Alhamdulillah, Hoka Hoka Bento Sudah Halal

Kemaren ketika melewati restoran Hoka Hoka Bento di Stasiun Kereta Api Bandung, saya melihat logo sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia di restoran ini. Oh, jadi Hoka Hoka Bento sudah dijamin halal?

hokahokabento

mui1

Ketika kembali ke Bandung, saya cari di Mbah Google, ketemu beritanya dari Situs Hoka Hoka Bento, begini bunyinya:

Sertifikat HALAL MUI
Pada tanggal 24 September 2008, Komisi Fatwa MUI telah mengeluarkan SERTIFIKAT HALAL Hoka Hoka Bento no. 00160048830908, sehingga secara resmi seluruh produk Hoka Hoka Bento telah dinyatakan memenuhi persyaratan HALAL. Setelah melalui proses audit yang merupakan prosedur standar MUI, sertifikat ini telah diserah-terimakan ke pihak Hoka Hoka Bento pada tanggal 17 Oktober 2008.

Sertifikat HALAL yang diterbitkan oleh LPPOM MUI Pusat berlaku untuk seluruh restoran Hoka Hoka Bento, dari mulai pemasok bahan baku, logistik sebagai pusat distribusi sampai pengiriman ke setiap restoran. Setiap restoran Hoka Hoka Bento tidak diperkenankan membeli bahan baku dari luar selain dari logistik Hoka Hoka Bento. Jadi proses sertifikasi halal tidak hanya di restoran saja melainkan keseluruhan prosesnya mulai dari pemasok, pengangkutan dari pemasok ke logistik atau restoran, pengangkutan dari logistik ke restoran semuanya di sertifikasi HALAL.

Sejak beberapa tahun lalu saya memang menahan diri untuk tidak makan produk Hoka Hoka Bento (selain itu juga roti BreadTalk, donat J.Co, dll, baca tulisan terdahulu terkait hal ini). Alasannya saya mendengar restoran ini masih ‘abu-abu’ soal kehalalan makanannya. Ada isu — yang entah benar atau tidak — yang menyatakan bahwa restoran ini menambahkan arak Jepang pada masakannya supaya lebih lezat. Karena masih di wilayah ‘abu-abu’ dan belum mendapat sertifikat halal, maka saya memilih untuk berhenti sementara membeli makanan Hoka Hoka Bento, sampai tuntas masalah kehalalannya.

Bagi saya soal kehalalan makanan sangat krusial, tidak peduli restoran tersebut restoran beken dan ramai pengunjungnya. Banyak orang mengira bahwa soal halal haram itu sebatas tentang daging babi saja. Padahal halal dan haramnya makanan cukup luas cakupannya, misalnya: apakah makanan tersebut disengaja mengandung alkohol, apakah ayam atau sapinya disembelih dengan nama Allah, apakah makanan itu makakan sesaji untuk para dewa, leluhur, atau apalah, dan lain-lain.

Alhamdulillah, restoran Hoka Hoka Bento sudah mendapat serifikat halal ke LPOOM MUI, jadi saya tidak khawatir lagi dan bisa makan dengan tenang. Yang saya suka dari restoran ini adalah nasinya yang pulen abis, enak deh. Beras apa sih yang digunakan Hoka Hoka Bento kok enak sekali, apakah beras impor dari Jepang, atau berasnya dicampur beras ketan supaya lebih manis?

Saya rasa mereka tidak rugi tuh mengurus setifikat halal, yang biayanya tidak seberapa (saya dengar 2 juta rupiah), malah mereka akan diuntungkan karena kepercayaan konsumen muslim bertambah (minimal pelanggan Hoka Hoka Bento bertambah satu, yaitu saya, he..he). Lihat saja restoran KFC atau McDonalds, sejak mendapat sertifikat halal dari MUI restoran tersebut tambah ramai pengunjungnya.

Kalau tulisan ini menajdi promosi gratis buat Hoka Hoka bento tak apalah, moga-moga jadi amal baik karena menginformasikan makanan halal.

Tulisan ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

17 Balasan ke Alhamdulillah, Hoka Hoka Bento Sudah Halal

  1. yaniwid berkata:

    Iya nih… akhirnya bisa ke HHB lagi… :-)
    Anak2 kan paling gampang makan yang begini ya…

  2. Byaryoga berkata:

    Ada yang bilang, berasnya seperti beras yang dicampur agar-agar, tapi kok lebih enak.

  3. Selvira A berkata:

    berasnya namanya beras jepang pak…bisa dibeli di beberapa pasar…bisa juga berasnya dicampur agar-agar biar lebih pulen..

  4. atifhidayat berkata:

    wah,,, produk Yahudi apa enggak tuh???

  5. Asop berkata:

    Waduh….. HokBen baru ya halalnya…??

    O ow…. Saya udah dari awal tahun 2008 makan HokBen…
    Tapi bukannya bisa aja pihak restoran berbohong? Setelah diperiksa sama MUI, mereka memakai lagi tuh arak jepang… bisa saja kan Pak?

  6. catur berkata:

    atifhidayat :

    wah,,, produk Yahudi apa enggak tuh???
    >>>>> hari gini msh omongin itu produk yahudi ato nggak??????
    mas yahudi ato siapapun itu ntah org apapun itu adalah ciptaan tuhan,,,,,,klopun dia salah itu bukan mengacu pada golongan ato negara…
    jng piciklah cara pandangnya…….klo produk itu bagus dan layak dikonsumsi dan bagi umat islam itu halal ya why not gitu??????
    kabarkan itu perdamaian……doakan bagi mereka agar berbuat baik…….
    yg penting skrg krn sudah halal maka bagi umat muslim sdh tenang menyantapnya ….. fokus ke makanannya.

  7. Ade berkata:

    KAlau ga salah, produk-produk makanan Islam, kecap Islam, mie Islam pertama kali dikeluarkan oleh Al-Arqam di Malaysia, dan alhamdulillah sekarang sudah byk prosuk-prosuk Islami di sekeliling kita…

  8. Osmar berkata:

    Alhamdulillah … akhirnya bisa tenang juga makan di Hokben. Soalnya pas di lidah orang kampung kayak saya ini. Dari akhir 90-an / awal tahun 2000 Hokben sudah jadi favorit walau haram atau halalnya masih diragukan. Di kantor juga banyak yang pro dan kontra, jadi yang mau makan ya dimakan … yang mau dibawa pulang silakan aja, entah di rumah dimakan atau tidak terserah mereka… Soal yahudi atau tidak, tidak usah diperdebatkan, karena yang saya tau itu usaha punya orang Indonesia asli. Fokus aja ke hidangannya sambil bersantai … Masih gak berminat, ya gak usah datang ke Hokben lah, cari aja warteg atau rumah makan Padang !

  9. Zidane berkata:

    dear semua sahabat2 HokBen…
    insya alloh hokben bukan produk yahudi..Ini orang indonesia. N` insya alloh halal..

    link-nya : http://indocashregister.com/2009/05/31/ternyata-hoka-hoka-bento-100-milik-orang-indonesia-toh/

    di sini udah lumayan aktivis muslim yang taat yang kerja disini..

    klo tw lebiih lanjut..japri ja ke mesin_pendingin@yahoo.com

    So…qt harus chek n richeck…tabyyun.. ^_^

    “ada aja alasan ke hoka-hoka bento”

  10. WASH berkata:

    knapa flm 2012 harus di larang,, apa flm itu haram,, tu kan cuma flm fiksi biasa,, apa MUI igin bwat flm jga ya,, takut kalah saing ya,, gak bisa bikin flm kayak gtu,,

  11. catur berkata:

    to WASH tuh bukannya topiknya ad sendiri bukan di HOKBEN???
    coba diintip topik yg khusus membahas 2012 mas

    trmksh
    catur

  12. Aly berkata:

    Iya, walaupun itu kepunyaan Yahudi, selama tidak menyalahi aturan islam, ya gapapa… Emang komputer-komputer yang dipake, dan segala yang lain juga, produksi siapa ? Yang make siapa ?

    Kemudian, selama itu ada label Halal dari MUI, kita ga perlu bingung nyeledikin lagi ini halal apa engga. Kita percaya aja, lah wong kita ga dosa kok. Toh dari MUI juga ada audit mengenai hal2 itu. Kalau ternyata HHB masih nyeleneh juga, ya itu bukan salah MUI bukan juga salah kita. Yang kita makan tetep hukumnya HALAL. Masalah si HHB itu, udah urusan dia sama Allah.

    Begitu loh….

    Ada pertanyaan ini seandainya ada Muslim buka Bank KOnvensional, sama Yahudi buka bank Syariah.. Mana yang kita pilih sebagai tempat penyimpanan uang kita ? Selamat berfikir…

  13. cancebok berkata:

    @aly
    masalah yahudi / tidak memang hrs dipikirkan ?! knp hrs dpkirkan ?? kata anda komputer dll milik siapa? memang itu milik yahudi, tetapi itu dibeli oleh perusahaan dan bukan dosa kita, dan mslh HHB klo memang benar milik yahudi?? berarti selama anda beli produknya(pastinya tidak 1 atau 2 kali?), itu sama saja anda mendukung yahudi untuk membantai saudara anda sendiri (jika anda muslim ya).
    memang jaman skrng sudah tidak ada namanya yg tidak milik yahudi … tp jika kita tahu itu milik yahudi, apa susahnya untuk kita menghindarinya dan jika masih meneruskannya ya itu hrs dpertanggungjawabkan nantinya …. dan masalah pertanyaan anda tentang bank?! memangnya ada bank yg anda bilang? klo tidak ada, buat apa saya capek2 berpikir?? hehehe ….. wassalam!

  14. cancebok berkata:

    revisi : sorry soal bank, saya bacanya cepat2 jd tidak melihat kata “seandainya” …. ya mgkin saya jawab … itu hanya “seandainya” jd buat apa saya capek2 mikir … mudah2an saja tidak ada! amin!

  15. cancebok berkata:

    1 lagi yg ingin saya kasih tau … “belilah produk yahudi yg second (jika itu tahu/memang milik yahudi)”

    wassalam!

  16. echa berkata:

    selama ini saya sering meragukan produk HHB, tapi sekarang setelah baca tulisan ini saya jadi tidak ragu lagu untuk menyantap HHB….

    hehehe….

    thanks

  17. diBond berkata:

    walah pak… sy mau makan siang di hokben, terus cari2 dulu di google ini halal gak. halaman pertama di hasil google ternyata posting bapak ini. hyahahah… makasih infonya pak rin.

    -dini if03-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s