Ismail atau Ishaq yang “Disembelih” oleh Nabi Ibrahim?

Hari Raya Idul Adha sudah lewat satu hari. Tidak ada salahnya kita mengenang kembali peristiwa ribuan tahun yang lampau, ketika Nabi Ibrahim a.s melalui mimpinya diminta oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya yang sangat dia sayangi. Nabi Ibrahim memiliki 2 orang anak dari dua istri yang berbeda, yaitu Nabi Ismail dan Nabi Ishaq. Pertanyaannya, siapa yang disembelih oleh Ibrahim? Apakah Nabi Ismail atau Nabi Ishaq?

Seperti yang kita ketahui, Nabi Ibrahim adalah bapak dari 3 agama samawi, yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam. Dari keturunannya melahirkan para nabi. Dari keturunan Ishaq lahir Nabi Musa dan Nabi Isa, dan dari keturunan Ismail lahir Nabi Muhammad. Karena itu, tidak heran jika kisah penyembelihan oleh Ibrahim (Abraham) juga terdapat di dalam kitab Perjanjian Lama yang diyakini sebagai (salah satu) kitab suci agama Yahudi dan Nasrani. Hanya saja, di dalam Kitab Perjanjian Lama dengan tegas disebutkan bahwa putera Ibrahim yang disembelih itu adalah Ishak(q).

Dikutip dari tulisan ini, berbeda dengan Kitab Perjanjian Lama, Alquran tidak tegas menyebutkan siapa putra Nabi Ibrahim yang disembelih, apakah Ismail atau Ishaq. Sebagian besar para ahli tafsir meyakini — sebagaimana yang diyakini oleh hampir semua umat Islam — bahwa yang disembelih itu adalah Ismail. Namun, pendapat yang menyatakan bahwa Ishaq yang disembelih juga tidak bisa dikesampingkan. Siapapun yang disembelih, peritiwa ini menunjukkan betapa Allah SWT menguji Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra yang sangat dia kasihi. Pada akhirnya memang tidak terjadi penyembelihan anak manusia, karena Allah SWT menggantinya dengan qibas (semacam domba) sebagai bukti pengorbanan Nabi Ibrahim a.s dan sebagai bukti Nabi Ibrahim beriman kepada-Nya.

Di bawah ini saya kutip semua tulisan yang saya baca sebagai referensi tulisan ini. Sumbernya adalah pranala yang tadi saya sebutkan.

Drama Qurban: Ismail atau Ishaq?

Oleh Prof Dr Nasaruddin Umar

Alquran tidak tegas menyebutkan siapa putra Nabi Ibrahim yang disembelih, apakah Ismail atau Ishaq? Sementara dalam hadis dan pendapat sahabat dan tabiin ada yang menyebutkan Ismail ada pula menyebut Ishaq.

Dalam kitab-kitab tafsir juga ada yang menyebut Ismail dan lainnya menyebut Ishaq. Dalam dunia Islam yang masyhur disembelih ialah Ismail sedangkan di dunia Yahudi dan dalam Kitab Perjanjian Lama tegas-tegas disebutkan yang disembelih ialah Ishaq.

Ayat yang berbicara khusus tentang kasus penyembelihan putra nabi Ibrahim ialah QS Al-Shaffat [37]:102-105. Ayat ini mengisahkan bahwa ketika putranya telah mencapai umur baligh, Ibrahim AS bermimpi mendapat perintah untuk menyembelihnya. Ketika itu, anaknya belumlah menjadi seorang nabi. An-Nasafi dan Ibnu Katsir mencatat bahwa putranya kala itu berumur 13 tahun.

Setidaknya, ada beberapa nama sahabat yang meriwayatkan bahwa yang disembelih adalah Ismail. Sahabat-sahabat tersebut adalah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah, dan Abu at-Thufail ‘Amir bin Watsilah.

Adapun pendapat kedua yang menyebut Ishaq yang disembelih juga diriwayatkan oleh beberapa sahabat, yaitu: ‘Umar bin Khathab, Jabir, al-’Abbas, dan Ka’ab al-Akhbar. Dalam hal ini, sederet mufassir seperti Wahbah az-Zuhaili, ar-Razi, at-Thabrisi, Thabathabai, al-Qurthubi, Ibnu Katsir, Thabathabai, an-Nasafi, Sa’id Hawa’, Thahir ibnu ‘Asyur dan selainnya menguatkan pendapat pertama.

Ada beberapa argumentasi yang dipaparkan untuk mendukung pendapat pertama itu, yaitu:

Pertama, anak yang menggembirakan Ibrahim untuk pertama kali atas kelahirannya adalah Ismail. Adapun Ishaq lahir setelah Ismail. Dengan demikian, Ismail adalah anak tertua dan yang disembelih. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika Ismail dilahirkan, Ibrahim berumur 86 tahun, sedangkan sewaktu Ishaq lahir, Ibrahim berumur 99 tahun.

Kedua, riwayat dari al-Hakim dalam al-Manaqib yang menyebutkan bahwa Nabi SAW bersabda: saya adalah keturunan orang yang disembelih yaitu Ismail yang kemudian lahir Nabi Muhammad melalui jalur Abdullah.

Ketiga, riwayat dari al-Ashma’i bahwa Ismail yang berada di Makkah dan Ishaq tidak pernah di sana. Ismail membangun Ka’bah bersama ayahnya, Ibrahim.

Keempat, Allah menyifati Ismail dengan as-shabr (sabar), sedangkan Ishaq tidak demikian, sebagaimana tertera dalam QS Al-Anbiya’ [21]:85, ”Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli, semua mereka termasuk orang-orang sabar.”

Adapun pendukung pendapat kedua bahwa Ishaq yang disembelih mengajukan beberapa alasan, yaitu:

Pertama, pada ayat QS As-Shaffat [37]:99 disebutkan, ”Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Maksudnya ialah Ibrahim berhijrah dari negeri kaum yang telah menyakitinya lantaran fanatik terhadap sesembahan-sesembahan yang berupa patung dan atas kekufuran kepada Allah dan kedustaan pada rasul-rasul-Nya.

Ibrahim hijrah ke Syam. Di sana ia berdoa agar dianugerahi seorang anak saleh yang dapat memotivasinya untuk senantiasa taat kepada Allah. Untuk itu, Allah menggembirakannya dengan seorang anak yang sangat sabar. Anak tersebut, menurut mereka, adalah Ishaq.

Kedua, tulisan Ya’qub ke Yusuf, ”Dari Ya’qub Israil Nabi Allah putra Ishaq yang disembelih Allah putra Ibrahim Khalilullah.”

Ketiga, sebuah riwayat shahih yang bersumber dari Abdullah bin Mas’ud bahwa seseorang berkata kepadanya: ”Wahai anak orang tua yang mulia.” Abdullah bin Mas’ud berkata: Orang itu adalah Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq sembelihan Allah bin Ibrahim Khalilullah ‘alaihissalam. (Wahbah az-Zuhaili, at-Tafsir al-Munir, Juz XXIII, h. 126).

Perintah kepada Ibrahim untuk menyembelih anaknya adalah perintah ujian, bukan tasyri’ yang dimaksudkan untuk dilihat kesungguhan orang yang diuji dan meneguhkan ketinggian martabatnya dalam menaati Allah. Perintah tersebut diperoleh melalui mimpi.

Lazim diketahui bahwa mimpi para nabi merupakan wahyu. Adapun hikmah adanya semacam ‘musyawarah’ yang dilakukan Ibrahim terhadap putranya seputar mimpinya itu adalah untuk melihat sejauh mana kesabaran dan ketabahan putranya tersebut dalam menaati perintah Allah.

Dan hikmah terjadinya perintah ini dalam mimpi dan tidak dalam keadaan tersadar atau terbangun bisa dijelaskan dari beberapa sudut pandang, yaitu:

Pertama, perintah ini sangatlah sulit di sisi si penyembelih dan yang disembelih, sehingga dihadirkan dalam mimpi selama tiga malam sebelum dikuatkan dalam kondisi sadar. Dengan demikian, perintah itu tidak langsung diyakini sekaligus tetapi sedikit demi sedikit.

