Catatanku

Makin Banyak Toko Buku Diskon, Makin Baik

14 September 2009 · & Komentar

Dulu (saya kira masih sampai saat ini), kalau orang Bandung ingin membeli buku dengan harga murah, cukup pergi ke Pasar Palasari. Pasar Palasari adalah bursa buku dengan harga miring, karena semua buku dijual dengan potongan harga 25%. Bukan buku bekas yang dijual di sana, tetapi memang buku baru dari penerbit resmi. Pedagang buku biasanya memperoleh diskon dari penerbit sebesar 30%, nah pedagang menjual buku ke pembeli dengan potongan harga 25%, jadi masih ada margin keuntungan 5% dari setiap buku. Meskipun kecil, tetapi kalau buku terjual dalam jumlah banyak tentu memberi keuntungan lumayan besar juga. Ini berbeda dengan toko besar seperti Gramedia yang menjual buku tanpa potongan harga sama sekali. Karena itu, ada guyonan dikalangan konsumen buku seperti ini: kalau lihat-lihat buku di Gramedia, tapi membelinya di Palasari :-) .

Namun saat ini pasar buku Palasari mendapat saingan berat. Di kota Bandung sejak 3 tahun lalu hadir toko buku diskon Toga Mas di Jalan Supratman. Toko buku ini memadukan konsep toko buku Gramedia dan Palasari. Kalau di Palasari toko-toko buku umumnya berupa deretan kios, sehingga kita tidak bisa memilih sendiri buku secara swalayan, tetapi di Toga Mas buku-buku ditaruh di dalam rak-rak atau di atas meja sehingga pembeli bisa memilih sendiri buku yang diinginkannya. Ini sama seperti konsep toko buku di Gramedia. Semua buku dijual dengan harga miring, dengan diskon antara 15% hingga 25%, mirip dengan konsep pasar buku Palasari. Selain itu, kita juga mendapat layanan menyampul buku dengan sampul plastik secara gratis.

DSC00697

Toko buku Toga Mas ini kabarnya milik Pak Tung Desem Waringin, seorang penulis berbagai buku dan motivator manajemen yang terkenal. Suasana di toko buku ini lumayan tenang dan adem, apalagi bangunan toko adalah rumah peninggalan Belanda yang terkesan kuno. Ada juga komputer yang membantu mencarikan buku yang kita inginkan. Saya sering membeli buku di sini, baik untuk anak maupun untuk diri sendiri. Kadang-kadang setiap hari Sabtu saya mampir ke sana untuk sekadar membaca-baca aneka majalah (tentu sambil berdiri, he..he, kebiasaan zaman mahasiswa). Meskipun tidak berniat membeli, namun majalah boleh dibaca oleh pengunjung. Kalau di Gramedia mana bisa seperti itu ya, sebab setiap majalah dibungkus dengan plastik.

Tanggal 9 September 2009 (sengaja pada tanggal “ajaib”, 9-9-09), ada satu toko buku diskon lagi yang baru dibuka, namanya Rumah Buku. Lokasinya di Jalan Supratman juga, tidak jauh dari Toga Mas (hmm… mau bersaing rupanya, kok jaraknya berdekatan). Toko buku Rumah Buku ini memberi diskon lebih besar lagi, yaitu 35%.Wah, siapa yang tidak tertarik dengan diskon besar seperti itu.

DSC00699

Pulang dari kantor, saya mengunjungi toko buku baru ini. Pegawainya ramah-ramah, namun kalau saya perhatikan koleksi bukunya masih sedikit, belum selengkap di Toga Mas.

DSC00698

Ups…diskon 35% itu ternyata hanya selama promosi saja, sebab sesudah masa promosi saya tidak yakin diskonnya setinggi itu lagi, paling-paling tidak jauh beda dengan diskon di Togas Mas.

Tak apalah, bagi saya dan bagi kalangan pelajar, mahasiswa, maupun umum di Bandung, makin banyak toko buku diskon makin baik. Saat ini harga buku makin mahal saja, makin tidak terjangkau oleh kalangan bawah. Dengan banyaknya kehadiran toko buku diskon, kita dapat memperoleh buku dengan harga lebih murah daripada di toko buku besar sepeti di Gramedia atau Gunung Agung (ups.. maaf ya penyebutan langsung kedua toko buku ini). Buku sangat penting untuk mencerdaskan bangsa. Jadi, bagi para pengusaha yang kelebihan uang, buatlah toko buku diskon di berbagai kota di Indonesia agar masyarakat dapat membeli buku dengan harga terjangkau, seperti yang dilakukan oleh Pak Tung Desem Waringin itu.

Kategori: Seputar Bandung

5 tanggapan so far ↓

  • agung // 15 September 2009 pada 13:10 | Balas

    Sudah coba ke BBC pak ? Bandung Book Center, di sebelah Giant supermarket, dekat Itenas. Toko ini katanya cabang dari toko aslinya di Palasari. Disana koleksinya juga lengkap, tentu saja diskonnya juga.

  • rinaldimunir // 15 September 2009 pada 13:20 | Balas

    @agung: oh, ada ya, saya baru tahu ada toko diskon di Giant. Kapan-kapan dicoba ke sana.

  • Zakka // 18 September 2009 pada 15:11 | Balas

    Palasari itu sebenernya kalo kita pinter nawar, bisa diskon ampe 40% pak… Wong mereka dapetnya dah diskon 50% kok pak :)

  • SaRi // 23 September 2009 pada 11:23 | Balas

    wah … kalo di Bandung memang menyenangkan…. dulu waktu di Bandung sednag bgt bli buku ke Palasari. Dan yup benar … kalo bisa nawar diskonnya bisa lebih besar lagi, tp kalo di Jakarta dimana yah ada toko buku diskon?

  • Mamanglo // 1 Oktober 2009 pada 23:30 | Balas

    Nah ini bener. Buku diskon itu penting.

    Masalahnya adalah kebanyakan buku itu jelek mutunya. Isinya payah. Dan gilanya lagi, hampir semua buku yang laris manis nggak bermutu.

    Misalnya, Ayat-Ayat Cinta dan Lasykar Pelangi. Heran saya, kenapa buku yang tidak berkualitas seperti itu bisa jadi best seller.

    Ini artinya pendidikan di Indonesia, terutama pendidikan kesustraan, gagal mendidik anak-anak Indonesia menjadi pembaca yang baik. Yaitu pembaca yang bisa memilih mana buku baik yang patut dibeli, dan mana buku yang sebaiknya dibiarkan saja berdebu di rak toko.

Tinggalkan sebuah Komentar