Perjuangan Ibu yang Melahirkan, Dibayar dengan Nyawa

Ibu-ibu yang luar biasa seperti berita di bawah ini mungkin balasannya adalah surga. Demi mengandung anak, ia rela kehilangan nyawanya sendiri. Hiks..jadi teringat istri saya, ketika dia mengandung anak kami yang bungsu, dia sering menjerit-jerit karena merasa kesakitan yang amat sangat disebabkan si bungsu di dalam rahim sering menendang dan bergerak-gerak yang menimbulkan sakit luar biasa.

(Kompas.com)

Dulu saya juga punya teman dan tetangga yang para istrinya meninggal pas melahirkan. Anak yang dilahirkan selamat, tetapi ibunya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Insya Allah mereka, para ibu yang meninggal ketika melahirkan itu, adalah mujahid yang balasannya adalah surga.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda ketika ditanya oleh seorang sahabat siapa orang yang harus kita hormati, Nabi menjawab: ibumu. Ditanya lagi: siapa lagi sesudah itu? Nabi menjawab: ibumu. Ditanya lagi: siapa lagi sesudah itu: ibumu. Ditanya lagi sesudah itu: siapa lagi? Bapakmu. Jadi, perbandingan ibu dan ayah adalah 3 banding 1. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak hanya sepanjang penggalan.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Mati Setelah Lahirkan Si Kecil
(sumber : dari sini)

SOUTHWALES, KOMPAS.com — Meski tahu harus membayar dengan nyawanya, Donna Blanks asal South Wales tetap mempertahankan kandungannya. Si bayi lahir, sementara Donna meninggal.
Tak ada yang dapat menghentikan niatnya. Donna akan terus melanjutkan kehamilan meski harus kehilangan nyawa.

Kisah ini bisa dibilang bukti nyata kalau kasih ibu terhadap anak tiada terkira. Donna Blanks (32) asal South Wales rela mengorbankan nyawa agar punya anak. Tak hanya itu, Donna juga harus menderita sakit yang tak terkira selama mengandung dan sesudah melahirkan.

Pasangan Donna dan Gary Thomas telah menunggu lama sebelum akhirnya menyadari kalau mereka akan punya momongan. Setelah penantian 13 tahun, mimpi itu bisa terwujud.

Sayangnya, impian itu dirusak oleh kenyataan kalau Donna akan kehilangan nyawa jika mempertahankan kandungannyas sebab dokter mendapati kalau Donna mengalami gagal ginjal.

Masalah ginjal itu membuat kehamilan menjadi berbahaya bagi nyawa Donna. Atas dasar pertimbangan itu, dokter telah meminta agar kandungan Donna digugurkan agar nyawanya selamat.

Usulan aborsi tersebut ditolak oleh Donna. Ia tak mau melepas kesempatan untuk menjadi seorang ibu yang sudah diimpikan selama 13 tahun. Donna pun bertekad untuk melanjutkan kehamilannya, meski tahu kalau kelahiran bayi ini harus dibayar dengan nyawanya sendiri.

Ibu dari Donna, Sallie (52), yang berasal dari Newport, South Wales, mengamini kalau impian Donna adalah menjadi seorang ibu. Menurut Sallie, menjadi seorang ibu adalah satu-satunya hal yang diinginkan oleh Donna seumur hidupnya.

Donna yang berprofesi sebagai perawat telah mengalami masalah medis sejak remaja. Akibatnya, Donna pun sempat berpikir kalau dia tak akan mampu memiliki momongan.

Ia telah menderita diabetes sejak usia 12 tahun. Kondisinya makin memburuk seiring bertambahnya usia. Kehamilan turut memperparah kondisi tubuh Donna.

“Karenanya, Donna percaya kalau ia mendapat keajaiban ketika hamil. Ia juga berjanji akan mengorbankan segalanya untuk melindungi kehamilannya, termasuk mengorbankan dirinya sendiri. Tak ada yang dapat menghentikan niatnya. Ia akan terus melanjutkan kehamilan meski harus kehilangan nyawa,” ucap Sallie.

Kehamilannya sendiri tak mudah. Demi janin yang dikandung, Donna harus berhenti mengonsumsi obat-obatan untuk masalah ginjal. Akibatnya, Donna mengalami sakit yang tak tertahankan.

Setelah 27 minggu, Donna mendapatkan impiannya, seorang bayi laki-laki telah lahir. Kebahagiaan Donna dibarengi dengan kondisi tubuhnya yang semakin memburuk.

Tak hanya itu, bayi yang diberi nama Cade ini lahir prematur dan dokter memprediksi hidup Cade tak akan lama. Dengan berat kurang dari 2,5 kilogram dan masalah pada katup jantung, Cade kecil berjuang untuk terus bertahan hidup.