Kedua, Allah menjadikan mimpi para nabi sebagai sebuah kebenaran, sebagaimana disebutkan dalam beberapa ayat Alquran seperti mimpi Yusuf, Ibrahim, dan Muhammad. Maksud dari mimpi tersebut adalah untuk menegaskan akan kebenaran mereka.

Pasalnya, kondisi yang dialami oleh setiap insan–pada umumnya–adalah tertidur atau tidak tertidur. Jika kedua kondisi tersebut menunjukkan kebenaran, maka itu menjadi bukti nyata bahwa mereka adalah benar dan jujur di setiap keadaannya.

Dari satu sudut pandang, referensi syariah terhadap penyembelihan adalah mimpi. Hanya saja mimpi para nabi pada umumnya benar, apalagi sudah dilegitimasi dalam bentuk wahyu Alquran. Yang dipegang adalah ayatnya, bukan asal-usulnya dari mimpi.

Ketika Nabi Ibrahim berusaha untuk menyembelih anak kesayangannya (Ismail atau Ishaq) akhirnya juga tidak bisa dilaksanakan karena ketajaman pisau tidak sanggup melukai kulit leher anaknya. Akhirnya, malaikat diutus untuk mengganti sembelihan Ibrahim dari putranya ke dalam bentuk seekor kambing.

Dengan demikian, peristiwa hari raya Idul Adha atau Idul Kurban merupakan simbol penghargaan jiwa manusia yang ditebus dengan seekor binatang. Makna simbolik lain yang bisa kita pahami dari peristiwa ini ialah kesediaan seseorang untuk mengurbankan sesuatu yang paling berharga baginya.

Bagi Nabi Ibrahim, putra gantengnya yang sudah lama didoakan keberadaannya diminta untuk dikorbankan pada jalan Allah dan dia pun bersedia dan sudah melaksanakan perintah itu. Bagi kita, boleh jadi sesuatu yang paling kita cintai adalah harta kekayaan, semisal deposito, rumah mewah, dan kekayaan lainnya. Sudahkah kita bersedia melepaskan itu semua ke jalan Allah?

Tulisan ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

76 Balasan ke Ismail atau Ishaq yang “Disembelih” oleh Nabi Ibrahim?

  1. petra berkata:

    yang akhirnya disembelih domba bukan yah :D

  2. Catra berkata:

    akhirnya ismail atau ishaq tergantikan oleh domba pak :mrgreen:

  3. generasimuda berkata:

    ass..
    ngak masalah mengenai siapa yang disembelih, yang penting kita harus mengagumi sikap nabi Ibrahim yang dengan keta’tan penuh menjalankan perintah Allah untuk menyembelih anaknya, skrang yang menjadi masalah adalah bagaimana dengan kita

    “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang padamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqarah:214)

  4. rinaldimunir berkata:

    @petra dan catra (sama-sama “tra”): benar sekali, akhirnya yang disembelih adalah seekor kambing.

  5. riantyw berkata:

    adakah hikmahnya al quran tidak mencantumkan secara detail siapa yang disembelih, sementara injil menyebutkan dengan jelas: ishak. oleh orang yang ingin mengambil hikmah, siapa yang disembelih tidak penting.
    tetapi para misionaris menggunakan ini sebagai bukti bahwa quran membingungkan, tidak detail, sementara injil detail. padahal detail di injil juga saling kontradiktif satu sama lain. orang yahudi menggunakan ini sebagai bukti bahwa keturunan ishak adalah bangsa pilihan, peraih nobel, dokter terhebat, dll; sementara keturunan ismail hanya budak arab yang kebetulan punya minyak. di lain pihak para atheis mengambil jalan pintas : ngapain berantem urusan kambing, tanpa tuhan saya pun bisa berbuat baik.

    • suleq berkata:

      Jelas Injil lebih dahulu dari Quran.Ibu Ismai,Hagar adalah pembantu/budak.Sementara ibu Ishak adalah istri yg sah.Karena kedegilan hati Abraham yg tidak sabar menunggu anak yang dijanjikan Allah,dikawininya lah si budak Hagar..

      • osama bin edan berkata:

        kalo udah di kasih contoh sama abraham kenapa tidak mau mengikutinya…
        dasar bego…itulah ajaran dari injil yg tidak sempurna…
        mendingan koprol sama bilang wooowww gitu…

      • bentoq berkata:

        he emang loe siapa berani2 nya bilang nabi Ibrahim degil hati… hati loe tu yg benar-benar degil gil gil…

      • Zhafrullah Hadi berkata:

        Ibrahim AS mengawini Hagar disuruh Sara…….(Baca Injil)

  6. rinaldimunir berkata:

    Terkait artikel yang ditulis oleh Prof. Nazarudin Umar itu, berikut ini ada tanggapan dan bantahan pembaca di koran Republika.

    Sabtu, 05 Desember 2009 pukul 08:50:00
    Ismail atau Ishak Sudah Jelas

    Masalah siapa putra kurban Nabi Ibrahim, Prof Nazaruddin Umar mengutarakan bahwa Alquran tidak tegas menjelaskan apakah Nabi Ismail atau Nabi Ishak, sehingga ada dua pendapat yang berbeda. (Republika, 26 November 2009, ”Drama Qurban”).

    Kalau kita membaca hanya sepotong ayat Alquran (surat Ashshoffat ayat 99-110), memang bisa tidak jelas siapa yang diperintahkan untuk disembelih, tetapi kalau kita membaca Alquran lebih lanjut akan jelas siapa yang diperintahkan untuk disembelih Nabi Ibrahim. Ayat-ayat tersebut adalah ayat 111 dan 113 surat Ashshoffat sebagai berikut:

    ”Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku yang termasuk orang-orang yang saleh (100). Maka, Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar (101). Maka tatkala anak itu sampai berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.

    Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (102) Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (103). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, (104) sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (105).

    Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (106). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar (107). Kami abadikan untuk Ibrahim itu di kalangan orang-orang yang datang kemudian (108), “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim” (109).Kalau kita berhenti hanya sampai ayat tersebut, memang tidak jelas siapa yang diperintahkan untuk disembelih. Ayat ini perlu diteruskan dengan tiga atau dua ayat berikut, yaitu:

    Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman (111). Dan Kami beri dia kabar gembira dengan Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh (112). Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata (113).
    Dalam ayat tersebut jelas sekali bahwa Nabi Ishak lahir setelah peristiwa ‘penyembelihan’, jadi jelas bahwa yang diperintahkan untuk disembelih bukan Nabi Ishak.

    Gagoes Soerachmat
    Jl Perhubungan 7/45
    Rawamangun-Jakarta

    http://www.republika.co.id/koran/29/93680/Ismail_atau_Ishak_Sudah_Jelas

    • Siip saya setuju dengan bapak…
      Al Quran adalah Petunjuk bagi orang Yang beriman…

    • Tony Eka M berkata:

      Benar pak.. saya sangat setuju..

      Saya tidak mau berkomentar terlalu banyak tentang al-kitab.. yang ayatnya berbunyi korbankanlah anakmu satu-satunya itu ishaq.. padahal di ayat lain al-kitab jelas, ismail lahir pada saat ibrahim berumur 86th dan ishaq saat ismail 100th..

      apakah mungkin anakmu ishaq pernah menjadi anak tunggal.. atau ??

    • saya setuju banget ndan.lagian kitab yg d pake orang2 jahiliyah masih di pake.kan sudah ada kitab yang meluruskan kenapa nggak mereka pake. ternyata jaman sekarang udah di kasih petunjuk untuk ke jalan yang benar masih saja ke jahiliyahan d pake .masya alloh .kasihan banget ya? dasar na’if.

