Isa dalam Pandangan Orang Islam dan Kristen

Sebentar lagi ada hari besar di seluruh dunia, yaitu hari raya Natal. Saudara-saudara kita umat kristiani menyambut Natal dengan sukacita. Nah, saya di rumah juga merayakan hari natal (“n” kecil), tapiii ….natal dalam pengertian hari kelahiran (natal kan artinya kelahiran). Natal hari yang penting dan bersejarah bagi saya, karena anak saya yang pertama lahir pada tanggal 25 Desember, persis di Hari Raya umat Kristiani. Saya masih ingat pada tanggal itu hari libur, saya tergopoh-gopoh di tengah kepanikan mencari taksi di jalan raya karena istri menunjukkan tanda-tanda mau melahirkan. Anak saya lahir tepat pada Hari Natal, jadi ulang tahun anak saya juga dirayakan jutaan orang di seluruh dunia, he..he.

Natal dalam perspektif Kristen adalah hari kelahiran Yesus (atau Isa dalam bahasa Arab). Orang Islam dan Kristen sangat menghormati Isa atau Yesus, hanya cara memandangnya berbeda. Bagi orang Kristen, Yesus adalah Tuhan (sehingga sering disebut juga Tuhan Yesus), sedangkan bagi orang Islam Yesus bukanlah Tuhan, dia hanyalah seorang utusan Allah SWT, seorang nabi dan rasul yang diutus kepada kaumnya. Inilah menurut saya perbedaan mendasar antara ajaran Islam dan Kristen. Beberapa perbedaan lain yang saya catat mengenai pandangan terhadap Isa dalam perspektif Kristen dan Islam adalah:
– dalam ajaran Kristen, Yesus dilahirkan di kandang domba, dalam ajaran Islam Isa dilahirkan di bawah pohon kurma;
– dalam ajaran Kristen, Yesus mati di tiang salib, dalam ajaran Islam yang mati ditiang salib adalah muridnya yang berkhianat yang bernama Judas, yang oleh kuasa Allah SWT wajahnya diserupakan dengan Isa, sedangkan Nabi Isa diselamatkan oleh Allah;
– dalam ajaran Kristen, Yesus adalah anak-Nya yang tunggal, dalam ajaran Islam Allah SWT tidak mempunyai anak dan juga tidak diperanakkan.

Itulah beberapa perbedaan cara memandang Isa atau Yesus dalam ajaran Islam dan Kristen, tetapi saya kira hal ini tidak perlu diperdebatkan atau diperselisihkan, karena masing-masing agama mempunyai keyakinan (akidah) masing-masing. Silakan kita menyakini ajaran agama amsing-masing soal Nabi Isa/yesus. Yang perlu dilakukan oleh umat Islam maupun umat Kristen adalah saling menghormati keyakinan masing-masing mengenai Isa/Yesus. Orang Islam tidak perlu menafsirkan Alkitab sesuai keyakinannya, begitu juga orang Kristen juga tidak patut menafsirkan Alquran sesuai keyakinannya. Tiap agama mempunyai cara menfasirkan kitab sucinya masing-masing. Dalam pandangan Islam, cukuplah bunyi ayat terakhir di dalam surat Alkafirun, yaitu “Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku”. Orang Islam meyakini apa yang tentang Isa Almasih seperti yang tertulis dalam Alquran dan Hadis, sedangkan saudara-saudara kita umat kristiani meyakini apa yang tertulis di dalam Alkitab mengenai Yesus. Dengan cara begini, maka hidup terasa indah karena kita saling menghormati perbedaan.

Saudara-saudara kita umat Kristiani merayakan kelahiran Yesus setiap tanggal 25 Desember. Di dalam Alquran tidak disebutkan kapan persisinya Nabi Isa dilahirkan, tetapi hanya disebutkan pada masa kelahiran itu pohon kurma masih berbuah, domba-domba masih merumput, jadi kira-kira Nabi Isa dilahirkan pada musim semi. Karena tidak ada catatan tanggal yang persis, orang Islam dapat merayakan kelahiran Nabi Isa kapan saja, tidak hanya pada tanggal 25 Desember saja. Setiap malam kita bisa merayakankan kelahiran Isa dengan membaca Surat Maryam.

Bagi saya, surat Maryam (Maria dalam versi Alkitab) di dalam Alquran adalah salah satu surat yang terindah. Maryam adalah salah satu wanita mulia sehingga namanya diabadikan sebagai nama surat di dalam Alquran (surat 19). Di dalam surat ini diceritakan proses kelahiran Nabi Isa dan mu’jizat yang menyertainya diwaktu kecil (bisa berbicara pada saat masih bayi). Begitu indahnya bunyi ayat-ayat di dalam Surat Maryam sehingga saya yang membacanya begitu terkesima ketika membaca terjemahannya. Cobalah baca surat Maryam ini di malam hari dengan khusyu’, lalu bacalah terjemahannya.

Di bawah ini terjemahan sebagian ayat di dalam surat Maryam yang sangat detil menceritakan kelahiran Isa:

[19.16] Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,

[19.17] maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

[19.18] Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

[19.19] Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

[19.20] Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

[19.21] Jibril berkata: “Demikianlah. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.”

[19.22] Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

[19.23] Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

[19.24] Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

[19.25] Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.

[19.26] Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini”.

[19.27] Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

[19.28] Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

[19.29] maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”

[19.30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.

[19.31] dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

[19.32] dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

[19.33] Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

[19.34] Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

[19.35] Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

[19.36] Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus

~~~~~~~~~~~~~~~~

Begitulah bunyi sebagian Surat Maryam yang saya sebut sangat indah itu. Membaca surat ini seolah-olah kita dibawa ke masa-masa Maryam melahirkan Isa, lalu Maryam yang diolok-olok kaumnya yang menuduhnya pezina, dan Isa kecil yang mampu berbicara sewaktu masih bayi. Ucapan Isa di bawah ini sangat berkesan bagi saya:

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.
(Q.S.19: 30-33).

Maha benar Allah Yang Maha Agung.

Itulah Isa Almasih putra Maryam, salah seorang Rasul dari 25 orang Rasul yang wajib diimani, yang ditakdirkan lahir tidak mempunyai ayah diperintahkan oleh Allah SWT untuk berbakti kepada ibunya, Maryam. Begitulah cinta Nabi Isa kepada ibunya, seorang wanita yang shalehah lagi mulia.

Isa adalah “milik” kedua agama samawi ini. Kita semua menghormati Isa.

Tulisan ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

52 Balasan ke Isa dalam Pandangan Orang Islam dan Kristen

  1. anggriawan berkata:

    o.. itu bedanya ya..

    Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. (Q.S.19:33)

    “dibangkitkan hidup kembali” -> wah, ini nubuatan untuk dirinya sendiri ya, artinya akan mati lalu bangkit kembali ya.. wah, ternyata ada lagi yang sama dengan ajaran kristen dong pak.. setelah mati disalib, Isa bangkit pada hari ketiga, lalu 40 hari kemudian diangkat ke sorga.. :)

  2. dwinanto berkata:

    Hmm,.
    Memang banyak kontroversial terkait perayaan ini, bahkan jika ditilik dari aspek sejarah pun, beberapa menyatakan adanya kesalahan pada jatuhnya tanggal dan tujuan awal adanya peringatan ini,.

  3. rinaldimunir berkata:

    @anggriawan: Tidak sama, Wan, tetap ada bedanya. Dalam ajaran Islam, seperti yang saya tulis di atas, Nabi Isa tidak mati ditiang salib, juga tidak bangkit setelah 3 hari atau diangkat ke surga setelah 40 hari. Sebagian ulama menafsirkan Nabi Isa diangkat ke langit pada saat penangkapan itu, lalu ia akan turun kembali ke bumi menjelang hari kiamat untuk meluruskan ajarannya. Pada saat penangkapan, Judas diserupakan oleh Allah SWT dengan Nabi Isa, sehingga tentara Romawi menangkap dan menyalib Judas yang dikira Nabi Isa. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa setelah peristiwa itu Nabi Isa diwafatkan oleh Allah SWT lalu jasad dan rohnya diangkat ke langit untuk dibangkitkan lagi menjelang datangnya hari kiamat.

    Bahwa ada beberapa ajaran Islam dan Kristen yang beririsan (sama), itu wajar saja, karena kedua agama ini adalah agama samawi (agama yang berasal dari langit).

  4. Hery Azwan berkata:

    Tulisan yang bagus, Pak.
    Semoga di malam Natal nanti keamanan kondusif dan tidak ada pihak2 yang memperkeruh suasana damai antara umat Islam dan Kristen.

  5. omiyan berkata:

    bila disimak lebih jauh toh apa yang terkandung dalam Al-Quran telah dibenarkan sebelumnya dalam Injil Barnabas (salah satu hawari yang 12), dimana beliau sendiri menyatakan bahwa yang disalib bukanlan Nabi Isa As tapi Yahuda/Yudas Iskariyot yang diserupakan persis sama dengan Nabi Isa

    saya teringat ketika membaca kenapa Injil Barnaba dikatakan Injil yang terlarang salah satu alasannya adalah Injil ini dibuat beberapa abad setelah kematian Yesus bila diselidiki lebih lanjut 4 kitab Injil sekarang rata-rata 4-10 abad setelah kematian yesus….

    maaf sedikit ngelantur…..

  6. petra berkata:

    Saya sering mengatakan ini kepada rekan-rekan seagama bahwa, “Di mana pun Kristus lahir dan tanggal berapa pun Kristus lahir, tidak akan ada faedahnya kalau Kristus tidak lahir di hati kita masing-masing

    Saya rasa perdebatan yang mencari kesalahan-kesalahan atau hal-hal yang sifatnya fisik dari kelahiran Kristus hanya bertujuan untuk menjauhkan manusia dari substansi yang terkandung dalam kelahiran tersebut.

  7. petra berkata:

    @omiyan :
    ada referensinya?

  8. Ananto berkata:

    Gambar pemandangan ada kereta lewat jembatan, bagus. Lokasinya dimana?

  9. rinaldimunir berkata:

    @Petra: Injil Barnabas bisa ditemukan di kios buku di jalan Gelapnyawang depan Polikklnik ITB itu, Pet. Saya dulu pernah membacanya, memang isinya tidak sesuai dengan keyakinan orang Kristen pada umumnya, tetapi isinya bersesuaian dengan ajaran Islam mengenai Nabi Isa. Soal percaya atau tidak percaya, kita serahkan pada iman kita masing-masing.

    @Ananto: sudah saya jelaskan di bagian “Perihal” (bagian bawah). Coba baca lagi.

  10. anggriawan berkata:

    @omiyan:
    Anda ini memang ngelantur, sudah jauh dari topik tulisan Pak Rin pula.. :)

    Maaf Pak Rin, saya hanya ingin meluruskan pernyataan dari Sdr. Omiyan:
    Tidak ada Injil yang ditulis 4-10 abad setelah kematian Yesus, bahkan tak satupun ditulis lebih dari 1 abad sejak kematian-Nya.

    Ah, “injil” Barnabas, itu salah satu serangan klasik, berupa kitab palsu, ke iman Kristen. =)

  11. rinaldimunir berkata:

    @anggriawan: trims atas klarifikasinya, Wan. Tulisan ini memang dimaksudkan agar kita semua saling menghormati perbedaan yang ada tentang Isa/Yesus dalam kedua agama. Nabi Isa sama-sama dihormati oleh kedua agama samawi ini.

  12. catra berkata:

    nah ini dia pak, banyak perbedaan-perbedaan interpretasi sejarah bagi kedua umat ini. kalau saya tetap berpegang pada kalamullah aja pak. al quran adalah penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. jadi percaya ke kitab yang bungsu ini aja deh

  13. BIE berkata:

    Di dalam Injil juga tidak disebutkan Yesus lahir tanggal 25 Desember. Tanggal ini dipilih Gereja Katolik untuk menggantikan sebuah hari festival yang jatuh pada hari yang sama.

