Catatanku

Tentara Israel Membunuh Anak-anak untuk Santapan Anjing Pelacak

15 Januari 2009 · & Komentar

Sungguh tidak bisa saya menahan air mata membaca kekejian tentara Israel terhadap anak-anak Palestina di jalur Gaza. Kebiadaban mereka tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Foto-foto dan video kekejaman yang menimpa anak-anak Palestina adalah saksi bahwa kebiadaban itu adalah fakta yang tidak terbantahkan.

Tentara Israel membawa anjing pelacak untuk memburu pejuang Hamas. Ketika anjing itu lapar, mereka mencari anak-anak dan menembaki mereka. Mayat anak-anak itu dijadikan makanan bagi anjing-anjing ini. Seperti yang saya kutip dari sini, inilah penggalan berita yang saya baca:

Beberapa hari lalu, di kamp pengungsi Jabaliya, yang terletak di bagian utara Gaza City, tak jauh dari pintu perbatasan Erez, seorang bocah perempuan, Shahd (4 tahun), sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba, tentara Zionis Israel menyerang dan menembak membabi-buta. Bocah gemuk yang lucu itu bersimbah darah.

Melihat anaknya tergeletak di lantai dengan kondisi mengenaskan, kedua orang tuanya buru-buru mengulurkan tangan hendak meraihnya. Tapi, serdadu Israel mengusirnya dengan hujan peluru. Kedua orang tua itu pun meninggalkan tempat itu, sementara anaknya masih tertidur di sana: entah sedang sekarat, entah sudah tewas.

Rupanya tentara Israel yang selalu membawa anjing pelacak saat melakukan serangan darat ke Jalur Gaza, memang punya maksud tertentu dengan tindakannya itu. Jenazah Shahd sengaja dibiarkan tergeletak di halaman terbuka itu untuk (maaf) dijadikan santapan anjing.

”Anjing-anjing itu meninggalkan satu bagian utuh tubuh bayi malang itu,” kata Abu Aukal, dengan air mata berderai, saat menuturkan cerita tragis itu, seperti dikutip islamonline, kemarin.

”Kami melihat pemandangan memilukan selama 18 hari terakhir (agresi Israel). Kami mengangkat mayat anak-anak yang tercabik atau terbakar. Tapi, tak ada yang seperti ini,” kata Abu Aukal.

Berhari-hari saudara Shahd, Matar, dan sepupunya, Muhammad, mencoba meraih tubuh gadis itu, tapi sia-sia. Lagi-lagi, tentara pendudukan Israel menggunakan bahasa tembakan untuk mengusir kedua bocah itu.

Tapi, melihat tubuh Shahd yang terus dicabik anjing dari hari ke hari, Matar dan Muhammad tak tahan. Pada hari kelima, keduanya nekat mendekati tubuh Shahd yang masih tersisa untuk membawanya pulang. Belum lagi keduanya meraih tubuh Shahd, tentara Israel menghujani dengan tembakan. Keduanya tewas.

Bergidik saya membaca kekejaman tentara Israel ini. Saya yang penyayang anak-anak tidak bisa membayangkan kepiluan orangtua Shahd yang melihat mayat anaknya dijadikan santapan anjing. Ya Allah, kenapa masih ada manusia yang sangat biadab seperti itu dimuka bumi ini. Apa salah anak-anak itu sehingga mereka menjadi korban kebiadabn tentara Israel.

Selanjutnya ditulis dalam berita itu,

Apa yang terjadi pada Shahd, kata Zayda, tak bisa digambarkan dengan kata-kata, tidak pula rekayasa kamera. ”Anda tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan anjing-anjing itu kepada tubuh anak tak berdosa itu,” kata pria ini sambil menahan air matanya.

Zayda menambahkan, ”Mereka bukan hanya membunuh anak-anak kami. Mereka juga melakukan tindakan yang sangat keji dan tak berperikemanusiaan.” Sejumlah orang Palestina meyakini apa yang terjadi pada Shahd bukanlah satu-satunya kasus mengerikan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina di Gaza.

