Andaikan hari ini perang benar-benar terjadi antara Malaysia dan Indonesia untuk mempertahankan Ambalat, ada kemungkinan Indonesia bisa saja kalah (dengan catatan perang hanya terjadi di sekitar Ambalat saja, tidak melebar ke wilayah lain di Indonesia atau Malaysia). Tentu hal ini bukan sebuah apriori, tetapi sebagi bentuk kekritisan sebagai anak bangsa
. Begini alasannya. Lihatlah peralatan militer negara kita, sudah usang, rapuh, dan tidak aman. Buktinya dalam dua bulan terakhir ini sudah 4 pesawat TNI yang jatuh dan memakan banyak korban jiwa, khususnya para prajurit terbaik bangsa. Mereka harus gugur bukan karena berperang, tetapi karena faktor teknis pesawat yang sudah tidak aman lagi untuk diterbangkan. Itu baru pesawat udara, kondisi yang sama juga terdapat pada kapal tempur di lautan. Hampir semuanya berusia tua, lamban, dan kurang didukung peralatan canggih. Embargo militer dari AS membuat Indonesia tidak bisa memperbarui peralatan militernya. Banyak onderdil peralatan militer tidak bisa dibeli dari Amerika, akhirnya prinsip kanibalisme pun berlaku. Onderdil peralatan yang satu dicomot dari peralatan yang lain yang tidak terpakai untuk menyiasati onderdil yang tidak bisa dibeli dari AS. Benar-benar menyedihkan. Jadi, bagaimana mau bertempur dengan kondisi peralatan militer yang pas-pasaan itu?
Malaysia, meski negaranya lebih kecil dari Indonesia, tetapi lebih makmur. Dengan kondisi keuangan mereka yang lebih baik, diam-diam mereka mempercanggih peralatan militer sembari mengamat-amati kondisi militer negara tetangga. Sebagai test case, mereka memprovokasi kapal perang TNI di perairan Ambalat. Maksudnya sih untuk melihat sejauh mana kesiapan dan kecanggihan kapal tempur TNI itu.
Orang-orang Indonesia yang geram dan marah melihat Malaysia memprovokasi TNI di Ambalat tergugah pula rasa nasionalismenya. Kemarahan itu sebenarnya sudah disulut sejak lama, sejak para TKI kita menjadi bulan-bulanan penyiksaan para majikan di Malaysia. Begitu rendah nilai orang Indonesia di mata orang Malaysia, sehingga di Malaysia para TKI itu dipanggil Indon. Isu TKI belum habis, muncul pula klaim dari Malaysia yang membajak karya budaya yang dianggap milik Indonesia, seperti batik, angklung, reog, lagu rakyat Maluku, dan sebagainya. Lalu terakhir isu si cantik jelita Manohara ikut pula memanasakan suasana. Kloplah semua itu untuk memantik semangat heroik para pemuda. Dimana-mana muncul pasukan sipil dadakan, pasukan bela diri, atau pasukan berani mati yang siap berperang melawan Malaysia. Dengan rasa marah yang memendam, mereka siap dikirim ke Ambalat untuk bertempur. Semangat sih boleh saja, tetapi saya kira sia-sia saja usaha mereka itu. Mau berperang dengan Malaysia pakai apa mereka itu? Pakai bambu runcing atau senjata rakitan? Jelas mereka akan mati duluan dibom pesawat tempur Malaysia yang canggih itu.
Dari segi jumlah penduduk Indonesia memang jauh lebih banyak daripada Malaysia. Mungkin kalau perang langsung satu lawan satu dengan rakyat Malaysia jelas Indonesia akan menang, tetapi itu kan perang zaman kuno. Sekarang ini perang zaman modern adalah perang antara militer dengan militer, peralatan canggih versus peralatan pas-pasan. Diatas kertas jelas negara yang mempunyai peralatan tempur yang canggih yang akan menang. Jumlah penduduk negara tidak punya peranan penting. Lihatlah Israel, negara mini di Timur Tengah, tetapi mereka mampu mengalahkan negara-negara Arab dalam perang 6 hari pada tahun 1960-an ketika merebut dataran tinggi Golan, padahal penduduk Israel hanya beberapa juta jiwa, namun mereka mempunyai senjata ultramodern yang tidak dimiliki oleh negar-negara Arab.
Jadi, kalau melawan Malaysia, Indonesia harus berpikir ulang 999 kali sebelum benar-benar membunyikan genderang perang. Jangan-jangan nanti kita dipermalukan negara kecil itu karena kalah.
Yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana memikirkan keselamatan para prajurit TNI itu. Janganlah mereka mati sia-sia lagi karena menaiki kendaraan militer yang tidak aman. Saya miris setiap kali melihat episode keluarga prajurit itu yang bersimbah air mata ketika ayah atau suami mereka dimasukkan ke liang lahat. Kita mungkin hanya bisa bergumam: kasihan, sesudah itu kita sudah lupa dengan peristiwa itu sebelum nantinya dikejutkan lagi dengan peristiwa yang sama untuk kesekian kalinya. Kita sudah lupa dengan nasib anak-anak mereka yang masih kecil atau istri mereka yang jadi janda yang hidup berdesakan-desakan di barak-barak sempit. Masa depan keluarga TNI yang tewas karena kecelakaan itu menjadi suram karena sang pencari nafkah mati sebelum berperang.
Jadi, daripada memikirkan perang melawan Malaysia, mengapa tidak memikirkan keselamatan para prajurit dan keluarganya dari kecelakaan peralatan militer yang rapuh dan sudah usang itu?
82 tanggapan so far ↓
ilham abiyasa // 17 Juni 2009 pada 16:28 |
Betul Pak! Harusnya kita belajar dari sejarah kita sendiri, waktu Soekarno dulu meneriakkan ganyang malaysia. Banyak prajurit kita gugur untuk hasil yang ga begitu signifikan. Kasihan kan keluarga prajurit2 yg ditinggal gugur.
Mending kita sibuk mikirin membangun dari dalam. Toh kalo ekonomi kita maju, bisa kuat juga negara kita.
antz // 22 Juni 2009 pada 10:00 |
kalah = menyerah, nah kalo kita pantang menyerah dan bertempur sampai akhir…. gak mungkin kalah.
gugur atau apapun….. itulah hidup. hidup harus terus diperjuangkan. tidak memperjuangkan kehidupan = miskin = mati sebelum ajal.
jangan cengeng dengan minta orang lain untuk memakmurkan hidup kita.
dwikorawati // 17 Juni 2009 pada 20:34 |
Jadi ingin tahu, kenapa Indonesia disegani angkatan perangnya pada awal tahun 1960-an di Asia Tenggara
848 // 18 Juni 2009 pada 02:56 |
SETUJU!
sebagai seseorang yg memiliki banyak kerabat yang menjadi anggota TNI saya kuatir keselamatan mereka.
