Bahagia Ketika Bisa Memberi

Pembawa acara Oprah Winfrey yang terkenal itu selalu membagi-bagikan hadiah kepada penonton di studio pada acara Oprah Winfrey Show yang dipandunya. Ketika ditanya kenapa dia selalu membagikan hadiah kepada penonton, dia menjawab bahwa dia begitu bahagia melihat wajah-wajah penonton yang gembira ketika menerima hadiah darinya. Meskipun hadiah itu tidak seberapa nilainya, tetapi ada rasa puas dan senang jika ia berhasil membuat orang lain merasa bahagia karena pemberiannya itu.

Apakah anda merasakan hal yang sama ketika bisa menolong orang lain dari kesulitan lalu wajah orang tersebut terlihat berseri-seri? Ternyata menolong orang lain itu menimbulkan rasa bahagia yang tidak bisa diungkap dengan kata-kata. Perhatikan iklan rokok Sej*t* di televisi, sebuah arena pasar malam mengalami gangguan karena genset listrik mati. Tiba-tiba datang seorang pemuda yang punya ide membuat pembangkit listrik dadakan dari roda bekas yang tidak terpakai sebagai turbin. Dengan semangat dan keringat bercucuran, pemuda tersebut berupaya keras menghidupkan listrik dengan roda bekas tadi. Pasar malam pun menjaid terang, panggung pertunjukan pun bisa dilanjutkan kembali, orang-orang terlhat begitu senang, dan pemuda tadi terlihat begitu bahagia.

Erich Fromm, seorang penulis buku-buku psiko-eksistensial, menulis dalam bukunya yang berjudul To Have or To Be, bahwa dalam diri manusia terdapat dua modus hidup, yaitu modus “memiliki” (to have) dan modus “menjadi” (to be). Sesesorang yang memiliki modus memiliki memandang bahwa kebabahagiaan itu adalah ketika banyak memiliki. Ia merasa bahagia karena telah memiliki banyak harta, rumahnya banyak, tabungan dan depositonya besar, tanahnya ada di mana-mana.

Sebaliknya, seseorang dengan modus menjadi memandang bahwa bahagia itu adalah ketika dirinya merasa berarti bagi orang lain. Kebahagiaan muncul ketika dia bisa berbagi atau memberi. Dia mungkin memiliki uang atau harta yang cukup banyak, tetapi ia merasa bahagia jika harta yang dimilikinya itu ebrmanfaat buat orang lain, sebagian dari hartanya digunakan untuk membantu orang lain yang kesusahan. Ketika bisa membantu orang miskin yang terlilit hutang, ia merasa bahagia. Ketika bisa membantu biaya rumah sakit bagi pasien yang tidak mampu, ia merasa bahagia. Ketika bisa menjadi orangtua asuh bagi anak-anak yatim, dia merasa bahagia. Ketika bersedekah dan melihat fakir miskin berseri-seri mukanya karena menerima pemberiannya, dia merasa bahagia. Dalam konteks seorang muslim, infaq, zakat, dan sedekah adalah dalam rangka modus hidup menjadi tersebut.

Seorang mahasiswa yang pandai tidak segan-segan membagikan ilmunya kepada teman-temannya yang lambat daya tangkapnya. Dengan sabar dia terangkan tentang suatu materi kuliah kepada temannya, dan ketika temannya sudah mengerti, dia merasa senang karena telah bisa memberi pencerahan kepada orang lain.

Berbagi atau memberi adalah sifat yang dapat membuat hidup bahagia, sedangkan modus memiliki — jika tidak terkendali — cenderung membuat hidup menjadi kikir dan serakah.

Saya kemarin menemukan tulisan di bawah ini tentang makna memberi. Tulisan yang diambil dari sini menceritakan pengalaman hidup seorang yang bekerja di bidang finansial lalu keluar dari pekerjaanya. Dia merintis usaha sendiri dan merasa bahgia karena bisa menghidupi karyawannya. Tulisan yang inspiratif, menarik untuk dibaca.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Kebahagiaan Ketika Kita Bisa “Memberi”
Jum’at, 28 Januari 2011

Oleh: Muhaimin Iqbal

TIGA TAHUN LALU, ketika saya memutuskan untuk meninggalkan profesi saya di dunia finansial yang lama –bidang yang saya geluti sampai mentog selama 20 tahun lebih– saya berpamitan dengan rekan-rekan kerja di industri baik yang di dalam maupun yang di luar negeri. Salah satu comment yang saya ingat saat itu adalah ucapan mitra saya, executive perusahaan raksasa di Jerman. Begini katanya, “You have a very strange way to enjoy life…” (Kamu ini memiliki cara yang aneh dalam menikmati hidup !).

Lama saya berusaha memahami ucapannya ini, bahkan saya juga sempat ragu apakah dengan meninggalkan karir puncak di dunia finansial dan segala macam fasilitasnya – saya dapat memperoleh kebahagiaan yang baru…?.

Secara tidak langsung, perlahan tetapi pasti…kebahagiaan yang baru itu ternyata memang hadir. Dalam bentuknya yang aneh dan sangat berbeda dengan kebahagiaan yang lama. Saya ingin share di tulisan ini untuk memotivasi rekan-rekan saya yang ingin terjun berusaha – namun masih enggan meninggalkan segala macam fasilitas yang dinikmatinya kini.

Begini antara lain perbedaan kebahagiaan yang lama dengan kebahagiaan yang baru itu:

Kebahagiaan Lama (Milik Para Pekerja dan Eksekutif):

-Ketika mulai bekerja dahulu, hari-hari yang menyenangkan adalah hari-hari menjelang gajian. Sampai ada joke harimau apa yang paling bahagia? , jawabannya adalah ‘hari mau’ gajian. Mengapa hari-hari menjelang gajian kita berbahagia ?, karena penghasilan kita nyaris tidak cukup untuk keperluan sebulan – maka ketika rekening kita terisi kembali dari posisinya yang nyaris kosong – kita menjadi bahagia.

-Kebahagiaan lain adalah ketika kita mau menerima tunjangan hari raya, gaji ke 13, bonus tahunan dan sejenisnya. Ini bisa meng-cover kebutuhan lain yang lebih besar seperti mengisi tabungan, membayar uang muka rumah, mobil dlsb.

-Ketika karir kita terus menanjak dan sampai puncaknya; penghasilan kita sebenarnya tidak lagi habis dikonsumsi dalam satu bulan. Tetapi tetap saja hari mau gajian membuat bahagia karena hari itu uang kita di bank bertambah.

-Yang lebih membahagiaan bagi kalangan eksekutif adalah ketika tutup buku dengan hasil tahunan yang baik, eksekutif akan mendapatkan bonusnya – yang bisa sangat istimewa – bila perusahaan berkinerja baik.

Kebahagiaan Baru (Milik Para Entrepreneur):

-Di awal-awal usaha setiap menjelang akhir bulan adalah waktu yang menegangkan, bisa nggak ya kita memberi gaji para karyawan kita tepat waktu ?. Selepas gajian, tabungan kita di bank tersedot nyaris habis tetapi ada kebahagiaan yang tidak kalah hebatnya dengan yang dialami karyawan yang menerima gaji – yaitu kebahagiaan karena mampu memberi gaji seluruh karyawan di payroll-kita.

-Setelah perusahaan berjalan baik, ketegangan menjelang gajian ini tidak lagi muncul – tetapi kebahagiaan itu tetap ada disana – yaitu bahagia bisa memberi gaji.

-Karena bahagia itu ada disana – ketika rekening kita berkurang – berpindah keorang lain yaitu untuk menggaji para karyawan; maka lama kelamaan ‘hari mau’ gajian ini juga menjadi kebahagiaan rutin tersendiri. Setiap sabtu sore misalnya, saya melihat sekian puluh karyawan yang bekerja di peternakan Jonggol Farm – pulang dengan bahagia ke keluarganya masing-masing – hari itu mereka pulang membawa gaji mingguannya. Ternyata bukan hanya mereka yang berbahagia, saya juga ikut merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena sampai hari itu kita masih dipilih Allah untuk ‘dilewati’ rizkiNya yang hendak dibagikan ke puluhan karyawan tersebut.

-Kebagiaan ini bertambah besar manakala kita mampu memberi tunjangan hari raya atau sejenisnya.

Jadi ternyata ada perbedaan yang mendasar yang terkait dengan uang saja (tentu banyak sekali kebahagiaan lain yang tidak terkait dengan uang sama sekali !) dari sewaktu kita menjadi karyawan atau eksekutif dengan ketika kita terjun menjadi entrepreneur.

Kelompok yang pertama bahagia ketika rekeningnya bertambah dari gaji atau bonus, kelompok yang kedua pun tetap bisa tidak kalah bahagianya ketika rekening berkurang untuk membayar gaji atau THR.

Kebahagiaan ketika memberi inilah rupanya yang mendorong orang terkaya nomor 2 (Bill Gates dengan kekayaan US$ 53 Milyar) dan nomor 3 dunia (Warren Buffet dengan kekayaan US$ 47 Milyar) pertengahan tahun lalu mengajak ratusan orang-orang terkaya Amerika untuk menyumbangkan 50 % hartanya untuk berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Kebahagiaan dengan memberi ternyata tidak hanya milik Umat Islam yang dalam tuntunan agamanya didorong untuk banyak-banyak ‘memberi’ dalam berbagai bentuknya baik yang bersifat wajib seperti membayar zakat, membayar upah pekerja dan sejenisnya ; maupun yang sifatnya sunah seperti infaq untuk kegiatan sosial ,bantuan kemanusiaan dlsb.

Apa yang dilakukan oleh Bill Gates dan Warren Buffet ini juga dapat menjadi pelajaran bagi kita, bahwa ternyata kebahagiaan itu tidak hanya timbul ketika uang terus bertambah banyak – tetapi kebahagiaan juga timbul dari ‘memberikan’ hasil dari jerih payah bertahun-tahun untuk orang lain yang lebih membutuhkan.

Kalau saja orang-orang kaya negeri ini mengikuti anjurannya Bill Gates dan Warren Buffet, korban-korban kelaparan insyaAllah tidak akan terus bermunculan di negeri ini. Lebih jauh lagi kalau saja kita bisa mengikuti prinsip 1/3 seperti yang dicontohkan dalam hadits yang sahih, insyaAllah Allah akan terus menurunkan ‘hujan’ rizki ke kita – bahkan ketika negeri lain dilanda ‘paceklik’ krisis finansial. InsyaAllah. *

Kalau “Windows”-nya Nanti Kita Bisa Bantu

Suatu siang di Bandung Electronic Center (BEC), saya masuk keluar toko untuk membeli komputer laptop berukuran layar 10 inch. Belum ada laptop yang pas benar di hati, baik pas spesifikasinya, harganya, maupun modelnya. Mau merek ini, harganya cukup mahal, mau merek itu, spesifikasinya tidak memenuhi keinginan. Salah satu pertimbangan adalah apakah harga laptopnya sudah termasuk dengan sistem operasi Windows 7 yang asli (bukan bajakan)? Jadi, kalau tertulis harganya 3 juta, lalu kita tanya apakah sudah ada sistem operasi Windowsnya, maka pegawai toko akan menjawab: belum, masih kosong. Bagi kalangan pedagang komputer, mereka menjual laptop dengan dua kategori: kosong atau sudah isi. “Kosong” maksudnya laptop belum ada sistem operasi Windows, hanya ada sistem operasi DOS saja. Kalau “isi” maksudnya harga laptop sudah termasuk dengan Windows 7 yang asli, bukan bajakan.

Perbedaan harga kedua kategori laptop yang kosong dan sudah isi ini cukup tajam, kira-kira antara 800 ribu hingga 1,5 juta rupiah, tergantung jenis Windows 7-nya: home basic, bisnis, atau premium. Memang segitu harga sistem operasi yang sudah memonopoli dan menjadi kebutuhan penting ini. Kalau mau laptop kosong ditambah dengan instalasi sistem operasi Windows 7 yang legal, konsumen harus menambah uang sebesar itu. Alternatif lainnya bisa saja laptop kosong diisi dengan Windows 7 versi trial yang masa pakainya hanya 30 hari, dan setelah 30 hari anda harus membayar lisensinya secara daring (online) untuk mendapatkan legalitas dari kantor Bill Gates di Amerika agar Windows di laptop anda dapat dipakai kembali.

Tapi, para pedagang “mengerti” keinginan konsumen. Mereka tahu benar konsumen tidak mau laptop tanpa sistem operasi Windows. Orang awam tahunya hanya Windows, mereka kurang familiar dengan Linux atau sistem operasi open source lainnya yang sifatnya gratisan. Sudah merasa nyaman dengan Windows sih. Konsumen inginnya mendapatkan laptop dengan harga yang tidak terlalu mahal, kalau perlu Windows-nya tidak perlu beli. Maka, para pedagang di BEC sudah punya kalimat sakti yang seragam untuk meyakinkan konsumen: “Kalau Windowsnya nanti kita bisa bantu”. Maksudnya, jika anda membeli laptop kosong saja, maka pedagang akan membantu menginstalasikan Windows 7 secara gratis. Tentu saja itu Windows 7 bajakan. Kalimat tersebut terasa diplomatis ketimbang mengucapkan “Nanti bisa kami instalasikan Windows 7 bajakan!”. Rata-rata para pegawai toko komputer di BEC sudah punya keahlian untuk menginstalasi Windows 7 bajakan dan mengoprek (crack) masa expired-nya. Tidak hanya Windows 7, mereka juga punya koleksi ratusan software (tentu saja ilegal) di dalam sebuah flash disk yang siap diinstalasikan ke komputer laptop yang anda beli.