Sebelumnya, menimpa keluarga Abu Rabu yang sedang mencoba menguburkan tiga anggota keluarganya yang tewas, ketika tentara Israel secara tiba-tiba mencegah acara penguburan itu dengan berondongan peluru. Saat keluarga yang sedang berduka itu menjauh, tentara Israel melepaskan anjing-anjing pelacaknya ke arah tubuh-tubuh itu. Peristiwa ini juga terjadi di Jabaliya.

”Apa yang terjadi ini sangat mengerikan dan tak terbayangkan,” kata Saad Abu Rabu, salah satu anggota keluarga itu. ”Anak-anak kami tewas di depan mata kami, tapi kami bahkan dicegah untuk menguburkan mereka. Orang-orang Israel melepaskan anjing-anjing ke arah tubuh-tubuh mereka, seakan yang mereka lakukan belum cukup,” katanya sambil menangis.

Sekali lagi, saya hanya bisa menangis dan menangis membayangkan tragedi kemanusiaan yang memilukan ini. Semoga Allah SWT menimpakan balasan yang setimpal terhadap kekejian yang dibuat tentara Israel itu.

Kategori: Gado-gado

29 tanggapan so far ↓

  • Maryam Murhmainah // 15 Januari 2009 pada 19:50 | Balas

    AStagfirullahal’adzim,,,
    mengapa ada manusia kejam seperti itu?
    apa alasan mereka? mengapa tentara itu bisa tega melakukannya??

    apa yang dikatakan pemimpin Israel sehingga anak buahnya mau mengikuti ajakan biadabnya???

  • omiyan // 16 Januari 2009 pada 09:41 | Balas

    Anjxxxxxxx maaf saya marah banget….semoga mereka diberikan azab yang sangat pedih atas pembunuhan saudara kita disana

  • Billy Koesoemadinata // 16 Januari 2009 pada 10:17 | Balas

    buset!!
    laknatullah banget nih!

  • ekoph // 16 Januari 2009 pada 10:45 | Balas

    Terlaknatlah Isrel… Allah yang akan langsung membalas kelakuan mereka, bahkan di duniapun mereka akan merasakan balasan itu.

  • zamakh // 16 Januari 2009 pada 12:23 | Balas

    sedih, menyadari betapa tidak berdayanya kita..

  • dwinanto // 16 Januari 2009 pada 13:47 | Balas

    Yang paling menyedihkan adalah kenyataan bahwa sampai saat ini kita masih sulit meluangkan waktu dan pikiran kita untuk berkontribusi bagi kenyataan pahit yang ada di sana, karena terhalang rutinitas kita,. :(

  • alchemist // 16 Januari 2009 pada 14:00 | Balas

    allahumma fanshur ikhwanana fii kulli makaan

  • adrian // 17 Januari 2009 pada 05:31 | Balas

    selain itu mereka juga pakai fosfor putih di bomnya dan itu sudah dilarang oleh dunia internasional.

    heran aja di luaran sana masih ada yg dukung israhell

  • agusgunawan // 17 Januari 2009 pada 10:12 | Balas

    Kekejaman syetan manusia yang bernama Israel lebih dari itu, mereka tidak hanya tega seperti itu, karena keyakinan mereka bahwa nyawa kaum Islam tidak berharga dan tidak bernilai.
    Allah SWT mendengar do’a orang yang terdzalimi, selama ini do’a – do’a sudah dilayangkan ke langit, akan tetapi mengapa seakan Allah tidak mengdengar.
    Terkabulnya do’a oleh Allah bisa bermacam bentuk rupa dan nista.
    Laknatullah Israel pasti kan hancur, kapan dan dimana, Allah Yang Maha Tahu

  • Masdilla // 17 Januari 2009 pada 10:54 | Balas

    Allah akan murka pada tentara Israel…

    Turunkanlah azabmu ya Allah.