  7. eddyson berkata:

    di dlm ayat 112 itu di katakan”Kami beri dia kabar gembira dgn Ishag seorang nabi yg termasuk orang orang saleh”
    Jadi kalau Ishak lahir setelah penyembelehan,knp Allah/malaikatnya sdh lebih dulu memberi nama anak yg telah dijanjikan? Apa karena tidak ada yg MUSTAHIL bagi ALLAH ?

    di ayat 113 “Kami limpahkan keberkatan atasnya(ini tidak jelas,ibrahim atau ismail) dan ishak……..
    jd klu menurut kutipan di atas maka timbul pertanyaan… knp IBRAHIM dan ISHAK sangat jelas disebutkan untuk di berkati sedangkan menurut kutipan di atas IBRAHIM sayang dengan ISMAIL,tetapi tidak ada kutipan utk diberkati juga?
    Menurut TAURAT,IBRAHIM memiliki 2 anak,Ismail dari Hagar,hamba Sarah istri dr Ibrahim. Ishak dari Sarah yg merupakan istri dr Ibrahim.jd klau kita pikirkan lebih besar mana kasih sayang dan cinta dr Ibrahim kepada Ismail atau Ishak?
    Jd klu secara logika manusia maka akan di jawab lebih sayang anak dari istri yg sah dari pada anak dari seorang hamba.
    Maka kita dapat menyimpulkan kebenaran dan kenyataanya,dengan ilmu hikmat akalbudi dan logika,mana yg cuman menurut cerita dan mana yg bisa di buktikan dengan segala ilmu atau logikayg ada di bumiini.
    Trims… SALAM DAMAI.

    • einstein berkata:

      pendapat ini tidak sesuai dengan topik pembicaraan, tentang siapa yang disembelih… masalah kasih sayang mah masalah lain… selama ada keturunan darah daging ya harus sama-sama di sayang … tul khan…

  8. dafit berkata:

    sebagian ahli agama sekarang bikin artikelnya rumit2, susah dipahami, tak menyentuh hati. isinya cuman mencerminkan bahwa ia tahu pendapat si a, pendapat si b, si c dll.

    • catur berkata:

      mas klo ahli agama anda katakan rumit dan tidak dapat diterima, gunakan alasan logis dan analitis untuk menyanggahnya…..krn jika memang dia bukan ahli agama,,,,pastinya dia tdk sembarangan berkomentar tanpa dasar dan analisa yg kongkret. jd sebagai manusia yg berpendidikan dan mempunyai ilmu, tidak bisa orang berargument tanpa didasari oleh analisa logis dan bukti empiris….klo org berargument sembarangan yg penting memakai “Pokoknya” itu jelas memberangus pola pikir kita sebagai manusia untuk mengungkapkan penalaran dan pemikiran

  9. dafit berkata:

    seharusnya seorang prof ahli agama bs menelusuri siapa yg disembelih dgn melakukan penelitian ilmiah. kesimpulan yg menyatakan bahwa AL QUR’AN tidak tegas adalah kesimpulan yg tak dapat diterima

  10. catur berkata:

    waduh bingung lagi kan???? td kontradiktif antara ismail dan ishak……nah skrg kontradiktif juga korban sembelihnya Kambing atau domba…..krn jelas kambing atau domba itu berbeda……hikssss tp yg penting intinya adalah ketaatan pada Tuhan.

  11. Sahri berkata:

    Prof. Nasaruddin terbius al-Maqdisi sehingga melupakan sikap kritisnya. Atau karena ia hanya berkutat masalah gender. Ia seharusnya mengaitkan bahwa pelemparan jumrah itu terkait dengan proses penyembelihan Ismail, karena secara fakta memang ada di wilayah sekitar Makkah sedangkan Ishak berada di luar Jazirah Arab, di Ka’an tepatnya. Oleh sebab itu, mengingat masalah tersebut terkait dengan haji (lempar jumrah) dan itu di wilayah Makkah, tidak dapat diragukan lagi bahwa yang akan dikurbankan tadinya adalah Ismail.

  12. Munaji berkata:

    Saya sudah membandingkan tulisan Prof. Nasar dengan tulisan al-Maqdisi dengan judul, “Man al-Dzabih: Ismail am Ishaq”. Saya memastikan bahwa prof itu hanya memindahbahasakan saja tulisan orang yang selalu mencela Islam tersebut.
    Al-Maqdisi memang mengutip sejumlah tafsir dan ucapan ulama salaf bahkan sahabat. Hadis pun tidak lupa untuk dikutip. Namun, karena nafsu untuk ‘memenangkan’ Ishak sudah begitu kuat ketika mngutip hadis lupa esensinya selain yang penting di situ disebut Ishaq. Salah satunya ketika hadias menyebutkan Ibrahim bersama Malaikat Jibril dalam perjalanan untuk menyembelih salah satu anaknya yang kemudian diformalkan dengan pelemparan jumrah. Melempar jumrah itu sangat terkait dengan ibadah haji di mana itu sudah berarti ada di tanah Mekkah. Dan yang ada di wilayah itu adalah Ismail. Bisakah orang yang tidak ada di wilayah itu disembelih di Mekkah, Mustahil professor. Oleh sebab itu, hadis itu sejatinya dikritisi dan kritik itu dimuat di artikelnya agar kebingungan tidak merasuki umat. Janganlah karna ada sahabat ulama salaf dan Ibn Khaldun kemudian larut oleh al-Maqdisi. Fungsi profesor kan berfikir bukan jadi pengikut buta.

  13. kelly berkata:

    1000 tahun sebelum adanya agama islam ishaklah yang di korbankan

    • zionis penghancur agama kristen dieropa dan amerika berkata:

      Lha kisah mengenai ibrahim diatas memang agama kristen buatan paulus itu sudah ada?

  14. bayu berkata:

    saya orang islam cukup bersyukur kepada Allah swt

  15. sibigoambaroba berkata:

    SOK TAU ANDA SEMUA, YG DIKURBANKAN (disembelih) ABARAHAM BUKAN ISMAIL BUKAN JUGA ISHAK. TETAPI DOMBA JANTAN, BUKAN KAMBING BUKAN JUGA SAPI. JANGANLAH MAU DIMAININ IBLIS UNTUK SALING BERDEBAT, BUANG WAKTU DAN ENERGI

    • fahmi berkata:

      setuju, berbuat lah baik untuk semua orang.

    • Beginilah jadinya jika seseorang melihat sesuatu dari perspektif sempit, hanya melihat peristiwanya, tanpa melihat latar belakangnya. Ibrahim AS tidaklah berkurban jika bukan karena diperintah oleh Allah, dan Allah tidak pernah memerintahkan Ibrahim AS untuk mengurbankan/ menyembelih domba jantan, tapi menyembelih anaknya Ismail AS, dan Ibrahim AS serta Ismail AS menaati perintah tersebut. Adapun domba jantan dimaksud hanyalah kompensasi dari Allah atas ketaatan mereka berdua. Maka adalah SALAH jika menyatakan bahwa Ibrahim AS mengurbankan domba jantan. Pertanyaannya sekarang, siapa sih yang SOK TAU itu ?

    • osama bin edan berkata:

      mendingan koprol sama bilang wooowww gitu…

    • nina berkata:

      Yang benar allah swt menguji keimanan mreka dngn mmerintahkn dalam mimpi menyembelih ismail a.s,dan itu dibenarkan oleh baginda nabi ibrahim a.s,,dan ternyata keimanan mreka sngatlah kuat smpe2 ismailpun rela dismbelih demi tugas mulia sang bapak,,,stelah mengetahui keimanan mreka dan melihat kepasrahan mreka maka allah s.w.t mengganti ismail yg di pangkuanx dengan domba,,maka smakin bersyukur dan teballah iman mreka brdua,

  16. Widjoyo berkata:

    Kalau yg dibeleh itu bener Ishaq pasti Yahudi pada memperingati tiap tahun,loh kok tidak soale pendahulu2 mereka lihat bahwa yg dibeleh itu Ismail.Kristen yg memakai Kitabnya Yahudi Perjanjian Lama yo akirnya tiru2 Yahudi.

    • Tony Eka M berkata:

      Mas kalo bikin statement jangan tanpa bukti.. baca2 bible dulu lah.. ntar pasti tau siapa yang bohong (paulus in this case)

    • Kamandanu berkata:

      Mas Widjoyo, di katholik ada peringatan kurban Abraham juga tapi bukan dg sembelih binatang tapi kurban barang atau uang. Mas Widjoyo tolong di pahami urutan lahirnya kitab suci agama Samawi : Taurat, Injil dan Quran. Coba teliti banyak isi Quran beberapa mirip dengan isi Taurat. Seperti cerita ttg kurban Abraham ini ada juga di Taurat. Coba pikir mungkin tidak Quran mereferensi juga salah satunya ke kitab Taurat. Kenapa bisa lain Taurat bilang Ishak dan Quran bilang Ismail ? Apapun jawabnya saya tetap yakin Quran penulisannya ada mereferensi ke Tauratnya punya Israel Yahudi

      • Adalah keliru jika mengatakan bahwa “Quran penulisannya ada mereferensi ke Tauratnya punya Israel Yahudi”, karena Qur’an tidak merujuk kepada kitab apapun; Qur’an adalah firman Allah dalam bentuk tulisan. Adalah Allah yang berfirman dan atau bercerita kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril, lalu firman Allah tersebut disebut ulang oleh Muhammad SAW, lalu didengar dan dihafal oleh banyak orang, yang pada suatu ketika diarsipkan dalam bentuk kitab, yakni Al Quran. Dalam mengisahkan sesuatu, Allah tidak perlu mereferensi kepada sesuatu, karena Ia Maha Tahu, Maha Benar dan mustahil keliru.