Rata-rata pembeli laptop di BEC — maupun di tempat pameran komputer — adalah orang terpelajar (mahasiswa, karyawan kantor, dan ibu rumah tangga). Sebagian mereka ada yang membeli komputer laptop dengan Windows yang legal, namun banyak pula yang secara sadar tidak bermasalah diinstalasikan Windows bajakan. Mereka tahu itu Windows 7 ilegal, tetapi karena kesadaran yang rendah tentang penghargaan terhadap hak cipta, maka “rasa bersalah” itu diabaikan saja, sebelum akhirnya dilupakan dalam perjalanan waktu.

Para pegawai di BEC itu apalagi, mereka sadar bahwa mereka telah melakukan pelanggaran dengan memberikan software bajakan kepada pembeli, tetapi rasa bersalah itu hilang karena sudah terbiasa melakukan pelanggaran tersebut. Bahkan, mereka berpesan kepada pembeli, agar berhati-hati ketika pergi ke luar negeri dengan membawa laptop yang pakai Windows bajakan tersebut, sebab kata mereka di bandara ada pemeriksaan laptop penumpang untuk memastikan apakah memakai software Windows yang asli atau bajakan. Ha…ha..ha, saya tertawa dalam hati mendengar pesan mereka itu. Mana ada bandara di Indonesia atau di luar negeri yang mengharuskan penumpang membuka laptopnya lalu petugas bandara memeriksa keaslian Windows di dalam laptop. Mungkin karyawan di toko komputer itu belum pernah ke luar negeri lewat bandara sehingga tidak tahu. Lagipula, kalau sudah terinstalasi di komputer, bagaimana membedakan antara Windows 7 asli atau Windows 7 bajakan yang sudah di-crack? Orang Indonesia memang ahli dalam soal crack meng-crack dan bajak membajak.

Sama seperti para pedagang komputer di BEC, para pedagang CD software bajakan di lapak-lapak di Jalan Ganesha depan kampus ITB juga sudah lenyap rasa bersalahnya ketika berjualan atau menerima pesanan software/game dari pembeli yang rata-rata mahasiswa itu. Urusan perut memang mengalahkan rasa bersalah menjual sofware bajakan.

Baiklah, lupakan rasa bersalah itu, kalau ada. Kembali ke laptop. Belilah laptop yang sudah include Windows legal. Perbedaan harga 800 ribu hingga 1,5 juta itu tidak penting, yang lebih penting adalah kesadaran untuk menghargai karya intelektual. Kalau tahu betapa susahnya membuat program, maka tahulah kita betapa pembajakan software itu adalah tindakan yang menyakitkan.

Sulitnya Menjadi Orangtua Zaman Sekarang (Tentang Pornografi pada Anak dan Remaja)

Membaca resume hasil seminar dengan speaker Bu Elly Risman di bawah ini (resume saya peroleh dari sebuah milis), membuat saya bergidik. Hii…mengerikan! Sudah luar biasa virus pornografi merasuki pikiran anak-anak dan remaja di Indonesia. Sudah lihai dan berpengalaman anak-anak dan remaja soal seks. Teknologi informasi semula dibuat untuk memudahkan, tetapi dibalik itu tersimpan bahaya yang mengancam masa depan anak-anak kita.

Duh, betapa sulitnya menjadi orangtua zaman sekarang. Pendidikan agama dan moral saja tidak cukup buat anak. Anak-anak dan remaja masih memiliki iman yang labil, sekuat apapun pendidikan agama yang diberikan, tidak sanggup menahan pengaruh lingkungan dan pergaulan dengan teman-temannya. Yang lebih penting adalah tindakan nyata dari orangtua untuk melakukan tindakan preventif kepada anak-anaknya supaya tidak terjerumus pada bahaya pornografi.

Yuk, kita baca laporan berikut yang bikin kita terus membaca istighfar…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

30 Oktober 2010 di Kemang Village, Jakarta
By Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati)
Di share dari teman yang ikut di Jakarta.
Panjang tapi sangat menarik buat orang tua agar aware

1.Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh sms anak sekarang, dengan huruf biasa tapi dibuat secara ALAY, tapi dibuat sedemikian rupa, sehingga kami, seluruh orang tua yang ada di ruangan seminar, tidak ada yang bisa membaca sms apakah itu?Apa maksud sms tsb?

Alaaahh…sms alay kan bisa dibaca. meski bikin mata dan otak kerja keras dulu buat tau maksudnya?

NO! Totally…….ga ada satupun yang bisa baca sms tsb.

Dan, Taaaraa…..ternyata selain dengan huruf alay, sms tsb, dibacanya harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)! Can u imagine thattt????

DAN isinya adalah:
” Hi, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML, Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan…dsb .” (sori saya agak lupa persisnya namun isinya kurang lebih spt itu – ML= Making Love=berhub SEX)

Seisi ruangan seminar lgs heboh.

Note dr pembicara: SMS sayang2an anak sekarang udah bukan i love u/I miss u, tapi udah soal LAMA GA ML…

Demmm…Ihikksss dari awal seminar, mata saya udah melotot lebaarr !!

2. Anak2 kita hidup di era digital. Banyak media elektronik & cetak yang diakses anak, banyak yang mengandung unsur pornografi: Games, Internet, HP, TV, VCD, Komik, Majalah dll

3. Yang pertama dibahas adalah GAMES. Games diabad 21, berdasar penelitian, gambar lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja, yang tidak ada di dunia nyata, ketrampilan lebih kompleks dan kecekatan yg lebih tinggi—> Kepuasan dan kecanduan lebih besar.

4. Jenis Games lebih beraneka macam: Aksi, adventure, strategi, Role playing.

Note dari pembicara:

SUPER HATI2 dengan GAMES-GAMES anak-anak anda!
a. Ada games yang bergenre awal action, isinya adalah tembak2an dsb, namun ternyata jika, anak kita udah sampai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML dengan pelacur jalanan…?????
b. Ada games yang berjenis role playing, dan naudzubillahimindzalik, ceritanya adalah tentang bagaimana “memperkosa paling asyik???????”

Jadi tinggal pilih cerita yang melatarbelakangi , kemudian tinggal pilih perempuan model apa yg mau “dipilih”, modelnya ga pake baju sama sekali, dan tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali dst. Cursor berbentuk tangan, yg digerakkan oleh anak2-anak kitaa….——>Seisi ruangan seminar lgs heboh lagiii….Gumaman Astagfirrullah bertebarann di ruangan….:(

5. Pikir baik2 jika anda ingin membelikan games atau anak anak anda beli games sendiri/ meminjam games dari teman! Dan hati-hati , jika didepan sekolah anak2 ada warnet! Jenis Games yang ada, murah dan gampang didapat, jenisnya sudah diluar perkiraan kita, orang tua!

Note: suami saya, yg orang IT dan doyan maen games pun, terkejut bukan kepalang, pas tau soal jenis games ini!!:(

6. Internet. Situs Porno bertebaran di dunia maya. Dan, jangan salah, pembuatnya juga anak-anak kita juga! Bahkann…Untuk mendapatkan uang, mereka menjual video sex mereka sendiri!–> Pas seminar kami ditunjukkan ribuan video sex yg gampang diperoleh lewat internet.

Note dari pembicara:
a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ?
–>> kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML ditangga dan berpakaian lengkap!
b. Hamil?siapa takkut!–> Bisa Aborsi !

7. HP.
Hoho…Video2 sex tersebar melalui HP. Kapasitas HP yang besar, memungkinkan sang pemilik memiliki file2 berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak anda CLEAN?–>Bisa jadi dia dapat kiriman gambar/video dari temennya!

Kasus : (yg pernah ditangani Ibu Elly) Ada seorang Ibu, yg datang ke beliau, shock karena menemukan gambar Vagina-seseorang di BBnya, yg ternyata setelah ditelusuri adalah kepunyaan temen sekolah (wanita) anaknya yang lelaki (yang suka minjem BB beliau!)… :(

8. Televisi : Program TV yang masih pantas diikuti, bisa dihitung dengan 1 tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Sinetron, telenovela, sinetron2 Jepang/korea , film dsb. Jangan salah, Iklan pun juga menyesatkan.Ayoo jangan anggap enteng sinteron/filim2 korea/jepang!Lama2 anak anda terbrainwash, terbiasa dengan kekerasan, sex bebas!

9. KOMIK: Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ga kalah dengan novel porno lainnya. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan, mungkin tidak menyiratkan 1 kepornoan pun, tapi didalamnya, kita orang tua harus tau bahwa ceritanya ujung2nya tentang sex bebas.

Notes: Dari, survey yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, dvd yang masuk dalam kategori “BaHAYA” adalah NAR***…semuanya yg berbau NAR***, hati2!! WATCH OUT!!!!

APA TUJUANNYA? APA YANG MEREKA INGINKAN TERHADAP ANAK-ANAK KITA

1.Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki MENTAL MODEL PORNO = perpustakaan porno, yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.
2.Kerusakan otak permanen —> yang hasil akhir yang diinginkan adalah–>INCEST!!! (astaghfirullahaladzim)
3.Sasaran tembak utama: Anak2 kita yg belum baligh. Jika sudah mengalami 33-36 ejakulasi–> pecandu pornografi — >PASAR MASA DEPAN!!!

Proses Kecanduan & Akibatnya.

1. Didalam otak ada bagian yang disebut PRE FRONTAL CORTEX (PFC). PFC, tempat dibuatnya moral, nilai2, bertanggung jawab untuk: perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, control diri, konsekuensi, pengambilan keputusan. PFC–> Matang diusia 25 thn.

2. Sekali anak mencoba “kenikmatan” semu–>Dopamin ( ket: suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus) diproduksi –> Anak merasa senang–> Kemudian timbul rasa bersalah.

3. Saat anak merasa senang tsb (kebanjiran Dopamin), maka yang akan terganggu adalah: Analisa, penilaian, pemahaman,

3. Saat anak merasa senang tsb (kebanjiran Dopamin), maka yang akan terganggu adalah: Analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, Makna hubungan, Hati Nurani—> Spiritualitas /Iman akan terkikis–> ANAK TUMBANG–> Mental Model Porno—>INCEST!!!!

4. Bagian otak yang rusak karena Narkoba: 3 bagian saja, tapi oleh Pornografi/SEX: 5 bagian otak yang rusak!

5. Industri yang terlibat Pornografi: Entertainment, Pornografi, Perfilman, Majalah Porno, Musik, Jaringan TV Kabel, Pembuat dan pemasar Video Games dll

SIAPKAH KITA SEBAGAI ORTU?

1. Kesalahan Budaya.
Yang mengasuh anak: IBU !! Ayah mencari Nafkah, bila perlu baru lapor Ayah!! SALAH BESAR ! —> REVOLUSI PENGASUHAN!! …………
(Nyambung dengan artikel pak Gendi, Where’s All The Father Gone?Kemana Para Ayah?…Indonesia , A Fatherless Country???)
Lihat fenomena Anak2 Jack Mania?–> Kemana AYAHmu nakkk?Kemana ibumu naak????

Note: Bukan main saya bersyukurnya saya, pas bagian ini. Syukur Alhamdullillah, saya berhasil “memaksa” suami saya untuk ikut seminar ini.
2. Kelalaian kita sebagai ortu:

Orang Tua Kurang:
1. Mempunyai waktu dengan anak.
Are u a weekend parent? Anak di ikutkan les sana-sini. Pertanyaan orang tua ke anak hanya tentang les mu gimana nak? Nilaimu berapa nak? Kamu ga bolos kan?Kamu biasa ngerjain ujian kan hari ini?—> Anak2 menjadi anak yg BLASTED (Boring–>Lazzy–> Stress!)

2. Mengajarkan agama & penerapannya?
—> Eksport! Merasa cukup menyekolahkan anak2 di sekolah berbasis agama. Anak disuruh les ngaji/agama. Penerapan? NOL BESAR!!!…. Menyuruh anak sholat tepat waktu, ortu? Bolong2 sholatnya? Ortu berbaju tertutup, anaknya maen ke mall hanya memakai rok mini/tanktop? Anak disuruh les ngaji? Ortunya ngaji aja ga bisa!!!!

3. Target pengasuhan:
UMUM, kurang teguh pada prinsip—> hanyut dalam TREND. Temen anak di sekolah pada punya IPOD, Anak buru2 dibelikan—> malu dibilang ga trendy? Malu anak punyanya HP jadul yg cuma bisa sms/telp?–> dibelikan BB palg mutakhir…

4. Tanggap Teknologi & Gagap Teknologi (Gaptek)
Ortu bisanya memfasilitasi, tapi nol besar dengan pengetahuan mengenai perangkat yg dibelikan buat anak-anaknya. Buktinya: baca sms alay aja ga bisa!…gimana mo ngawasin anak?

Note dr pembicara: Jadi orangtua, harus “GAUL” dan PINTER !!! siapa biang jadi orangtua itu gampang?

5. Memberikan anak perangkat teknologi, tidak tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan.

Note dr pembicara:
Orang Tua sekarang adalah Generasi ORTU yang ABAI…Generasi ORTU PINGSAN !! Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah didepan Komputer, Games, HP, Televisi —> Yakin, Anak anda AMAN????

6. Berkomunikasi yang baik dan benar : tidak memahami perasaan anak & remaja.

Berkomunikasi yang baik dan benar : tidak memahami perasaan anak & remaja.
TIPS Membuat Anak Tangguh di Era Digital:
1. Hadirkan Allah/Tuhan didalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Allah, taat kepadaNYA dari kecil. Hindari: Jangan sampai kamu hamil ya, Bikin malu keluarga! Bapak / Ibu malu!!!—> Salah Besar. Ajarkan bahwa, dimanapun dia berada, Allah tau apa yang dia perbuat!
2. Perbaiki pola pengasuhan/parenting. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi ortu yang abai bin pin
3. Validasi anak : penerimaan, pengakuan dan Pujian Jangan jadikan anak anda, anak yang BLASTED! Boringg –> Lazzy –> Stressed!!
4. Mandiri & Bertanggung jawab kepada ALLAH, diri sendiri, keluarga & masyarakat.
5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas
6. Mempunyai MODEL yang baik dan benar
KOMIK
• Cek bacaan anak
• Baca dulu sebelum membeli
• Secara Berkala periksa meja belajar/lemari/kolong tempat tidur . Notes: JANGAN SAMPAI KETAHUAN ANAK!!
• Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan
• Diskusikan bacaan dengan anak

GAMES
• Perhatikan letak computer/media video games di rumah
• Perhatikan jarak antara mata anak/ruang cukup pencahayaan , layar tidak terlalu terang
• Pilihkan meja & kursi yang ergonomis
• Buat kesepakatan dengan anak tentang:
o Berapa dalam seminggu
o Kapan waktu yang tepat
o Games apa yg boleh dimainkan
o Sanksi apa yang diberlakukan , jika melanggar
• Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating Games dalam kemasan games.

Banyak video games ber-rating AO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak dengan rating ESRB (Entertainment Software Rating Board, sebuah lembaga pemberi rating untuk games hiburan) diubah menjadi Teen, seperti GTA San Andreas, Mass Effect, Gta IV dsb.
Marak video game kekerasan yang menampilkan secara gamblang adegan seksual di tengah-tengah video gamenya seperti GTA: San Andreas dan Mass Effect. GTA: San Andreas mendapatkan kecaman keras dari banyak kalangan dunia seperti Jack Thompson dan Hillary Clinton, sehingga memaksa produsennya mengganti rating ESRBnya menjadi AO (awalnya M (Mature)). Hal ini mengakibatkan profitnya turun hingga $28.8 juta.

Pada tanggal 20 Oktober 2003, Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh 2 remaja, William dan Josh Buckner, karena keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III. Akibat kejadian tersebut Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah.

TV
• Atur jam menonton TV
o No TV dibawah 2 thun
o 5-7 tahun paling lama menonton TV: 2 jam/hari
• Kenalkan dan diskusikan ttg program TV yang baik dan buruk
• Perhatikan jarak menonton

INTERNET
• Perhatikan letak computer : tidak menghadap dinding
• Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno)
• Buat Kesepakatan tentang waktu bermain internet
• Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di computer
1. Perbanyak mendengarkan perasaan. GUNAKAN 2 TELINGA lebih sering daripada satu MULUT
2. Orang tua harus TTS = TEGAS, TEGAR, SABAR
3. Meningkatkan diri dengan berbagai macam pengetahuan (Seminar, pelatihan, buku parenting dan agama)
4. Setelah semua upaya —> DOA

Jujur, pas pada saat mengikuti seminar tsb, beberapa kali, saya menitik-kan airmata – mbrebes mili.
Betapa saya merinding hebat dan pengen segera pulang memeluk anak-anak saya..

Semoga saya bukan salah satu orangtua yg pingsan ituu… Semoga anak2 saya (kita), menjadi anak2 yang sholeh dan selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa

Koin untuk Presiden

Setelah SBY “curhat” di depan sebuah forum TNI tentang gajinya yang sudah 7 tahun tidak naik-naik, maka entah siapa yang memulai, dalam beberapa jam muncul gerakan untuk menyumbang koin buat Pak Beye, lengkap dengan logo seperti di bawah ini:

(Sumber gambar dari sini nih)

Yuk, kita nyumbang koin buat Pak Beye, he..he.

Kasihan juga sih lihat SBY, meskipun dia sebenarnya tidak minta kenaikan gaji, hanya sebatas “nyindir” tentang kinerja vs. gaji, tetapi media memplintirnya menjadi sebuah gosip. Tahu sendiri ‘kan, sesuatu yang diplintir oleh media akan menjadi semakin besar ceritanya, ditambah kipas-kipas dari para pihak yang berseberangan jadilah cerita Pak Beye mengeluhkan gajinya tidak naik-naik. Para pembantu Presiden pun sibuk meng-counter kiri kanan seperti berita ini. Pembantu Presiden boleh membantah, tapi jangan salahkan juga masyarakat kalau punya persepsi berbeda. Gambar di atas mungkin mewakili sikap satire masyarakat yang nyepet habis. Lain kali hati-hati ya Pak Beye kalau “curhat” di depan umum. Media itu seperti air bah, tajam, dan kejam.

Parahnya lagi, anggota DPR malah mendukung gaji Presiden dinaikkan, seperti kutipan berita di bawah ini, benar-benar nggak sensi , kata anak gaul zaman sekarang:

DPR Dukung Kenaikan Gaji Presiden SBY
Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Jakarta – Gaji Presiden SBY saat ini Rp 62 juta per bulan. Pimpinan DPR menilai gaji tersebut masih belum layak untuk presiden sebuah negara sebesar Indonesia.

“Sebagai pimpinan dari sebuah negara besar memang gaji presiden itu seharusnya lebih layak,” ujar Wakil Ketua DPR dari FPKS, Anis Matta, kepada detikcom, Senin (24/1/2011).

Hal ini disampaikam Anis menanggapi curhat Presiden SBY yang gajinya sudah hampir tujuh tahun tidak naik. Anis menilai seharusnya penundaan kenaikan gaji tidak perlu terjadi pada seorang presiden.

Oleh karena itu, Anis meminta Menteri Keuangan untuk segera mengusulkan kenaikan gaji Presiden SBY. Dengan demikian diharapkan presiden bisa bekerja maksimal tanpa memikirkan gaji yang tidak naik-naik.

“Kalau menurut saya DPR perlu mempertimbangkan kenaikan gaji presiden. Menteri Keuangan supaya mengusulkan kenaikan gaji presiden supaya nanti dibahas di badan anggaran,” terang Anis.

DPR, menurut Anis, tidak akan keberatan terhadap kenaikan gaji presiden. “Tapi ada bagusnya curhat presiden itu ditindaklanjutis secara serius oleh Menteri Keuangan, DPR saya kira perlu mempertimbangkan usulan tersebut,” tandasnya.

Kuliah Umum Bertabur Menteri

Awal semeser, masa registrasi kuliah. Promosi sebuah kuliah umum yang dosennya para menteri. Bakal ada door prize dari pak Menteri setiap ada kuliah, nggak? Banyak yang mengambil kuliah ini? Tapi, kok ada menteri oportunis yang ikut menjadi dosen tamu juga? Sebal deh jika lihat menteri yang satu ini.

Menjadi Mahasiswa Undangan di ITB

ITB sudah mantap menerima mahasiswa baru 100% melalui SNMPTN. Kabar terakhir menyebutkan akhirnya UGM mengikuti langkah ITB dengan menghapuskan jalur ujian mandiri. ITB juga sudah berketetapan hati menerima mahasiswa melalui SNMPTN ini dengan dua cara: jalur ujian tulis dan jalur undangan.

Untuk jalur ujian tulis praktis tidak ada yang mempermasalahkan, karena sejak dulupun ITB tetap menerima mahasiswa lewat jalur ujian tulis SNMPTN degan porsi yang besar disamping jalur seleksi mandiri. Jalur ujian tulis SNMPTN dulu namanya bermacam-macam, mulali dari SKALU, Proyek Perintis, Sipenmaru, UMPTN, dan akhirnya SNMTPN. Sejak ada jalur ujian mandiri (USM) di ITB, SNMPTN sering dianggap sebagai satu-satunya kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga miskin untuk bersaing masuk ITB. Bagi mahasiswa dari keluarga mampu, pilihan ujian masuk lebih dari satu kali, pertama via USM daerah. Jika tidak lulus, masih bisa ikut USM terpusat. Jika tidak lulus USM terpusat, masih bisa ikut SNMPTN. Disinilah letak ketidakadilan yang sering dikemukakan berbagai pihak. Kalau uang sebenarnya tidak menentukan kelulusan, calon mahasiswa yang menyumbang 1 milyar tetapi nilai ujain USM nya jelek tetap tidak bisa diterima di ITB. Tradisi di ITB sejak dulu sampai sekarang adalah menerima mahasiswa berdasarkan kemampuan akademik semata, bukan yang lain-lain.

Jalur penerimaan mahasiswa yang menyisakan kontroversi adalah melalui jalur undangan. Calon mahasiswa dinilai dari prestasi akademik di SMA berdasarkan nilai rapor SMA dari kelas 1 hingga kelas 3. Panduan umum jalur undangan SNMPTN 2011 dapat dibaca di sini. Berbagai pertanyaan pun muncul di forum milis dan jejaring sosial, antara lain apakah cara ini tidak membuka peluang pihak sekolah melakukan rekayasa nilai siswa-siswinnya? Kekhawatiran semacam itu saya yakin pasti sudah dipikirkan oleh institusi saya, ITB, dan saya percaya ITB sudah punya cara untuk mengantisipasi kecurangan seperti ini, berkaca dari pengalaman IPB Bogor dalam menjaring mahasiswa undangan. Saya bukan panitia penerimaan mahasiswa baru sih, jadi saya juga tidak tahu teknis penilaian dan verifikasinya seperti apa.

Pertanyaan lain yang cukup mengusik rasa keadilan adalah hanya SMA-SMA tertentu saja yang diundang, jadi tidak semua siswa SMA di tanah air merasa terhormat ditawari menjadi mahasiswa undangan. ITB sudah mempunyai database SMA-SMA terbaik di Indonesia berdasarkan database yang dimiliki oleh IPB (lagi). Ini tentu menimbulkan kecemburuan bagi siswa berprestasi di SMA yang tidak masuk di dalam database. Apalagi bagi SMA-SMA yang masih relatif baru, tentu belum cukup banyak memiliki rekam jejak alumninya sebagai standard penilaian kualitas sekolah. Dikhawatirkan juga SMA-SMA yang diundang akan diuntungkan dari segi penerimaan siswa barunya, sehingga SMA tersebut menjadi tambah favorit. Kalau sudah favorit maka uang pangkalnya menjadi tinggi, dan akhirnya hanya anak orang beradalah yang bisa sekolah di sana.

Terlepas dari kekurangan yang ada, penerimaan melalui jalur undangan ini memiliki kelebihan. Dengan cara ini, maka siswa SMA berprestasi di daerah-daerah dapat terjaring sebagai mahasiswa ITB. ITB akan kembali memiliki mahasiswa yang beraneka ragam dari Sabang sampai Merauke, sebab sejak ada jalur seleksi mandiri, kebanyakan mahasiswa ITB didominasi dari kota-kota besar saja, khususnya dari kawasan Jabodetabek dan Bandung, karena dari kota-kota itulah yang secara finasial mampu ikut USM dan lulus. Jalur undangan juga dapat menjaring siswa yang pintar namun berasal dari keluarga tidak mampu. Jika mereka diterima di ITB, maka kewajiban ITB dan Pemerintah untuk membantu biaya kuliah dan biaya hidup mereka selama di Bandung dengan berbagai program beasiswa (untunglah ada BIUS, Bidik Misi, dan sebagainya).

Memang, porsi jalur undangan ini membuat ‘shock’ sebagian siswa SMA yang bercita-cita kuliah di ITB namun merasa tidak diuntungkan dengan nilai rapornya. Porsi jalur undangan adalah 60% dari seluruh mahasiswa baru, sedangkan dari ujian tulis hanya 40% (lihat Tabel di bawah, klik tabel untuk melihat lebih jelas).

Bagi siswa yang punya prestasi dalam suatu bidang (misalnya komputer), tetapi nilai rapornya acak adut alias tidak bagus, tentu tidak masuk kriteria mahasiswa undangan (Benar nggak sih siswa-siswi juara olimpiade sains/komputer akan tersisih dari jalur undangan? Benar nggak sih siswa-siwi juara olimpiade rapornya tidak bagus-bagus amat?). Karena mereka tidak lolos sebagai mahasiswa undangan, maka kesempatan mereka hanya tinggal pada ujian tulis, namun porsi mahasiswa melalui seleksi ujian tulis hanya sedikit yaitu 40%. Itulah yang memmbuat mereka ‘shock’. Sebaiknya porsinya memang dibalik, 40% undangan dan 60% ujian tulis, tetapi tahun ini mungkin tidak bisa diubah sebab sudah menjadi ketetapan.

Btw, ITB dulu pernah menerima mahasiswa lewat jalur undangan dengan nama PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan), tetapi porsinya kecil, hanya 25% dari jumlah mahasiswa baru (75% lagi lewat jalur ujian tulis). Ini program Depdiknas juga, tidak hanya di ITB, tetapi hampir semua PTN menerapkannya. PMDK di ITB diberlakukan dari tahun 1984 sampai 1988. Kebetulan saya sendiri adalah mahasiswa PMDK itu he…he. Betapa senangnya menjadi mahasiswa ITB saat itu sebab kami bisa masuk ITB tanpa test, sementara teman-teman lain masih harus berjuang melalui UMPTN. Karena mahasiswa PMDK ini datang dari seluruh Indonesia, saya merasakan benar kampus ITB saat itu Indonesia mini sebab mahasiswanya beraneka ragam dari Sabang sampai Merauke.