  • chie135 // 18 Januari 2009 pada 16:34 | Balas

    yahudi (israel kebagusan) udah mule krisis; udah jadi pengemis senjata ke antek2nya AS; minta gencatan senjata pula; dengan topeng sok tanpa dosa bilang bahwa bom mereka bukan bom fosfor??? seharusnya ga dikasi ampun lagi!

    heran sama yang ngebela mereka. padahal ayat2 kitab mereka jelas menyudutkan orang2 non yahudi…

  • Otto Al Fatih // 19 Januari 2009 pada 11:23 | Balas

    Asslm…
    Kesimpulan saya cuma satu…
    Orang Israel(dalam hal ini zionis) tu ama sekali tak layak diajak damai…
    Bangsa binatang(Israel Zionis) macam tu wajib dibunuh…
    Ada yang nanya ngapa gue ngatain dia binatang?
    ya karena memang bangsa Israel si Zionis tu lebih layak disebut binatang daripada manusia…
    Israel adalah manusia yang paling gak bisa dikasi tau dengan kata yang halus dan paling banyak ngelanggar resolusi PBB…
    Intinya coma satu…”KILL THEM ALL”…
    You can do than Palestine…
    Asslm…

  • catur // 21 Januari 2009 pada 09:28 | Balas

    mas saya baca di republika hal itu tp saya cari berita terkait tsb di google dan newspaper lainnya tdk ad, juga di republika tidak mencantumkan sumber dr berita tsb, jika ad pic ttg hal tsb ato videonya lebih akurat. krn byk berita2 tsb yg tidak jelas drmn sumbernya, jika metro TV ato Kompas, koran tempo mengexpose hal tsb saya percaya dng berita tsb, krn media itu merupakan media terpercaya dan akurat

  • rinaldimunir // 21 Januari 2009 pada 09:42 | Balas

    @catur; berita tersebut benar adanya dan tidak dibuat-buat. Tentara Israel memang kejam, jangankan membiarkan anjing2 mereka memakan mayat anak-anak, membunuh anak2 dan wanita tidak berdosa saja mereka tidak punya rasa bersalah sedikitpun. Di desa Jabaliya, tentara Israel mengumpulkan 30 orang sebuah keluarga di sebuah rumah, lalu menembaki rumah itu sehingga menewaskan puluhan isinya yang sebagian besar anak-anak dan wanita. Mengapa berita semacam tsb tidak muncul di media lain, saya kira itu terkait kebijakan, visi, dan politik media ybs. Anda tidak akan menemukan berita2 semacam itu pada media (baik asing maupun nasional) yang pro-israel atau setidaknya kurang ramah terhadap aspirasi ummat Islam. Media2 yang anda sebutkan tadi tergolong ke dalam kelompok itu, sehingga mereka tidak akan memuatnya. Sebagai alternatif, silakan baca tulisan terkait dengan ini di http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8437:-qanjing-anjing-yahudi-dikerahkanq-&catid=3:catatan-akhir-pekan-adian-husaini&Itemid=58

