<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kisah Bibi Penjual Ubi Cilembu</title>
	<atom:link href="http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/</link>
	<description>Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jan 2010 11:31:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: wp</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/#comment-3728</link>
		<dc:creator>wp</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 13:46:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1247#comment-3728</guid>
		<description>Sepertinya di terminal Cicaheum, bukan setasiun Cicaheum ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya di terminal Cicaheum, bukan setasiun Cicaheum ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rinaldimunir</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/#comment-3723</link>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 09:23:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1247#comment-3723</guid>
		<description>@Abdul Karim: setuju ayim, kalau orang itu berdusta, itu urusan dia dengan Allah SWT, bukan dengan kita.  

@Ambu si kaka: hatur nuhun, ambu, kedengarannya bagi saya &quot;uwi&quot; (maklum saya bukan orang Sunda :-))

@irfin: daeng irfin, mulia atau tidaknya biar Allah saja yang menilai. Saya hanya ingin berbagai cerita saja, mudah-mudahan yang membaca ini tergerak hatinya menolong saudara-saudara kita para dhuafa yang berjuang dari kemiskinan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Abdul Karim: setuju ayim, kalau orang itu berdusta, itu urusan dia dengan Allah SWT, bukan dengan kita.  </p>
<p>@Ambu si kaka: hatur nuhun, ambu, kedengarannya bagi saya &#8220;uwi&#8221; (maklum saya bukan orang Sunda <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>@irfin: daeng irfin, mulia atau tidaknya biar Allah saja yang menilai. Saya hanya ingin berbagai cerita saja, mudah-mudahan yang membaca ini tergerak hatinya menolong saudara-saudara kita para dhuafa yang berjuang dari kemiskinan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: irfin</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/#comment-3722</link>
		<dc:creator>irfin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 09:03:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1247#comment-3722</guid>
		<description>Bener2x mulia yg bapak lakukan.

(angkat topi buat pak Rinald)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener2x mulia yg bapak lakukan.</p>
<p>(angkat topi buat pak Rinald)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ambu si Kaka</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/#comment-3713</link>
		<dc:creator>Ambu si Kaka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 06:27:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1247#comment-3713</guid>
		<description>Bahasa sunda untuk ubi itu bukan uwi tapi hui (dibaca : huwi)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bahasa sunda untuk ubi itu bukan uwi tapi hui (dibaca : huwi)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abdul Karim</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/#comment-3712</link>
		<dc:creator>Abdul Karim</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 22:41:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1247#comment-3712</guid>
		<description>ketika kita hendak berbuat baik kepada orang lain, kita tidak  perlu menyelidiki apakah  orang yang akan kita bantu itu pura-pura atau tidak  ... insya Allah itu adalah amal kebaikan, sikap yang spontan disertai dengan ketulusan tidak akan sia2 ... tp ngomong2 bang ternyata di semarang juga udah banyak yang jualan ubi cilembu lho ... jd kangen pengen ke bandung</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ketika kita hendak berbuat baik kepada orang lain, kita tidak  perlu menyelidiki apakah  orang yang akan kita bantu itu pura-pura atau tidak  &#8230; insya Allah itu adalah amal kebaikan, sikap yang spontan disertai dengan ketulusan tidak akan sia2 &#8230; tp ngomong2 bang ternyata di semarang juga udah banyak yang jualan ubi cilembu lho &#8230; jd kangen pengen ke bandung</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rinaldimunir</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/#comment-3711</link>
		<dc:creator>rinaldimunir</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 05:59:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1247#comment-3711</guid>
		<description>@byaryoga: insting kita bisa membedakan apakah sesorang bersandiwara atau memang benar. Setelah  kejadian ini, si bibi tetap melewati rumah kami namun dia malu untuk menawarkan ubi lagi.

@mama ian: ups, sayanya yang salah, meninggal ketika si bibi lagi hamil.  Jadi, kira-kira hampir setahunlah. Angka 2 nya sudah saya hapus. :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@byaryoga: insting kita bisa membedakan apakah sesorang bersandiwara atau memang benar. Setelah  kejadian ini, si bibi tetap melewati rumah kami namun dia malu untuk menawarkan ubi lagi.</p>
<p>@mama ian: ups, sayanya yang salah, meninggal ketika si bibi lagi hamil.  Jadi, kira-kira hampir setahunlah. Angka 2 nya sudah saya hapus. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mama ian</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/#comment-3710</link>
		<dc:creator>mama ian</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 05:23:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1247#comment-3710</guid>
		<description>wah... mulia sekali apa yg dilakukan pak guru...saluut nih.
cuma ada sedikit yg aneh: kalau suaminya meninggal 2 tahun yg lalu, kenapa ya anak terkecilnya baru berusia 2 bulan?? Apakah dia sudah menikah lagi tapi tidak cerita ke pak guru ya... (selalu berprasangka baik...)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah&#8230; mulia sekali apa yg dilakukan pak guru&#8230;saluut nih.<br />
cuma ada sedikit yg aneh: kalau suaminya meninggal 2 tahun yg lalu, kenapa ya anak terkecilnya baru berusia 2 bulan?? Apakah dia sudah menikah lagi tapi tidak cerita ke pak guru ya&#8230; (selalu berprasangka baik&#8230;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abah adi</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/#comment-3709</link>
		<dc:creator>abah adi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 04:49:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1247#comment-3709</guid>
		<description>mungkin ada sedikit beda, dari pengemis sama orang yg benar2 sedang membutuhkan.
Biasa kl pengemis crita sana sini tanpa diminta, dan tidak ada rasa malu dan  panik . 
Tp kalo orang yg benar2 membutuhkan, biasanya malu/susah untuk cerita, dan terlihat ada kepanikan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin ada sedikit beda, dari pengemis sama orang yg benar2 sedang membutuhkan.<br />
Biasa kl pengemis crita sana sini tanpa diminta, dan tidak ada rasa malu dan  panik .<br />
Tp kalo orang yg benar2 membutuhkan, biasanya malu/susah untuk cerita, dan terlihat ada kepanikan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: eki</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/#comment-3708</link>
		<dc:creator>eki</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 03:57:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1247#comment-3708</guid>
		<description>memang trenyuh ya pak melihat kondisi dan perjuangan ibu tersebut yang mungkin mewakili kondisi banyak saudara-saudara kita yang lain juga.
untuk menyambung hidup saja perlu perjuangan yang luar biasa seperti itu, belum  lagi memikirkan pendidikan anak dan kalau sakit tidak ada biaya untuk berobat.
di satu sisi kita yang secara ekonomi lebih baik memang harus bersyukur kepada Allah dan di sisi lain juga harus memikirkan bagaimana kita bisa membantu saudara2 kita tersebut memenuhi kebutuhan2 dasar-nya, paling kurang untuk saudara2 di sekitar lingkungan kita.
dan juga mudah2an pemerintah bisa meng-akomodasi mereka terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, alhamdulillah kemaren saya liat ada program jamkesda dan pendidikan dasar gratis, mudah2an ke depan-nya lebih baik lagi perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang kurang mampu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang trenyuh ya pak melihat kondisi dan perjuangan ibu tersebut yang mungkin mewakili kondisi banyak saudara-saudara kita yang lain juga.<br />
untuk menyambung hidup saja perlu perjuangan yang luar biasa seperti itu, belum  lagi memikirkan pendidikan anak dan kalau sakit tidak ada biaya untuk berobat.<br />
di satu sisi kita yang secara ekonomi lebih baik memang harus bersyukur kepada Allah dan di sisi lain juga harus memikirkan bagaimana kita bisa membantu saudara2 kita tersebut memenuhi kebutuhan2 dasar-nya, paling kurang untuk saudara2 di sekitar lingkungan kita.<br />
dan juga mudah2an pemerintah bisa meng-akomodasi mereka terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, alhamdulillah kemaren saya liat ada program jamkesda dan pendidikan dasar gratis, mudah2an ke depan-nya lebih baik lagi perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang kurang mampu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Byaryoga</title>
		<link>http://rinaldimunir.wordpress.com/2009/04/18/kisah-bibi-penjual-ubi-cilembu/#comment-3707</link>
		<dc:creator>Byaryoga</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 11:03:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rinaldimunir.wordpress.com/?p=1247#comment-3707</guid>
		<description>Tanpa bermaksud apatis, selama di Bandung Saya sering menemui &quot;pengemis&quot; berpura-pura kesusahan dengan segala kisah sedihnya seraya mengiba menjual barang dagangannya pada kita (kadang malah hanya &quot;menjual cerita&quot;.) Saya jadi serba salah.

Mungkin ada baiknya juga kita mencermati situasi sebelum membantu. Kalau orangnya cukup dikenal, seperti pada cerita Pak Rin, tidak perlu terlalu curiga. Dan sebisa mungkin jangan mudah memberikan bantuan dalam bentuk uang/harta. Wah, repot.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa bermaksud apatis, selama di Bandung Saya sering menemui &#8220;pengemis&#8221; berpura-pura kesusahan dengan segala kisah sedihnya seraya mengiba menjual barang dagangannya pada kita (kadang malah hanya &#8220;menjual cerita&#8221;.) Saya jadi serba salah.</p>
<p>Mungkin ada baiknya juga kita mencermati situasi sebelum membantu. Kalau orangnya cukup dikenal, seperti pada cerita Pak Rin, tidak perlu terlalu curiga. Dan sebisa mungkin jangan mudah memberikan bantuan dalam bentuk uang/harta. Wah, repot.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