      • Kamandanu berkata:

        @ Sijabat, Kisah pengurbanan Ibrahim (Abraham) ini ada di perjanjian lama (Taurat) ditulis jaman Musa (Moses), Malaikat Jibril (Gabriel) itu juga ada di perjanjian lama juga perjanjian baru ditulis jaman Yesus (Isa). Apakah malaikat Jibril yang sama yang menceritakan / berfirman hal yang sama kepada nabi Muhammad ? Kisah Ibrahim ini adalah kisah bangsa Yahudi.

      • Kisah Ibrahim adalah kisah bangsa Yahudi, adalah statement yang kurang pas. Yang benar adalah : Bangsa Yahudi adalah keturunan Ibrahim melalui garis Ishaq, sedangkan bangsa Arab adalah keturunan Ibrahim melalui garis Ismail.

      • Kamandanu berkata:

        @ Sijabat. Anda benar Ishaq garisnya sampai Isa, Dan Ismael garisnya sampai Muhammad. Tapi kisah Ibrahim ini, terus lewat jalur Ishaq dan nabi nabi seterusnya hingga Isa itu tertulis benar ada di kitab Tauratnya orang Yahudi. Dan yang lewat jalurnya Ismael sampai nabi terakhir Muhammad dan diturunkannya Quran ke Muhammad, Isi Quran itu apakah tidak tertulis kisah nabi nabi orang Yahudi dari garisnya Ishaq ke Isa, sepertinya ada deh nabi nabi dari garis Ishaq ( Yahudi ) ditulis di Quran, jadi benar tidak kalau beberapa nabi yang sama orang Yahudi ditulis di Taurat juga di Quran ?

  17. Nilson Pakpahan berkata:

    Saya yakin dan percaya bahwa yang di korbankan namun tidak jadi adalah Ishak.

    • Tony Eka M berkata:

      Silahkan pertahankan keyakinanmu nak..

      jangan banyak baca bible mending kayak sekarang aja g pernah baca.. penuh kontradiksi soalnya, ntar jadi atheis kayak orang barat

  18. fahmi berkata:

    jangan lah jadi bangsa yahudi, sedikit sedikit ragu sedikit sedikit ragu. sebenernya simple. tidak peduli domba, kambing putih kambung hitam. yang penting adalah pelajaran yang dikemas dari cerita tersebut. yaitu berkorban harta di dunia ini yang kamu paling suka/cintai untuk Allah swt. karena dengan begitu kamu berarti sudah yakin bahwa hidup di dunia ini hanya mengharapkan ridho dari ALLAH swt.

  19. amin berkata:

    kalau menurut ayat diatas kriteria ada 2 yaitu sabar dan saleh, nah yg rencana awal siapa?
    kan yg sabar. dan yg memenuhi kriteria saleh kan sdh jelas jadi yg sabar sdh jelas juga.
    maklum bahasa prof sering buat bingung,,,,,,

  20. osama bin edan berkata:

    begini saja…
    nek sing jejenge abraham ya nyembelehe ishaq sebabe perintah sekang setan, mulane kaume pada ora gelem nyonto kelakuane abraham…(perentah setan gitu loh…), kaum wis pada pethuk kabeh…
    tapi…
    kalo nabi Ibrahim as yg mendapat perintah Allah SWT pastilah yg akan dikurbankan adalah Ismail…makanya umat islam merayakannya sebagai hari raya Idul Adha…karena sebagai umat yg beriman kpd Allah SWT mencontoh suri tauladan dari nabi Ibrahim as dan putranya nabi Ismail as

    ………. Selamat Idul Adha 1433H ……….

  21. Henry berkata:

    Dalam Alkitab, Abraham berkurban setelah Hagar dan Ismael diusir, Tuhan memberkati Ismael dan kemudian mengadakan perjanjian dengan Abimelekh.
    Kejadian 22 : 1 “Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”

  22. ALKITAB > Kumpulan tulisan manusia (entah siapa) tentang kisah nabi-nabi terdahulu, diantara isinya ada SEBAGIAN KECIL firman Allah.
    AL QUR’AN > Firman Allah, yang dicatat/ ditulis oleh manusia.
    Sekarang terserah pilih yang mana yang dijadikan sebagai pedoman hidup, orang Kristen pasti akan pilih Al Kitab, sedangkan orang Islam pasti akan pilih Al Qur’an, sesuai keyakinan mereka masing-masing. Kalau saya tidak memilih Al Kitab, walaupun sering ada ajakan untuk mempercayainya, pasti saya punya alasan. Alasan saya adalah karena Al Kitab itu bukan (murni) firman Allah.

    • Tony Eka M berkata:

      Bos jangan fanatik tanpa bukti.. coz memberikan bukti itu mengasyikkan…

      iya di Bible banyak bohongnya yang bab ini,, sejak kapan ishaq jadi anak tunggal?

      kebohongan satu di tutup kebohongan yang lain, jadilah kitab penuh kontradiksi.. Bible bible..

      • Kamandanu berkata:

        Salah Ton. Urutan lahirnya kitab : Taurat (Moses/Musa), Injil (Isa), Quran (Muhhamad). Isi Quran banyak mirip Taurat, Cerita Abraham ada di Taurat (perjanjian lama), Kalau Taurat ngawur isinya kenapa Quran banyak ayat mirip di Taurat. cerita Adam, Ibrahim dst ada di kedua kitab. Quran mereferensi Taurat juga isinya. Jangan bilang Muhhamad langsung dapat wahyu isi Quran dari Allah swt, bisa membuat ayat mirip tanpa melihat Taurat. Tolong jangan bilang bohong kitab lain, Itu semua kitab tulisan manusia bisa salah Ton

  23. Boy berkata:

    gak usah pada berdebat, urus aja ahlak kalian masing”
    masih banyak saudara”kita yg kesusahan dan membutuhkan pertolongan
    dan ingat agama” yg diturunkan Allah utk keselarasan hidup dan pembentukkan ahlaq.
    dan segala perdebatan ttg agama tidak akan ada habisnya walau sampai hari penghabisan.
    lakum dinukum wa liyadin

  24. CAk SATE berkata:

    sumber dari dari taurat, injil, adalah Allah SWT. Skrg sumber dari 2 kitab tsb, menyampaikan wahyu ke nabi muhammad SAW. Wajarlah kalo ada yg sama. Itu artinya kejadian tsb benar adanya. Jgn bilang ‘referensi’…lagipula rasullulah itu bukan seorang kahin (orang pintar). Kemampuan baca tulis hanya dikuasai oleh segelintir orang di mekkah. biar ga bisa baca tulis, bkn masalah utk jd rasul kan? what do you expect? a prophet with doctoral degree?

    • Kamandanu berkata:

      ya sudahlah kalau memang sudah keyakinanmu begitu tidak bisa diubah. kalau saya terbuka, yang tidak masuk akal saya tidak percaya. nabi nabi dulu saya kira tidak ada sekolahlah

  25. wahyyyu berkata:

    di injil pernah baca (lupa surah nya dan editorialnya)..tapi kontennya gini “..maka ibrahim menyembelih putra satu satunya ishak”…jawab nya “diantara ismail dan ishak siapa yg pernah enjadi anak satu satunya ibrahim ??? tentu ismail!!, ismail lahir dulu baru ishak…, maka katanya, saya lupa lagi dalam suatu tafsir, bila orang nasrani bersandar pada konten di atas tnt penyebelihan ishak..tentu telah terbantahkan, dengan kata satu satunya di ayat itu dn di kenyataan sejarah pula, di tengarai penambahan nama ishak di ayat itu…(maaf banyak lupanya, tapi kayaknya memang itu konten ayat injilnya).

