Jalan-jalan ke Bukittinggi

Liburan akhir tahun ini saya dan istri membawa anak-anak pulang kampung ke rumah neneknya di Bukittinggi dan di Padang. Tulisan pertama ini adalah tentang Bukittinggi. Bukittinggi, kota sejuk di Sumatera Barat sekaligus kota wisata. Tidak lengkap ke Ranah Minang kalau belum mengunjungi kota Bukittinggi. Tahukah anda bahwa selain Yogyakarta, Bukittinggi pernah menjadi Ibukota RI pada masa darurat tahun 50-an dengan nama Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Di kota ini ada istana presiden dengan nama Gedung Triarga (artinya tiga gunung, karena kota ini dikelilingi oleh tiga gunung api yaitu Gunung Marapi, Gunung Singgalang, dan Gunung Tandikat), yang letaknya tidak jauh dari Jam Gadang (sekarang berganti nama menjadi Istana Bung Hatta).

Nah, saya akan menceritakan tempat-tempat wisata dan pemandangan kota Bukittinggi ini kepada anda. Jika anda turun di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang, maka tidak usah khawatir naik angkutan ke kota ini. Di bandara ini ada taksi resmi yang mengantar anda ke Bukittinggi dengan tarif borongan Rp222.000, relatif murah jika anda datang berempat atau berlima. Kalau naik mobil travel, anda harus ke luar bandara, salah satunya travel AWR, dengan tarif Rp30.000/orang.

Apa ikon kota Bukittinggi? Tidak salah lagi, Jam Gadang. Ke sanalah saya pertama kali pergi mengunjungi. Dibandingkan dahulu waktu saya ke sana, kawasan Jam Gadang sekarang ini relatif lebih rapi dan bersih.

Susah sekali memotret Jam Gadang ini dari dekat karena bangunannya tinggi. Jam Gadang ini dibangun pada masa Belanda dan atapnya pernah berganti rupa dari gaya Belanda, gaya Jepang, dan akhirnya atap bagonjong khas Minangkabau seperti sekarang. Yang tetap dipertahankan adalah angka jam 4 yang ditulis dalam huruf romawi ‘IIII’, bukan ‘IV’ seperti yang kita kenal.

Di depan Jam Gadang ini terdapat istana presiden yang sekarang bernama Istana Bung Hatta. Bung Hatta memang lahir dan menghabiskan masa kecil hingga bersekolah di Bukittinggi dan Padang.

Kawasan Jam Gadang adalah daerah tertinggi di Bukittinggi, maka dari kawasan ini kita dapat melihat keelokan kota dan rumah-rumah penduduk yang terletak di lembah.


Modernisasi ternyata tidak bisa dielakkan di Bukittinggi. Di depan Jam Gadang ini sudah berdiri sebuah mal (plaza) dengan sebuah supermarket besar. Apakah Pasar Atas yang terletak di seberangnya akan tersaingi?

Puas melihat-lihat jam Gadang, maka kawasan wisata apa lagi yang terdekat yang wajib dikunjungi? Tentu saja Ngarai Sianok yang terkenal itu. Tahukah anda, Ngarai Sianok itu masih terletak di tengah kota Bukittinggi. Ada ngarai di tengah kota? Ya, hanya ada di Bukittinggi. Jaraknya 1 km dari Jam Gadang, tepatnya di Jalan Panorama. Ngarai yang sudah sering diabadikan dalam lukisan dan gambar di uang kertas itu memang sangat mempesona.

Wah, banyak monyet juga jalan-jalan di kawasan Ngarai Sianok ini. Hati-hati ya bawa makanan, nanti direbut oleh monyet-monyet itu, begitu kata Pak loket karcis.


Turunilah anak tangga yang terdapat di ngarai ini,

maka sampailah kita ke…. Lobang Jepang. Ya, Lobang Jepang adalah gua panjang yang terdapat di dasar Ngarai Sianok. Gua ini dibangun pada masa penjajahan Jepang sebagai tempat pertahanan tentara Jepang. Siapa yang menjadi kuli dalam membangun gua ini? Tentu saja para anak bangsa yang dikenal sebagai romusha.