Saya percaya skill prajurit TNI jauh diatan tentara sialan malingsia, tapi kita tidak didukung alutsista yang baik!
menjadi pelajaran berhaga, bahwa skarang anggaran pertahanan harus dinaikan 2 kali lipat. jangan biarkan putra terbaik bangsa gugur sia sia, hanya karena peralatan usang dan anggaran militer yang terus di kebiri!
bocahbancar // 18 Juni 2009 pada 07:17 |
Tidak harus memikirkan salah satu karena kedua2 harus egera diselesaikan bukan…he he he
Salam hangat Bocahbancar……
omiyan // 18 Juni 2009 pada 11:23 |
belum tentu …. indonesia mempunyai kekuatan lain dibanding malaysia….saya yakin itu jika emang kita lemah mungkin udah dari dulu kita di jajah orang negara lain….
kenyataan sekarang mereka hanya berani sebatas “nyandain” doank…
ayamcinta // 18 Juni 2009 pada 16:18 |
pas nemu blog ini sempet terngiang2, nama rinaldimunir…ko kayanya kenal ya…..
setelah mencoba mengingat2…oalah ternyata ini toh yang bikin buku yang saya pake waktu kuliah. Lam kenal pak….
Kemungkinannya menurut saya masih 50:50 pak
betul alusista malaysia lebih baik daripada kita, tapi jangan lupa jumlah dan semangat uang anak bangsa ini patut diperhitungkan juga, tidak cuma prajurit loh yang rela mati…
masalah kesejahteraan prajurit sech kayanya kita harus menilik lebih dalam lagi, kenapa para prajurit itu sengsara sedangkan para tampuk pimpinannya subur makmur…. itulah PR yang harus dikerjakan oleh pimpinan bangsa kita nanti.
adywicaksono // 18 Juni 2009 pada 17:22 |
Saya pikir perang adalah jalan terakhir dan jalan terbodoh yang diambil seorang pemimpin. Kita tidak perlu lah terprovokasi
Dan betul, Malaysia adalah bagian dari british commonwealth, dimana menyerang Malaysia = menyerang Malaysia, Singapura, Australia, New Zealand dan UK sendiri. Artinya ini akan menjadi perang keroyokan dan Indonesia akan kalah.
Cek:
http://en.wikipedia.org/wiki/Five_Powers_Defence_Arrangements
Indonesia harus berpikir secara lebih pintar di otak baru di otot. Harus sadar diri dan realistis, masih banyak yang harus dibenahi di diri sendiri daripada menambah masalah dengan perang
adywicaksono // 18 Juni 2009 pada 17:24 |
Sebagai tambahan, Indonesia paling jagoan di 1 jenis perang saja –> perang gerilya
FREE ALL FREE // 19 Juni 2009 pada 12:21 |
Saya rasa kita masih unggul, walaupun sampai perang terbuka terus indonesia kalah, tapi indonesia masih UNTUNG
salaaaaam……….
http://harisahmad.wordpress.com/2009/06/05/perang-saudara/
Mas // 19 Juni 2009 pada 20:53 |
Salam,
Rasanya Indonesia masih akan menang lah .. asal kompak.
Ingat perang Vietnam?? Amrik yang unggul segalanya (teknologi, bahkan jumlah orangpun) bisa dipermalukan…
Bayangkan kalau para TKI di Malay melawan … hehehe .. jadi ngaco gini.
Moga aja gak perlu perang.
ghifar // 21 Juni 2009 pada 10:39 |
Saksikan perang akbar antara Indonesia dan Malaysia hari ini (minggu, 21-06-09) di pentas kejuaran bulu tangkis Indonesia Open Super Series yang diwakili oleh Taufik Hidayat & Lee Chong Wei. hehe…
Kalo perang yang ini rasanya kans Indonesia utk menang masih kuat
robert // 21 Juni 2009 pada 16:02 |
t
akut amat sih ama malingsia, ganyang malaysia dulu perangnya bukan ama malaysia tapi perang ama inggris dan australia, j
angan membandingkan israel ama malaysia, jauh atuh dari segi teknologi dan kepintaran, menurut saya tes aja. perang aja, tes aja bener ga mereka punya nyali, saya curiga mmereka cuma gertak sambal doang, lagian kalo beda peralatan jg, ga jauh2 amat, ko kita terlalu membesar besarkan malaysia ini yang belum tentu hebat.
Q'JET // 23 Juni 2009 pada 13:36 |
Salam..
Menurut pengamatan saya, jangan kita remehkan Negara lain tentunya, namun Negara kitapun sangat kuat en tangguh buktinya jumlah penduduk aja jauh lebih buaaanyak…kalau dibandingkan hanya dengan Negara Malaysia. kenapa kita harus pikir peralatan senjata. untuk itu kalau keadaan terpaksa kita harus melawan dalam mempertahankan NKRI……….yahhhh…SIKAT AJE….
siapa takut…. ngga usah dipikirin… emangnya mereka itu siapa..? sama-sama manusia aja kok..
tetapi sebaiknya coba dulu diselesaikan dengan komunikasi yang baik en sehat…..kali aja bisa tuntas…
ok..deh saya rasa INDONESIA jauh lebih hebat…..
Jodhi Kurniawan // 24 Juni 2009 pada 18:09 |
Diambil dari buku “Sintong Panjaitan perjalanan seorang prajurit para komando”, alkisah Bung Karno ingin ada penerjunan sukarelawan Dwikora ke Malaysia untuk bahan kampanye ganyang Malaysia. Biarpun namanya “sukarelawan dwikora” sebenarnya para penerjun itu anggota TNI.
KSAD Ahmad Yani menolak menyediakan pasukan , karena penerjunan di semenanjung Malaya ini tanpa diikuti pendaratan besar-besaran pasukan darat. Apabila operasi ini dilakukan, pasukan penerjun itu jelas akan tertangkap atau tertembak oleh pasukan Inggris dan Malaysia.
Alkisah. KSAU Omar Dhani tanpa dinyana menyanggupi menyediakan 100 orang penerjun sebagai sukarelawan Dwikora. Operasi dilakukan, dan … seperti sudah diprediksi oleh Ahmad Yani, semuanya tewas atau tertangkap oleh Inggris dan Malaysia. Bahkan pesawat yang membawa mereka terjun pun ditembak jatuh
dwikorawati // 26 Juni 2009 pada 16:27 |
Ternyata sudah ada penjelasan
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/26/04475586/omar.dani.dan.auri
……………..
Persoalan sekarang setelah masalah sejarah dituntaskan adalah kondisi riil AURI itu sendiri. Apakah sistem pertahanan untuk negara yang demikian luas dan terdiri dari beribu pulau itu masih mengutamakan matra darat seperti pada era Orde Baru. Atau justru kekuatan udara (dan laut) yang perlu dipercepat peningkatan kekuatannya ? Dengan kondisi tingginya frekuensi pesawat militer yang berjatuhan sekarang, harapan menjadikan AURI kembali sebagai kekuatan udara yang disegani di Asia Tenggara apalagi Asia jelas jauh dari kenyataan.
Dr Asvi Warman Adam, Ahli Peneliti Utama LIPI
dedy // 27 Juni 2009 pada 15:33 |
gak setuju……………….
jangan pesimis gitu dunk………….
q-ta harus percaya ma TNI
emangnya anda tahu tentang peralatan perang TNI semuanya………….
NKRI adalah harga mati titik gak pke koma
Belang // 28 Juni 2009 pada 11:19 |
gak setuju pala luh…!!
yg gak percaya sama TNI siapa???
kita semua bangsa indonesia percaya sama TNI
yg kurang percaya itu sama peralatannya…
bukti udah ada lho… 4 pesawat jatuh. itu yg mungkin kata orang TNI “masih bagus”, nah yg udah kreyat kreyot… ada berapa???
sekarang indo harus berbenah diri!!
indo punya kekayaan alam!! tapi siapa yg kelola???
indo punya orang2 pintar.. tapi malah di sewakan.. cari duit sendiri, bukan membangun negri!!
indo ga ponya TEHNOLOGI selain BELI!!
pokoknya ido ga bakal bisa maju,.. selama yg pintar rajin memperkaya diri sendiri…. dan yg berpangkat rajin korupsi.
indo punya lahan minyak dimana2, gas dimana2, emas, timah, batubara, bla bla bla dan bla bla… tapi indo masih misskkkiiiinnnn….. kenapa?? kenapa???
2009 lho sekarang!!
bisanya cuma saling menyalahkan… dan komentator yg TOB MARKOTOB!!!!
INDONESIAMERDEKA!! // 8 Juli 2009 pada 01:20 |
saya tidak yakin INDONESIA akan kalah, masih ada kopassus yang berada di nomer tiga dunia dalam daftar pasukan khusus terkuat di dunia.
dan yang paling penting adalah, masih ada sekitar 230 juta jiwa warga negara Indonesia yang akan berdiri tegak mempertahankan negara ini, jangan sampai kalah sama negara seperti malaysia!
karena akan sangat MEMALUKAN!
dado // 15 Juli 2009 pada 09:24 |
wah2 bener tuh,rakyat banyak bukan jaminan kemenangan!
tehnologi & startegi dalam perang modern menentukan kemenangan!
bahkan dikehidupan sehari2 kita banyak menggunakan tehnologi
contoh kecil:liat aja handphone & motor yg punya banyak
kalo modal rakyat banyak sih,nekad namanya(karena rakyat hanya elemen pendukung dalam perang)
bambu runcing VS senapan mesin // 15 Juli 2009 pada 09:55 |
klo rakyat banyak kita perang sama malaysia,mau perang pake apaan?bambu runcing?
itu sih kuno,waktu itu senjata belum secanggih sekarang.
sekarang zamannya pesawat siluman(bahkan negara kita belum memiliki pesawat yg seperti itu)
sedangkan mereka adalah negara yg lebih maju dari kita.
memiliki senjata yg lebih baik & walaupun mereka negara kecil mereka didukung oleh beberapa negara yg lebih maju dari kita
jadi kalau mau perang pikir2 dulu!
lagian perang hanya akan mengakibatkan kerugian,kerusakan,kesedihan,dendam
http://www.isrealli.org/wp-content/uploads/peace.jpg
teman saya bercerita sodaranya ada yang bekerja dipabrik sepatu.sepatu itu dikirim keluar negeri,dan diluar negeri sepatu2 itu hanya diberi merek saja lalu dijual ke indonesia
(T_T) sedih banget y!
Isnan Daryanto // 15 Juli 2009 pada 18:30 |
jangan pesimis Indonesia, kami disini setia mendukung. Jikalau masih ada Bung Karno, Malaysia sudah jadi rempeyek hancur lebur. Tapi dengan adanya semangat juang pasti Malaysia kalah. wong di ambalat aja beraninya konfrontasi coba perang…
Moga-moga Negoro Indonesia dirahmati Saking Gusti Pangeran Allah SWT. Ganyang Malaysia
robert // 18 Juli 2009 pada 10:41 |
hehehe.. kita jangan terpancing dengan berita bahwa militer malaysia hebat.. kalo kita terpancing itu salah besar.. kita tengok industri strategis pertahanan kita.. hebat nian.. kalo kita perang kita dijamin menang, ekonomi malaysia juga pasti hancur..karena persenjataan nya mereka mengimpor semua dari neg.luar, ini menguras dana yg tidak sedikit, sedang kita memakai produk sendiri, ini jelas menguntungkan kita..
Hilman.. // 27 Juli 2009 pada 13:16 |
ANih artikel bener2 menyesatkan…..
Coba cari data dlu dong baru ngomong.coba googling dlu tentang militer indonesia,baca buku2 tentang militer…
Bener kata robert sejak dapet embargo militer,indonesia terpaksa mulai memproduksi senjata militernya sendiri dengan memakai kecerdasan yg asli anak bangsa.beda dengan malaysia yg masih impor yg membutuhkan dana yg tidak sedikit….
Di 20 kekuatan militer dunia indonesia berada diurutan 14 loh *menurut situs globalfirepower* sedangkan malaysia sama sekali tidak masuk daftar…
coba cari dan bandingkan kekuatan militer indonesia dengan malaysia di lembaga CIA factbook….
Jadi semua jangan pada nyerah dulu dong sebelum perang!
Indonesianus // 23 Agustus 2009 pada 08:56 |
Ittss.. Bntar dulu.. Indonesia kan udah bisa buat roket.. Patut dipertimbangkan itu..
lalallaa // 24 Agustus 2009 pada 20:42 |
masalah hardware :
- mayoritas alutsistanya dah layak masuk museum
- sebenernya bisa beli dari amrik lewat 3rd party cuman dpr yg ga mao… krn ga bisa dikorup krn kontrol militer kongres amrik ketat.
-sebenernya bisa beli dari rusia tapi pemerintah rusia dah kapok bisnis ma pemerintah indonesia krn duitnya ilang padahal barang dah terkirim.
-secara kuantitas, total keseluruhan alutsista indonesia yg masih berfungsi dengan baik masih dibawah malaysia
masalah sumber daya manusia :
- skill dan fasilitas pasukan yg sangat senjang antara pasukan khusus dan pasukan infanteri normal di kubu indonesia menyusahkan penyusunan strategi.
-total jumlah kekuatan indonesia di CIA factbook yg membuat indonesia *tampak* kuat karena memasukkan jumlah keseluruhan hansip di dalam profil militer!!! mao perang pake pentungan?
-indonesia telah terbukti berulang kali walaupun terus kalah dalam pertempuran tetapi belum pernah kalah perang di negeri sendiri alias sangat ahli jago kandang.