    • wahyyyu berkata:

      Perjanjian Lama jmenyebutkan bahwa bahwa Ishak lah yang akan dikurbankan, bukan Ismail. Bunyi pernyataannya yaitu, “Tuhan berfirman kepada Ibrahim, ‘Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu’” (Kejadian, 22: 2).

    • Fei lien berkata:

      Ishaq adalah putera satu2nya dari sara istri syahhh syahh..bukan dari istri istrian.. ato boleh di bilang istri asal nancep.. wkwkwkw yaitu si hagar. Jd kl di bilang anak syah ya jelas ishaq … anak yg di akui Tuhan.. adalah ishaq maka dari iti di sebut anak satu2nya.

  26. Bumi berkata:

    Stop Perdebatan mengatasnamakan apapun
    Tidak ada gunanya sama sekali.
    Kalau anda beriman pada agama yang dianut,ya jalanilah sesuai kepercayaan anda masing-masing.
    Agama kalau di perdebatkan tidak ada habisnya.
    Lahir,hidup dan kematian adalah sebuah misteri.
    Demikian juga halnya Agama: agama adalah misteri pribadi masing-masing.
    Orang tidak dipandang apa agamamu,tetapi perbuatanmu di dunia ini bagaimana?
    Punya agama tapi tidak ßîsã menjalankan agama yang dianut sama saja dengan kebohongan.
    Agama adalah hati kita
    Dengan perantara kitab suci masing-masing agama
    Punya kitab suci tetapi tidak ßîsã memahami apalagi membacanya,apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepada kita.
    Semoga Indonesia Damai.
    Solo the spirit of java

  27. ika berkata:

    tetapi yang menjadi pertanyaan saya kena antara al.Quran dan ijil gk sama siapa yang akan dusembelih ????

  28. kareem berkata:

    sudah, stop..
    pegang sendiri-sendiri keyakinannya..!!

  29. jono berkata:

    Abraham dalam Islam
    Untuk kegunaan lain dari Abraham, lihat Ibrahim.

    Dalam agama Islam, Abraham disebut Ibrahim. Ia merupakan salah satu dari lima nabi Ulul Azmi. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Ibrahim melakukan pencarian Tuhan yang panjang. Ia pernah menyembah matahari, bulan, dan bintang sebelum akhirnya bertaubat. Ibrahim juga penentang masyarakatnya yang pagan termasuk bapaknya Azar. Dalam Al-Qur’an disebutkan pula bahwa Ibrahim bukan seorang Yahudi atau Nasrani, tetapi ia adalah Muslim. Berbeda dengan dalam Kitab Kejadian, para penafsir Al-Qur’an menyepakati bahwa yang disembelih Ibrahim bukanlah Ishaq namun Isma’il meskipun dalam Al Qur’an (surat Ash Shaaffaat: ayat 102-107) hanya disebutkan bahwa Ibrahim (atau Abraham) akan mengorbankan anaknya dan tidak menyebutkan nama anak itu.

    Sejarawan Islam al-Tabari percaya bahwa janji yang ditulis dalam surat Ash Shaaffaat ayat 100-101 diberikan kepada Ibrahim ketika masih di Suriah dan hanya mempunyai satu istri, yaitu Sara, sehingga anak yang dikorbankan adalah Ishak:

    “Dari bukti yang disebutkan terdahulu dalam Quran sesungguhnya adalah Ishak, firman Allah memberitahukan kepada kita tentang doa sahabat-Nya, Ibrahim, ketika ia meninggalkan umatnya untuk pindah ke Suriah bersama Sara. Ibrahim berdoa, ‘Aku akan pergi kepada Tuhanku yang akan menuntunku. Tuhanku! Berikanlah aku anak yang saleh.’ Ini terjadi sebelum ia mengenal Hagar, yang akan menjadi ibu Ismail. Setelah menyebut doa itu, Allah kemudian menggambarkan doa ini dan mengatakan bahwa Ia telah meramalkan kepada Abraham bahwa ia akan mempunyai anak yang lembut. Allah juga mengatakan penglihatan Ibrahim tentang pengorbanan anaknya apabila anak itu cukup umurnya untuk berjalan bersamanya. Quran tidak menyebut berita mengenai anak laki-laki akan diberikan kepada Ibrahim kecuali dalam hal yang merujuk kepada Ishak, dimana Allah berkata, ‘

    Dan istrinya, berdiri di sampingnya tertawa ketika Kami memberikan kepadanya berita mengenai Ishaq, dan setelah Ishaq, Yaqub’, dan ‘Kemudian ia menjadi takut akan mereka’. Mereka berkata. ‘Jangan takut!’ dan memberikannya berita tentang anak yang bijak. Lalu istrinya mendekat, mengeluh dan memukul wajahnya, dan berseru, ‘Perempuan tua yang mandul’. Jadi, bilamana Quran menyebut Allah memberikan berita kelahiran anak laki-laki kepada Ibrahim, itu merujuk kepada Sara (dan kepada Ishaq) dan hal yang sama benar untuk firman Allah ‘Jadi Kami memberikan kepadanya berita tentang anak yang lembut’, sebagaimana ini benar untuk semua rujukan dalam Quran.”[13]

    Riwayat yang menyebutkan anak itu bernama Ishaq turun kepada kami melalui Abu Kurayb- Zayd b. al-Hubab- al-Hasan b. Dinar- ‘Ali b. Zayd b. Jud’an- al-Hasan- al-Ahnaf b. Qays- al-’Abbas b. ‘Abd al-Muttalib- Sang Nabi dalam suatu percakapan berkata, ‘Lalu kami menebusnya dengan korban yang besar.’ Dan ia juga berkata, ‘Ia adalah Ishaq.’”[14]
    Menurut al-Husayn b. Yazid al-Tahhan – Ibn Idris – Dawud b. Abi Hind – ‘Ikrimah – Ibn ‘Abbas: Dia yang Abraham disuruh untuk mengorbankan adalah Ishaq. Menurut Ya’qub – Ibn ‘Ulayyah – Dawud – ‘Ikrimah – Ibn ‘Abbas: Korban itu ialah Ishaq.[15]
    Menurut Musa b. Harun – ‘Amr b. Hammad – Asbat – al-Suddi – Abu Malik and Abu Salih – Ibn ‘Abbas and Murrah al-Hamdani – Ibn Mas’ud dan beberapa sahabat Nabi: Ibrahim diperintahkan dalam mimpi untuk “melaksanakan janjimu bahwa jika Allah memberikan seorang anak laki-laki melalui Sara, engkau akan mengorbankannya.”[16]

  30. ANAK TUHAN berkata:

    semuahrsnya tahu bahwa Ishak adalah anak dari Sara,sedang Ismael adalah anak dari Hagar, budak Ibrahim,artinya waktu Allah menjanjikan seorang anak kpd Ibrahim ya anak dr perkawinannya dng Sara.Ismael mmg ttp anak Ibrahim ,silahkan direnungkan kira2 siapa yg dikorbankan klo perjanjian itu diadakan sblm Ibrahim pny anak.Pasti Ishak ! klo Alkitab berani dng jelas menyebut nama sedang Al Quran tdk ,knp?

    • maaf di al kitab memang tertulis ,yakni ishak, tp d nalar aja bos waktu penyembelihan kan ishak belum lahir dan ismail sudah beranjak dewasa .ber arti satu2nya anak tunggal kan siapa hayo.kutipan2 alkitab sudah di tambah2 i mas .pembohong besar ati2 loh?

      • Fei lien berkata:

        Islam kamu plagiat dari alkitab.. karena injil sdh ada sblm kitab si mamad berarti kitabmulah yang nyontek di tambah2hin plus di ubah2 … kitab buatan orang aja ngomong dari Tuhan.. eeh lo dibooingin simamad aje lo percaya kl tuh kitab jatuh ke dia dari Tuhan…
        Aneh… cerita dibuat buat begitu kok bs aja msh di percaya, lha wong isinya jg nyontek ijil cmn di ubah2…
        Kasian deh lo… bener… gw kasian ama anak buah si mamad.. ooohhh guling..guling..heran…

  31. kandahar berkata:

    112. Dan kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.-> Ishaq dilahirkan sesudah penyembelihan
    Kalau yang di dalam kurung (kelahiran) dihilangkan
    112. Dan kami beri dia kabar gembira dengan Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.-> Jadi kabur, apakah Ishaq dilahirkan sesudah penyembelihan atau sebelumnya?

  32. kandahar berkata:

    Kejadian 21:12
    Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak
    ->Ismael memang darah daging Ibrahim, tetapi tidak disebut keturunan Ibrahim, karena Ismael adalah hasil pelanggaran perjanjian Ibrahim dengan Allah.

    Kejadian 16:12
    Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.
    -> Keturunan Ismael kelakuannya memang seperti keledai liar, lihat saja orang arab!

    • zionis penghancur agama kristen dieropa dan amerika berkata:

      Sebelum kedatangan nabi muhamad memang orang arab perilakunya liar seperti menyembah berhala,mabuk2an dll. Dan setelah kedatangan nabi muhamad perilakunya berubah total. Dan berdasarkan riset, negara2 yg mayoritas penduduknya islam angka kriminalitasnya paling kecil dibanding dengan negara2 eropa maupun amerika yg merupakan pusat agama pecundang yaitu kristen dimana menurut penelitan tsb amerika merupakan negeri dgn kriminal terbesar dgn 14 juta kasus tahun 2013 terbanyak kasus perkosaan.Karena bukti jaman sekarang mereka yg membaca kitab jadi2an yg lama maupun yg baru prilakunya lebih liar dari binatang. kita lihat aja orang2 eropa maupun amerika kebejatan yg ada diperjanjian lama diperaktekkan di film2 porno dan kehidupan sex bebas semuanya terinspirasi dari perjanjian lama maupun baru. Bahkan tidak ada kitab dari tuhan di dunia ini yg meghina para nabi allah dgn tuduhan2 keji kecuali di perjanjian lama maupun baru. contohnya: Nabi Daud melakukan skandal seks dengan Batsyeba, istri anak buahnya sendiri. Setelah Batsyeba mengandung suaminya dibunuh oleh Daud, kemudian Batsyeba dinikahi Daud diboyong ke istana (II Samuel l l: 2-27).
      Ketika sudah tua, Nabi Daud tidur dengan perawan yang masih muda (I Raja-raja 1: 1-3).
      Nabi Yakub bekerja sama dengan ibu kandungnya untuk membohongi dan menipu ayah kandungnya, supaya Israel diberkati (Kejadian 27: 1-46).
      Yehuda (putra Nabi Yakub) menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38: 13-19). Skandal seks ayah dan menantu dalam kitab suci!?
      Absalom (putra Nabi Daud) memperkosa gundik ayahnya sendiri (11 Samuel 16: 21-23). Perselingkuhan anak dengan ibu (gundik ayah) dalam Kitab Suci?!
      Amnon (putra Daud) memperkosa saudara perempuannya (II Samuel 13:7-14). Incest antara anak nabi dengan saudaranya sendiri?
      Ruben (putra tertua Nabi Yakub) melakukan hubungan seks dengan Bilha, gundik ayahnya (Kejadian 35:22). Gundik ayah diperkosa anaknya sendiri?
      Nabi Sulaiman (Salomo) tidak taat kepada Tuhan karena lebih mencintai 700 istri dan menyimpan 300 gundik (I Raja-raja 11:3) Mustahil ada nabi yang rakus wanita..
      Nabi Harun membuat dan menyembah patung emas (Keluaran 32:2-4).
      Nabi Isa (Yesus) orang bodoh, idiot, dan emosional. Pada waktu bukan musim buah ara, Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (Markus ll: 12-14; bandingkan: Yohanes 2:4 dan Yohanes 7:8-10).
      Dan masih banyak lagi.
      Penghinaan kepada nabi-nabi Allah ini sungguh sangat keterlaluan sekali, fitnah yang tak tanggung-tanggung. Jika benar para nabi itu adalah pendosa, tentu saja TIDAK MUNGKIN menjadi utusan Allah di bumi ini. KALIMAT SADISTIS DALAM ALKITAB “Bahkan hari ini, peperangan paling kejam dan paling sadis, terorisme, dan kejahatan-kejahatan yang dipenuhi kebencian juga terjadi di seluruh penjuru bumi karena dilandasi oleh kepercayaan-kepercayaan agama masa lampau. Banyak di antaranya secara langsung berasal dari ayat-ayat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.” (Dr. Jim Walker, The Dark Bible). Tindakan para penganut kepercayaan Bibel ini saat Perang Teluk nyata-nyata telah mendorong seorang pembom F-16, misalnya, menuliskan Yesaya 21:9 pada rudal-rudal yang akan dilepaskannya. Michael Griffin membunuh Dr. David Gunn pada tanggal 10 Maret 1993 karena terinspirasi oleh Kejadian 9:5-6. Kalimat-kalimat sadis dan amoral memang sangat banyak bertaburan di dalam Alkitab seperti misalnya: gantunglah; bakarlah hidup-hidup; patoklah kepalanya; gilaslah bayi-bayi itu; bunuh dan musnahkanlah semua yang bernyawa, termasuk keledai; makanlah anak-anakmu; bencilah keluargamu; belahlah perut perempuan hamil, dan gilas bayi-bayinya; perkosalah dlsb. Sekedar contoh, perhatikan yang berikut ini: A. Bunuhlah semua orang yang tak beriman. “Nabi atau pemimpin itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap Tuhan, Allahmu.” (Ulangan 13:5). “Bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya.” (Ulangan 13:15). Hukum-hukum agama yang mengerikan ini memberi amanat kepada pengikut-pengikutnya untuk membunuh semua mahkluk, bahkan anak-anak mereka sendiri! Dapat dibayangkan betapa mengerikannya yang mereka alami. Tak satupun yang bernyawa dibiarkan menghirup udara. Pernyataan-pernyataan Alkitab tersebut memberikan inspirasi kepada kalangan fundamentalis yang beriman secara fanatik untuk membunuh lawan-lawan yang tak seiman dengannya karena dianggap tidak mau mengikuti perintah Tuhannya. B. Tuhan memberi perintah untuk berzina. “Beginilah firman Tuhan; Bahwasannya malapetaka akan kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluarga sendiri. Aku akan mengambil istri-istrimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan istri-istrimu di siang hari.” (II Samuel 12:11). Tidak saja memaafkan perzinaan, tetapi secara harfiah Tuhan juga menyebabkan perzinaan itu sendiri terjadi. Padahal dalam Kitab Wahyu 2:20, Yeremia 3:2,9. Tuhan mengutuk keras para pezina, dan masih banyak lagi. Banyak sarjana-sarjana teologi berpendapat bahwa “sedikit alasan untuk tidak berfikir bahwa kekerasan atau kekejaman-kekejaman itu telah diilhami oleh Alkitab (Injil). Kekerasan demi kekerasan takkan pernah berhenti selama ayat-ayat yang ada dalam alkitab itu terus berada di sana dan memberi inspirasi kepada pengikut-pengikutnya. Manusia harus melihat perang agama yang terjadi di seluruh penjuru dunia ini untuk mengamati potensi destrukataif yang kekal dari kepercayaan tersebut. Manusia harus melihat perseteruan antara umat Katolik dan umat Protestan di Irlandia, konflik di Timur Tengah, yakni bagaimana orang-orang Yahudi memerangi umat Kristen dan Muslim. Banyak tentara mempergunaklan ayat-ayat dari Alkitab untuk menjadi pembenaran pembinasaan yang sangat mengerikan terhadap musuh-musuh mereka. Apakah memang seperti ini bentuk-bentuk ajaran Tuhan kepada umat manusia? Dari hanya pokok-pokok pemikiran di atas saja, maka akan mudah dibuktikan bahwa sebuah kitab suci yang berisi kumpulan firman Tuhan akan jauh, bahkan sama sekali tak mungkin tersentuh oleh hal-hal seperti diuraikan di atas. Akan tetapi jika ternyata menyentuh, atau malah semuanya ada, maka kitab itu sama sekali tidak pantas untuk disebut sebagai sebuah kitab suci. Kitab serupa itu hanyalah sebuah kitab biasa yang dipaksakan sebagai sebuah kitab suci, atau sekedar kitab yang disucikan saja. Sedangkan bila kita betul-betul memperhatikan ayat-ayat “menyeramkan” yang ada di dalamnya, maka sesungguhnya kitab ini lebih pantas disebut sebagai kitab yang mengandung FIRMAN SETAN, yang entah bagaimana ceritanya telah disisipkan ke dalam kitab yang seharusnya disebut kitab suci ini.