  • catur // 21 Januari 2009 pada 11:35 | Balas

    Trimakasih mas rinal atas informasinya, mohon maaf klo saya agak meragukannya, krn berita2 spt di swaramuslim,hidayatullah,republika,dll terkesan provokatif dlm pemberitaannya,jd pembaca ditujukan pada satu kesimpulan, saya pernah baca berita di swara muslim klo tidak salah, berita ttg tank merkava israel yg diledakkan,dan beberapa puluh tentara israel yg terbunuh (kisaran 80an tentara) namun saya cari2 dr sumber di luar negri berita terkait tsb tidak ad (baik yg pro maupun yg kontra)dan tidak ad foto jenazah atau video ttg tentara yg terbunuh td.
    saya cuma menyarankan aj mas rinal, bagus pemberitaan ttg hal itu yg blm/tidak diberitakan di media sekelas kompas,metro,tempo.namun alangkah baiknya jika ad rekaman video atau foto kejadian tsb.
    spt penggunaan fosfor putih oleh israel memang benar krn diberitakan di media luar negeri dan dalam negeri (pastilah ini bukan yg pro israel)
    krn jika berita fosfor putih tsb diberitakan oleh media sekelas kompas,metro,tempo artinya media tsb bukan pro israel kan mas? krn memberitakan kekejian israel.
    oiya mas saya ingin mengetahui ttg kronologis dr awal mula perang arab-israel, dptkah mas rinaldi memberikan tulisan/narasi yg lengkap mungkin dng kekuatan militernya (perbandingan) skenario dll.dr perang 1948,6hari,yom kippur,intifaddah,dll hingga skrg.

    terimakasih mas rinaldi

  • rinaldimunir // 21 Januari 2009 pada 12:02 | Balas

    @catur: itulah gunanya ada media penyeimbang. Selama ini kita hanya memperoleh informasi dari satu arah saja, yaitu dari media2 yang kurang jujur dan tidak adil dalam menyampaikan fakta karena terikat oleh policy media. Sebagai contoh, dalam kontroversi RUU Pornografi tahun lalu, media2 massa yang anda sebutkan tadi tidak memberi tempat bagi pendukung RUU. Porsi pemberitaan kaum penentang lebih banyak dan berbagai tulisan dibuat mereka untuk mempengaruhi opini publik bahwa RUU tersebut mengancam integritas bangsa. Sekarang setelah RUU tersebut dijadikan UU, apakah kita melihat terjadi kekacauan atau disintegrasi bangsa? Biasa2 saja bukan? Itulah kekhawatiran berlebihan yang dilontarkan media massa tersebut, yang tidak mau bersikap adil dalam menyampaikan informasi.

    Tentang berita perang di Gaza, media massa mengutip jumlah korban dan kerusakan hanya dari satu pihak saja. Israel membatasi akses informasi di Jalur Gaza. Mereka hanya mengakui jumlah yang tewas di pihak meteka hanya 14 orang. Tentu mereka tidak akan mau mengumumkan jumlah yang pasti, termasuk tank yang hancur oleh pejuang Hamas, ini semua agar psikologis tentaranya tidak jatuh. Itu biasa dalam perang, siapa yang menguasai informasi maka ia akan menang. Tinggal diri kita mempercayai, benar atau tidaknya.

    Saya membaca semua media, tidak hanya media Islam saja, saya juga membaca Kompas, Koran Tempo, dll. Saya cukup kritis dalam menilai sebuah berita, termasuk dari media Islam sendiri. Saya tidak mengatakan apa yang ditulis oleh media Islam itu sebagai kebohongan, tetapi itulah suara lain yang tidak pernah terungkap di media massa yang anda sebutkan tadi. Kita tidak pernah tahu karena ada informasi yang ditutupi. Jadi, mas Catur tidak usah khawatir kalau saya berat sebelah, saya moderat kok.

    Sekali lagi, kita perlu seimbang dalam “memakan” informasi, jangan telan mentah-mentah, dan jangan pula tolak mentah-mentah.

