Terkenang Masa Lalu dengan Shalawat Tarhim yang Indah

Saat itu menjelang shalat Subuh, saya sudah terbangun dari tidur. Lamat-lamat dari kejauhan terdengar kumandang lantunan bacaan dalam Bahasa Arab dari sebuah masjid. Sangat syahdu dan indah suaranya. Lantunan bacaan — yang kemudian saya ketahui sebagai sebuah shalawat — itu mengingatkan saya kembali ke masa lalu, masa-masa kecil di Padang. Dulu, ketika saya masih seusia SD, orangtua saya selalu rajin mengajak saya shalat Subuh di Masjid Istiqamah, terutama pada bulan Ramadhan. Dari rumah kami berjalan kaki menuju masjid yang jaraknya 400 meter. Dari kejauhan terdengar suara lantunan shalawat tadi mengiringi langkah kaki saya. Meskipun saya tidak tahu artinya, namun saya sangat meresapinya. Suara qori yang melantunkannya sangat indah, begitu terpesona saya mendengarnya. Wahai, siapa pemilik suara yang indah itu, apakah orangnya masih hidup? Semoga Allah SWT membalas kebajikannya karena telah mengalunkan shalawat yang membuat hati siapa pun bergetar mendengarnya.

Sekarang memori masa kecil itu kembali terbayang di kepala saya setelah mendengar bacaan shalawat tadi. Lama saya mencari-cari bacaan apa itu namun tidak bertemu. Untunglah dengan adanya internet dan Youtube, akhirnya saya berhasil memperolehnya jua. Belakangan saya baru tahu nama bacaan shalawat yang diputar di masjid tadi adalah Shalawat Tarhim (FYI, shalawat adalah bacaan yang berisi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW). Apakah anda pernah mendengar bacaan shalawat yang syahdu tersebut, yang membawa anda terkenang ke masa lalu? Cobalah klik video di Youtube berikut ini:

Sungguh indah mendengarkan shalawat tadi, apalagi ditunjang oleh suara qori yang merdu. Hati merasa bergetar mendengarkannya, dan tanpa terasa mata saya jadi basah karena terharu. Shalawat Tarhim itu membuat saya terkenang pada ayah dan ibu yang telah mendidik saya dengan ajaran agama sejak kecil, terutama kepada almarhum ayah saya yang telah mengenalkan shalat subuh di masjid bersama-sama dari rumah. Ketika orang-orang masih terlelap dalam tidurnya, kami berjalan bersama-sama menuju masjid, dan Shalawat Tarhim tadi mengiringi langkah kaki kami menuju masjid.

Beginilah bunyi Shalawat Tarhim yang indah itu beserta terjemahannya (dikutip dari sini):

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu
Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâi wa antal imâmu
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sai’tan nidâ ‘alaykas salâm
Yâ karîmal akhlâq yâ Rasûlallâh
Shallallâhu ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik
Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu
Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi
Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur
Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu
dan engkau menjadi imam
Engkau diberangkatkan ke Sitratul Muntaha karena kemulianmu
dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu
Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah
Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.

Tulisan ini dipublikasikan di Agama, Lagu yang berkesan. Tandai permalink.

21 Balasan ke Terkenang Masa Lalu dengan Shalawat Tarhim yang Indah

  1. reiSHA berkata:

    jadi rindu suara masjid :(

  2. TheSalt Asin berkata:

    Sewaktu saya masih di Surabaya, Shalawat Tahrin ini dikumandangkan menjelang waktu Shalat Subuh, setiap hari dan kompak di setiap Masjid, sungguh indah, sampai tanpa disadari ” air mata meleleh “, wallahu ‘alam…

    Ketika pulang kampung ke Bogor, Timbul rasa kangen dengan lantunan Shalawat Tahrim yang di kumandangkan di Masjid KU, yang mungkin dikampungku masih dianggap Asing dan Janggal ( karena tak biasa.)…wassalam.

  3. Tira berkata:

    Sepertinya Shalawat Tahrim ini memang akrab dengan tanah Minang. Selama merantau rasanya saya hampir tidak pernah mendengarnya lagi. Jadi rindu syiar mesjid dan surau di Padang…

  4. Andri Al Zaburae berkata:

    kata guru ngaji perbanyak sholawat agar dapat syafa’at.

