Bila Sarjana Informatika ITB Jualan Mie Kocok

Alumni Informatika (IF) ITB jualan mie kocok Bandung? Apa sudah tidak ada lagi pekerjaan di bidang informatika (IT) yang bisa dikerjakan alumni, he..he? Apakah proyek pembuatan perangkat lunak sudah sepi order sehingga alumni IF ITB banting stir jualan mie kocok? Bukan saudara-suadra, tentu saja bukan karena itu alasannya. Bidang informatika masih tetap termasuk “madece” alias masa depan cerah. Proyek di bidang teknologi informasi tidak habis-habisnya, selalu saja banyak permintaan untuk mengerjakan proyek di bidang ini. Lalu, kenapa ada lulusan Informatika jualan mie kocok Bandung? (Emangnya nggak boleh?, ha..ha)

Kemarin sore saya menyinggahi warung mie kocok Bandung yang dikelola oleh lulusan Informatika, mantan mahasiswa saya dulu. Namanya Doni Hernawan, dulu Informatika ITB angkatan 1996. Doni ini men-tag saya di fesbuk pada gambar lokasi warung mie kocoknya yang bernama Larizo. Ia mengabarkan bahwa dirinya sekarang berjualan mie kocok di jalan Rontgen, pertigaan Jalan Dr. Radjiman. Setengah berrpromosi dia menceritakan mie kocoknya ini beda dengan mie kocok yang yang lain, kuahnya lebih kental sebab berisi kaldu dan sumsum tulang sapi sehingga terasa gurih. Daging kikilnya juga asli, katanya (Emang ada kikil yang palsu?, tanya saya. Ada, kata Doni, yaitu kikil yang terbuat dari kulit sapi yang biasanya digunakan untuk membuat sepatu. Sampah kalau gitu.).

Wah..wah..wah, siapa yang tidak ngiler mendengar promosi mie kocoknya ini, apalagi saya ini seorang pencinta dan pengamat kuliner. Lebih menarik lagi dia mantan mahasiswa saya dulu di Informatika ITB, kok jualan mie kocok? Ada yang “salah” kah dengan pendidikannya di Informatika? He..he..he… . Saya pun meluncur ke lokasi yang dia sebutkan. Penasaran. Tidak susah mencari warungnya itu yang terletak di depan Dinas Pendidikan Kota Bandung.

FYI, mie kocok adalah jajanan khas Bandung sehingga sering dinamakan mie kocok Bandung. Bentuknya mirip mie bakso, tetapi ada beberapa perbedaan. Mie kocok Bandung ini kuahnya adalah kaldu dan sum-sum dari kaki sapi dan kikil yang direbus dengan bumbu-bumbu (makanya sering dinamakan “mie kocok kaki sapi”). Urang Sunda sangat doyan makan kikil (hati-hati kolesterol lho, he..he). Oh ya, mienya juga khusus yaitu mie gepeng. Nah, untuk menghidangkan satu mangkok mie kocok Bandung, mie dicampur dengan sayur tauge, bawang daun, bawang goreng, selederi, tongcai, lalu ditambah dengan kikil sapi yang dipotong dadu. Selanjutnya campuran tadi disiram dengan kuah kaldu, tambahi perasan jeruk, sambal cabe rawit, dan kecap. Mantaaapp! Mie kocok ini dimakan selagi panas ditemani es jeruk atau teh hangat. Karena Bandung berhawa sejuk/dingin maka mie kocok ini populer sebagai pengisi kehangatan selain makan mie bakso, batagor, dan minum bajigur tentunya. Tidak heran pada resepsi pernikahan di Bandung selalu ada stand mie kocok yang diserbu tamu undangan. Di Bandung mie kocok yang terkenal itu terletak di Jalan Macan (dekat Jalan Banteng) dan di jalan Kebon Jukut.

Kembali ke mie kocok Larizo milik si Doni ini. Segera saja saya dihidangkan semangkok mie kocok. Karena saya tidak suka kikil, maka saya minta mie kocok pakai bakso saja, nggak pakai kikil. Wah, sudah tidak sabar saya ingin mencicipi mie kocok Doni ini. Hmm… baru dimakan satu dua sendok, memang terasa gurih. Gurihnya bukan karena bumbu penyedap, tetapi berasal dari kuah kaldunya yang kental litu. Enak, euy, mantap. Ternyata resep mie kocok ini hasil eksperimen ibunya Doni yang memang hobi memasak. Cerita si Doni, warung mie kocok ini dia yang memodali, sementara yang memasak adalah ibunya, jadi boleh dibilang ini usaha keluarganya.