  • catur // 21 Januari 2009 pada 13:44 | Balas

    mmm makasih mas.rinal…..ttg informasi memang membuat kita akan salah kaprah jika tidak mengembangkan pemikiran.sikap kritis perlu untuk menuntuk kepada kebenaran berita.
    iya seh mas saya memang saya agak nggak terlalu suka dng berita2 yg provokatif,
    saya baca di tempo ttg pemikiran lain dr serbuan israel oleh guntur romli cukup menarik dianalisa
    sebagian opini publik mengindikasikan bahwa penyerangan israel adalah tindakan biadab,dan pihak hamas adalah korban, namun guntur romli mengkritisi dr sudut pandang lain.
    disitu disinggung kesalahan serang israel bukan semata2 kesalahan negara tsb, ada asap pastilah ad api pemicunya.
    spt diketahui bahwa ideologi hamas adalah menghancurkan/menghapus israel dr peta dunia spt ideologi PLO saat awal.
    dan pemicu serangan israel yg saya kira berlebihan adalah adnya serangan roket dr pihak Hamas (alasannya krn blokade dr israel)
    jd pemikiran israel spt perumpamaan (maaf saya cuma dr pemikiran saya sendiri) spt org yg digigit nyamuk berkali2 (gigitan nyamuk=roket) lama2 tidak tahan trus di templak dan dibasmi sarangnya (jalur gaza) namun pembasmian tsb jg membasmi makhluk hidup disekitarnya (rakyat)
    saya sendiri kurang setuju dng penyerangan yg berlebihan dr israel ke jalur gaza, krn negara modern spt itu mustinya kirim beberapa legion khusus untuk menyerang gerilyawan hamas
    saya kira israel agak kewalahan dng serangan gerilya (perang kota) yg frustasi dan menembak ap yg bergerak dan t4 khusus bagi publik.
    dilain sisi byk pemberitaan yg mengindikasikan pejuang hamas jg menyamar sbg penduduk, disinilah israel kewalahan membedakan mana gerilyawan dan rakyat jdnya serangan total.
    jd saya mendapatkan informasi jg berimbang dalam hal sebab akibat dr perang israel tsb. negara israel dan hamas adalah sebab dr penderitaan rakyat palestina. jika dicari awal sebabnya pastilah masing2 akan berawal dr sudut pandang sendiri.

    oiya mas rinaldi, ad satu hal yg membuat saya underestimated pada hamas, saat mesir memberikan tawaran genjatan senjata yg utamanya agar rakyat palestina mendapatkan bantuan dan mencari tempat perlindungan aman, justru disini hamas menolak dng alasan politis,,
    andai dia menerima bukankah penderitaan rakyat dpt diringankan dng masuknya akses bantuan asing?
    kemudian dr negara arab / liga arab sendiri blm dpt bersatu untuk mendukung perjuangan palestina, justru negara jauh di amerika = venezuela langsung menutup jalur diplomatik israel.
    sepanjang negara jazirah arab blm mampu bersatu, saya rasa perjuangan palestina tidak akan mampu diraihnya, kecuali kompromi spt fatah.
    dilain sisipun fatah dan hamas (sama2 palestina) berseteru mendapatkan posisi kunci kekuasaan tanpa memandang penderitaan rakyatnya.

    jd apakah israel=absolutly salah?
    secara besaran korban, israel tidak manusiawi namun secara logika israel yg ditengah2 negara2 yg dulunya memusuhi dan berperang dng dia (mungkin hingga saat ini) tindakan preemtive dipandang israel adalah tindakan yg cukup,
    krn mungkin trauma saat perang arab israel dulu yg negara mungil tsb dikeroyok rame2 oleh negara tetangganya
    oiya mas rinaldi ad informasi tulisan ttg perang arab-israel?krn saya pingin tahu ttg perang tsb baik secara strategi, sebab akibat, dan kerugian masing2 pihak, serta lainnya.
    dengan adnya info tsb maka kita dpt mengambil sudut pandang dan pemikiran ttg hal2 yg berkaitan dng palestina scra obyektif.

    terimakasih

  • Faizhal_ikhwan // 3 Februari 2009 pada 14:39 | Balas

    assalamu’alaikum, Wr. Wb
    wahai…swdaraqu yg muslim mari qta berdo’a agar swdara qt slamat dr anj**g israel(maav),
    laknatullah 4 ISRAEL,,
    tolong donk negara2 muslim cepat bertindak, jgn kyk Banci,
    lo pada g sedih apa, swdara lu di gituin???
    HAYOOOO… PARA HIZBULLAH, gw akan trz mndukung & mendo’akanmu( sbnarnya c pgn ikut berperang sm israel tp sy jauh bgt dari sini INDONESIA)
    gw & Rakyat INDONESIA bakal ngedo’ain lu WARGA PALESTINE….