    Kesimpulannya, tidak ada yang tahu kapan persisnya kelahiran Yesus/Isa.

    Usulan saya, bangsa indonesia dengan jumlah penganut Islam terbesar di dunia, dan juga jumlah penganut Kristen yang cukup berpengaruh seyogyanya berinisiatif menyatukan keduanya. Bukan dalam pengertian menyatukan Ajaran. Tapi dalam kesamaan hari-hari raya besar tertentu.

    Kembali ke perayaan Hari Natal, baik Islam dan Kristen tidak ada yang tahu kapan hari kelahiran Yesus/Isa yang sebenarnya. Kenapa ini tidak dijadikan momentum untuk “merayakan bersama-sama”.

    Demikian juga dengan perayaan Idul Adha/Kurban. Kedua agama sangat menghormati Nabi Abraham / Ibrahim dan peristawa kurban. Kenapa tidak dirayakan bersama-sama saja.

    Saya kira tidaklah penting apakah hari-hari tersebut benar-benar sesuai kejadian sesungguhnya. Yang terpenting adalah bagaimana kejadian itu diperingati oleh umat. Dan akan lebih indah jika diperingati bersama-sama.

    Apakah ada gereja atau kyai yang memulai?

  14. joel berkata:

    Sebagai pengetahuan aja, tanggal 25 desember pada awalnya adalah hari peringatan untuk dewa tertinggi bangsa romawi pada waktu itu, yaitu dewa matahari. Pada jaman kekasiran romawi dipegang kaisar konstatin, kaisar tersebut memeluk agama kristen -yang menyebabkan kristen menjadi agama negara – maka tanggal tersebut diambil untuk menjadi hari raya peringatan kelahiran Yesus Kristus.
    Jadi, memang benar Yesus Kristus tidak dilahirkan pada tanggal tersebut. Tanggal tersebut diambil sebagai peringatan saja. Pada Alkitab pun disebutkan Yesus Kristus lahir pada saat kawanan gembala menggembalakan dombanya di padang. Hal ini tidak mungkin dilakukan pada malam hari tanggal 25 Desember, karena pada tanggal tersebut merupakan musim dingin di daerah Palestina sana.
    Mengenai injil barnabas, coba tolong dicek mengapa gereja katolik romawi menolaknya menjadi kanonisasi injil. Ada beberapa inkonsistensi dalam isinya.. hal inilah yang membuat dugaan injil barnabas telah dikontaminasi oleh berbagai ajaran,, selain itu diduga ditulis pada abad ke 7. Hal ini semakin menguatkan pendapat terdapat kontaminasi pada naskah aslinya.

    Sekedar Pengetahuan untuk diketahui bersama.

  15. Ardianto berkata:

    btw, posting seperti ini riskan menimbulkan flaming Pak..
    tapi mudah-mudahan tidak terjadi, Amin..

  16. rinaldimunir berkata:

    @Ardianto: saya rasa tidak, Ar, karena tulisan ini bertujuan agar kedua penganut agama saling mengetahui kedudukan Isa/Yesus dari penilaian peganut agama lain, sehingga dengan demikian diharapkan terjadi saling pemahaman dan kita dapat lebih menghargai keyakinan orang lain. Kalau ada komentar2 yang melenceng, akan saya hapus, tapi saya harap tidak ada.

  17. logic berkata:

    saya kira tidak ada dalam AlQuran bahwa Yesus akan kembali ke dunia ini. Lahirnya Yesus, wah AlQuran tidak set tanggal yang pasti tapi pastilah dia lahir saat kurma di palestina masak dan mudah jatuh(akhir september ?) karena ibunya(Maryam) bisa menjatuhkan kurma masak dari pohonnya….
    salam
    Logic

  18. MARIA berkata:

    KALAU AQ TTETAP PERCAYA PADA AJARAN AGAMA Q SENDIRI, BAHWA YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN. KARNA SATU AYAT ALKITAB YANG SELALU BERNAUNG DI HATI SAYA. ” PADA MULANYA ADALAH FIRMAN. FIRMAN ITU BERSAMA-SAMA DENGAN ALLAH DAN FIRMAN ITU ADALAH ALLAH” NATS ALKITAB INI MENYATAKAN BAHWA FIRMAN ITU ADALAH TUHAN YESUS KRISTUS.

    • af berkata:

      ma’af y… bu maria ,yesus kristus bukan lah tuhan,melain kan seorang nabi/rasull,,,,,,.tiada tuhan selain Allah,yg tidak beranak dan juga tidak di peranakan,yang maha ESA….

      • edi elank berkata:

        kalau saj benar yesus itu tuhan, kenapa dia bisa meninggal,dibunuh
        sedangkan tuhan maha tau sgala2nya apapun bisa dia lakukan lewat perintahnya,saya rasa kta semua harus berpikir secara jernih,kenapa n kenapa??
        mangka dari itu allah swt membuat kisah nabi isa meninggal ,karna waktu itu pengikutnya sudah mengatakan bahwa nabi isa itu tuhan, agar kita semua bisa merenung kenapa tuhan yang maha esa bisa meninggal

  19. catur berkata:

    saudara BIE, ttg momentum perayaan hari besar kelahiran Yesus/nabi isa, saya rasa tidak semudah itu, krn dr hirarki kristen khususnya katolik menganut hirarki organisasi kepausan dmn penetapan doktrin dan tradisi dilakukan oleh paus, jd tidak bisa dilakukan sepihak dr bagian negara tertentu, contoh indonesia umat kristen dan islam merayakannya 1 nov, krn umat katolik taat pada satu komando kepausan, dimanapun umat itu berada, suara/doktrin dr paus=wakil dr rasul (simon petrus=paus pertama)jd, penyamaan pandangan tsb mustahil untuk dilaksanakan, trmksh

  20. catur berkata:

    mengenai ayat : 19.30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
    setahu saya kitab injil ditulis (sdh jadi khususnya perjanjian baru)setelah yesus wafat dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    secara nalar bagaimana seseorang mendapat otobiografinya saat dia lahir?bukankah otobiografi seseorang ditulis setelah dia purna tugas? ini sekedar pertanyaan sederhana saja mas, krn injil terdiri dari perjanjian lama dan perjanjian baru, makanya saya bingung jika nalar yg digunakan adalah saat seseorang nabi msh kecil sudah diberikan injil (perjanjian lama dan baru)yg memuat perjalan dia saat dewasa?

  21. catur berkata:

    mengenai injil barnabas, ad beberapa ayat yg menyebutkan tempat dan daerah yg salah,jika memang penulis injil adalah pengikut yesus, pastilah tidak salah dlm mendiskripsikan tempat dan tradisi yahudi, contoh ad pendiskripsian tong kayu pada salah satu ayat, padahal tong kayu di israel pada zaman tersebut tidak ad, dan tong kayu diperkenalkan ad di daerah italy.
    logika kedua adalah : jika injil barnabas benar, adakah gereja kristen menggunakannya? klo katolik jelas tidak akan pernah menggunakannya krn doktrik satu komando kepausan, jika di protestan (lepas dr vatikan) sampai saat ini tidak ad satu gerejapun yg memakai / mengandalkan injil barnabas.kristen protestan secara nalar lepas dr hirarki gereja kepausan.
    mungkin mas rinaldimunir menjadikan thread lagi ttg bahas injil barnabas mas, salut buat thread dr mas rinal.trmksh

  22. rinaldimunir berkata:

    @catur: Soal Injil Barnabas, saya tidak punya kompetensi soal itu, jadi saya tidak akan berkomentar atau membuat thread. Biarkan kita meyakini iman kita masing2, karena itulah tulisan ini dibuat agar kita saling memahami, bukan untuk berdebat.

    Mengenai Isa kecil yang mas Catur katakan “mendapat otobiografi”, apa yang diucapkan oleh Isa diwaktu bayi adalah mukjizat dari Allah SWT. Mukjizat tidak selalu bisa dinalar oleh logika, hanya bisa diterima dengan iman, sebagaimana nalar kita tidak pernah bisa memahami mengapa tongkat Nabi Musa mampu membelah laut merah. Apa yang diucapkan oleh Isa sebenarnya adalah firman Allah SWT. Bagi Allah SWT, segala sesuatu mudah saja bagi-Nya, cukup dengan “kun fa yakun”, maka jadilah, lalu terjadilah ia. Allah SWT Maha Mengetahui, semua skenario hidup sudah diatur leh-Nya. Dia tahu apa yang akan terjadi pada hamba-Nya, sehingga Dia pasti tahu apa yang akan terjadi pada Nabi Isa a.s, termasuk kitab yang akan dia terima. Nabi Isa hanya menerima kitab Injil. Ummat Islam mengimani Injil sebagai salah satu kitabullah (Zabur, Taurat, Injil, Al-Quran), tetapi bukan Injil yang ada saat ini. Dalam kepercayaan Islam, kitab Injil yang sekarang sudah berbeda isinya (mengalami distorsi) dengan Injil yang diterima oleh Isa, sebab isinya sangat berbeda dengan apa yang disampaikan di dalam Alquran, khususnya dalam ajaran Tauhid (Allah tidak beranak, nabi Isa tidak disalib, dsb). Sekali lagi, ini adalah dalam perspekstif keyakinan Islam, tentu tidak sesuai dengan iman kristiani. Sangat sulit mencari kesamaannya, maka biarkanlah iman kita yang meyakini kebenarannya.

  23. catur berkata:

    trimakasih mas atas tanggapananya
    iya mas, ttg injil barnabas memang saya mencari di google dan info lainnya, ternyata memang pemahaman injil tsb jauh menyimpang dr injil perjanjian baru saat ini,
    yup mas saya mengerti ttg hal tersebut bukan kompentisi dr mas rinaldi.
    ttg hal mengenai yesus/isa secara prinsip yg membedakan ideologi dr Kristiani dan Muslim
    saya tidak menyerang mengenai cara pandang tsb, krn bagaimanapun wadah dan isi jg beda. namun informasi ttg masing2 pemahaman sebagai pengetahuan.

    terimakasih mas atas penjelasannya.

  24. si tukang ronda berkata:

    @rinaldimunir

    Bahwa ada beberapa ajaran Islam dan Kristen yang beririsan (sama), itu wajar saja, karena kedua agama ini adalah agama samawi (agama yang berasal dari langit).

    ***saya tidak sependapat dengan anda bahwa agama kristen agama dari langit agama yang dari langit itu adalah agama islam tidak lebih dari itu.
    ‘kristen’ sejak kapan Allah menurunkan agama ini. kalau ada dua agama yang diturunkan Allah berarti Allah salah menrunkan kedua-duanya yang akibatnya bisa anda lihat sekarang ini. dan hal itu menunjukan kelemahan Allah sendiri. konsekwensinya Allah lemah dalam hal ini tidak punya pendirian dan ragu2. jadi kesimpulan saya hanya satu agama yang diturunkan oleh Allah tidak yang lain. kalau ada agama yang lainnya itu berarti agama bumi dan manusialah sebagai pembuat agama tersebut.
    penyimpangan2 dalam ajaran islam yang lurus yang bersumber dari Alquran dan hadis Rasulullah SAW telah banyak dilakukan manusia demi untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu.
    terimakasih

  25. catur berkata:

    mas roda, ttg mana yg baik ato tidak, itu adalah keputusan dr pribadi masing2, spt seorang anak tidak bisa dia memilih ibu yg dikehendakinya saat msh dikandungan.
    begitu juga ttg agama…..yg pasti kedua agama ini mengajarkan ttg kebaikan bukan keburukan, kecuali cara pandang seorang yg membuat buram suatu agama, contoh….membunuh diperbolehkan, ato memusuhi atas dasar agama dibolehkan oleh suatu nas/perkataan seorang yg plg tinggi>>>.ini adalah cara pandang dr pribadi bukan dasar agama yg ad.
    klo agama mengajarkan suatu kebaikan itu mengarah pada pencintraan memuliakan Allah.
    Allah tidak perlu kok dibela dng kemunafikan spt membunuh atas nama agama, ato menyembelih sesama atas nama agama.
    apa yg berasal dr Allah adlh suatu kebaikan, makannya klo ad agama yg mengajarkan bunuhlah sesamamu dan musuhilah sesamamu yg tidak sepaham dng km ya itu Allah yg lain (Allah sesat)
    kemudian saya mungkin ad pertayaan ke Anda “lebih mulia mana org yg agamanya lain dr anda yg dia menolong sesamanya, membantu sesamanya, berkata jujur dan hal lainnya, kemudian dibandingkan dng org yg tiap hari ato tiap minggu ke tempat ibadah sampe berlama2 kemudian melihat org susah disekitarnya aj tidak menolong justru menolong org yg diluar pandangannya/nun jauh disana kemudian mengumbar pedang jika tidak sejalan dngnya”
    Allah yg benar pastilah memilih org yg mempraktekkan kebenaran dan kebaikan serta perdamaian.
    jd kesimpulan saya : semasih agama itu mengajarkan kebaikan dan kebenaran serta menyuarakan perdamaian, itulah agama yg sebenarnya entah namanya A, B Ato C dan berasal dr negara A, B , C ato lainnya.
    Allah itu tidak lemah ato bimbang, yg lemah ato bimbang adalah cara pandang org tersebut terhadap karya Allah.

    terimakasih
    catur

  26. rinaldimunir berkata:

    @si tukang ronda: sebagian besar ulama salaf menyebutkan bahwa agama Islam, Yahudi, dan Nasrani ajarannya berasal dari Allah SWT. Pada mulanya, para nabi dari ketiga agama tadi (Muhammad, Musa, Isa) mengajarkan hal yang sama yaitu ajaran tauhid (mengesakan Tuhan). Hanya saja — sekali lagi ini dalam pandangan ajaran Islam – dalam perjalanan waktu terjadi distorsi atau penyimpangan pada dua agama terdahulu yaitu Yahudi dan Nasrani. Jadi, agama Yahudi dan Nasrani yang sekarang — sekali lagi ini dalam pandangan ajaran Islam lho — tidak sama dengan agama tersebut pada awal kenabian, namun beberapa ajaran di dalamnya memperlihatkan hal yang sama (kisah-kisah Nabi misalnya). Kemiripan tersebut membuktikan bahwa sumber ajaran itu pada awalnya sama, yaitu dari Allah SWT.

    @catur: mas catur tampaknya masih mengikuti perkembangan thread ini. Sepertinya mas Catur mengarahkan ke kelompok tertentu yang berjuang atas nama agama. Ketahuilah mas, tidak ada dalam ajaran Islam yang menyuruh umatnya membunuhi orang lain kecuali dalam peperangan. Kelompok-kelompok tersebut tidak bisa merepresentasikan umat islam Indonesia yang besar ini. Cara pandang dalam menghadapi masalah mungkin berbeda-beda, penafsiran kitab suci mungkin beragam.

    Ada banyak kelompok, mereka bergerak dengan cara masing-masing. Setiap kelompok itu saling komplementer dalam pandangan saya. Ada kelompok yang ingin jihad ke Palestina, Irak, Afghanistan, dll, namun ada kelompok lain yang terjun ke daerah bencana di tanah air untuk membantu saudara sebangsa tanpa pandang bulu agama dan sukunya (sayangnya kelompok yang terakhir ini tidak diliput oleh media massa karena tidak punya nilai jual berita, akhirnya yang menjadi hot news di media adalah kelompok-kelompok yang ingin jihad itu saja supaya heboh).

    Dalam pandangan saya, semua agama itu tidak sama. Kita tidak bisa merelatifkan agama-aagma. Agama yang sebenarnya adalah sesuai dengan yang kita yakini, di luar itu ya tidak benar. Harus begitu kalau ingin konsisten. Tapi saya sepakat bahwa semua agama mengajarkan kebajikan.

  27. catur berkata:

    low mas rinaldy ketemu lagi salam mas
    back lagi setelah sekian lama menghilang bentar, seneng dng tulisan serta mengasah pikiran dan pengetahuan
    ttg mengarah ke kelompok tertentu tentu tidak mas,
    justru saya menclearkan bahwa membunuh dan memusuhi dalam segala situasi apapun itu adalah cara pandang dr seseorang atau golongan bukan pada agama.sekali lagi bukan mengarah pada suatu golongan apapun itu,
    kalaupun ad nas semacam itu pastilah pada kondisi tertentu untuk menjaga diri.
    nah yg saya tuju adalah kelompok sesat yg cuma mengatasnamakan suatu agama,klo memang ingin membunuh, knp musti pake nama agama?? (ini terjadi bukan hanya pada islam namun jg pd protestan dan katolik = konflik irlandia utara IRA) jadi pikiran saya nggak dibatasi cuma pada space yg kecil semisal radikalisme di indonesia saja. atau konflik cuma pada israel-palestina.
    ketahuilah bahwa allah itu suci nggak perlu dinafikan dng membunuh ato memusuhi….bukankah hal itu yg dicela oleh Allah krn allah mengajarkan ttg kebaikan bukan kebencian.
    ttg agama itu sama ato tidak itu jelas berbeda…..namun semuanya menurut saya adalah mengajarkan kebajikan, jd lurus ato tidaknya ajaran tersebut bukan pada titik tolak ajaran itu lebih dahulu atau paling akhir namun keyakinan, dan keyakinan itu tidak bisa dibinasakan dng membunuh atau memusuhi.

    yg pasti satu kata mas ,,,,,,, tidak ad agama yg mengajarkan keburukan
    namun cara pandang org itulah yg membuat citra agamanya menjadi blank dan buruk.

    salam
    catur

  28. catur berkata:

    plus satu lagi mas,,,,,,,,,klo bagi saya….suatu agama mengajarkan pembunuhan/penculikan/permusuhan itu bukan agama yg benar, namun spt kata mas Rinaldy bahwa satu kata bahwa agama mengajarkan kebajikan plus tambahan dr saya: namun belum tentu mengajarkan kebenaran

  29. si tukang ronda berkata:

    sebelumnya salam kenal mas rinaldi & teman2 yang pada mengunjung blog ini.

    sebenarnya saya tidak begitu tertarik dengan pembahasan agama mana yang benar dan agama mana yang salah. tapi dikarenakan Allah sendiri yang menyatakan bahwa Agama yang lurus itu adalah agama islam (yang diridhoiNya) maka bagi saya statmen Allah dalam Alquran adalah kabar gembira bagi umat islam sekaligus bencana bagi umat2 lain. dikarenakan agama lain juga punya kitab suci maka menurut mereka agama merekalah yang paling benar diluar dari itu salah. Nah menurut islam juga begitu. jadi kesimpulan saya biarlah Allah sendiri yang akan mengadili kita diakhirat kelak karena Allahlah yang maha tahu.
    sebab didalam alquran juga ada berita yang mengatakan bahwa umat yahudi dan nasrani juga ada masuk surga. lho jadi mana yang benar dan mana yang salah? Ayo…?

  30. catur berkata:

    back to the thread,+
    ttg pandangan isa dlm islam,
    krn di alqur’an tertulis spt itu ttg isa, ya itu adalah pandangan dr umat islam ttg isa spt apa.begitu jg sebaliknya bible mempresentasikan isa spt bagaimana,karyanya spt ap, dan lainnya, terlepas dr kontroversi pandangan kitab mana yg dipalsukan, krn hingga sampai saat ini, tidak ad bukti kitab yg asli dan palsu (spt dlm persidangan: ada alat bukti nyata serta saksi maka sidang=sah), jd dalam hal ini, asumsi adalah kitab suci yg smuanya original baik islam maupun kristen
    ya namanya spt org memandang sesuatu dr sudut pandang yg lain dan persepsi yg lain jg.
    bagi umat di luar islam, hal itu adalah untuk mengetahui spt berita pada koran atau majalah.
    jd ya sekedar untuk mengetahui,
    so klo dibahas mana yg lurus ato mana yg benar pastilah tidak bertemu,,,,,krn sudut pandang dan pemahaman serta keyakinan pada prinsip yg bertolak belakang.
    jd untuk pengetahuan saja mengenai hal tsb.

    salam
    catur

  31. MNXzone berkata:

    salam kenal ya mas….

  32. MNXzone berkata:

    reinkarnasi to mas????

  33. abith berkata:

    g usah debat aja dech…
    karena masalah iman selalu berbicara tentang hal2 yang tidak nampak… tapi iman itu dapat terbukti dengan berjalannya waktu…
    hmmmm gimana kalo,
    untuk mengetahui apakah **************************… kita coba panggil *************************** Langsung dech… simpel kan????

    yUUUKk sapa yang mau nanya dia langsung…

  34. catur berkata:

    to mas rinald
    mas rinald thread ini ko jd nggak fokus ttg judulnya ya mas?
    khususnya saudara Abith
    krn sdh menyimpang dr judul baku thread,
    ya untuk Saudara Abith, jng terpancing ttg hal itu mas, namanya iman nggak bisa dipaksa,
    setahu saya namanya org berkomentar dlm thread mas rinaldimunir ini adalah org yg cukup kompeten dan antusias dng mengkomentari secara santun dan berwawasan
    tercermin byk sodara2 yg mengomentari di thread mas rinaldimunir berpendidikan, saya salut untuk mas rinaldimunir dan tmn2 yg berkomentar telah menunjukkan intelegensinya.
    mungkin untuk mas Abith dengan sangat rendah hati saya berkata coba mas Abith berkomunikasi dan belajar untuk berkomentar yg berbobot dan santun,mungkin dng secarik kertas putih menorehkan beberapa kalimat yg menunjukkan mutu anda, beda loh berbicara di forum dng berbicara di jalanan. mohon maaf jika ada kata2 saya yg salah.

    salam
    catur

  35. rinaldimunir berkata:

    @catur: ya mas Catur, komentar abith ada yang saya hapus dan ada yang saya ganti dengan ‘******’ karena komentarnya “out of topic”. Komentar2 yang bernada hinaan, kasar, dan merendahkan berhak saya edit/hapus.

  36. catur berkata:

    Trimakasih mas rinald, ya byk org menganggap bahwa hampir smua thread tinggal ksh comment semaunya, memang mas apa yg tertulis dan terucap adalah cermin tingkah laku, so bagi mas rinald salut dlm mengelola webnya…

    salam
    catur

  37. itha berkata:

    orang kristen sendiri bnyk yg ga tau kapan tanggal kelahiran Isa/Yesus yg pasti karena memang tidak tertulis dalam kitab suci mereka…
    kalo membahas perbedaan pandangan mengenai Isa dalam Islam dan Kristen memang tidak akan pernah ada habisnya…
    dari jaman dulu….dan katanya sie sampai besok kiamat alias akhir jaman..
    sampai “orang”yang jd bahan perdebatan itu datang lagi untuk menyampaikan sendiri kebenarannya…
    cuma masalahnya adalah :
    kapan kebenaran itu teungkap?
    kita tunggu aja…

  38. iche :) berkata:

    HAI….. Nimbrung akh… tp sebbelumnya saya mau jujur… jujur kacang ijo enak rasane… hehe… jujur saya menanggapi artikel ini sebagai orang Kristen… apapun yg saya tuliskan berdasarkan iman dan tentunya bersumber dari Alkitab sebagai pegangan saya… slain itu tanggapan saya ini hanya sebagai bahan (yang semoga dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan bagi yang membacanya)… so saya jg seperti pak muNIR… JANGAN JADIKAN TANGGAPAN SAYA SEBAGAI BAHAN PERDEBATAN!

    Orang Islam dan Kristen sangat menghormati Isa atau Yesus, hanya cara memandangnya berbeda. Bagi orang Kristen, Yesus adalah Tuhan (sehingga sering disebut juga Tuhan Yesus), sedangkan bagi orang Islam Yesus bukanlah Tuhan, dia hanyalah seorang utusan Allah SWT, seorang
    nabi dan rasul yang diutus kepada kaumnya. Inilah menurut saya perbedaan mendasar antara ajaran Islam dan Kristen.

    Sebagai seorang Kristen saya mengakui ini dan setuju dengan pendapat pak Munir… Isa emang Tuhan bagi orang Kristen… dan nabi bagi bagi orang Islam…
    Dalam Alkitabpun Yesus/isa pernah menanyakan kepada muridnya ” Menurut orang, Aku siapa?”
    Maka kata muridnya itu : ” Ada yang mengatakan Yohanes Pembabtis, Elia, ada pula yang mengatakan : SALAH SEORANG DARI NABI !”
    Lalu Yesus/Isa bertanya lagi :” Lah kalo menurut kamu, siapa aku ini?
    Jawab murid itu : ” menurutku…. Engkau adalah Mesias, ANak Allah yang hidup.”
    maka kata Isa ; “Berbahagialah engkau, sebab bukan manusia yang memberitahukan hal itu kepadamu, melainkan BAPAKU YANG DI SURGA.”
    Yesus/Isa sendiri tidak menolak ketika ada orang yang mengatakan kalau adalah salah seorang dari nabi, tapi ia juga tidak marah ketika muridnya mengatakan kalau dia adalah mesias (Anak Allah)….. jadi pak munir benar Isa adalah salah seorang nabi… saya setuju…
    tapi orang Kristen jg tidak salah jika percaya Isa/Yesus adalah anak Allah… :)

    Anak Allah ??? Allah punya anak ??? yang bener aja???
    itu adalah pertanyaan yang sering saya dengar dari banyak orang….

    dalam ajaran Kristen, Yesus adalah anak-Nya yang tunggal, dalam ajaran Islam Allah SWT tidak mempunyai anak dan juga tidak diperanakkan

    Allah tidak mempunyai anak dan tidak diperanakkan (lamyalidwalamyulad) aduh maaf kalo ini salah… tapi kayaknya pak munir mengambil kata “Allah tidak punya anak dan diperanakkan” itu dari salah satu surat dalam Alquran ya pak?
    Yuuppss… saya setuju juga dengan pak Munir…
    Isa/Yesus memang anak manusia…. ibunya bernama Maria (Arab :Maryam) bapaknya bernama Yusuf… jadi Isa/Yesus adalah anak manusia… dan itu jg yag sering dikatakan Yesus/Isa…jadi YESUS/Isa jg tidak mempermasalahkan jika ada orang yang menganggapnya sebagai anak manusia….
    tapi dia juga tidak mempermasalahkan ketika ada muridnya yang menganggapnya sebagai anak Allah….
    tinggal bagaimana kita mempersepsikan makna anak Allah itu sendiri…
    Anak Allah yang dimaksud di sini sebenarnya bukan berarti Yesus/Isa lahir dari rahim Allah… ataupun Allah melahirkan Yesus/Isa… bukan… hmm… seperti halnya SI Doel anak Sekolah… bukan berarti sekolah melahirkan si doel kan???
    Perlu pembaca ketahui, selain Yesus/Isa, semua orang yang percaya pada Tuhan pun mendapat sebutan anak – anak Allah…
    Wah… jangan beranggapan kalo Allah itu penuh nafsu loh… sampai2 Allah punya anak – anak yang banyak banget…. (maaf ya Allahku…:) )

    maaf… pindah topik yuukkk….
    pak Munir menuliskan :
    dalam ajaran Kristen, Yesus mati di tiang salib, dalam ajaran Islam yang mati ditiang salib adalah muridnya yang berkhianat yang bernama Judas, yang oleh kuasa Allah SWT wajahnya diserupakan dengan Isa, sedangkan Nabi Isa diselamatkan oleh Allah