Ini mie kocok Larizo, potongan yang putih-putih itu adalah kikil sapi:

Hei Don, apakah kamu memang kerjanya cuma jualan mie kocok?, tanya saya. Ternyata tidak juga, jualan mie kocok hanya usaha sampingan. Doni ini masih tetap “on the track” di bidang Informatika, dia punya perusahaan konsultan IT bareng teman-temannya, proyeknya di bidang GIS. Sekali-sekali saja dia datang ke warungnya untuk memantau perkembangan usaha jualan mie kocok. Sudah ada yang mau jadi waralaba, katanya senang. Saya pun ikut senang. Oh iya, saya jadi ingat, mantan mahasiswa saya bernama Latif angkatan 1999 juga saya dengar jualan mie bakso di Bandung, tetapi saya belum pernah coba baksonya itu. Rasa-rasanya jualan bakso ini lebih menyenangkan daripada coding deh…

Ini Doni di depan warung mie kocoknya. Mana yang sapi dan mana Doni nih? He..he…

Slurp, slurp…olala, mie kocok Bandung sudah habis saya makan. Karena enak, saya pesan dua bungkus lagi untuk anak dan sitri di rumah. Harganya juga tidak terlalu mahal, antara Rp10.000 sampai Rp13.000 per porsi. Saya rekomendasikan nih mie kocok Larizo ini kalau anda sempat melewati jalan-jalan yang bernama para dokter itu, boleh dicoba rasanya memang beda dengan mie kocok yang pernah saya coba.

Tulisan ini dipublikasikan di Makanan enak, Seputar Informatika, Uncategorized. Tandai permalink.

25 Balasan ke Bila Sarjana Informatika ITB Jualan Mie Kocok

  1. petra berkata:

    saya juga punya keinginan bikin usaha jualan nasi goreng, nih pak :D
    ntar kali yah kalo udah punya modal lumayan

    • rinaldimunir berkata:

      Ayo, saya dukung, nanti laporkan ke saya ya, untuk dimuat di blog ini. Nasi gorengnya harus beda dengan yang lain. Apa ada nasi goreng khas Karo? tapi yang halal ya :-)

  2. harun berkata:

    kalau saya jualan mesin pengolah sampah, Pak. boleh dicoba nih : http://mastermesin.com :-)

  3. Oki N berkata:

    huehehhhee

  4. Kang Jodhi berkata:

    sukses berbisnis buat donny :p

  5. chaki berkata:

    salam kenal.
    seger banget mie kocok nya bisa di zoom pula gambar nya hahaha makin pengen aja. bisa kecium nih wangi nya :D.
    kalo saya masih jadi calo hehehe ngumpulin uang buat modal n rencana yg lebih besar. rencana nya nanti mau produksi tas.

    Jual ipod touch 4 Gen, 8gb, 32gb harga termurah se internet !. 100% Baru & Resmi

  6. wachidah berkata:

    ada lagi ati if99 pak: http://www.momsmiracle.com

  7. menone berkata:

    semoga mie kocoknya makin larisss……… duuuhhh liat fotonya wes ngiler iki wong malang hehehehehehehehehe…….

    salam persahabatan dr menone

  8. ady w berkata:

    mantab! kapan2 kalau mudik mampir ah

  9. Rizal berkata:

    Mantep Don!

  10. Zakka berkata:

    Kalo Syabab-nya Syaugi udah pernah dicoba, Pak? :D *bantu promosi cuma2*

  11. Alieph berkata:

    wah….bagus tuh latihan berwirausaha.

  12. DistroNgapak.Com berkata:

    Sudah saatnya lulusan Univ harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan walaupun harus banting setir dari keilmuannya.
    Inspiratif banget nih artikel. Sy jadi tambah semangat banting setir jualan kaos…..

  13. irfa berkata:

    menyediakan tulang sumsum nya tidak ya.kalo iya saya mau datang mencoba

  14. aditya.nugraha berkata:

    Usaha bung Doni ini patut ditiru, ya tidak harus dengan mie kocok bisa juga dengan usaha lain. Ciptakan lapangan usaha dengan berwirausaha. Selamat, semoga terus berkembang. Dua jempol untuk bung Doni, kalau perlu empat jempol. Dua lagi dari jempol istri. Bravo…

  15. yusah berkata:

    saya mau usaha mie kocok nih ada saran mengenai bumbu-bunya . klo ada bisa di kirim ke yuyus_ahmad@yahoo.com. terimakasih sebelumnya.

  16. PMB Bandung berkata:

    Sukses untuk terobosannya :)

  17. Wanti berkata:

    Yang penting halal. Jauh lebih baik jualan mie kocok, dari pada jualan IT yang bernuansa tender yang tidak bisa bersih, seperti pada Simulator SIM misalnya

  18. waah, baru baca blog ini. banyak juga ya alumni IF yang punya usaha kuliner. :D

    udah pernah coba Mixio BBQ (http://mixiobbq.com) pak ? restoran delivery barbecue bikinan beberapa anak IF 2006 (termasuk saya, hehe). silakan dicoba pak. :D *sebenarnya bagian ini promosi :))*

  19. baju hamil berkata:

    Wah keren ini, berani mendobrak kebiasaan. keluar dari zona nyaman…siip

  20. okke firmansyah berkata:

    saya punya tempat yang kayaknya bagus buat jualan mie kocok karena di komplek perumahan saya belum ada yang berjualan mie kocok kaki sapi, cm pengen tanya kira2 modal awal untuk usaha tsb berapa ya pak guru…?(hehe) rencana saya awalnya kecil2an dl hanya mangkal dengan menggunakan gerobak roda dulu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s