Catatanku

Dicari Rektor Baru ITB

23 Juli 2009 · & Komentar

Ada hajatan yang tengah berlangsung di ITB saat ini, yaitu pemilihan rektor baru. Rektor lama, Pak Djoko, akan habis masa jabatannya. Info pemilihan rektor ITB sila lihat di sini.

Sesuai dengan UU BHMN, pemilihan rektor bersifat terbuka, iklannya dipasang di media massa. Siapapun orang Indonesia yang merasa pantas menjadi rektor, silakan memasukkan lamaran. Namun, sejak masa pendaftaran dibuka pada tanggal 6 Juli dan akan berakhir tanggal 6 Agustus yang akan datang, hingga tulisan ini dibuat jumlah pelamar resmi baru 1 orang, yaitu orang luar bernama Dr.Ir. Irawan Muripto, M.Sc dari Sekolah Tinggi Perikanan – Jakarta. Walah… mana nih calon dari dalam sendiri?

Sewaktu masih menjadi dosen muda, ada seorang senior yang waktu itu disuruh-suruh oleh rekan-rekannya untuk maju menjadi calon rektor ITB. Apa katanya? Nggak ah…, nggak mau. Kenapa tidak mau? Menjadi rektor ITB itu bisa bikin stres. Cari-cari “penyakit” saja, katanya. Oh, begitukah?

Hmmm… pekerjaan apapun bisa membuat stres atau bikin sakit (termasuk sakit hati), tidak hanya rektor ITB saja. Memang menjadi rektor ITB tingkat stresnya akan lebih tinggi. Banyak persoalan yang harus diselesaikan oleh rektor baru, mulai dari target ITB menjadi WCU (World Class University), biaya pendidikan yang semakin mahal, kampus yang terasa semakin sempit saja, masalah kemahasiswaan yang tidak habis-habisnya, dan tentu masih banyak lagi masalah lain yang harus diselesaikan. Yang paling berat memang memimpin lebih dari 1000 dosen yang hebat-hebat itu. Biasanya orang pintar itu susah diatur, maunya mengatur terus, he..he :-) . Bercanda.

Hanya sayangnya, pemilihan rektor berlangsung di tingkat elit saja. Sesuai dengan UU BHMN, hanya anggota Senat Akademik dan Majelis Wali Amanat (MWA) yang dapat memilih (lihat prosedur pemilihan). Dosen biasa seperti saya tidak bisa ikut memilih rektor baru, hanya bisa mengusulkan calon saja. Aneh saja menurut saya, padahal kepala desa hingga presiden saja dipilih melalui pemilihan secara langsung oleh rakyat di bawahnya, tetapi untuk rektor tidak (atau belum) berlaku.

Hayo, siapa yang berminat menjadi rektor ITB yang baru?

Kategori: Seputar ITB

8 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar