Dunia Politik di Indonesia Saat Ini: Saling Memakan

Aha, akhirnya Presiden SBY punya kartu truf juga untuk menekan anggota partai koalisinya yang dianggap ‘bandel’, yaitu PKS. Pak SBY menegur Menkominfo, Tifatul Sembiring, karena telah mengeluarkan RPM (Rancangan Peraturan Menteri) Konten Multimedia yang ditolak berbagai kalangan itu. Padahal RPM Konten Multimedia itu adalah warisan zaman Menkominfo kala dipimpin oleh M. Nuh, tapi karena diteruskan oleh Pak Tifatul maka publik menilai itu adalah kerjaan Menkomnfo yang baru. Tifatul Sembiring yang kena getahnya, dan sekarang kena ‘batu’ dari Persiden.

Presiden SBY dan Partai Demokrat sekarang sedang dalam posisi terjepit di DPR. Pansus Bank Century hampir menyelesaikan tugasnya, dan pandangan fraksi-fraksi hampir seragam yaitu telah terjadi pelanggaran dalam pengucuran dana penyelamatan Bank Century. Apalagi ada desas-desus kalau sebagian aliran dana itu masuk ke tim kampanye SBY.

Partai Golkar, PDIP, PKS, dan PPP terkesan ‘galak’ di Pansus itu. PAN sebenarnya juga galak, tetapi sudah berhasil dilunakkan karena Menko Ekuin, Hatta Rajasa, yang juga Ketum PAN, adalah orang kepercayaan SBY. PDIP susah dilunakkan karena PDPIP bukan anggota koalisi. Sedangkan PPP sudah berhasil ‘ditembak’ dengan menyeret mantan Menko Kesra terdahulu, Bakhtiar Chamsyah, yang notabene orang PPP, terkait tindak pidana korupsi. Golkar juga telah ditohok dengan isu mengemplang pajak yang dilakukan perusahaan kelompok Bakrie, yang notabene milik Aburizal Bakrie, Ketum Golkar.

Nah, untuk PKS Pak SBY belum punya amunisi untuk menekannya. Tapi kemarin SBY sudah mendapat mesiu untuk menekan PKS, yaitu dengan menggunakan isu RPM Konten Multimedia itu. Mau menterinya dicopot atau melunak di Pansus? Pilih mana? Begitu kira-kira yang dimaksudkan oleh SBY kepada partai-partai itu guna mengamankan posisinya.

SBY berharap dengan isu-isu yang menerpa orang-orang PPP, Golkar, dan PKS, maka Pansus Bank Century diharapkan berakhir antiklimaks. Yang akan terjadi adalah tawar menawar untuk menyelamatkan kepentingan masing-masing.

Begitulah dunia politik di Indonesia, makin seru saja. Siapa saling memakan siapa, saling menjatuhkan untuk kepentingan kelompoknya. Kita sebagai rakyat biasa cukup hanya menonton pertarungan ini, siapa nanti yang bakal menjadi pemenang ya? Sementara para politisi bertarung, sebagian rakyat kita sedang ditimpa kesusahan karena kebanjiran dan kelaparan, tidak ada politisi itu yang mendengar dan peduli.

Tulisan ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

25 Balasan ke Dunia Politik di Indonesia Saat Ini: Saling Memakan

  1. dhimasln berkata:

    hmm,mmmm

    (cuma mau nge-he-em aja deh :D
    gag ngerti saya politik beginian :P)

  2. Zakka berkata:

    saya tahu… dimana posisi bapak sejak awal… sepertinya sama dengan saya :D

  3. wawansri berkata:

    salam kenal, :)
    bukan kampanye lho :D

  4. sunni berkata:

    yang sekarang bikin saya paling enek ya itu pak, lobi-lobi politik buat century… Apa mereka yang nglobi dan dilobi itu gak mikir kali ya ? Bayangkan saja, mereka semacam menjualbelikan hati nurani, kesejahteraan rakyat, dan lain-lain….

    apalagi sekarang sudah mulai terang-terangan. Gak mikir kali ya, mereka dibayari rakyat buat mencari fakta bukan untuk jual beli lidah demi jabatan mentri.

    kemana lagi kita harus mengadu…

    • soraya berkata:

      politik di indonesia secara moral sangat lemah makanya pemimpin negara tidak ada yg becus. mereka cuma memikirkan bagaimana uang negara bisa masuk dikantong mereka. whai… masyrakat indonesia jangan pernah percaya dengan retorika para politikus2 indonesia

  5. dwi berkata:

    yang kuat makan yang lemah! hahaha

  6. dafit berkata:

    hmm,hati2 loh pak. nanti dituduh pencemaran nama baik

  7. ceuceu berkata:

    Ingat cerita seorang teman, dulu orang2 pemerintah kaya anak STM (tawuran lagi sidang sampai naik meja) sekarang kaya anak batita yang lagi pada belajar ngomong (ga ngerti apa yg diomonginnya). Waduh gimana nih Bang R ?????
    Yang ngurusin rakyat kecil siapa?

  8. Anwar berkata:

    “SESUNGGUHNYA, SETIAP PEMIMPIN AKAN DIMINTAI PERTANGGUNG JAWABAN ATAS SETIAP APA YANG DIPIMPINNYA”

  9. Ifah Mardhot berkata:

    Yah memang didalam sistim Demokrasi kehidupan berpolitik itu demikian,menipu rakyat,berkoalisi demi kepentingan jabatan,Partai dan kepentingan-kepantingan lain itu dilakukan,bukanlah Demokrasi Bila tidak demikian.

    Yang lebih kejam lagi,untuk menutupi kebusukan satu,dimunculkan isu yang mengorbankan orang lain agar rakyat terkelabui dan sibuk dengan isu yang baru di munculkan tersebut.

    Coba kalau rakyat masih ingat,mudah-mudahan tidak pikun,Pemilu 2009 dipenuhi dengan kericuhan,manipulasi hak suara,banyak korban dimana-mana termasuk Caleg yang pada stres,gila dan bunuh diri karena gagal terpilih,namun semua anehnya dunia memujinya dengan di anggap sebagai Proses Demokrasi yang baik,tak lama setelah pelantikan persiden langkah awal yang nyata dirasakan oleh rakyat adalah kenaikan pupuk petani dan gas elpiji 12 kg.

    Kemenangan SBY itu penuh dengan kericuhan ,program seratus hari kinerja persiden dan para mentrinyaserta DPR itu di awali dengan mengangkat kasus Century,Gayus Tambunan ,Angodo,Susno Duaji ,KPK dll dengan diiringi menambah fasilitas mobil mewah para mentri,perumaham anggota DPR,menaikan honor para mentri dan pejabat,sedang rakyat hanya di tambah penderitaannya dengan kenaikan tarif jalan Tol,harga-harga bahan pokok,pendidikan yang katanya gratis ternyata biayanya melambung tinggi bagi pendidikan menengah dan tinggi,dan banyak lagi bencana-bencana kehidupan termasuk bencana alam.

    Semua itu adalah bukan karena sifat bawaan para Pemimpin dan pengurus rakyat saja yang jeblog,tetapi karena akibat sistimnya juga yang bokbrok,tapi apakah kita semuanya menyadari hal tersebut?,sehingga kita sudah buta dan tuli serta tidak sensitif lagi perasaan kita terhadap semua kejadian ini,dan kita masih mempertuhankan Demokrasi sebagai solusi yang tepatbagi kehidupan ini,padahal sistim ini adalah sistim para penjajah yang sengaja di pertahankan demi menguras sumberdaya alam Indonesia dan membodohi rakyatnya.

    Selama sistim ini dipakai selama itupula rakyat menderita dan dipaksakan untuk menonton dagelan politik yang tidak lucu ini.Padahal Allah SWT telah memberikan kita petunjuk yang benar didalam menjalankan kehidupan ini,yaitu dengan aturan Islam bagi penghuni akhir jaman ini.Akan tetapi Islam bukan saja di tolak oleh masyarakat non muslim,bahkan Partai Politik yang mengaku berazas Islam nulai meninggalkan Islam beralih ke partai Sekuler,dan menjadi Counteryang kontra Produktip kepada Islam serta kaum muslimin yang memperjuangkan tegaknya aturan Allah SWT di muka bumi ini.

    Bila telah demikian,pantaslah Allah SWT memberikan peringatan dengan bertubi-tubu bencana hingga manusia itu kembali kejalan-Nya.

    Adakah mereka itu yang mau bertobat dan menyadari kekhilafan mereka?,semoga demikian.

  10. machmud berkata:

    saya setuju dengan apa yang dikatakan mas IFAH. Yang bisa saya lakukan sebagai rakyat biasa adalah,”bagaimana membangun sebuah keluarga kecil yang mawa’dah sakinan warohmah”. Saya yakin semuanya berawal dari hal2 baik yang kecil yang dapat merubah dunia lebih baik. ”HAL KECIL”,Yang terkadang kita semua melupakannya.

    • Sakinah Mwdh dan Rhmah akan dirasakan bila kita menerpkan Islam secara Kaafah,sebab negara Khilafah yang akan membimbingnya ke arah itu,bila sistim Demokrasi seperti saat ini,boro-boro sakinah karena suami terus di ganggu denga rok min yang berkeliaran di jalan,sedang istri terus di iming-imingi dengan penghasilan diluar rujmah (bekerja meninggalkan suami dan anak-anak)udah gitu tergoda lagi sama teman sekantor,yang akhirnya menumbuh-kembangkan perselingkuhan di wilayah kerja.