- kekuatan tempur indonesia bisa sampai empat kali lipat dari yg di profil intel manapun karena setiap warga negara indonesia bisa dipanggil perang dan menghindarinya berarti bisa dipenjara (ada lho undang-undangnya, cari ndiri)
masalah sumber daya finansial:
-sumber-sumber pendanaan militer indonesia banyak di mark up
-sumber-sumber pendanaan militer indonesia sebelumnya banyak ditopang multifungsi tni yang juga terjun ke dunia bisnis dan jasa tetapi sejak reformasi, sumber tersebut antara lenyap atau masuk kantong *tertentu*.
lalallaa // 24 Agustus 2009 pada 20:48 |
to sum all up….
indonesia perang karena:
indonesia yg menyerang (offensive) pasti kalah…
indonesia yg diserang (defensive) hampir pasti menang….
masalahnya adalah kalau rakyat indonesia sangat mudah sekali di panas-panasin…. mayoritas rakyat malaysia sebenernya cuek cuek aja sama masalah ambalat, maling2 budaya, etc….
jadi kemungkinan malaysia yg menyatakan perang duluan sangat tidak mungkin krn pemerintahnya tahu dengan sangat jelas kalau rakyatnya ga bakal ngedukung…
sementara meskipun pemerintah indonesia menyatakan perang hampir pasti mendapat dukungan rakyatnya, tetapi tidak hanya melawan malaysia saja krn ada perjanjian militer, tetapi indonesia akan bertempur sendirian di tengah himpitan politik-ekonomi dari semua negara di dunia…. karena let’s face it, indonesia itu bisa dibilang sama sekali tidak punya ally yg bisa diseret ke setiap masalah (contoh ally sehidup semati: amerika-inggris)
lalallaa // 24 Agustus 2009 pada 20:50 |
and roket yg dibuat sama indonesia itu, shell nya masih import dari rusia karena yg buatan pindad metalurginya masih ngaco…. sama kaya senapan2 buatan pindad yg metalurgi larasnya fluktuatif…
samson // 27 Agustus 2009 pada 12:27 |
kita persenjatai para TKI, buat kerusuhan di sana. Kirim pula para militer/ormas kepemudaan yang sering backing lahan parkiran pertokoan terus kirim pula masyrakat korban bom nurdin m top ,coba!
hidayatullah // 27 Agustus 2009 pada 16:44 |
ingat kita pengalam begerilya slma 3 setengah abad
strategi perang gerilya kita sngat di akui dunia, belanda aja angkat kaki d indonesia, apalagi malaysia
Aswad // 27 Agustus 2009 pada 23:00 |
Siapa bilang Negara kita Kalah…!! siapa Bilang..!!?
Indonesia Tidak pernah menyerah dalam perang, meski perang harus memakan waktu sampai kiamat Indonesia tidak akan menyerah, apalagi kalah. HIDUP NEGARAKU INDONESIA…!!
dede // 28 Agustus 2009 pada 05:15 |
indonesia sebenarnya bisa menghukum malaysia dengan tidak mengirim pelajar ke sana.. pelajar malay juga gak boleh ke sini trus TKI TKW di stop gak boleh masuk.. dah kelabakan tuh malay…. gak ada pekerja coz mereka itu males2…. trus kita jng suka bangga kalo kita Ke KL coz… Grand indonesia udah lebih bagus dan besar di banding KLCC minus menara doang… lah…
riyo // 28 Agustus 2009 pada 13:15 |
saya setuju bila ri kalah dari malaysia.kita bwt aja negara malaysia negara yg harus dimusuhi.perbatasan darat kita buat tembok besar
seperti rrc.kita hakimi malaysia di mahkamah internasional dan kita suruh ganti rugi sebesar-besar nya.
hirda // 28 Agustus 2009 pada 22:56 |
Indonesia punya industri pesawat bukan, kami pernah menawarkan untuk riset pesawat canggih lebih canggih dari predator nya amerika di sertai teknologi Artificial Intelegence yang sudah lama kami riset. tapi kami para pemuda sangat kecewa karena pendapat kami tidak dianggap dengan alasan perusahaan belum siap, kapan mau siapnya jika tidak pernah memulai.
di Indonesia ini sangat banyak orang cerdas lalu untuk apa beli teknologi dari negara luar? kita buat saja sendiri ….. yakin… Mampu bahkan bisa lebih baik.. perhatikan kita sellu menang lomba fisika dan matematika, lomba robot juga no 1. trus apa lagi.. para mentri dan pemimpin beri kami kesempatan untuk mengembangkan teknologi secara profesional yang di ayomi oleh negara. sudah saatnya kita bangkit.
frank // 29 Agustus 2009 pada 00:09 |
ah… semua tergantung pemimpin negaranya. kalo gak tegas ya belum apa-apa udah kalah duluan.. jaman sekarang yang masih punya nyali dan percaya diri kuat dia akan jadi pemenangnya. bahkan belum terjadi kontak senjatapun bisa jadi pemenangnya.
love indonesia // 29 Agustus 2009 pada 00:23 |
walaupun banyak kendala yang menerpa terhadap alutista TNI kita, tp saya yakin dengan semangat seluruh rakyat indonesia dalam menjaga keutuhan bangsa ini dari tangan2 kotor Malingsia, kita pasti mampu menghadapi negara pengecut tersebut yang hanya bisa berlindung dibalik antek2 sekutu..
belajar dari pengalaman yang akan membangkitkan semangat persatuan bangsa kita!!! bukan hanya materi, jiwa dan raga pun siap dikorbankan jika memang diprlukan untuk menjaga keutuhan bangsa ini. bagaimana klau kita kerahkan saja ilmu2 santet yang banyak dimiliki oleh masyarakat tradisional kita… saya yakin malaysia bukan tandingan kita…!!!
“majulah bangsaku, kobarkan semangatmu..!!
dino // 29 Agustus 2009 pada 12:17 |
saya percaya indonesia pasti bisa menang…walaupun alat”canggih kita klah ma mereka..tp dalam skill menggunakan alat indonesia lbh jago..
indonesia hanya menunggu kpn waktu yg tepat utk menyerang saja..krn harus mempunyai persiapan yg cukup
hannan // 29 Agustus 2009 pada 15:03 |
hanya orang picik yg memikirkan kalah menang kalau negara kita diganggu,siapapun harus kita lawan walaupun 1 banding 20 walau para picik-picikiawan apakah kalian tidak punya alat kelamin atau bencong. Hancurkan malaysia perang adalah kewajiban. Pemimpin yg kuat adalah pemimpin yg bisa mencetuskan perang demi harga diri bangsa. Itulah sosok pemimpin indonesia yg sebenarnya lihatlah ‘bung karno’ dikeroyokpun gakpapa indonesia adalah negara yg kuat.
hasib // 29 Agustus 2009 pada 15:05 |
hanya orang picik yg memikirkan kalah menang kalau negara kita diganggu,siapapun harus kita lawan walaupun 1 banding 20 walau para picik-picikiawan apakah kalian tidak punya alat kelamin atau bencong. Hancurkan malaysia perang adalah kewajiban. Pemimpin yg kuat adalah pemimpin yg bisa mencetuskan perang demi harga diri bangsa. Itulah sosok pemimpin indonesia yg sebenarnya lihatlah ‘bung karno’ dikeroyokpun gakpapa indonesia adalah negara yg kuat.
hasib // 29 Agustus 2009 pada 15:06 |
hanya orang picik yg memikirkan kalah menang kalau negara kita diganggu,siapapun harus kita lawan walaupun 1 banding 20 walau para picik-picikiawan apakah kalian tidak punya alat kelamin atau bencong. Hancurkan malaysia perang adalah kewajiban. Pemimpin yg kuat pimimpin yg bijak pemimpin yg benar adalah pemimpin yg bisa mencetuskan perang demi harga diri bangsa. Itulah sosok pemimpin indonesia yg sebenarnya lihatlah ‘bung karno’ dikeroyokpun gakpapa indonesia adalah negara yg kuat.