    iya… waktu saya masil kecil saya jg pernah mendengar cerita ini dari seorang guru ngaji…
    Stelah besar, saya mencari cerita ini dalam Alqur’an… tapi tidak menemukannya… (saya tidak tau guru ngaji itu mendapat cerita itu darimana)
    saat saya membaca Alqur’an saya malah menemukan ini :
    “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali” ( surah Maryam 19 : 33)
    jd (maaf) saya menyimpulkan kalo cerita guru ngaji itu kurang benar…. soalnya dalam Alqur’an (saya lebih percaya Alqur’an sebagai kebenaran daripada cerita guru ngaji itu) saja dituliskan (seperti jg yang pak Munir tuliskan):
    [19.33] Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

    kalo Alqur’an yang benar, berarti BENAR Isa itu mati/meninggal…. bahkan BENAR jg Isa itu bangkit (dibangkitakan) dan hidup kembali…
    tapi kalo Alqur’an yang salah (yang benar cerita guru ngaji itu ) ya Isa tidak mati… apalagi bangkit…

    sebenarnya masih banyak tanggapan yang mau saya tulis… tapi g enak juga sama pak Munir… uda bikin penuh nie… hehehhe maaf ya pak…. :)

    bagi yang mo protes…. saya harap sie g ada…
    silakan aja kirim emailnya ke
    bitha_ice@yahoo.co.id
    bye…
    hehehe :)

  39. iche :) berkata:

    ehh… nambah dikit lagi…
    JANGAN DEBATKAN tanggapan saya ini ya…
    kita kembali lagi aja ke
    “lakummdinukum walyadinu”
    bagimu agamamu… bagiku agamaku…
    karena agama adalah bagian dari budaya manusia untuk mencari hakikat keberadaan Tuhan… jadi kalo kita berdebat soal agama sama jg kita berdebat soal suku jawa, suku sumatra… bahasa jawa, bahasa sunda (atau soal budaya manusia lainnya).. :)

  40. rinaldimunir berkata:

    @iche: Guru ngaji itu tidak bohong, memang ada ayatnya di dalam Al-Quran yang menyebutkan tentang yang disalib itu bukan Isa (ini menurut ajaran kami ya che :-)):

    “dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah “, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa. (QS. An-Nisa’: 157)”

    Lalu Siapa Yang Disalib?

    Al-Quran tidak secara tegas menyebutkan siapa yang disalib. Yang ditegaskan Al-Quran adalah bahwa yang disalib itu bukan nabi Isa ‘alaihissalam. Al-Quran menegaskan bahwa beliau telah diangkat ke sisi-Nya.

    “Tetapi Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa’: 158)”

    Maka ada berbagai riwayat tentang siapakah orang yang disalib itu. Sebagian riwayat mengatakan bahwa yang disalib adalah murid nabi Isa yang paling mirip dengan beliau. Murid-murid beliau yang diriwayatkan berjumlah hanya 12 orang ini berebut untuk menjadi martir, mengaku sebagai nabi Isa untuk melindungi guru mereka.

    Tapi dalam riwayat yang lain, yang disalib adalah seorang yang bernama Yudas Eskariot, seorang yahudi yang diserupakan oleh Allah SWT menjadi mirip nabi Isa.

    Dan ada sekian banyak versi lainnya. Tapi lepas dari mana yang benar, yang pasti yang disalib atau dibunuh itu bukan nabi Isa ‘alaihissalam.

    Demikian untuk klarifikasi agar kita saling memahami (bukan untuk diperdebatkan). (dikutip dari http://mediaislam.myblogrepublika.com/pabochech/2009/05/12/siapakah-yang-disalib-nabi-isa-atau-muridnya/)

  41. iche :) berkata:

    [19.33] Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

    maaf, cuma mau nanya… berati ayat tersebut salah ya pak ?

  42. rinaldimunir berkata:

    @iche: wah, tertarik untuk ingin tahu ya che? Begini ya, ayat itu adalah perkataan (mukjizat) Nabi Isa waktu bayi. Apa yang diucapkan oleh Nabi Isa adalah Firman Allah SWT, dan firman Allah SWT tidak pernah salah. Isa adalah manusia biasa yang pasti akan mengalami kematian. Setiap manusia yang ada di bumi ini akan mati lalu setelah mati dibangkitkan (dihidupkan) kembali — termasuk Nabi Isa a.s — pada Hari Akhir untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di dunia.

    Setelah peristiwa di Taman Getsmani itu (kisah penangkapan Isa a.s), Nabi isa diselamatkan oleh Allah SWT. Para ulama fiqih berbeda penafsiran tentang surat An-Nisa ayat 158 itu. Sebagian mufassir mengartikan Nabi Isa diselamatkan dengan cara diangkat ke langit, lalu menjelang hari Kiamat Nabi Isa akan turun lagi ke bumi untuk meluruskan ajaran-Nya yang telah diselewengkan. Setelah tugasnya selesai, Nabi Isa diwafatkan oleh Allah SWT, lalu setelah Hari Kiamat jasadnya dibangkitkan (dihidupkan) kembali seperti manusia lainnya yang telah mati.
    Pendapat kedua menyatakan, bahwa setelah peristiwa di taman itu, Nabi Isa diselamatkan oleh Allah SWT lalu ia diwafatkan pada tempat yang hingga kini tidak pernah diketahui dimana jasadnya.
    Wallahu alam bissawab, Hanya Allah SWT yang Maha tahu.

    Jadi, ada perbedaan penafsiran “dibangkitan” antara pandangan Islam dan Kristen. Di dalam Kristen, seperti yang saya ketahui, Yesus disalib lalu dikuburkan, kemudian ia dibangkitkan kembali (masa Paskah). Kalau di dalam ajaran Islam ya seperti yang saya tulis tadi.

    Semoga mbak iche bisa lebih jelas ya…. :-)

  43. rf berkata:

    islam adalah agama yang benar kalau menurut saya, konsep ketuhanan dalam islam sangat sederhana namun jelas dan tegas, berbeda dg konsep ketuhanan dalam kristen yang rumit dan tidak bisa dimengerti

  44. New Age berkata:

    Semua agama dan penafsiran di sini adalah benar adanya. Yang salah itu Tuhan, karena menciptakan orang, agama, dan penafsiran yang berbeda-beda. Menciptakan kejahatan dan kebaikan, kebenaran dan kesalahan.Ingat, dalam tiap agama itu ada sekte-sekte yang juga saling bertentangan. Dengan begini jelas, pembicaraan artikel ini ke arah mana.

  45. Plan berkata:

    Tuhan Yesus itu adalah peribadi Allah sendiri. Dia adalah kalimatullah Allah atau Roh Allah yang menjadi manusia. Ishak nyaris dibunuh dijadikan korban Abraham kepada Allah tapi hal itu mengambarkan Allah sendiri mengorbankan anak-Nya sendiri iaitu Yesus sebagai korban penghapus dosa bagi yang percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