Soal kualitas saya menilai teman-teman mahasiswa PMDK itu hebat-hebat, mereka rata-rata juara kelas atau juara umum di sekolahnya, dan ketika kuliah di ITB kualitas mereka memang teruji, mereka menunjukkan bahwa pilihan ITB kepada mereka tidak salah. Tetapi entah kenapa sejak tahun 1989 PMDK ditiadakan, saya tidak tahu sebabnya, mungkin ada beberapa kasus kecurangan yang terjadi pada sekolah-sekolah yang merekayasa nilai siswa PMDK sehingga akhirnya ITB menghentikan jalur undangan, atau apalah sebabnya saya tidak tahu. Yang jelas pengalaman jalur PMDK pada masa lalu menjadi pelajaran buat ITB dalam seleksi mahasiswa undangan tahun ini dan seterusnya.

Cobalah Makan di R.M “Malah Dicubo”

Sudah lama saya tidak menulis soal kuliner. Yap, kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya makan di rumah makan padang yang patut dicoba. Namanya Rumah Makan “Malah Dicubo”, yang kalau di-Indonesiakan artinya “marilah dicoba”. Kata “malah” memang tidak ada artinya dalam Bahasa Minang, tetapi saya yakin pemiliknya bemaksud menulis kata “marilah” namun disingkat “malah” saja.

Letaknya “tersembunyi” nun di dalam terminal Stasiun Hall, agak dipojok gitu, persis di selatan Stasiun Kereta Api Bandung. Meskipun letaknya tidak di pinggir jalan, tetapi siapa sangka jika rumah makan ini pernah disinggahi oleh para tokoh, pejabat, dan artis. Tercatat Pak Jusuf Kalla pernah makan di sana, juga para seleb lainnya. Saya tahu hal itu dari teman yang pertama kali mangajak makan siang di sana. Dari segi fisik sih sebenarnya rumah makan ini biasa-biasa saja, tidak ada istimewanya, begitu juga penyajian masakannya dalam panci dan piring besar seperti laiknya rumah makan padang.

Namun, penampilan boleh biasa, tetapi rasa yang berbeda. Orang datang makan ke suatu tempat kan tidak melihat bangunan fisik rumah makannya, tetapi apa yang disajikan di sana, bagaimana rasanya, sehingga membuat terpikat dan ingin datang lagi, datang lagi.

Apa sih menu andalan di rumah makan padang yang satu ini? Tak lain adalah dendeng batokok dengan sambal cabe hijau yang banyak kuah minyaknya. Dendeng batokok memang sudah hal biasa di rumah padang manapun, tetapi yang membedakan adalah rasanya. Tercatat dendeng batokok Rumah Makan Simpang Raya di Padang dan di Bukittinggi yang saya nilai sebagai dendeng batokok yang benar-benar asli dan yahud, tetapi dendeng batokok di RM Malah Dicubo ini rasanya memang mantap. Daging dendeng digoreng setengah matang, lalu angkat kemudian dipukul-pukul (bahasa Minang: ditokok) sampai memar (mirip seperti gepuk di Jawa, tetapi yang ini lebih tipis). Selanjutnya dendeng batokok tadi dibakar di atas bara api untuk menciptakan sensasi harum.

Untuk menikmati dendeng tadi, dendeng batokok harus dimakan dengan sambal cabe hijau. Cara menumis sambal hijaunya cukup unik. Cabe hijau digiling kasar dengan garam, bawang merah dan sedikit bawang putih, lalu ditumis dengan minyak goreng yang cukup banyak. Saat ditumis tambahkan irisan tomat hijau segar dan daun jeruk. Menumisnya tidak usah terlalu lama, cukup sebentar saja (1/2 matang), maka hmmmm…. wangi sambalnya membuat selera makan bangkit. Sambal cabe hijau ini lantas disiram ke atas dendeng batokok dan siap dimakan dengan nasi hangat dan gulai sayur nangka. Mantap….!

Yuk, kita makan dengan dendeng batokok khas rumah makan ini. Saya bisa nambah nih makannya, bahkan jika daging dendengnya sudah habis, nasi dengan sambal cabe hijau yang tersisa saja enaknya juga mantap abisss gan.

Selain dendeng batokok, gulai ikan dan soto padangnya juga mantap. Ayo dicubo, eh dicoba makan di rumah makan dipojok terminal Stasiun Hall itu.

ITB Hapus Penerimaan Mahasiswa Lewat Jalur Ujian Mandiri (USM)

Berita di bawah ini dikutip dari sini. Kabar USM ITB dihapuskan mungkin berita gembira bagi siswa-siswi SMA di seluruh tanah air. Anda bisa menjadi mahasiswa ITB 100% hanya via SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi negeri) saja, yang terbagi dalam dua jalur: Jalur Undangan (60% dari jumlah mahasiswa baru) dan Jalur Ujian Tertulis dan Ketrampilan (40%). Tidak ada lagi jalur mandiri USM/PMBPyang sering disebut “jalur mahal” itu. Yang menarik pada seleksi kali ini adalah anda juga bisa memilih Fakultas SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen) via SNMPTN yang dulunya hanya bisa masuk melalui jalur mandiri. Anda juga bisa masuk FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) melalui SNMPTN dengan tambahan ujian ketrampilan menggambar. Fakultas SBM dan FSRD dimasukkan ke Kelompok IPS. Khusus untuk FSRD, perbandingan Jalur Undangan dan Jalur Ujian Tertulis/Ketrampilan adalah 20% dan 80%, karena kemampuan menggambar dan estetika sulit dijaring dari hasil rapor dan UN saja.

Untuk Jalur Undangan yang dulu dikenal dengan nama PMDK, pendaftarannya tetap melalui SNMPTN, tetapi wewenang untuk memilih siapa yang diterima adalah kewenangan ITB. Jalur undangan berdasarkan prestasi akademik di SMA yang dilihat dari nilai rapor dari kelas 1 hingga kelas 3 (semester 1), nilai UN tidak dipertimbangkan. Tidak semua SMA akan diundang. Menurut Wakil Rektor ITB, Pak Hasan Z.A, dalam SNMPTN jalur undangan, SMA yang diundang adalah SMA yang dianggap baik oleh Kemendiknas, misal akreditasinya minimal B, atau secara historis dikenal baik mutunya (sekolah swasta, internasional dll). Dari SMU-SMU tersebut yang diundang hanyalah yang prestasi akademiknya baik. Kemendiknas melalui berbagai program dan juga menggunakan database yang dibangun IPB selama puluhan tahun sudah mempunyai peta kualitas SMU yang relatif baik untuk seluruh Indonesia.

