Ketika melewati gerbang kampus, saya melihat dua spanduk yang mencolok mata berwarna biru, yaitu tentang Dies Emas ITB (1959 – 2009):

Oh, ITB sudah 50 tahun? Mungkin ada yang bertanya, bukankah ITB didirikan tahun 1920, kenapa berusia 50 tahun, seharusnya 89 tahun, bukan? Sebenarnya hal ini tidak salah juga. ITB diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 2 Maret 1959. Tanggal ini dijadikan sebagai tanggal peresmian ITB oleh Pemerintah RI. Tetapi, sebenarnya sejarah ITB bermula sejak awal abad kedua puluh, ketika Indonesia masih dijajah oleh Belanda, dengan nama Technische Hoogeschool et Bandung berdiri tanggal 3 Juli 1920 dengan satu fakultas yaitu de Faculteit van Technische Wetenschap yang hanya mempunyai satu jurusan de afdeeling der Weg en Waterbouw (dikutip dari situs ITB). Salah satu alumni generasi awal yaitu Soekarno itu, seorang Insinyur Teknik Sipil. Jadi, jika mengacu pada tahun 1920, maka berarti pendidikan teknik pertama di Indonesia sudah berusia 89 tahun, usia yang sudah aki-aki.
Seperti apakah wajah kampus ITb pada awal abad 20 itu? Saya menemukan foto kampus Ganesha ITB dari situs web ini. Foto di bawah ini adalah pemandangan kampus ITB pada tahun 1925:

Foto di atas memperlihatkan saat itu kawasan ITB di Bandung Utara masih sepiiii, masih banyak tanah kosong. Di depan kampus ITB tampak jelas Taman Ganesha yang masih ada sampai sekarang. Lalu, di sebelah kanan tampak Jalan Dago (Ir. H. Djuanda) yang terkenal itu, dan di sebelah kirinya Jalan Tamansari yang panjang dari utara ke selatan. Belum ada kebun binatang waktu itu.
Kampus ITB saat itu (yang bernama Technische Hoogeschool) hanya berisikan bangunan Aula Barat, Aula Timur, Gedung Teknik Sipil, dan Gedung Fisika.
Bagaimana posisi kampus ITB di Bandung Utara saat itu relatif dengan bangunan lain seperti Gedung Sate? Lihat fotonya di bawah ini:

Wah, benar-benar ideal sekali Bandung tempo doeloe, tidak padat, tidak macet, dan nyaman.
Selamat ulang tahun ke-50 (eh, 89) kampus ITB tercinta.
9 tanggapan so far ↓
ekoph // 19 Januari 2009 pada 16:19 |
Dies 50 tahun ya…
wah spesial dong tahun 2009 untuk ITB…
Kebetulan nih, tahun ini, tepatnya minggu depan, saya sidang, dan kalo tidak ada masalah, bulan april nanti wisuda…
rinaldimunir // 19 Januari 2009 pada 16:33 |
@ekoph: selamat sidang ya? Jurusan apa nih dan angkatan berapa?
dwinanto // 19 Januari 2009 pada 19:13 |
Perayaannya tampak sudah lama dipersiapkan, bahkan hingga memundurkan agenda wisuda Maret menjadi April,.
Semoga berkesan positif,.
Roosdiarto Rooskandar // 6 Maret 2009 pada 05:44 |
I always admire old time Bandung: clean air, green, cool, green rice field everywhere. Gorgeous. When these are going to happen today? I hope so.
To My Beloved ITB, congratulation for 50th anniversary according to Republic or 88th years existence since first established in 1920.
Asop // 7 Maret 2009 pada 11:38 |
Huaaaaa… masih banyak lahan kosong!!!!!!!
Lain banget dulu ama sekarang… Kata dosen saya, sebelum ada labtek V-VIII dan gedung CC, gunung TangkubanPrahu kelihatan dari gerbang depan…
Sekarang? ….. Jangankan gunungnya, garisnya aja susah dilihat… >.<
Kata dosen saya juga, tahun 70-an Bandung masih dingin sekali… jalan ke kampus pagi2 harus pake jaket tebal… Uap nafas terlihat… Jadi pengen merasakan…. ^^
okiurang bandung // 12 September 2009 pada 06:32 |
sono ka Bandung,,hayang ceurik,,bosen hirup ngumbara teh,,,
mardi // 15 September 2009 pada 04:20 |
kenapa jalan-2 di bandung kecil-2 shingga selalu memacetkan lalin….?
budi // 15 September 2009 pada 10:59 |
oh… Bandung kenapa skrng tambah semraut, gimana 20 tahun kedepan setelah kita beramput putih
Prof.Dr.Ir.Idiannor Mahyudin, MSi // 20 November 2009 pada 08:48 |
dokumentasi tempo doeloe merupakan harta tak ternilai bagi anak cucu dan generasi yang melahirkannya……luarrrr biasa…hehe