    ALLAHUAKBAR..!!!!

  • Faizhal_ikhwan // 3 Februari 2009 pada 14:44 | Balas

    ISRAEL BANCI, BULLSHIT,F**K, DAMNED,PIG,LAKNATULLAH
    PALESTINE MUST BE THE WINNER!!!

    LAILAHAILALLAH….MUHAMMADARRASULULLAH

    email fs : the_airwaves@yahoo.com
    visit me yah….!!!

  • Faizhal_ikhwan // 3 Februari 2009 pada 14:48 | Balas

    wooiii…. MESIR& ARAB, apakah lu pngkhianat sm ALLAH &RASULULLAH????
    jgn banci dah elu MESIR&ARAB,,,!!!
    dukung donk swdara lu PARA UMAT MUSLIM DI PALESTINE…!!!!!!
    MERASA ISLAM G LO???

  • Gundala Putra PETIR // 18 Februari 2009 pada 16:16 | Balas

    Yang kita tahu hanyalah perang dan perang kan?. tapi yang banyak tak tahu tentang bantuan kan? Nah kalau mau ngerti bahwa justru Arab Saudi yang paling banyak membantu bangsa Palestina bahkan 90% bantuan yang diberikan ke Palaestina adalah dari Arab Saudi, sedang yg 10% bantuan dari seluruh penjuru dunia, bahkan dari Indonesia cuma kurang dari 1% nya saja. Untuk itu belajarlah lebih mendalam jangan hanya melihat di televisi tetapi belajar di situs2 internet tentang bantuan dari Arab Saudi. Dan kalau mau tahu Amereika saja ngemis2 sama Arab Saudi tentang maslah krisisnya Amerika. Nah untuk lebih tahu dan mengerti belajarlah…Ok. Dan ingat Palestina itu juga masih peranakan Arab jadi tak mungkinlah jika kakek nenek Arab akan menutup mata doang. Pastilah akan membela namun dengan cara arif dan bijaksana tentunya, dan ingat aset di Arab Saudi harus diselamatkan karena demi muslim sedunia…

  • Max Syad // 24 Februari 2009 pada 20:07 | Balas

    Meskipun menyakitkan, tapi kita tak perlu heran dengan hal ini. Orang yahudi berpegang pada ajaran Talmud, yang menekankan superioritas ras mereka (…? bukankah mereka benci ajaran hitler?). Taurat tidak mereka “pegang”. Agama mereka zionisme, menyatakan bahwa yahudi lebih tinggi dari ras lain, bahkan lebih tinggi dari Tuhan! Jika ingin mengetahui lebih jauh silakan cari di talmud, banyak penyimpangan di sana.
    bagi umat Islam, kitab injil, taurat, zabur telah bercampur dengan ucapan2 manusia, tapi talmud sedari awal hanya berisi ucapan pemuka yahudi belaka.

    beberapa isinya misalnya:
    ”Hanya orang-orang yahudi yg manusia, sedangkan orang-orang non yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang,” (Kerithuth 6b hal 78)

    ”Orang-orang non yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang yahudi,” (Midrasch Talpioth 225)

    ”Angka kelahiran orang-orang non yahudi harus di tekan sekecil mungkin,” (Zohar 11, 4b)

    ”Orang-orang non yahudi harus di jauhi, bahkan lebih daripada babi yg sakit,” (Orach Chaiim 57,6a)

    ”Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non yahudi,” (Talmud 1V/8/4a)

    ”Dimana saja mereka (orang yahudi) datang, mereka akan menjadi pangeran raja-raja,” (Sanhedrin 104a)