Gobyos // 29 Agustus 2009 pada 16:06 |
kenapa kebanyakan pada takut perang sih, untuk indonesia saya katakan “jauh lebih baik perang dari pada terlecehkan”, mungkin ada beberapa alasan lainnya:
1. dengan perang semua rakyat jadi sibuk untuk mencari senjata, jadi ndak sempat sibuk cari uang mana yg bisa dikorupsi
2. dengan perang orang kaya enggan pergi pake toyota alphard-nya, dan orang miskin jadi enggak terlalu sedih, karena melihatnya, karena semua orang jadi lebih baik ngumpet dan ngungsi bareng2
3. dengan perang makan jadi apa adanya dan lebih enak, karena bisa makan saja udah syukur,(jaman dulu makan tiwul itu udah enak), engga’ usah milah milih.
4.dengan perang, semua TNI dan POLRI jadi sibuk perang, engga hanya sibuk minta tunjangan kesejahteraan, sama mencari kesalahan pengguna sepedamotor
5. dengan perang, pokoknya hidup peranglah…..
TKI // 30 Agustus 2009 pada 18:36 |
yang terpenting kapan kita memproduksi sendiri?
sekarang sarana2 vital seperti transportasi saja kita import semua, padahal negara kita sangat berlimpah dengan sarjana2 khususnya teknik, kemana mereka? yg saya heran barang2 spt motor, mobil khan onderdilnya GEDE2 knapa kita belum bisa buat sendiri? lalu kapan? saya malu kerja di negeri orang terus
andreas CAKUNG // 31 Agustus 2009 pada 00:14 |
aku yakin 1000% kalau indonesia perang lawan malaysia pasti menang..ITU SEMUA tergantung siapnya anggaran kita untuk biaya buat perang dan beraninya pemerintah mengambil keputusan yang tepat.yang pastinya rakyat INDONESIA siap mendukung sepenuhnya pemerintah dalam memerangi MALINGSIA atau ANJINGSIA . dan aku bersumpah atas nama besar INDONESIAKU TERCINTA saya akan tanamkan prinsip pada anak cucuku untuk selalu memerangi malaysia. sampai malaysia sadar akan perbuatannya selama ini. MERDEKA
iwan // 1 September 2009 pada 21:22 |
bela negara mah ga usah pikir-pikir lebay, ada yang ganggu negara kita..SIKAT. sekarang mati nanti juga mati.
Fenrir Ein Windir // 2 September 2009 pada 23:39 |
Mas nya yg posting artikel ini kayakx takud banged ama yg namax mati dlm perang yak?!
Maz..maz..
Semua manusia d dunia ini ditakdirkan bakalan mati oleh Tuhan YME…
Hanya waktunya aja yg beda…
Pribadi saya.,saya lebih baik tewaz karena perang saat BERJUANG drpda lari & m’ti sbgai PENGECUT yg smbunyi dibalik selimut…mirip kayak KURA-KURA…
Orang2 PENGECUT sperti ini mirip skali dgn sbagian org muslim pd ms nabi Muhammad SAW yg saat dipanggil utk menunaikan perang jihad…eh…malah kabur ky curut…
Jgn salah lho maz…
Mati krena perang saat membela negara (asalkan kita adlh pihak yg teraniaya/diserang dlm bentuk apapun) jg mrupakan mati scara Jihad…
Coba deh di cek lgi ciri2 orang yg mati scara jihad…
NOTE: jgn samakan dgn teroris bom ritz carlton yg ngaku2 m’ti scara jihad dmi mngislamkan rakyat indon…
Nonsense…mreka pikir dosax bkal di’apuz n msuk sorga gra2 ky gtu…
Tdk prnah ada kt pksaan dlm m’meluk agama islam kt nabi muhammad…
Mama markonah // 3 September 2009 pada 05:13 |
Dah!jgn pd emosi.kl pndpt saya ada be2rapa alsn knp malaysia krjannya cm ngegertak mlulu :
1.memang bnr malay persekutuan inggris,tp kyknya blm tnt inggris lgs trn tgn.pst mikir2!ingat!skrg lg resesi global!prekonomiannya lg morat marit,gmn mo ngurus perang kl duitnya aja seret?
2.malay dah terbkt nglanggar ketentuan internasional soal bts2 kenegaraan.
3.byk org luar (org asia lainnya ma benua lain)yg tau kl ntu budaya pny indonesia,brarti tmbh lg kesalahan malay yg bsnya ngaku2 budaya orang.
4.kl smp perang terbk terjd,wah…bs2 tmbh mluas kenegara asia yg lain!lg2 ujung2nya perekonomian dunia tmbh morat-marit lg.memang ga bs dipungkiri,produk qt cm dibeli stgh jd,ksh merek,blk ke negara jd super mhl!tp justru itu yg buat negara qt da untungnya,mreka bergantung ma qt.kl qt perang,mo nyari bhn baku dr mana?
5.negara2 yg lain insya Allah pst mau bnt qt.lah wong qt diakui sbg negara yg mayoritas islam tp tetap rukun dgn agama lain.
Sbtlnya msh banyak yg lainnya,tp yg perlu diutamakan dinegra qt skrg tu jg byk!mlai dr keseimbangan ekonomi,tmbhin dong anggaran buat rakyat ma keamanan negara.gmn mo pintar ma kuat bela negara,kl anggaran pendi2kan ma kesejahteraan aja kecil mlulu?anggaran keamanan jg hrs diperbesar!brantas KKN!cr pemimpin yg arif,cerdas, dan bijak.patenkan dan lestarikan apa yg jadi warisan budaya qt,jgn smp qt gi2t jari kl tau2 budaya diembat org!dan trakhir perkuat batas2 negara,malu ah kl byk pulau yg jelas2 bag.negara tp yg pny orang luar!mg2 aja bangsa qt lebih mawas diri!
aFa // 3 September 2009 pada 15:17 |
betul!!!mati dalam medan peperangan akan mati syahid dan bakalan masuk surga( asalkan kita sedang menegakkan agama Islam )
JAMSI // 3 September 2009 pada 20:21 |
sby.yg aku banggakan ,,,,knapa malaysia melecehkan kta sby diem ja,,,,,,,,,apakah mungkin bpa tkut prang dngan malaysia,,,pak sby,,,buktikan pada rakyat klau bpa asli orang indonesia,,,insya allah kta bsa menang,,,,,,buktikan pada rakyat mu,,bahwa negara ini pdulipada rakyat……………allah maha besar
cahya // 7 September 2009 pada 10:07 |
qt cr solusi yg terbaik
menyusun rencana
br qt sikat negara ‘MALAYSIA’
pst qt bklan menang
MERDEKA…..
MERDEKA…..
budi // 7 September 2009 pada 12:33 |
assalamualaikum
HATI-HATI INDONESIA dan MALAYSIA saudara serumpun dan mayoritas sama-sama Islam .Dulu yang paling mendukung adanya gerakan ganyang Malaysia adalah Komunis.Jadi kalo sekarang ada yang mencoba membangkitkan lagi benih kebvencian antar saudara serumpun dan seagama saya berkeyakin ini adalah antek komunis dan antek antek kafir laknatulloh.
simon // 8 September 2009 pada 09:16 |
salam para blogger,,bgku indonesia ama malysia itu gk boleh dn pantes berperang..kerna peperangan itu hny pada kemusnahan. dan menyebabkn bangsa asing tersenyum akn kebodohan kita…liat aja dunia sekrang mereka saling maju memakmur dan melestarikn negara mereka..apakah kita tidak ingin seperti itu? bgku kita indonesia ini sering diperbodoh2kn oleh media2 yg memperbesarkn kasus2 itu..bagiku kita harus saling menghormati..semua permasalahan ini pasti ada penyelesaian…tidak ada kalah menang apa indonesia malysia..kta menginginkn satu negara yg aman …peace not war!!
salamzz
mr right // 8 September 2009 pada 21:47 |
wahai saudaraku di indonesia….kamu hanya dipermainkan oleh kabar-kabar kosong…di malaysia rakyatnya sibuk mencari rezeki not waste a time 4 war…
shendy // 9 September 2009 pada 09:53 |
Memang benar kita sama2 moeslim dan bersaudara, tidak boleh perang ,tueetaapiiee! kalau ada saudara kita yang sering konyol,sokgaya, kurang rasa malu,mentang2 makmur,suka melecehkan, boleh dong sekali-sekali kita tabokin !? untung sy ga jadi komandan KRI patroli ambalat bisa saya kasih peringatan pertama malays ” hallo2 CINDAI boleh masuk ! disini ada laskar pelangi”
okeu // 9 September 2009 pada 10:03 |
Kalau maleingsia diserang pesawat indons pasti malesia ga bakalan nembak, kenapa ? soalnya kemungkinan jatuh sendiri tanpa ditembak he-he-he ! mendingan ga usah perang nurhalisah aja bawa kesini kalo disono ada pangeran vesri manohara disini ada juragan versi seh puji
mr right // 9 September 2009 pada 20:50 |
cakap besar…
Kvnto // 10 September 2009 pada 04:16 |
Ada beberapa poin yang saya kurang setuju:
1. Kecanggihan teknologi perang belum tentu penentu kemenangan, sejarah memang membuktikan persenjataan yang superior memang salah satu penentu kemenangan, tapi tolong untuk dipikirkan kembali karena penggunaan teknologi canggih juga berarti penggunaan dana yang luar biasa besarnya juga.
EKONOMI adalah penentu kemenangan paling besar.
Apakah Malaysia sanggup mengeluarkan biaya untuk menaklukan wilayah Indonesia yang memiliki 17 ribu pulau dan total luas wilayahnya 6 kali lipat luas Malaysia itu sendiri?
2. Rakyat Indonesia yang banyak dianggap tidak berguna karena perang dengan kuantitas SDM dianggap kuno? Ini lebih tidak masuk akal lagi.
Seperti yang dijelaskan di poin pertama, hanya satu syarat ekonomi bisa tetap berjalan dalam kondisi perang yaitu jumlah SDM yang memadai.
Lagipula perang Korea juga telah membuktikan bahwa jumlah SDM sangat menentukan kemenangan Cina melawan Amerika dalam mempertahankan Korea Utara (dimana Cina baru merdeka, kekurangan senjata karena tidak mendapat bantuan dari Uni Soviet, dan kondisi politik Cina saat itu masih mengalami turmoil)
Amerika sendiri dalam perang dunia kedua juga bukan negara yang memiliki peralatan canggih, Jerman serta Inggris memiliki teknologi yang jauh lebih superior tapi dengan kekayaan SDA & SDMnya Amerika sanggup menyuplai senjata bukan hanya untuk angkatan bersenjatanya sendiri tapi juga angkatan bersenjata Inggris, Rusia, Mesir, Yunani, dan Yugoslavia.
Masih beranggapan SDM itu kuno?
3. Mengenai TNI sudah tidak perlu disangsikan lagi, mereka serba kekurangan, belum lagi kendaraan perang yang sudah mulai uzur. Tapi dalam kondisi demikian pun prajurit TNI masih sanggup memberikan prestasi yang saat ini masih belum bisa ditandingi prajurit Malaysia. Kita punya pasukan komando yang disegani (ironisnya juga disegani oleh rakyatnya sendiri) belum lagi kita juga memiliki pasukan elit dengan jumlah terbesar didunia.
Tapi apapun itu pada dasarnya PERANG ITU BURUK …
Kvnto // 10 September 2009 pada 04:22 |
Untuk Mr Right, yaa benar kalian di Malaysia memang sibuk mencari rezeki, yang jadi masalah anda mencari rezeki dengan azas ” Perkaya Dirimu dengan Uang Negara dan Perkaya Negaramu dengan Uang Negara Lain”
No offense tapi memang seperti itu adanya, cuma itu alasan kenapa para tenaga kerja dai Indonesia atau Bangladesh dibayar murah.
karuna // 12 September 2009 pada 11:54 |
Kalau orang Indonesia selalu berfikir 999 kali setiap saat, maka Indonesia selalu akan menjadi bangsa pengekor.
Kalau pemuda Indonesia dahulu berfikir 999 kali untuk merebut kemerdekaan, maka saat ini Indonesia belum merdeka dari bangsa penjajah!
Mengapa Indonesia punya kapal perang rapuh?? karena saat ini Indonesia masih berfikir 999 kali dan masih menunggu korban ke-999 untuk mengganti kapal perang tua itu.
Mengapa sebagian besar pemuda Indonesia saat ini punya motto berfikir 999 kali (we just wait and see!)?? karena pemuda Indonesia berada ditengah krisis identitas bangsa.
Mengapa motto berfikir 999 kali itu muncul pada sebagian besar pemuda Indonesia?? Karena kita kurang percaya diri dan mulai melupakan melupakan motto “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”!
Tidak perlu berfikir 999 kali untuk berperang melawan Malaysia jikalau memang mereka sudah melanggar hak-hak asasi rakyat Indonesia!
