
Setelah 27 tahun usianya (1982 – 2009), akhirnya jurusan kami, Informatika ITB, memiliki profesor juga yaitu Prof. Iping Supriana Suwardi. Memang bukan profesor pertama di bidang Informatika, sebab Teknik Informatika ITS Surabaya sudah memiliki profesor lebih dulu, padahal Informatika ITB lebih dulu berdiri daripada Informatika ITS. Meskipun demikian, daripada tidak ada, satu saja sudah menggembirakan, bukan? Selamat ya pak…
Pak Iping memang pantas menjadi profesor, karyanya (dia menyebutnya “hasta karya”) sudah cukup banyak. Sampai hari ini beliau masih aktif dan produktif menulis program, padahal banyak dosen IF yang kurang aktif berkutat dengan pemrograman teknis. Salah satu karya fenomenal Pak Iping adalah Digital Mark Reader, yaitu program pemindai lembaran isian dengan ongkos yang lebih murah.
Sekali lagi, selamat ya pak…
21 tanggapan so far ↓
Arya // 14 Agustus 2009 pada 14:43 |
Alhamdulillah.. selamat untuk Pak Iping. Saya ikut berbangga. Selanjutnya, Pak Rinaldi mungkin? Saya dukung sepenuhnya Pak!
rinaldimunir // 14 Agustus 2009 pada 15:25 |
@Arya: Saya menunggu Arya dulu menyelesaikan S3 nya di negeri londo itu, baru mau jadi profesor, he..he.
Iqbal // 14 Agustus 2009 pada 16:10 |
Wah, alhamdulillah Pak. Semoga makin banyak lagi profesor di prodi kita, pak.
Zakka // 14 Agustus 2009 pada 19:08 |
Finally… Jadi ada gitu dosen IF yang jadi petinggi di STEI, selama ini kan dikuasai dosen2 jurusan XX *istilah bu Inge*
Inas Luthfi // 14 Agustus 2009 pada 21:52 |
Waah selamat untuk pak Iping, semoga saja makin banyak profesor di jurusan IF tercinta kita ini
petra // 15 Agustus 2009 pada 05:33 |
keren,
baru taunya kemaren juga dari Peb
bener-bener bangga ^_^
irfin // 15 Agustus 2009 pada 08:29 |
selamat buat prof. Iping
undzurilaina // 15 Agustus 2009 pada 09:13 |
Selamat, pak Prof Iping. Bapak memang layak dapat “bintang”..
riko // 15 Agustus 2009 pada 12:01 |
sejak awal saya masuk informatika sudah bertanya2, ada ga prosessor di IF. akhirnya pak iping yang pertama. selamat ya pak
limaapril // 15 Agustus 2009 pada 22:42 |
selamat buat pak iping
berarti nanti kuliah pengolahan citra diajar oleh profesor :p
Icha // 16 Agustus 2009 pada 20:16 |
Selamat untuk Pak Iping, akhirnya ada juga prof di IF.
Calon terkuat untuk jadi prof selanjutnya siapa Pak?
oh ya, apakah dosen IF sebaiknya tetap berkutat dengan pemrograman teknis Pak?
Ingin tahu pendapat Bapak ^_^
rinaldimunir // 17 Agustus 2009 pada 13:43 |
@limaapril: yup, kamu akan diajar oleh profesor jika mengambil kuliah tsb
@icha: calon terkuat? tidak ada istilah itu, kandidat prof selanjutnya berasal dari lab di Lantai 2.
Dosen IF sebaiknya memang perlu terus memprogram, agar bisa merealisasikan sendiri konsep-konsep yang diteliti tanpa harus menunggu “bantuan” mahasiswa sebagai tim teknis. Memang sih, dengan berjalannya waktu dan meningkatnya karir, beban, dan tugas, kebanyakan orang, termasuk dosen, mulai meninggalkan kegiatan memprogram, sebab mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk tahap pemikiran, analisis, dan desain. Tapi, lesat or not least, memprogram itu perlu dan sebaiknya dipertanhakan terus hingga hari tua.
riz // 19 Agustus 2009 pada 01:25 |
Selamat buat pak Iping, baru-baru ini saya ditanya oleh dosen fakultas lain, “Di IF ada yang sudah menjadi profesor belum?”
Ketika itu saya jawab belum, haha, rupanya sudah ada ya, saya terlambat mengetahui berita ini
Selamat buat Pak (profesor) Iping.
Pak, pemrograman teknis maksutnya apa?
anikeren // 19 Agustus 2009 pada 14:14 |
Selamat buat Pak Iping yang telah menjadi Professor. Salute Pak
Ady Wicaksono // 19 Agustus 2009 pada 23:08 |
Selamat pak Iping, ayo pak Rinaldi, kompor2in supaya punya blog juga
mama adi&ian // 25 Agustus 2009 pada 15:28 |
selamat but pak Iping.. ehh… prof. Iping…
maju terus pak.. mrogram terus ..nggambar terus.. heheheh
Alif Yukkas // 8 September 2009 pada 16:07 |
Selamat utk P’ Iping…
Semoga tetap istiqamah…
Didi Yunanto // 11 September 2009 pada 11:46 |
Selamat, Pak Iping. Kita ikut bangga nih, sebagai mantan walinya …, angkatan 88.
Pak Rinaldi, apa kabar? Cukup lama gak ketemu, ya. Sejak lulus …
Scanner Dokumen Untuk Periksa LJK (Discount Price) « Arif DMR // 16 Oktober 2009 pada 17:17 |
[...] DMR dan pengembangannya dipimpin langsung oleh Prof. Iping Supriana, guru besar pertama dan peneliti senior di Informatika ITB sehingga kualitasnya tidak diragukan [...]
nanung nur zula // 13 November 2009 pada 21:44 |
top markotop,
moga yg punya blog ini g lama lagi
Dade // 13 November 2009 pada 21:52 |
Selamat bt Prof. Iping