Yuk, kita masuki gua ini. Sekarang gua ini sudah terang karena sudah diberi penerangan. Untuk memasukinya kita harus menuruni anak tangga yang banyak itu.

Gua ini banyak lorongnya, seperti labirin. Jika tidak hati-hati, bisa tersesat di dalamnya. Saya hanya menyusuri lorong utamanya saja, agak takut memasuki lorong “lubang tikus” yang sepertinya berisi kamar-kamar, salah satunya bekas ruang amunisi di bawah ini.

Demikianlah jalan-jalan di kota wisata Bukittinggi. Sebenarnya masih banyak lagi yang perlu dikunjungi di kota ini. Saya ingin lagi makan nasi Kapau Uni Lis di Pasar Atas, tetapi belum kesampaian, atau melihat benteng Fort de Cock, tangga ampek puluah, dan lain-lain. Setelah di Bukittinggi, kami ke Padang, ke rumah ibu saya. Baca tulisan selanjutnya tentang jalan-jalan ke batu Malinkundang di Pantai Air Manis, Padang.

Tulisan ini dipublikasikan di Cerita perjalanan, Cerita Ranah Minang. Tandai permalink.

36 Balasan ke Jalan-jalan ke Bukittinggi

  1. Zakka berkata:

    Wah keren sekali ceritanya Pak…

    Saya sudah berapa belas tahun tidak ke Sumatera Barat… Ngaku2 orang Padang pula saya… Hahaha….

  2. ady w berkata:

    bagus sekali ya, belom pernah ke sumatera nih, pulau di luar pulau jawa baru bali dan kalimantan, madura atau kep. seribu saja belom pernah… payah :)

  3. Willy Permana berkata:

    Kalau nggak lagi musim ujian, mungkin akhir tahun kemarin saya juga ke Bukittinggi

    oh ya, plaza itu bukannya sudah dibangun sejak sebelum ’99, pak?

    • rinaldimunir berkata:

      Memang plaza itu dibangun sudah lama, setahu saya pembangunannya menimbulkan pro dan kontra. Pertama: karena dekat jam Gadang, Kedua: ancaman terhadap pedagang tradisionil. Waktu saya ke sana tahun 2000 plaza itu belum selesai

  4. Aswin Juari berkata:

    hua…. keren2 :)

  5. YURY berkata:

    Pak…jika ke batu malinkundang jangan lupa upload fotonya…saya kepingin mau melihatnya…

  6. penggemar ninja berkata:

    jadi inget kampuang…:(

    saya sekolah di bukittinggi ..ngak ada namanya tawuran..aman…

  7. Bobby berkata:

    Udaa… klo dari BIM ke bukittinggi (harus disambung ya nulisnya :p) berapa lama ya? Saya ada rencana kesana minggu depan menghadiri acara pernikahan. Tapi pulang pergi jkt-pdg. Apakah keburu? Setidaknya ke jam gadang sajo?

    • rinaldimunir berkata:

      Di BIM ada taksi resmi bandara yang melayani rute kemana saja ke seluruh Sumbar, termasuk ke Bukittinggi. Tarifnya tertulis dan pasti. Nanti kalau Bobby keluar di pintu kedatangan dapat melihat beberapa meter dari pintu kedatangan itu ada meja-meja perwakilan taksi resmi. Nah, di meja itu tertulis tarif rute taksi ke mana saja. Kalau ke Bukittinggi waktu pulang kemarin tarifnya — jika nggak salah — sekitar 220 ribuan. Dari BIM ke pusat kota Bukittinggi memakan waktu kira-kira 1,5 jam. Jika naik pesawat pagi dan pulang dengan pesawat malam masih sempat jalan-jalan dulu ke ke Jam Gadang dan Ngarai Sianok (jaraknya berdekatan).

      Dari Bukittinggi hampir semua taksi mau saja mengantar ke BIM, tetapi harus pandai nawar. Kalau nggak mau naik taksi, naik travel saja. Tanya ke suadara atau teman yang menikah itu naik travel apa. Yang cukup terkenal adalah travel AWR, tapi harus pesan dulu supaya tidak habis.

  8. albert berkata:

    mas, pengalamannya menarik.
    Numpang copy utk tugas b.indo.

  9. indra purnama berkata:

    o ya.. pak rinal, kebetulan saya kerja di travel bandara tujuan bukit tinggi..ANESIA PRATAMA
    ongkosnya 45 ribu/orang.tapi kalo pulangnya rame-rame bisa pake 1 mobil,misal: 5 atau 6 org klo pake taksi kan g’ muat/sempit. klau travel kita mobilnya AVANZA,XENIA,INNOVA,APV, dll.
    kalau carteran mobil ke bukit tinggi sama dengan tarif taksi.
    ni no hp saya.
    Indra purnama : 085363609229

    • norasmah berkata:

      Boleh bagi no telefon yang terkini…
      saya ingin menempah 1 mobil yang muat 8 dewasa+ 4 kanak2.
      Mobil mesti ada aircond ye…
      kami sampai di airport padang pada 29august2012..
      dan boleh bagitahu berapa bayarannya…

    • m nor berkata:

      Pak Indra,
      Saya Pak Nor dari Malaysia dan akan ke padang serta bukit tinggi bulan november nanti. Boleh saya dapatkan tarif mobil untuk ke bukit tinggi dari aiport atau terus sewaan untuk 3 hari.

  10. Lilia berkata:

    tiap liat foto diatas, jadi kangen pulang ke bukittinggi..
    tempat yang damai dan indah..
    subhanallah kangen…

  11. Idris Gendud berkata:

    wah…. dah 5 thun ne g plang… jd kngen bnget…. bangga deh jd orang bukittinggi asli

  12. nordin mddan berkata:

    Salam……saya pernah ke bkt tinggi…..amat menyeronokan……suasana yang aman damai….serta penduduknya amat mesra serta berbudi bahasa…..serta amat menghormati tertamu yang berkunjung ke sana……saya masih bercadang mahu ke sana lagi …….insyallah…….

  13. evi berkata:

    maaf mau numpang tanya, kalau dari bandara ke bukit tinggi berapa jam ya?? apakah ada pesawat yang langsung ke bukit tinggi dari jkt? makasih info’nya

  14. agi berkata:

    Pak bagus tulisannya…saya jadi semakin ingin pergi ke Bukittinggi
    tapi saya bingung, jarak saya jauh sekali ke Bukittinggi
    saya tinggal di Tasikmalaya Jabar
    tapi niat dan tekad udh setinggi gunung ingin ke Padang khususnya ke Bukittinggi karena ada teman terbaik saya disitu,,,*curcol he
    sekarang masih menimbang-nimbang biayanya
    bapak tau ga berapa ongkos sekali terbang dr jkarta ke padang atau sekali jalan lewat bis? trus tempat peninapan yg murah di padang dimana aja ya pak? sama ada tempat penyewaan sepeda motor ga pak di Padang?
    gaya travel saya ya backpacker gtu pak,,,yg penting biaya murah, ada tempat tdur,sama bisa pulang kembali ke tasik,,hehe
    mohon dibalas ya pak,,kalau tidak ada aral, saya insya Alloh berangkat skitar H+7 lebaran tahun ini
    maaf pak kalo terlalu panjang,,,sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih

    • Rinaldi Munir berkata:

      Dari Jakarta ke Padang naik pesawat sekitar 500-600 ribu sekali jalan (di luar musim peak season/liburan). Jika naik bus eksekutif sekitar 400 ribu (diluar makan), bus AC 300 ribuan. Naik pesawat hanya 1 jam 25 menit, jika naik bus dua hari satu malam.
      Di Padang dan Bukittinggi banyak hotel kecil di pusat kota, tarifnya sekitar 200 ribu hingga 400 ribu per malam. Kalau penyewaan motor kayaknya nggak ada ya, tetapi ojek ada di mana-mana.
      Kalau orang berwisata ke Sumatera Barat sebaiknya tidak ke kota Padang dulu, tetapi dari Bandara langsung mengunjungi kota Bukittinggi dulu (sekitar 2 jam dari Bandara Minangkabau). Dari Bukittinggi banyak akses menuju tempat wisata lain seperti Danau Maninjau. Lembah Harau, Pagaruyung (kerajaan minangkabau lama), dan lain-lain. Terakhir baru ke Padang jika hendak balik ke Jakarta. Di Padang bisa mengakses obyek wisata laut sepeti batu Malinkundang, Siti Nurbaya, dll.

  15. vie berkata:

    oh ya pak, kalau mw naik travel AWR hrs pesan?

    • ica berkata:

      selamat siang, kebetulan saya bekerja d AWR travel, kalau mbak ingin naik awr harus booking dulu, minimal 3 hari sebelum keberangkatan, takutnya travel penuh atau tidak ada jadwal pada jam yang d inginkan :)

      • Suki berkata:

        Selamat siang, boleh minta no telp AWR travel. Saya berencana mau ke Padang dari Bukittinggi. Terima kasih

  16. -ayahnya Munggar- berkata:

    Nice info. Minggu depan ada tugas ke Bukittinggi.. first time :)

  17. If you are going for most excellent contents like myself, only pay a visit this website everyday since it presents feature contents, thanks

  18. reza aprilda berkata:

    wah,,jadi taragak kampuang pak,, :D

  19. Ibu Farida berkata:

    Assalamualaikum..saya dari Malaysia akan pergi ke bukit tinggi tahun hadapan. Ticketnya telah dipesan. Cuma ingin tahu tentang gunung berapi nya ada kah kerap meletus.. kerna jaraknya dengan bukit tinggi tidak jauh…harap dapat sedikit info

    • rinaldimunir berkata:

      Gunung Marapi cukup jauh dari Bukittinggi. Gunung ini memang tergolong aktif, tetapi belum pernah terjadi letusan hebat dalam sepuluh tahun terakhir. Insya Allah aman ke Bukittinggi. Dari kota Bukittinggi kita dapat melihat gunung ini bila cuaca cerah.

  20. Ibu Farida berkata:

    Ada sesiapa yang dapat membantu untuk urusan transport di bukit tinggi pada Januari 2014 ini nanti. Berapa rupiah?

  21. kosasih berkata:

    salam smangat boleh saya diberi urutan menuju bukit tinggi dari yogya? dan hotel mana yang murah untuk menginap disana, bila cuma 3 hari disana,tempat tempat mana saja yang harus saya kunjungi,kuliner dan oleh2 khas sana. bagaimana dengan transportnya. terimakasih, salam sukses, KOSASIH

  22. Abdul halim bin mohamed berkata:

    saya baru kembali dari Yogjakarta beberapa bulan lepas tapi setelah membaca cataan saudara, saya rasa tak sabar ingin ke Padang dan bukit Tinggi pada hujung bulan depan ( bulan May ). dan catatan saudara dan lain-lain blog banyak membantu saya untuk berwisata di sana.

  23. Rahmi berkata:

    Insya Allah saya akan ke bukit tinggi dan padang bulan nopember dari tgl 13 smp 16 2014, mohon info no tlp travel AWR ,,dan rekomendasikan hotel melati yang murah dan bersih ,sebaikanya tempat tempat mana saja yg prioritas di kunjungi dan apakah harus pindah hotel bila akan ke padang pantai air manih dll
    mohon info nya bapak dan terima kasih untuk blog jalan jalan ke bukit tinggi dan padang,sangat membantu sekali walau sudah 3thn

  24. Di mana saja tempat makan yang terkenal enaknya di Bukittinggi ?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s