Catatanku

Bagaimana Akhir “Sinetron KPK”?

13 November 2009 · 1 Komentar

Lama-lama bosan juga mengikuti perkembangan berita tentang kasus Bibit-Chandra dan kasus Antasari Azhar. Isi berita TV soal itu melulu, berita di koran dan media online juga sama. Bak sebuah sinetron, kita tidak tahu kapan dan apa ending-nya. Siapa yang benar dan siapa yang salah, kita juga tidak tahu. Bibit dan Chandra bersikukuh tidak menerima uang suap dari Anggodo, sementara polisi — katanya — memiliki bukti yang kuat bahwa keduanya menerima uang suap. Siapa yang benar?

Pada episode lain, kita juga dibuat tercengang dengan pengakuan Wiliardi Wizar, orang yang diduga terlibat dengan Antasari dalam kasus pembunuhuan Nasrudin. Wiliardi membuat pengakuan bahwa dia dirayu dan ditekan oleh perwira tinggi polisi untuk mengarahkan Antasari sebagai dalang pembunuhan Nasrudin. Polisi pun segera membantah telah menekan Wiliardi dan mereka pun membela diri dengan menayangkan video bahwa suasana pemeriksaan Wiliardi berlangsung santai dan penuh gelak tawa. Siapa yang benar?

Negara kita sedang mengalami krisis kepercayaan, confidence crisis, terhadap aparat penegak hukum. Tidak hanya kepada polisi, hakim, jaksa, dan pengacara. Jangan-jangan kita juga jadi ragu apakah KPK benar-benar bersih seperti yang dikesankan selama ini? Ini efek domino, kehilangan kepercayaan kepada satu lembaga publik dapat merembet ke lembaga lainnya, lembaga bersih sekalipun. Tidak ada satupun orang atau lembaga yang suci dan bebas kritik.

Uang. Itulah ujung dari semua masalah di atas. Demi uang, orang rela melakukan perbuatan apa saja, menghalalkan segala cara, untuk mendapatkannya. Tidakkah manusia mengambil pelajaran dari kasus-kasus serupa di masa lalu?

Kategori: Indonesiaku

1 response so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar