Jalur Sepeda Baru di Jalanan Bandung

Ketika menyusuri jalanan kota Bandung, saya melihat ada yang baru. Jalur khusus bagi pesepeda sudah tersedia di beberapa ruas jalan. Tadi ketika menyusuri Jalan Aceh, saya sempat memotret jalur sepeda yang baru ini. Jalan Aceh adalah jalan favorit saya karena jalan ini terasa teduh dengan pohon-pohon besar di kiri kanan jalan, rumah-rumah peninggalan Belanda di sepanjang jalan, dan yang paling penting tidak terlalu ramai.

Jalur sepeda ukurannya selebar satu meter dan diberi warna cat biru seperti jalur busway di Jakarta. Di bawah ini jalur sepeda di Jalan Aceh dekat Taman Lalu Lintas:

Kalau yang di bawah ini jalur sepeda ke arah Taman Maluku, dulu taman ini terkenal sebagai tempat mangkal ehmm…ehmm:

Kalau yang ini di Jalan Wastukencana samping kantor walikota (depan gereja Bethel):

Wah, saya harus menjajal jalur ini euy, tapi harus beli sepeda dulu :-). Sayangnya jalur sepeda baru ada di beberapa ruas jalan saja. Dari rumah saya di Antapani hingga ke kampus ITB belum tersedia jalur sepeda. Adakah nanti dibuat jalur sepeda di jalan Dago supaya mahasiswa ITB membiasakan diri ke kampus dengan bersepeda? Ini penting supaya selingkaran kampus ITB tidak crowded lagi dengan ratusan mobil yang parkir.

Hmm… apakah jalur sepeda ini aman? Saya agak ragu, sebab pengendara motor atau mobil mungkin saja menyerobot jalur ini. Tahu sendiri kan jalan raya di kota Bandung ini sempit-sempit. Saya jadi ingat jalur busway di Jakarta yang diserobot oleh pengendara motor dan mobil sehingga busway menjadi kurang efektif mengatasi kemacetan.

Namun, apapun kekurangan itu, saya menyambut baik jalur sepeda ini. Ini berarti sudah ada kesadaran Pemkot Bandung untuk mengakomodasi kendaraan yang ramah lingkungan seperti sepeda itu.

Tulisan ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

10 Balasan ke Jalur Sepeda Baru di Jalanan Bandung

  1. dhimasln berkata:

    wah baru tau nih awak,,
    moga yang di dago segera ada biar ga ada yang nglakson lagi kalo ke kampus :D

    • Fauzan berkata:

      setahu saya di Dago (sekitar ITB) sudah ada jalur untuk sepeda, jalur ini menyatu dengan trotoar. Namun, jika dilihat ada tanda (simbol) sepeda di sisi kanan dan simbol orang (pejalan kaki) di sisi kiri.

  2. edratna berkata:

    Bagus tuh ada jalur sepeda…asal dibuat untuk seluruh kotanya.
    Tapi aman nggak ya….
    Kalau yang bersepeda banyak (seperti pengendara sepeda motor saat ini), dipastikan aman, soalnya nggak ada yang berani nyerobot….sama seperti sekarang, sopir mobil lebih mengalah daripada dikeroyok pengendara sepeda motor…karena pengendara sepeda motor sekarang jauh lebih banyak

  3. syaiful berkata:

    Pekanbaru sudah terlalu banyak kendaraan bermotor, boro-boro jalur sepeda untuk jalan kaki aja payah. Rindu… rindu… Bandung. Kudu boyongan sepeda yeuh ka Bandung.

  4. aaluki berkata:

    Salam,

    Saya juga melihat beberapa lokasi , dan sebagian sudah terkelupas , jadi maintenance costnya pasti tinggi….

    However salut untuk Bandung

    batam

    http://mtb-batam.co.cc

  5. cape berkata:

    sayangnya banyak angkot yg make jalur itu buat ngetem pak.

  6. urang Kampung berkata:

    jalurnya cuma sebelah…!

  7. muji wahyu berkata:

    hari minggu pagi nongkrong di jl.dago asik juga …ga ada roda polusi…jln kaki,lari2,spatu roda,scatboar,macam2 sepeda goes,tumplek jadi satu…tolong tuh yg jualan kaki lima,awalnya sedikit…takut kaya di gasibu penuh orang jualan

  8. onthel mania berkata:

    marka jln sepeda jgn dibuat putus-putus dong biar mobil/motor gak bisa masuk jalur sepeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s