Segala kemungkinan dijalani agar Cade terus bertahan hidup. Cade harus menjalani operasi jantung untuk menyambung hidup. Ia juga harus kembali naik meja operasi untuk membenahi masalah pada sistem pencernaannya. Malah operasi yang terakhir ini lebih sulit dan kompleks.

Namun, Cade membuktikan diri sebagai anak yang kuat. Kondisi Cade semakin membaik dan makin kuat. Sebaliknya, kondisi Donna malah makin lemah dari hari ke hari.

Imbasnya, Donna pun harus menjalani proses cuci darah sebanyak tiga kali seminggu di rumah sakit University of Wales. Ibu dan anak ini dirawat di rumah sakit yang sama, jadi Donna tetap bisa berada di samping Cade ketika di rumah sakit.

Setelah tiga setengah bulan, Cade sudah cukup kuat untuk meninggalkan perawatan dari rumah sakit. Donna pun memutuskan untuk mengubah jenis cuci darah yang dijalani agar bisa menemani Cade di rumah.

“Meski bahagia, kondisi kesehatan Donna terus menurun. Tapi putri saya seorang wanita yang tangguh. Ia tetap merawat Cade dengan bantuan dari kami,” ucap Sallie.

Sebenarnya ada alternatif medis yang bisa dilakukan oleh Donna. Dokter telah menawarkan operasi cangkok ginjal agar nyawa Donna selamat. Bahkan ayah dan kakak Donna, Russel dan Christopher, sudah bersedia untuk mendonorkan ginjal mereka. Keduanya adalah donor yang cocok bagi Donna.

Namun, kondisi Donna makin parah. Ia mengalami masalah dengan jantungnya. Artinya, ia tak bisa langsung menjalani cangkok ginjal begitu saja.

Akhirnya Donna harus kembali dirawat di rumah sakit setelah dokter menyuruhnya untuk menjalani terapi cuci darah yang berbeda jenis.

Pada kali terakhir Donna bicara pada keluarganya, ia mengatakan kalau dirinya merasa baik-baik saja dan berharap bisa berada di rumah keesokan harinya.

Tapi nasib berkata lain, tanggal 22 September dini hari, pihak rumah sakit mengabarkan Sallie kalau Donna sudah tiada.

Suster mendapati Donna terkena serangan jantung. Setelah 40 menit berjuang untuk menyelamatkan Donna, akhirnya tim dokter pun kalah oleh nasib. Donna secara resmi dinyatakan meninggal.

“Waktu yang kuhabiskan bersama Donna tak cukup lama. Meski tak lama, aku tahu dia wanita yang menakjubkan yang selalu melakukan apa saja untuk kebaikan orang lain. Dia benar-benar wanita yang sangat langka. Dia akan selalu kuingat,” ucap Gary, pasangan hidup Donna.

Sallie menambahkan kalau dia tidak siap untuk kehilangan putri kesayangannya. Meski demikian, Sallie bangga terhadap perjuangan Donna.

“Kami semua sedih akan kepergian Donna. Cade harus tumbuh tanpa sentuhan seorang ibu,” ucap Sallie.

Sallie turut merawat Cade dan merasa beruntung bisa melihatnya tumbuh besar. Sallie berjanji akan menceritakan semua perjuangan dan betapa mengagumkannya apa yang sudah dilakukan Donna kepada Cade.

“Saya bisa melihat diri Donna ada dalam Cade. Saya berharap Cade mewarisi sifat dan rambut bergelombang milik Donna yang cantik. Cade pasti akan bangga terhadap ibunya,” imbuh Sallie. (mic)

Tulisan ini dipublikasikan di Romantika kehidupan. Tandai permalink.

7 Balasan ke Perjuangan Ibu yang Melahirkan, Dibayar dengan Nyawa

  1. rosa berkata:

    Saat saya melahirkan, dengan sakit yang tak terkira karena ketuban pecah duluan, 4,5 jam kemudian saya baru melahirkan. Waktu itu memang yang kepikir saya ingin anak saya selamat tanpa peduli nyawa saya. Disitu saya jadi merasa bersalah dengan Ibu saya tentang banyak hal. Ternyata melahirkan itu sangat sangat sangat berat.

  2. cape berkata:

    jadi ingat ibu saya,sudah 2 tahun lebih tak bersua :(
    semoga ibuku tenang disana..

  3. yigidrip berkata:

    Bermanfaat..trm ksh
    salam kenal :D

  4. Irfin berkata:

    Sangat menarik dan menyentuh kisahnya.

  5. Aswin Juari berkata:

    A tearful story…. tetapi itu cerita yang bagus…

  6. nidian afriani berkata:

    jagalah ibu kalian, karena beliau lah harta yang paling indah di bumi ini

  7. tantriyana berkata:

    Berujuang ku dimeja oprasi demi kelahiran anaku…tapi stelah 2.5 bulan ku merawatnya tuhan mengambilnya..anaku terkena virus aeroginosa…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s