    ”Terhadap orang non yahudi tidak menjadikan orang yahudi berzina, bisa terkena hukuman bagi orang yahudi hanya bila berzina dg yahudi lainnya, yaitu istri seorang yahudi. Istri non yahudi tidak termasuk,” (Talmud 1V/4/52b)

    ”Tidak ada istri bagi non yahudi, mereka sesungguhnya bukan istrinya,” (Talmud 1V/4/81 dan 82ab)

    ”Orang-orang yahudi harus selalu berusaha untuk menipu daya orang-orang non yahudi,” (Zohar 1, 168a)

    ”Jika dua orang yahudi menipu orang non yahudi, mereka harus membagi keuntungannya,” (Choschan Ham 183, 7)

    ” Tanah orang non yahudi, kepunyaan orang yahudi yg pertama kali menggunakannya,” (Babba Bathra 54b)

    ”Setiap orang yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non yahudi kepada kejatuhan,” (Babha Kama 113a)

    ”Orang yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non yahudi dan menipunya,” (Talmud 1V/1/113b)

    ”Orang yahudi boleh mempraktekan riba terhadap orang non yahudi,” (Talmud 1V/2/70b)

    beberapa lain yang pernah kami baca:
    - Tuhan berdebat dengan rabi, tuhan mengakui bahwa rabi lebih tepat (dalam perjanjian lama ada ayat yang senada, tuhan bergulat dengan daud, daud menang)
    - Rabi boleh memenuhi syahwatnya dengan (maaf) sodomi, tapi dengan anak kecil umur sekian tahun, dst, dst
    - Jika ingin berzina orang yahudi harus pergi ke tempat asing yang dia tidak dikenal

    dan masih banyak lagi. Tentang keistimewaan kaum yahudi ini –sebagai bangsa yang di atas tuhan sekalipun– ditanamkan terus kepada umat kristen di tiap acara keagamaan mereka di seluruh dunia secara rutin dan berkelanjutan. Jadi tidak mengejutkan ketika kita melihat hasilnya di sini, suatu pembantaian yang tak terbantahkan pun masih dianggap patut. Tak cuma pemerintah amerika yang punya standar ganda, ratusan juta orang hasil indoktrinasi ini pun punya standar yang ambigu pula.

    Hidup jauh lebih aneh dari dongeng. Tetap semangat, ini memang pelajaran mahal bahwa dengan cara tertentu manusia bisa jadi lebih jahat dari pada binatang buas. Ini juga mungkin terjadi karena manusia lain menganggap hal ini boleh2 saja.

  • bungabunga // 29 Mei 2009 pada 14:29 | Balas

    Yang jelas…aku paling benci liat tindakan brutal manusia yang melebihi binantang..Israel jelas brutal, di Afrika juga banyak kejadian seperti itu..amerika dah terbukti dengan guantanamonya..Taliban-pun juga berlaku sewenang2 terhadap warganya, Cina, India, Eropa.banyak tindakan2 amoral..yang pasti,aku ucapin go to hell buat manusia2 keji yang melebihi binatang…!!! siapapun kamu,apapun bangsamu dan dari agama manapun…

  • Holokost // 9 Agustus 2009 pada 19:19 | Balas

    KiLL aLL juice! All of juice go to heLL

  • KIKIL // 9 Agustus 2009 pada 19:23 | Balas

    Israel itu apa sih?? Kayaknya pernah denger deh!

  • eka // 27 Agustus 2009 pada 23:52 | Balas

    israel…….parah!!!!!

  • Risa // 17 November 2009 pada 22:16 | Balas

    TEGA!!!
    baru kali ini baca ada orang setega itu..ya ampun..itu manusia!!!
    Israel..ga nyangka..gara2 banyak perang, apa otaknya udah pada di brainwashed??

    curse you soldiers!! I hope you guys died from the war!

  • asep truna // 23 November 2009 pada 20:15 | Balas

    kenapa kita umat islam ga bisa bersatu melawan israel dan antek2nya……!!!!!!!

Tinggalkan sebuah Komentar