Kalau anda datang ke kampus ITB, jangan heran kalau melihat ada mahasiswa yang membawa-bawa helm masuk ke dalam ruangan kelas, atau masuk ke dalam lab. Mereka membawa helm bukan karena khawatir helmnya “dibom” oleh burung-burung koak yang berada di atas pohon-pohon yang menaungi lapangan parkir, tetapi karena khawatir helm tersebut dicuri di tempat parkir motor. Sudah sangat sering kejadian helm hilang di tempat parkir motor di dalam kampus. Helm ditaruh di atas sadel atau di atas kaca spion, ketika mau pulang eh.. helm sudah tidak ada lagi. Meskipun helm dikaitkan di bawah sadel, pencuri tetap lebih pintar, mereka memotong talinya!
Saya sendiri sudah 3 kali kehilangan helm, benar-benar mengesalkan. Harga helm itu 100 ribu ke atas. Pencuri tahu benar mana helm yang bagus, buktinya helm butut atau yang sudah jelek ogah disentuhnya. Akhirnya saya kapok pakai helm bagus, beli helm yang murah saja. Saya tidak habis pikir, dijual kemana ya helm itu? Apakah ada tempat penjualan helm bekas?
ITB adalah kampus yang terbuka, siapa saja bebas masuk ke dalam kampus. Satpam di pintu gerbang tidak bisa membedakan apakah orang yang masuk itu mahasiswa atau pencuri. Pencuri bisa berlagak seperti mahasiswa. Dengan menyamar seperti mahasiswa, yaitu memakai tas ransel dan berjaket, maka mereka tidak bisa dibedakan dengan mahasiswa yang “asli”. Mereka berbaur dengan mahaisiswa lainnya, sembari matanya melarak-lirik barang apa yang bisa diambil. Tas ransel di punggung adalah modal utama untuk menyembunyikan barang curian.
Selain helm, barang yang sering dicuri di dalam kampus adalah komputer laptop. Laptop sekarang ukurannya makin mini dan ini kesempatan emas bagi pencuri untuk menyikatnya. Pemilik laptop mana tahu orang disekelilingnya pencuri atau bukan, sebab gayanya sama seperti mahasiswa lainnya. Lengah saja sedikit, laptop bisa raib. Rekan senior saya pernah mengalami kehilangan barang, ketika dia keluar ruangan sebentar karena mau ke toilet, ketika kembali ternyata tas laptop dan isinya sudah disikat maling. Malingnya pintar membaca situasi. LabTek V tempat Prodi kami berada termasuk gedung yang ramai dengan hilir mudik mahasiswa dan orang lain entah siapa (tamu, karyawan, termasuk pencuri yang menyamar). Jadi, kalau ada orang yang masuk ke dalam lab, kami tidak tahu itu mahasiswa kami atau bukan, apalagi sekarang mahasiswa IF makin crowded, ditambah lagi mahasiswa Prodi STI, jadi tambah susah untuk mengenali orang-orang yang lalu lalang di sini.
Pencuri bisa juga kena batunya. Suatu kali di Lab Mesin seorang dosen memergoki orang berpenampilan mahasiswa memasukkan LCD proyektor (Infocus) ke dalam tas ranselnya. Ketika ditanya barang siapa itu, dia gelagapan dan ini menambah kecurigaan. Setelah diinterogasi, benar ternyata dia pencuri dan LCD proyektor itu adalah barang milik Lab. Tanpa ampun — seperti di banyak tempat di Indonesia — “pengadilan jalanan” pun berlaku juga di ITB. Pencuri itu dihakimi massa sampai babak belur dan berdarah. Tragisnya lagi, dalam keadaan berdarah-darah dia difoto dan fotonya disebar lewat milis (saya tidak berhasil mendapatkan fotonya).
Bagaimana dengan sepeda motor, apakah sering hilang di ITB? Oo, kalau barang yang satu ini tampaknya setiap minggu ada saja motor yang raib. Meskipun motor sudah dikunci ganda tetap saja bisa hilang. Hmm… apakah pencuri menggunakan mobil boks untuk mengangkut motor yang terkunci itu? Jangan terlalu berharap pada Satpam di pintu gerbang kampus, mereka tidak selalu memeriksa STNK kendaraan yang mau keluar. Kalau saja prosedur pemeriksaan STNK itu selalu dilakukan secara konsisten, saya yakin pencuri yang melarikan motor atau mobil orang pasti ketahuan karena tidak memiliki STNK.
Siapakah pencuri itu, apakah “orang dalam” atau orang luar? Segala kemungkinan bisa saja terjadi, pelakunya bisa siapa saja. Yang penting selalu waspada dengan properti kita masing-masing. Harap diingat ITB kampus yang kurang aman. Musang bisa saja berbulu domba atau berbulu ayam. Kehilangan barang sangat menjengkellan, apalagi kalau barang itu sangat penting seperti komputer laptop yang berisi data penting dan hasil-hasil pekerjaan.




