Dan tidak perlu berfikir 999 kali untuk TIDAK berperang melawan Malaysia, bukan karena kita punya kapal dan senjata perang usang!! Tapi karena Indonesia tau, perang bukan jalan keluar terbaik SAAT INI.
mondo // 13 September 2009 pada 12:18 |
klu tau ckp wat pa, klu lu smua mau perang napa ngak p nyerang sendri2 doang.. x paya tngu pmerinta.. TAKUTTT . malukn negara
denjaka // 22 September 2009 pada 23:03 |
yang pesimis akan kemenangan NKRI vs malingsial adalah pengecut…yg tdk pantas hidup di INDONESIA…….sy yakin kita pasti menang jika perang dgn malingsial…sdh terbukti kt bs merdeka dr belanda…tdk spt malingsial yg hingga kini msh di jajah british…..MERDEKA NKRI = harga mati.
oky // 23 September 2009 pada 12:48 |
pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mampu dengan tegas mengatakan perang terhadap negara yg berani menginjak-injak negaranya, jangan cepat puas dengan permohonan maaf, tp terus mengulanginya.
semiskin apapun kita, harga diri adalah yg utama.
sadarkah kita ketika malaysia mencaplok trus daerah kita, maka smakin lebar pula daerah yg akan trus mereka klaim sbg daerah mereka.
jalan pertama adalah persiapkan seluruh alat tempur militer kt, gandeng IRAN sebagai sekutu, MAHMOUD AHMADINEJAD adalah satu2′y pemimpin yg berani melawan negara barat.
haizzz // 28 September 2009 pada 18:04 |
dari sibuk memikirkan pasal perang malaysia,kenapa tidak saja pikirkan perang terhadap korupsi,rasuah,kemiskinan…
kerana maruah,negara tergadai,rakyat merempat dibumi sendiri…
renung2 kan..
indonsial // 7 Oktober 2009 pada 11:13 |
ya betul haizzz
mohamad // 7 Oktober 2009 pada 21:10 |
WAHAI ORG MALAYSIA DAN INDONESIA, JGN LAH KITA BODOH NAK BERPERANG HANYA KERANA SILIH FAHAM TENTANG TARIAN PENYET….
LAGIPUN SETAHU AKU .. KITA DI MIRI SARAWAK NIE MASIH MEMINATI DANGDUT GERUDI DAN ADA BAIK LAYAN DANGDUT BOLEH JUGAK TENANG2KAN FIKIRAN LEPAS KERJA ..
AKU MASIH MELAWAT KELAB2 DANGDUT DI MIRI …
NENGOK CEWEK2 INDON, NASIK LELAPAN DAN NASIK PENYET PUN SEDAP..
AKU ORG MELAYU… TAPI AKU HERAN KENAPA KORANG NIE MACAM BUDAK2…!!!
JANGAN JADI BODOH LER ….!!!! ARGGHHHH DUA2 BODOH… MALAYSIA DGN INDONESIA DUA2 BODOH..2 CAM BUDAK2
YG SEPATUTNYA PERANG….. ANTARA IRAN DAN AMERIKA… ADA NAMPAK MCM NAK PERANG BETUL…
YANG KITA (MALAYSIA + INDONESIA) MCM ORG NAK PEGI SABUNG AYAM… TAKTIK DAN CARA DEMONSTRASI TAK CANGGIH LANGSUNG MCM BUDAK2!
BUDAK2 PON GELAKKAN KITA!!! MALU OII!!!! UMAT (MALAYSIA + INDONESIA). KENAPA KITA TERLALU BODOH!!! WAHAI ASIA TENGGARA…???
AKU MALU DGN (MALAYSIA DAN INDONESIA)
mnoo // 8 Oktober 2009 pada 12:58 |
1) Di Malaysia nontom TV Indonesia akan faham bahasa yang di tuturkan..di Indonesia nonton TV Malaysia akan faham juga bahasa Malaysia dari nonton bahasa lain seperti Cina, India, Inggeris dan lain-lain bahasa .. jadi siapa kita.. SERUMPUN.. Berfikirlah..
2) Perlu diingat ada rakyat Malaysia cari rezeki di Indonesia.. ada rakyat Indonesia cari rezeki di Malaysia .. balik boleh beli tanah/ladang luas.. beli rumah besar.. malah ada rakyat Indonesia membeli tanah/rumah di Malaysia..tidak ada masalah sebab kita saling tolong menolong.. jadi.. Berfikirlah..
3) Teringat kembali kejadian Tsunami di Aceh.. ramai rakyat Malaysia memberi pertolongan.. menghantar pakaian, makanan.. kelengkapan tempat tinggal .. perubatan .. sanggup meninggalkan anak.. Isteri semata-mata pergi menolong menyumbangkan tenaga di sana begitulah juga sekarang terjadinya gempa bumi di Padang.. masing-masing berusaha memberi pertolongan.. apakah ini tidak di hargai.. malah mau berperang…Berfikirlah
Tuhan telah memberi akal dan fikiran kepada Manusia supaya menggunakannya sebaik mungkin bukan untuk berperang.. memusnahkan.. membunun sesama insan di muka bumi ini. Jadi.. BERFIKIRLAH..
BANGUN SAPTO // 8 Oktober 2009 pada 13:48 |
Kekalahan itu cuma ada di hati, kalau hati kita udah bilang kalah, ya kalah lah kita
yang jadi masalah sekarang ada gak hati kita yang masih diselimuti rasa nasionalisme yang tinggi?, dulu juga kita serba kalah dari belanda dulu kita punya hati yang kuat serta rasa rendah hati serta kejujuran yang tinggi untuk negara
cholok // 9 Oktober 2009 pada 08:36 |
x nmpak ke kjadian terbaru yg berlaku d indonesia..
so…wat pew nk berperang..bersyukur la dgn nikmat yg d.beri..
saudaraku // 9 Oktober 2009 pada 14:13 |
Salam saudaraku…
Aku rasa masalah antara indon dgn malaysia nih buatan orang yahudi & barat..mereka nak pecah belah kan umat islam…cubala kita berfikir…sekarang nih..tinggal kita aje yang belum huru-hara…byk negara islam yang lain semua dah kena serang & berperang….
Jadi this time yahudi & barat cuba pecah belahkan umat islam kat rantau ini…dgn isu-isu yang remeh temeh…
Kita nikan 1 rumpun..sama bahasa…kalau kita tak bersatu, tolong sama2..niat jahat yahudi & barat tu dah berjaya skit…dan lepas nihh…skit lagi…akhirnya hancur….tiada lagi umat Islam yg bersatu…
Jadi sebagai umat islam…kita kena tolong sesama kita…dan minta pertolongan Allah semoga kita tergolong dalam orang2 yang baik dan dilindungi….
salam dari saya, malaysia.
Andet // 9 Oktober 2009 pada 15:59 |
Wadduuuh doank.
Kanapa in bodoh asyik pikirin mau perang sesama bangsa serumpun.
Yang menganyai dan menyeksa TKI bisa bukan orang Melayu tetapi orang Cina Malaysia.
Aku lebih ketahuan kerana aku bisa bekerja di Malaysia.
Moga Allah menyatukan kita di bawah satu rumpunan.