  33. Must muse berkata:

    Saya mengimani zabur(Daud a.s), taurat(Musa a.s), injil(Isa a.s) serta al Qur’an(Muhammad s.a.w) karena itu merupakan bagian dari rukun Iman dalam islam .. Tp sbagai catatan saya hanya sekedar mengimani tiga kitab terdahulu.. Karena al Qur’an adalah penyempurna kitab-kitab terdahulu, dan al Qur’an-lah petunjuk hidupku.. Saya muslim dan saya tidak peduli apakah yang dikorbankan itu Ismail a.s ataukah Ishaq a.s, karena dalam hadits-pun punya argumen masing2(inget loh ‘hadits’ bukan Qur’an)..
    Tapi yang terpenting ialah keteladanan nabi Ibrahim a.s yang mengorbankan putranya.. Lakumdinukum wa liyadin(bagimu agamu, bagiku agamaku)

  34. johannes horeb berkata:

    Jgn membuat bingung yg membaca tulisan anda yg sngt minim mengambil sumber untuk dijadikan sebuah tulissn

  35. edizal berkata:

    Tuhan memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih anaknya untuk mengetahui adakah Ibrahim betul-betul tunduk akan padanya. Ternyata Ibrahim tega menyembelih anaknya sesuai dengan perintah Tuhan kendati akhirnya nyawa sang anak digantikan oleh seekor domba.

    By the way, sesuai dengan kemampuanNya yang maha besar itu, Tuhan pasti sudah tahu 100% sebelumnya apakah Ibrahim akan menampik atau menjalankan perintahNya. Tuhan lagi iseng?

  36. Muliawan Johor berkata:

    Kalau bagi muslim, mayoritas berpendapat bahwa yang dikorbankan adalah Isma’il (as) dan tidak perlu memaksakan pendapat ini kepada ummat lain. Yang penting mengamalkan apa yang kita imani.

    Bagi yang percaya kepada Torah atau Perjanjian Lama, renungkanlah pribadi mana yang lebih besar: Abram atau Abraham ketika dicoba oleh Tuhan/Elohim?

    Perhatikan masalah kejiwaan yang dihadapi pribadi Abraham (113/125 tahun) pada masa itu. Abraham mempunyai dua anak yaitu Ismael (27/39 tahun) dan Ishak (13/25 tahun). Ismael dapat diandalkan dan diberi tanggung jawab untuk membantu urusan Abraham dan siap memberi keturunan, tetapi dia tidak dicintai karena anak dari budak. Sedangkan Ishak baru mulai belajar kemana ayahnya pergi dan sangat dicintai karena anak dari istri pertama. Bagi pribadi Abraham ada berbagai pilihan. Jika dia menolak perintah Tuhan dengan harapan kedua anaknya masih dapat hidup untuk meneruskan keturunan, tetapi dia menjadi seorang pendosa. Jika dia melaksanakan perintah Tuhan, maka dia akan menjadi seorang hamba Tuhan yang setia. Pilihannya Ismael atau Ishak?

    Jika pribadi Abraham percaya bahwa Ishak adalah pewaris yang akan meneruskan keturunannya sesuai dengan janji Tuhan pada Kej.17:19 dan Kej. 21:12, maka yang harus dikorbankan adalah Ismael anak yang diusir sehingga Ishak anak yang dicintai masih bisa hidup sehingga nanti dia bisa memberi keturunan. Maka, Tuhan benar karena menepati janji. Tetapi tunggu dulu. Tuhan plin-plan, kenapa sekarang meminta ISHAK sebagai korban? Apakah Tuhan berbohong? Menjanjikan sesuatu, tetapi meminta yang lain. Mungkin memang Tuhan begitu. Biar saja, walau berat hati, ikuti saja kemauan Tuhan untuk mengorbankan Ishak anak yang dicintai karena masih ada Ismael yang masih hidup dan memberikan keturunan. Masih ada janji Tuhan sebelumnya yaitu Kej. 15:18, yang mudah-mudahan tidak bohong lagi. Dengan demikian bagi pribadi Abraham, siapapun yang dikorbankan tidak menjadi soal karena masih ada cadangan untuk meneruskan keturunan. Hanya rugi sedikit, orang lain juga bisa seperti ini.

    Jika ayat Kej. 17:19 dan 21:12 tidak ada, pribadi Abraham tanpa bertanya akan mematuhi perintah Tuhan dengan mengorbankan Ishak anak yang dicintai. Tidak masalah, berkorban sedikit untuk untuk mendapat keturunan yang melimpah melalui Ismael sesuai janji Tuhan pada 15:18.

    Bandingkan dengan masalah kejiwaan yang dihadapi pribadi Abram (99 tahun) dan Ismael (13 tahun), pilihannya hanya ada dua: 1) menolak perintah Tuhan dengan harapan Ismael masih hidup dan memberi keturunan, tetapi dia menjadi pendosa atau 2) mematuhi perintah Tuhan dan pupus sudah harapan memperoleh keturunan, tetapi dia menjadi hamba Tuhan yang patuh. Manakah ujian yang lebih berat bagi seorang bapak yang sudah lanjut usia untuk mengorbankan anak satu-satunya? Anak yang sudah diharapkan sejak lama yang kemudian baru hadir saat dia berusia lanjut. Anak yang sudah siap untuk membantunya, siap mewarisi apa yang dimiliki dan siap meneruskan keturunannya. Apakah setelah mengorbankan anak tersebut, Abram masih mungkin untuk mendapat anak lagi dengan kondisinya yang makin melemah?

    Bagi pribadi Abraham yang diuji, apapun pilihannya, tidak menjadi terlalu berat bebannya. Berbeda dengan pribadi Abram, apapun resikonya di tetap percaya dengan kasih Tuhan. Tidak peduli ada atau tidaknya janji Tuhan pada Kej. 15:18. Dia patuh menjalankan perintah Tuhan. Inilah salah satu ujian yang sangat berat bagi keimanan seseorang terhadap Tuhan dalam sejarah kemanusiaan. Maka dari itu pribadi semacam ini baru layak dimasukkan dalam kitab suci dan menjadi nabi besar yang menurunkan bangsa-bangsa yang namanya akan tetap disebut dan harum sepanjang masa.

  37. Amara berkata:

    Tentang Hal ini sudah jelas di dalam Taurat, Kitab Kejadian, bahwa permintaan Yahweh agar Abraham menyembelih anaknya adalah setelah Sara meminta agar Abraham mengusir Hagar dan Ismael dari Kanaan.

    Sesudah peristiwa Sodom dan Gomora, Abraham pindah ke Tanah Negeb lagi dan menetap antara Kadesy dan Sur, dan tinggal di Gerar (Kejadian 20:1). Di Gerar, Tanah Negeb, inilah Ishak dilahirkan oleh Sarah pada masa tuanya (Kejadian 21:1-7), dan di Gerar, Tanah Negeb ini pula Hagar dan Ismael diusir karena permintaan Sarah (Kejadian 21:8-12). Dan Hagar serta Ismaelpun meninggalkan Gerar serta “mengembara di padang gurun Bersyeba” (Kejadian 21:14), yang masih termasuk Tanah Negeb, kira-kira lima puluh mil sebelah Barat Daya Yerusalem. Dan disinilah Ismael “ dibuang ke semak-semak” karena air yang di kirbat itu habis (Kejadian 21:15), sedang Hagar sendiri “duduk agak jauh “ serta menangis “dengan suara nyaring” (Kejadian 21:16), sampai Malaikat Allah menghibur Hagar (Kejadian 21:17-18), serta Allah “membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sumur” (Kejadian 21:19).