      Anak-anak kita di gempur dengan tayangan yang tak mendidik,tawuran pelajar hingga anggota DPR dipertontonkan secara fulgar tanpa malu-malu,pergaulan bebas di berikan ruang sebebas-bebasnya,pelaku pornoaksi di lidungi ,dan digandrungi (Lihat kasus Ariel).

      Apakah dengan kondisi politik yang bokbrok dab kodisi masyarakat yang dekaden ini kita dapat mempertahankan rumahtangga sakinah dst?

      Kita tidak bisa menjaga hati,walau kita bisa menyanyi lagu “Jagalah Hati” yang dinyanyikan AA Agim,kita hanya bisa sebatas melantunkan lagunya saja,namun tidak dapat menjaga hati kita.

      Motto”Mulai dari diri sendiri,mulai dari yang kecil-kecil”itu kini sudah jadi kenyataan dengan krisis rumah tangga para penggagasnya.Semua itu buah dari Demokrasi yang lahir dari Sekulerisme,Kapitalisme dan kini Neo Liberalisme.

  11. Yah semoga kita menyadari dan memiliki keinginan untuk merubah negri ini kearah yang baik,dengan membuang Demokrasi jauh-jauh ke negri asalnya (asal para penjajah)dan bersegera menerapkan Syariat Islam melalui penegakan Daulah Khilafah.

  12. khairul iman berkata:

    bagoz jugak ya ini benda

  13. Ombro_gue berkata:

    Itulah politik,kalau gak saling makan memakan jatuh menjatuhkan itu namanya bukan politik…
    Dari dulu politik itu kejam dan jahat,siapa yang lemah akan tersingkir dan yang kuat yang akan jadi penguasa…
    ( Kita sebagai rakyat biasa cukup hanya menonton pertarungan ini )
    saya sangat tidak setuju dengan kata2 ini,karna ini sangat melemahkan bangsa ini,itu kata2 pembodohan…
    kalau bukan karna rakyat gak akan ada penguasa di negri ini…
    Tidak ada rakyat yang biasa tapi rakyat itu luar biasa,rakyat adalah kekuatan suatu negara tanpa rakyat tidak akan ada bangsa yang mampu berdiri kokoh…
    Rakyatlah penguasa sesungguhnya suatu negri…

  14. Ombro_gue berkata:

    Jika ingin bangsa ini berubah,Rakyatlah yang harus berjuang untuk merubahnya…

  15. ayu syahfitri berkata:

    seharusnya semua ikut berjuang demi kesejahteraan bersama. kenapa rakyat harus bekerja keras sedangkan pemerintah cuma yang menikmati hasil jerih payah rakyat nya ?
    apa itu yang namanya “adil” versi 2012?
    saya cuma pengen pemerintah yang kerjanya menggerogoti uang negara menengok ke belakang, dimana rakyat kecil menunggu uluran tangannya untuk bertahan hidup. sadarlah, kalo di dunia ini mereka gak hidup sendiri.
    seperti halnya pembagian beras raskin pada suatu desa yang harusnya untuk rakyat miskin. yang mendapatkannya malah orang kaya yang merasa punya uang. sedangkan orang miskin hanya mendapatkan kekosongan dan penantian yang mungkin sia2. bkan berarti rakyat miskin hanya bisa mengemis, tapi mereka punya hak untuk apa yang harusnya jadi milik mereka. karung beras raskin telah diganti dengan karung lain dan ditawarkan ke rumah orang” kaya dengan harga 6rb rupiah per kilo.
    di mana hati para penguasa yang katanya berjuang demi kesejahteraan rakyat? mereka bukan berjuang demi rakyat, tapi mereka berjuang demi diri mereka sendiri, takut kurus gara2 nolong rakyatnta sendiri.

  16. yuni_sensei berkata:

    sebenar nya pemerintah itu pnya hati nurani gak sih?
    kami rakyat kecil juga punya lambung punya usus wat diisi makanan bukan nya angin
    kalau di pukul juga bisa merasa sakit………..
    harus nya adil dong

    sebagai wakil rakyat bukannya melindungi malah menindas sampai jadi peyek.
    lihat gedung2 DPR di bangun se mewah2 nya.
    tapi rumah kecil para penduduk di kolong jembatan malah di gusur, harus nya pemerintah mikir, “kalau gwe jdi rakyat kecil perasaan guwe yg di tindas gi mana ya?”
    sadar donk dunia bukan cuma milik loe doank!!!!!!!!!!!!

  17. Mutiaazzahraa berkata:

    ga sepantasnya seorang pemimpin itu memakan apa yang sudah menjadi milik umatnya , sama seperti apa yang sedang sekarang terjadi . pemimpin itu seharusnya memimpin rakyatnya bukan malah sebaliknya , masa untuk rakyat malah di makan sama mereka , ANEHHHHHHHHHHHH

  18. hari berkata:

    sama dengan di indonesia tidak ad lagi keadilan

  19. m.ridha irham berkata:

    hukum indonesia = hukum JANGKREK

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s