Lanjut Pak Hasan, kriteria dan kuota siswa yang akan diundang untuk SMU-SMU, akan ditetapkan oleh Panitia Nasional. Mekanisme untuk ‘menghukum’ SMU yang mungkin melakukan hal-hal yang tidak patut dalam mekanisme Jalur Undangan juga sudah dimiliki oleh Kemendiknas, yaitu belajar dari pengalaman IPB yang sudah lama melakukan program PMDK sebelumnya.

Diterima tidaknya mahasiswa melalui seleksi jalur undangan ini ditentukan oleh ITB dan bukan oleh Panitia Nasional. Dalam hal ini ITB bisa menggunakan kriteria tambahan lainnya disamping prestasi akademik, yang oleh ITB dianggap baik dan bermanfaat untuk masyarakat secara holistik, seperti pertimbangan kebutuhan daerah, kawasan tertinggal dll.nya. ITB tetap mengutamakan prestasi akademik dari calon mahasiswa dalam seleksi penerimaan mhsw barunya dan ingin menjaring siswa-siswa yang terbaik dari seluruh SMU di wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Jadwal Pelaksanaan SNMPTN 2011 Jalur Undangan :
Pendaftaran : 1 Februari-12 Maret 2011
Pengumuman Hasil : 18 Mei 2011
Registrasi Mahasiswa Baru : 31 Mei dan/atau 1 Juni 2011

Jadwal Pelaksanaan SNMPTN 2011 Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan
Selasa, 31 Mei 2011 : Tes Potensi Akademik
Tes Bidang Studi Dasar: Rabu, 1 Juni 2011 (Tes Bidang Studi IPA & Tes Bidang Studi IPS)

Ujian Keterampilan
Ujian Keterampilan dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Juni 2011.

Ayo, siswa-siswi SMA terbaik bangsa, kami tunggu anda di kampus Ganesha ITB.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

ITB Hapus Seleksi Jalur Mandiri

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG–Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melakukan penerimaan mahasiswa baru pada 2011 seluruhnya atau seratus persen melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). “Penerimaan mahasiswa baru ITB pada 2011 seratus persen lewat jalur SNMPTN, tidak ada lagi jalur seleksi jalur mandiri,” kata Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemiteraan dan Alumni ITB Hasanuddin Z Abidin di Bandung, Kamis.

Penerimaan mahasiswa ITB tahun ini, kata Hasanuddin, akan dilakukan dengan komposisi 60 persen melalui SNMPTN jalur undangan yang berdasarkan penjaringan prestasi akademik serta 40 persen sisanya melalui SNMPTN jalur ujian tertulis dan keterampilan.

Sesuai peraturan Mendiknas Nomor 34 tahun 2010, ITB melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru program sarjana secara nasional bersama dengan seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia yakni melalui jalur SNMPTN.

Sementara itu berdasarkan PP No.66 tahun 2010, ITB akan mengalokasikan tempat bagi calon mahasiswa berkewarganegaraan Indonesia yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi. Jumlahnya sekitar 20 persen dari jumlah keseluruhan mahasiswa baru.

“Bagi calon mahasiswa yang berminat masuk ITB bisa mengakses situs SNMPTN (www.snmptn.ac.id) untuk mendaftar dan melakukan pembayaran secara daring di jaringan Bank Mandiri,” kata Hasanuddin.

ITB juga menerima program bea siswa seperti program BIUS, BIDIK, MISI dan Beasiswa Biaya Pendidikan dan yang lainnya.
Lebih lanjut, Hasanuddin Z Abidin menyebutkan, jadwal pelaksanaan SNMPTN 2011 jalur undangan pendaftarannya dimulai 1 Februari hingga 12 Maret 2011 dengan pengumuman hasil 18 Mei 2011, sedangkan registrasi 31 Mei hingga 1 Juni 2011.

Sedangkan pelaksanaan SNMPTN 2011 jalur ujian tertulis dan keterampilan dilakukan mulai 31 Mei hingga 1 Juni 2011. Ujian keterampilan diselenggarakan pada 2-3 Juni 2011.

Empat Asteroid Diberi Nama Dosen-Dosen ITB

Kemarin di milis dosen, rekan saya dari Astronomi ITB, Pak Hakim Malasan, mengabarkan bahwa International Astronomical Union (IAU) telah menyetujui pemberian nama-nama Asteroid 12176, 12177, 12178, 12179 dengan nama-nama mantan Kepala Observatorium Bosscha ITB yang tidak lain adalah dosen-dosen Astronomi ITB. Mereka adalah Bambang Hidayat, Moedji Raharto, Dhani Herdiwijaya, dan Taufiq Hidayat.

Date: Tue, 11 Jan 2011 13:50:55 +0100
From: “Karel van der Hucht”
To: hakim@as.itb.ac.id
Subject: Fwd: Seasons wishes

(12176) Hidayat
(12177) Raharto
(12178) Dhani
(12179) Taufiq

Karel van der Hucht 11-1-11 13:44 >>>

Dear Hakim,

My belated best wishes for 2011 for you, your OB staff, and your keluarga.
As you may have been informed by the asteroid scientists among your staff,
the IAU approved in November 2010 the naming of the following asteroids:
12176, 12177, 12178, 12179: four past directors of the Observatorium
Bosscha.

Congratulations!

Kind regards,

Karel
************************************************
Karel A. van der Hucht
SRON Netherlands Institute for Space Research
Sorbonnelaan 2
NL-3584CA UTRECHT, the Netherlands
tel: +31 88 777 5729/5604, fax: +31 88 777 5601
email: K.A.van.der.Hucht@SRON.nl
url: www.sron.nl
************************************************

Wah…wah, luar biasa mereka. Dewa! Asalkan asteroidnya nggak nabrak bumi ya Pak…. Meskipun saya bukan dari bidang Astronomi, namun saya merasa bangga sekali, sebab nama-nama orang Indonesia sekarang tertera di luar angkasa. Bangga bertambah karena mereka adalah dosen-dosen ITB yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan dunia astronomi di Indonesia.

Pemberian nama-nama itu juga menunjukkan bahwa ilmuwan Indonesia tidak kalah dengan ilmuwan dari luar negeri, dan reputasi mereka diakui dunia. Kebanggaan ini sekaligus sedikit hiburan di tengah carut marut kondisi bangsa kita yang terus terpuruk akibat kasus-kasus korupsi dan kejahatan moral lainnya.

Jika anda ingin membaca lebih jauh tentang 4 asteroid yang disebutkan di atas, ada penjelasannya di blog Langit Selatan ini.