Kedamaian // 12 Oktober 2009 pada 08:29 |
Waduh. Kenapa mesti berperang. Cuba kita pikirin, kita kan bangsa serumpun. Lg pun bangsa Malaysia kan keturunan dan berasal dari kerajaan Majapahit suatu ketika dahulu.
??? // 12 Oktober 2009 pada 13:17 |
Berperang atas nama bangsa tidak dikira syahid. Berperang kerana tarian pendet dan budaya tidak dikira syahid. Sekiranya mati dinamkan mati katak kerana berperang sesama umat Islam yang percaya kepada tuhan yang satu dan menyembah kepada tuhan yang satu. Insaflah wahai semua.
Rakyat Malaysia tidak dibayar rendah. Malah terdapat bayaran yang lebih tinggi dari rakyat Malyasia sendiri. Pembantu rumah saya sendiri dibayar lebih kurang 2juta rupiah sebulan hanya untuk menjaga/mengemas rumah. Pilihan gaji yang banyak adalah bergantung kepada rakyat Indonesia sendiri. Sekiranya rasa Malaysia membayar rendah, anda boleh kenegara lain seperti Saudi. Tiada paksaan.
Malaysia baru saja mengumumkan untuk memberi bantuan USD 1 juta untuk membangunkan Padang. Atas alasan apa ? Kemanusiaan ….walaupun terdapat segelintir rakyat Indonesia yang masih merasa mereka dianayai Malaysia walaupun tidak secara langsung disebabkan tarian pendet. Tak faham…sedangkan rakyat malaysia sendiri berasal dari rumpun Jawa/Minang/Bugis yang semstinya dari Indonesai.
hidup sementara // 13 Oktober 2009 pada 14:46 |
Salam, izinkan saya mampir sebentar..sedih kenapa membakar semangat kebencian antara satu sama lain sampai harus berperang. Hanya yg emosi dan akal singkat aja yg mudah terpanggil utk berperang. Apakah untungnya? Yg pasti rugi adalah kedua2 negara dan yg trajis adalah rakyatnya. Sengsara, cacat anggota,hilang saudara/ahli keluarga,negara hancurr. Nyawa kita sendiri bukan milik kita, baik Malaysia/Indonesia x usah lah nak claim2 berkongsi itu lebih indah kan.
fardi // 15 Oktober 2009 pada 12:43 |
TIDAK SETUJU !!! analisis anda hny memandang dari 1 sisi saja, kecanggihan teknologi tdk dpt dijadikan sbg suatu ukuran utk memenangkan pertempuran. semangat nasionalisme, kebersamaan & keberanian mampu mengalahkan apapun juga meskipun negara indonesia memiliki persenjataan yg terbatas & sangat minim ! jika anda menganalisa seperti itu lantas mengapa ISRAEL VS PALESTINA tdk pernah dimenangkan oleh ISRAEL yg notabene memerangi palestina sejak thn 1948 hingga kini & msh banyak contoh lain yg sy sdh yakin anda memahamix seperti uni soviet vs afganistan, USA vs IRAK, dll !!! jangan takut & jangan pesimis !!! GARUDA DI DADAKU SINGA DI PANTATKU !!!
Emma // 16 Oktober 2009 pada 14:49 |
You all stupid muslim just bullshit.
I’m so tired to wait.
Please start your war immediately !!!!!!!!!
Dont fight like BITCH !!!!!!
Damn muslim.
louis // 19 Oktober 2009 pada 19:22 |
bukan nak sokong sesapa pun p kalau israel nak serang palestin tu, mereka boleh menang dlm msa sehari…p itu bkn tujuan mereka,mereka ingin menyeksa islam smata2…agar moral islam dseluruh dunia runtuh melihat palestin….mungkin bagi penduduk indonesia smangat nasionalisma mereka tinggi,,bagaimana rakyat malaysia?jgnlah ego sgt….ko tengok la komen emma tu…dia mmg tak sbr nak tengok kita bperang….fikirkanlah…
SAYA // 22 Oktober 2009 pada 23:57 |
rasanya yang nak sangat berperang ni org2 indonesia yang tak pernah datang bekerja di Malaysia.
Kelakar..mudah sangat terpengaruh dgn media.
SAYA // 23 Oktober 2009 pada 00:05 |
kepada org Indonesia yang nak sangat berperang tu, saya nasihatkan mari datang melawat malaysia dulu. Kita sembahyang berjemaah dulu.
Betulkah org2 Indonesia dilayan buruk di sini? Jangan tanya media Indonesia. sila tanya kepada mereka yang pernah bekerja di sini. Dan tanya pulak siapa yang selalu buat jenayah di sini? Yang ni malas saya nak jawab..
Org2 Melayu biasanya menganggap orang indonesia yg bekerja dgn mereka mcm ahli keluarga. tp siapa yg selalu buat tahi? sendiri mahu pikir..lari, mencuri, tipu majikan, bawak lari anak majikan, pukul anak majikan. what the hell?
Saya pun berketurunan dari Indonesia (moyang saya lahir di Indonesia). kami berketurunan kampar. Sudirman haji Arshad pun orang Kampar. Kita ni serumpun. Rumpun Melayu.
memang tak masuk akal pasal tarian hindu tu dijadikan punca untuk berperang. sungguh kelakar.
dah la Muslim sama Muslim. bodohnya la orang2 kita ni.Mudah sgt dilaga2 kan oleh org Yahudi.
Tapi apapun kalau Malasyia diserang, I’m ready to fight. ..to secure peace is to prepare of war..
matakhir // 24 Oktober 2009 pada 22:32 |
Mungkin yang mau membangkitkan perang dan memanas manasi itu adalah KOMUNIS yang selalu melihat kehancuran . awas
45 // 4 November 2009 pada 01:00 |
merah putih di tiang teratas harga mati bos.
utusan tuhan // 9 November 2009 pada 11:59 |
manpaatkan apa yang ada(PAL,PINDAT,DI,LAPAN)tak buat kapal seperti PAL.buat lalu pesenjatai dgn teknologi yg ada(missel lapan,canon pindat,radar,GPRS,kamputer aplikasi persenjataan) itu sudah cukup setandar untuk kapal perang(yg penting perajurit berani mati)
utusan tuhan // 9 November 2009 pada 12:17 |
saya ada di malaisia sistim di msia macam pejajah(alasan kebebasan untuk FDI) manusia di gaji seenak otak nya(gaji kecil,untuk robot boleh lah)diperlakukan macam binatang pula(puki maknya,lancau bapaknya malaysia)potong makan,permit,tempat tinggal macam gembel,tinggal rame-rame macam tempat palacur,saya pun boleh kalau mau ngacuk nya)habis.harga mata uang terhadap barang tinggi)rm 500/bulan nasi mamak rm5+air minum rm1.20=6.20 satukali makan
utusan tuhan // 9 November 2009 pada 12:24 |
kita indonesia-malaysia sama(sama-2 manusia)tetepi kebiasaan m’sia peninggalan inggris(ficik,munafik,apa yang dikata.lain yang dilakukan)