITB Tahun 2008. Salah satu isinya adalah penilaian prestasi hasil belajar mahasiswa. Sebagaimana sudah pernah saya tulis tentang rencana penggunaan nilai A, AB, B, BC, C, D, dan E di ITB (baca tulisan ini), ternyata memang sudah ditetapkan dan mulai diberlakukan mulai Semester I Tahun ajaran 2008/2009 ini. Tampaknya transkip nilai akademik mahasiswa mulai semester ini semakin “ramai” dengan karakater nilai.

Arti nilai-nilai tersebut adalah:

A (nilai 4,0) berarti sangat baik
AB (nilai 3,5) berarti nilai antara baik dan sangat baik
B (nilai 3,0) berarti baik
BC (nilai 2,5) berarti nilai antara cukup dan baik
C (nilai 2,0) berarti cukup
D (nilai 1,0) berarti hampir cukup
E (nilai 0,0) berarti kurang atau gagal

Ini pengalaman pertama kami mencoba memberi nilai dengan variasi yang lebih banyak. Hmmm… saya sudah membayangkan bagaimana cara menghitung nilai-nilai ini. Batas-batas nilai yang lama tidak berubah, batas A tetap 81 ke atas, B antara 71 dan 81, dan C di atas 56 (angka-angka ini bisa berubah bergantung rata-rata kelas, tetapi biasanya perbedaannya tidak terlalu jauh). Jadi, kalau ada penambahan nilai AB dan BC, maka saya berpikir sederhana saja. Saya tinggal membagi dua nilai A dan B untuk memperoleh batas nilai AB, yaitu (81 + 71)/2 = 76, dan untuk batas nilai BC saya tinggal membagi dua nilai B dan C, yaitu (71 + 56)/2 = 63,5.

Meskipun variasi nilai sudah lebih banyak, tetapi tidak menutup kemungkinan pasti ada mahasiswa yang tidak puas karena mendapat nilai “AB gemuk” atau “BC gemuk”. Biasalah. Tidak ada sistem penilaian yang memuaskan semua orang. Menurut saya penambahan nilai AB dan BC masih lebih baik dari sistem lama (5 nilai), IP mahasiswa lebih terangkat, dan yang diuntungkan mahasiswa juga akhirnya.

Toko Suami

Cerita metafor di bawah ini saya dapatkan dari Pak Suheimi di sebuah milis yang saya ikuti. Isinya cukup menarik dan mudah-mudahan dapat memberi pelajaran buat hidup kita.

~~~~~~~~~~~~~~~

Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di sebuah pusat kota dimana wanita dapat memilih suami…

Diantara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut:

Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI

Toko ini terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami. Semakin tinggi lantainya semakin tinggi pula nilai pria di dalamnya. Bagaimanapun ini adalah semacam jebakan. Anda dapat memilih pria di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak boleh turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.

Tertarik dengan promo itu seorang wanita pun pergi ke toko “suami” tersebut untuk mencari suami…

Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 1: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat kepada Tuhan.

Wanita itu tersenyum kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 2: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan sayang kepada anak kecil.

Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini:
Lantai 3 : Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, dan tampan.

” Wow.. keren”, pikir wanita itu penuh kekaguman.

Tetapi ia masih penasaran dan ingin terus naik ke lantai berikutnya.

Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan
Lantai 4 : Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, tampan, dan suka membantu pekerjaan rumah.

”Ya ampun… Aku hampir tak percaya”, serunya dengan mata berbinar-binar.

Tetapi tetap saja dia melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 5: Pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang kepada anak kecil, tampan, suka membantu pekerjaan rumah dan romantis.

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012. Tidak ada pria di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas.

Terima kasih telah berbelanja di toko “Suami”. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.

~~~~~~~~~~~~~~
Moral dari cerita ini:
Cerita di atas memang tentang seorang wanita, tetapi itu hanya sebuah metafora saja, bukan? Siapapun dapat mengalami kasus yang serupa, tidak melulu soal mencari pasangan hidup. Begitulah, kebanyakan manusia dalam hidup ini tidak pernah merasa puas, selalu ingin lebih, ingin lebih, sampai akhirnya tiba pada suatu masa dimana dia akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Sayang di Bandung Tidak Bisa Lihat Bulan Tersenyum

Tanggal 1 Desember 2008 malam orang-orang di belahan benua Asia dibuat terkagum-kagum dengan pemandangan langit malam. Langit memperlihatkan wajah bulan sedang tersenyum. Para blogger di Indonesia mulai dari Medan, Padang, Serang, hingga Solo yang kebetulan malam itu langitnya cerah dan tidak berawan menuliskan fenomena alam yang disaksikannya. Dari hasil blogwalking saya menemukan beberapa foto bulan tersenyum, misalnya yang dipotret seorang penulis blog di Medan (duh sampai lupa mencatat alamat blog orang Medan ini):

bulan-senyum-oi-medan

Dua bintik cahaya seperti mata itu adalah planet Venus dan planet Jupiter, sedangkan di bawahnya adalah bulan sabit yang berbentuk seperti mulut sedang tersenyum. Gambar lain diambil oleh seorang blogger di kota Serang:

bulan-tersenyum

atau yang dipotret penulis blog di kota Solo pada waktu Maghrib:

triple_phenomena_pakarfisika-solo

Indah sekali, bukan? Sungguh agung keindahan ciptaan Allah SWT ini.

Bulan tersenyum seperti di atas mengingatkan kita pada emoticon di Yahoo Messenger, yaitu smiley face:

smiling-face1

Kata seorang rekan yang melihat foto bulan tersenyum itu, kok mirip gambar logo sebuah partai ya? Maksudnya partai Bulan Bintang?

Fenomena alam biasa tetapi langka ini jarang terjadi. Kata rekan saya seorang dosen Astronomi ITB, Hakim L. Malasan, sejak 29 November 2008 hingga sekarang pada musim dingin ini setiap maghrib kita disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan, yaitu konyugasi planet Venus dan Jupiter dan bulan pada fase menjelang kuartil pertama (lewat bulan baru pada tanggal 28 November).

Tak pelak lagi fenomena alam ini menjadi pembicaraan banyak orang. Radio-radio di daerah pada malam itu melaporkan kejadian ini sehingga orang-orang berbondong-bondong keluar rumah untuk menyaksikannya. Media cetak lokal menyajikan laporan fenomena alam ini keesokan harinya.

Sayang sekali kota Bandung malam itu hujaaaaann sejak siang hari sehingga kita di sini tidak dapat menyaksikannya. Mungkin malam-malam nanti kalau tidak hujan masih bisa dilihat “sisa-sisanya”. Tidak apalah, foto-foto yang disajikan para blogger cukup mewakili pemandangan bulan tersenyum ke bumi. Mungkin Tuhan ingin menghibur warga planet Bumi yang selalu dirundung banyak masalah sepanjang tahun 2008 ini.