    Selanjutnya Ismael “tinggal di padang gurun Paran” (Kejadian 21:21) serta mengambil isteri “seorang Mesir.” Padang gurun Paran terletak di Semenanjung Sinai, di antara Mesir dan Palestina, sebelah Timur Tanah Negeb dan berbatasan dengan Moab, jadi sekali lagi Ismael tidak tinggal di Jazirah Arabia, namun masih dekat dengan Palestina, dimana Abraham ayahnya tinggal, dan dekat dengan Mesir, darimana ibunya berasal, karena Hagar adalah hamba Sarah yang berasal dari Mesir (Kejadian 16:3). Jadi amat logis kalau ia memilih tinggal dekat tanah asalnya, tetapi tidak jauh darimana suaminya tinggal. Dari sisi apapun kelihatannya tidak ada alasan yang mengharuskan mereka pergi ke Jazirah Arab di kota Mekkah. Dan itu pula sebabnya Hagar mencarikan isteri dari Mesir untuk Ismael (Kejadian 21:21). Jadi Ismael menurut Alkitab tidak pernah hidup di Arabia, apalagi di Mekkah, namun di Padang gurun Paran antara Palestina dan Mesir, serta beristerikan orang Mesir, dan bukan orang Arab, karena ibunya memang berasal dari Mesir.

    Bahwa ketika Hagar pergi bersama anaknya Ismael di padang gurun Bersyeba itu tidak jauh dari tempat tinggal suaminya, yaitu Abraham, itu jelas dari peristiwa dimana Abraham mengadakan perjanjian dengan Abimelek mengenai tujuh sumur di Bersyeba (beer = sumur, syeba = tujuh) itu pula (Kejadian 21:22-34). Oleh karena itu Abraham tidak pernah melakukan perjalanan jauh sampai beratus-ratus kilometer ke Mekkah, sebab anaknya tinggal di padang Gurun Paran tidak jauh dari tempat tinggalnya sendiri, yaitu di sekitar Bersyeba, yang terletak di sebelah barat padang gurun Paran disekitar semenanjung Sinai.

    Sesudah peristiwa pengusiran Ismael ini “masih lama Abraham tinggal sebagai orang asing di negeri orang Filistin” yaitu di Kanaan atau Palestina (Kejadian 21:34). Pada saat inilah Allah menguji Abraham untuk mempersembahkan Ishak di “tanah Moria” pada “salah satu gunung” (Kejadian 22:2).

    Menurut Alkitab Moria adalah suatu gunung dan itu sebenarnya menunjukkan gunung Sion di Yerusalem. Jika Marwa di Mekkah adalah tempat putra Abraham itu dipersembahkan, jelas berbeda dengan Gunung Moria menurut Alkitab itu. Karena dikatakan oleh Toby Lester, bahwa: ”Mecca sits in a barren hollow between two ranges of steep hills in the West of present-day Saudi Arabia” Artinya: ” Mekkah terletak di suatu dataran rendah yang gersang di antara dua bukit tinggi di sebelah barat dari Saudia Arabia masakini” (“What is the Koran?” dalam “What the Koran really says” oleh Ibn Warraq, editor dan penterjemah, Prometheus Books, New York, 2002). Jika Marwa berada di Mekkah, berarti Marwa adalah dataran rendah, sedangkan menurut Alkitab Moria adalah di atas gunung. Dengan demikian jelas tempat kejadian pengorbanan Ishak oleh Abraham itu berbeda antara tradisi Islam dan data Alkitab.

    ada tradisi Islam lain yang menegaskan sebagaimana yang dikatakan Alkitab bahwa Ishaklah yang dikorbankan, sebagaimana yang dapat kita kutip di bawah ini:
    “Abdurrazzaq, Ibnu Jarir, Al-Hakim dan Al-Baihaqy di dalam Syu’ab, mentakhrij dari Ka’b, dia berkata: Bahwa ketika Ibrahim alaihis-Salam bermimpi untuk membunuh putranya, maka syetan berkata,” Jika aku tidak dapat membujuk mereka kali ini, aku tak kan dapat membujuk manusia selama-lamanya. Ibrahim pergi dengan putranya untuk menyembelihnya. Sementara syetan pergi menemui Sarah dan bertanya,” Ke mana Ibrahim pergi dengan anaknya?” Sarah menjawab:” Dia pergi untuk suatu keperluan.” Syetan berkata,” Dia tidak punya keperluan apa-apa. Dia pergi untuk menyembelih anaknya.” “Mengapa dia akan menyembelihnya?” tanya Sarah, Syetan menjawab,” Ibrahim beranggapan bahwa Allah memerintahkannya untuik menyembelih anaknya.” Sarah berkata,” Demi Allah, sekiranya Allah memerintahkan hal itu, niscaya dia benar-benar akan melaksanakannya.” Syetan meninggalkan Sarah lalu pergi menemui Ibrahim, seraya bertanya,” Hendak kemana engkau pergi bersama anakmu?” “ Untuk suatu keperluan.” Jawab Ibrahim. Syetan berkata, “Engkau tidak pergi untuk suatu keperluan, tapi karena engkau hendak menyembelih anakmu”. “ Mengapa aku harus menyembelihnya?” tanya Ibrahim. “ Karena engkau beranggapan bahwa Allah memerintahkanmu untuk menyembelihnya.” Ibrahim berkata,” Demi Allah, sekiranya Allah memerintahkan aku untuk menyembelihnya, maka aku benar-benar akan melaksanakannya.” Maka Syetan meninggalkan Ibrahim dan diapun putus-asa untuk mempengaruhinya.

    Ibnu Habi Hatim Metakhrij dari Qatadah, ia berkata,” Sesungguhnya ketika Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih putranya, maka beliau berkata, “Wahai putraku ambillah parang”. Syetan berkata, “Inilah saatnya bagiku untuk mendapatkan keperluan dari keluarga Ibrahim”. Maka syetan menampakkan diri sebagai teman yang dapat dipercaya. Dia bertanya , “Wahai Ibrahim, ke mana engkau pergi?” Ibrahim menjawab,” Ada keperluan”. Syetan berkata,” Demi Allah, engkau tidak pergi melainkan hendak menyembelih anakmu karena mimpi yang engkau alami. Padahal mimpi itu bisa benar dan bisa salah. Apalagi dalam mimpimu itu tidak ada perintah engkau harus menyembelihnya”. Ketika Syetan merasa tidak berhasil untuk mempengaruhi Ibrahim, maka dia menemui Ishak, seraya bertanya,” Ke mana engkau hendak pergi wahai Ishaq?” Ishaq menjawab,” Karena ibrahimn ada keperluan”. Syetan berkata,”Ibrahim membawamu pergi karena hendak menyembelih kamu.” Ishaq bertanya:” Mengapa dia hendak menyembelih aku, apakah engkau pernah melihat seseorang menyembelih anaknya sendiri?” Syetan menjawab, “Dia menyembelihmu karena Allah”. Ishaq berkata,” Kalau dia memang hendak menyembelihku, karena Allah, maka aku akan sabar dan Allah lebih tahu tentang hal itu”. Ketika menyadari tidak berhasil mempengaruhi Ishaq, maka Syetan menemui Sarah dan bertanya,” Kemana Ishaq pergi?” “Dia pergi bersama Ibrahim untuk suatu keperluan” Jawab Sarah. Syetan berkata, “Dia pergi untuk menyembelihnya”. “Apakah engkau pernah melihat seseorang menyembelih anaknya sendiri?” Syetan berkata,”Dia menyembelihnya karena Allah”. “ Kalau memang dia menyembelihnya karena Allah berarti Ibrahim dan Ishaq milik Allah dan Allah berhak untuk itu”, kata Sarah. Ketika Syetan menyadari tidak berhasil membujuk Sarah maka dia mendatangi batu dan meniupnya, hingga menutupi lembah. Sementara Ibrahim bersama seorang malaikat. Malaikat berkata,” Wahai Ibrahim, lemparlah tujuh kerikil dalam setiap lemparan ucapkanlah takbir”. Dengan begitu jalannya terbuka. Kemudian Syetan mendatangi batu kedua dan meniupnya hingga menutupi lembah. Ibrahim melempar tujuh kerikil lagi sambil mengucapkan takbir hingga jalannya terbuka. Begitu yang terjadi hingga batu yang ketiga. Setelah itu Ibrahim tiba di tempat penyembelihan” (As-Suyuthy, Al –Imam, “Jin”, edisi Indonesia, pent.: Kathur Suhardi, Darul Falah, Jakarta Timur, Cetakan Pertama, Dzulhijjah 1421 H., hal. 183-185).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s