    Maaf nitip bos.
    http://www.andrycahayaalam.wordpress.com

  5. otidh berkata:

    Wah, jadi ingat kampung halaman saya pak. Di sekitar kampung saya kebetulan banyak pondok pesantren. Setiap mau masuk waktu sholat pasti muter ini atau sholawat yang lain, atau murottal qur’an. Kadang-kadang waktu dhuha gitu juga saya sering dengar.

  6. ernik irham moeis berkata:

    Subhanalloh….setiap mendengar Shalawat Tarhim langsung air mata saya meleleh..terkenang masa kecil di kampung jawa timur menjelang sholat subuh..kadang dimana saja dikantor/di ruang tunggu dll kalau rindu saya selalu mendengarkan via hp tidak terasa air mata saya langsung berlinang…

    Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah…
    Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu….
    amin…..

  7. noona berkata:

    Subbahanallah…
    saya baru tw ini namanya Shalawat Tarhim dan baru tw artinya, selama ini saya selalu mndengar bacaan ini dan mencari artinya tp baru skrg di dpt…
    Shalawat ini mengingatkan masa kecil saya dkampung yg damai di jawa timur…

  8. Muh Haidir berkata:

    Sungguh Sangat Syahdu,terkadang tak terasa air mata,trimakasih ” catatan ” semoga membantu langkahku tetap ringan menuju masjid..yaa Allah bantulah aku, menjaga iman ini,,, tetap di jalanMU..

  9. Ping balik: Cerita Liburan Dibuang Sayang (1): Bali dari Sisi yang Lain « Catatanku

  10. Heri berkata:

    Ya begitulah mas, saya kira ini satu perjalanan ketika kita menemukan sesuatu seperti yang mas alami, dan kita masih akan blm tahu apa yang akan kita temukan kemudian :). Kita sama sekali tidak tahu seperti apa sbnarnya Junjungan kita, tp kita bisa merasakannya seperti yang mas alami, Beliau meliputi kita ( kata org2 pinter hehehe ), lebih tepatnya hati kita. Yah, tp dasar kita masih saja berandalan, sering ga pedulinya. Kita sudah tahu lautnya, jalan kesana memang sangat berat dan kita juga tahu itu

  11. yoesaxhp berkata:

    menurut cak nun tarhim itu adalahpuisi syeh mahmud al qusairy ketua jamiyatul quro kairo yang pada waktu berkunjung di indonesia terus di rekam oleh lokananta,

  12. Abdul Basit berkata:

    Allahumma yarham … ya Syech

  13. BubleQuando berkata:

    Subhanallah, sewaktu tinggal di dekat masjid Agung Raya Bandung, setiap kali akan datang waktu adzan Shalawat Tarhim ini selalu diputar
    lantunan syairnya merasuk ke dalam hati, rasanya sangat indah ketika saya mendengarnya dari dalam mesjid sendiri

  14. saya pengen bikin gerup solawat yang paling bagus

  15. merry berkata:

    dikantor saya di perdengarkan sebelum adzan pa,, sebelum dzuhur dan ashar

  16. undang sumardy berkata:

    ya saya juga teringat tahun 60an, setelah imsyak menjelang subuh pasti dari RRI Palembang terdengar solawat tahrim

  17. mohamad madjid berkata:

    Semoga Alloh SWT melimpahkan Rahmat dan HidayahNya kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabatnya dan para pengikutnya hingga akhir jaman. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

  18. mufti ahmadi berkata:

    Dengan tulisan tarhim yang pernah anda kenang dan kemudian anda tulis di media ini smg mnjadi amal baik anda yang abadi

  19. leosatria berkata:

    shalawat ini ingget bersma mama ;’( , ketika jln ke mesjid pd saat sholat subuh ;’(

  20. Heru berkata:

    Sewaktu tinggal di Jawa Timur selalu terdengar salawat ini menjelang aza subuh. Baru tahu kalau namanya Salawat Tarhim … Dan baru sekarang saya mendengarnya lagi setelah 15 tahun di Jakarta. Terima kasih banyak saya izin copy …

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s