  46. PATIMANG berkata:

    memang krn perbedaan pendapat inilah yg membuat kita sering berselisih paham….
    jgnlah kita menjadi hakim bagi sesama kita…
    toh,,,yg nntinya menghakimi kita hanya satu yaitu Tuhan….
    jdi sebaikx sekarg qt berlomba2 melakukan smua hal yg menjaminkan qt nnti masuk sorga menurut keyakinan qt masing2….
    mau Kristen ataupun Islam klo slma hidupx smpe mati buat dosa trus dan g’ prnah tobat…mgknkah dia bakal masuk sorga????

  47. oga berkata:

    @plan : pengandaian yang ngawur

  48. abc berkata:

    ajaran Saulus semua ga bener lah….ente ikutin ajaran nabi Isa as (Yesus) apa Paulus…?? 1+1+1=1…ga logis ini konsep ketuhanannya..

    nabi Isa begitu di hormati dan di junjung tinggi dalam ajaran kami Islam, dengan sebutan alaihis salam yang bermakna Semoga
    keselamatan dilimpahkan kepadanya…tapi sebaliknya mereka umat krist** menghujat Allah SWT dan nabi Muhammad SAW dengan fitnah yg keji (semoga Allah SWT memberikan ampunannya)…kalau terbukti di hari akhir kris*** yg benar maka orang Muslim tidak takut karna kami selalu memanjatkan doa keselamatan kpd nabi Isa as….TETAPI jikalau Islam yg benar sudah barang tentu kalian semua pasti akan dibinasakan….karna tidak pernah menghormati Allah swt dan Nabinya Muhammad SAW…

  49. 07070893 berkata:

    KASIHILAH TUHAN ALLAHMU DENGAN SEGENAP HATIMU,DENGAN SEGENAP JIWAMU,DAN DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU,DAN KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI,SERTA KASIHILAH MUSUHMU…..TIDAK ADA SEORANGPUN YANG DAPAT DATANG KEPADA BAPA DISORGA KALAU TIDAK MELALUI AKU ( YESUS KRISTUS )

  50. Ahmad berkata:

    Maaf mau tanya… kalimat “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada bapa di sorga kalau tidak melalui aku (yesus kristus)”… berarti bapa dan aku (yesus kristus) itu berbeda pribadi/ sosoknya? Bapa berarti tuhan dan aku (yesus kristus) berarti nabi isa? Kalimat ini jelas sekali maknanya bahwa ada 2 sosok yang berbeda dan tidak bisa disamakan antara Tuhan (Khalik) dan Nabi Isa (makhluk). Kalimat ini maknanya bahwa melalui ajaran nabi Isa yang benar maka umatnya akan masuk surga dan menemui Tuhan. Pemahaman ini aturannya diimani oleh umat kristiani bahwa Tuhan itu tidak sama dengan makhluknya (nabi Isa). Bukan mengada-ada bahwa Isa (yesus kristus) itu tuhan. ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA itu MAHA ESA (tunggal=satu), kepadaNYA lah kita meminta segala sesuatu, ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA tidak beranak dan tidak diperanakkan seperti halnya makhlukNYA (yang memilki nafsu syhawat untuk beranak dan juga diperanakkan). Dan tidak ada sesuatu pun yang seTARA/sebanding/sama dengan ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA. Jadi ALLAH tidak sama dengan makhluknya. Nabi Adam saja yang tidak diperanakkan (tidak punya Bapak dan Ibu) tapi Dia juga memiliki anak dari istrinya Ibunda Siti Hawa sebagaimana manusia lainnya.Sementara Nabi Isa dilahirkan oleh Siti Maryam tanpa Bapak (Yusuf bukanlah Bapaknya Nabi Isa). [menurut komentar Iche…. ibunya (Isa) bernama Maria (Arab :Maryam) bapaknya bernama Yusuf… jadi Isa/Yesus adalah anak manusia… ].
    Karena Kuasa ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA dengan firmanNYA “Kun fayakuun” (jika ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA berkehendak “terjadi maka terjadilah”) Siti Maryam hamil dan melahirkan Nabi Isa. Jangan lah mengecilkan arti Tuhan dengan kata-kata yang sama dengan perbuatan makhluk-NYA. ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA itu Maha Suci, Maha Kuasa, Maha Perkasa, Maha berKehendak, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Prinsip yang membedakan agama Islam dengan agama-agama lainnya adalah Ketauhidan (Menyembah kepada Rab yang berhak diibadahi dengan benar adalah ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA yang Maha ESA). Dalam keimanan kami, hanya lah orang-orang yang beriman kepada ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA yang Maha Esa, mengikuti perintah-NYA dan menjauhi segala laranganNYA (Taqwa), dan mengikuti contoh teladan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wassalam yang akan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat, dengan masuk Jannah (surga) kelak di alam Baqa (Kekal). Tidak ada yang meragukan hal tersebut. Yakinlah sebelum datang hari kiamat dengan menyebut “LAA ILAA HAILLALLAH MUHAMMADDARROSULULLAH”. Wahai orang-orang yang berpikir (berakal), beriman dan bertaqwalah kepada ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA dengan sebenar-benarnya taqwa dengan menggunakan akalmu dalam mengamati, menyelidiki dan mengambil pelajaran dari alam semesta ini. Insya ALLAH (dengan seizin ALLAH) engkau akan mendapatkan Kebenaran didalamnya. Bukan kebaikan/ kebajikan yang akan membuatmu masuk surga tetapi kebenaran dalam mengimani Rab/ Tuhan yang menciptakan mu dan seluruh alam semesta ini. Walaupun orang tersebut berbuat baik tetapi dia mengingkari ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA maka orang tersebut tidak akan melihat surga. Jangan kan masuk surga, melihat surga saja tidak bisa. Bila ada yang benar dari tulisan saya ini maka kebenaran itu datang dari ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA dan bila ada yang salah maka kesalahan itu datangnya dari kekurangan dan kesalahan diri saya sebagai manusia yang tidak lepas dari kesalahan dan untuk itu saya mohon maaf sebesarnya. Astaghfirullah wa atuubu ilaik. Kepada pak Rinaldi Munir terima kasih telah mensyiarkan Islam yang benar dan teruskan perjuangan Anda. Jazakumullah khoiron.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s