“Royal Wedding” Untuk Mengakhiri “Hidup Bersama”

Dalam satu pekan ini masyarakat dunia dilanda deman Royal Wedding, yaitu pernikahan kolosal Pangeran William dari Inggris dengan Kate Middleton. Puncaknya adalah Jumat kemarin ketika acara pernikahan tersebut berlangsung di kota London dan disiarkan secara langsung (live) oleh televisi di berbagai negara maupun melalui live streaming di internet. Jutaan masyarakat di berbagai belahan bumi seakan-akan terhipnotis menyaksikan pesta pernikahan yang disebut sebagai pernikahan terbesar dan termahal di abad ini. Pada abad 20, pernikahan terbesar itu dilekatkan kepada Pangeran Charles dan Lady Diana, yang tidak lain merupakan orangtua Pangeran William. Mereka menikah pada tahun 1981 (abad 20), sedangkan pernikahan Pangeran William – Kate berlangsung tanggal 29 April 2011 kemarin atau pada abad 21.

Pangeran William sangat tampan, sedangkan Kate Middleton terlihat sangat cantik. Melihat acara pernikahan mereka kemarin — seperti yang kita saksikan di layar TV atu komputer — seolah melemparkan kita ke negeri dongeng. Ada istana yang kuno tetapi megah, gereja katedral yang sudah berdiri berabad-abad, kereta kencana yang membawa pasangan pengantin, dan barisan tentara yang memakai seragam unik seperti yang kita sering lihat pada kaleng biskuit Monde.

Tapi, tunggu dulu, jangan langsung terpesona melihat tampilan luar yang memukau itu. Menurut saya pernikahan William- Kate ada “cacatnya”. Sakramen pernikahan mereka di Gereja Westminster Abbey hanya formalitas belaka, sebab sebelumnya kedua pengantin telah “menikah” duluan. Mereka sebelumnya telah hidup bersama satu atap tanpa ikatan pernikahan yang sah selama bertahun-tahun. Seperti dikutip dari sini, menurut pers Inggris, pasangan William-Kate diketahui telah hidup bersama mulai Desember 2007, setelah sempat berpisah pada April tahun yang sama. Mereka juga pernah tinggal beberapa bulan di Anglesey, sebuah pulau di Wales Utara. Kita semua tahu sendirilah bilamanana seorang pria dan wanita sudah hidup satu atap — apalagi bertahun-tahun — maka tentu mereka telah melakukan apa yang seharusnya hanya boleh dilakukan pasangan suami istri yang sudah resmi menikah.

Anehnya, Uskup Agung York telah memberikan dukungan kepada Pangeran William dan Kate Middleton mengenai keputusan mereka untuk hidup bersama sebelum menikah, sebagaimana dapat dibaca pada harian Telegraph ini. Dikutip dari harian itu, Uskup Agung York mengatakan bahwa banyak pasangan modern ingin “menguji susu sebelum mereka membeli sapi”. Tetapi kaum tradisionalis Anglikan mengkritik Uskup Agung tersebut, yang merupakan tokoh kedua yang paling senior di Gereja Inggris, karena gagal untuk memperkuat ajaran Kristen yang melarang seks di luar nikah.

Agak ironis ketika melihat Kate Middelton memasuki Gereja Westminster Abbey hingga ke depan altar, tangan kirinya selalu digandeng oleh ayahnya. Tangan itu baru diserahkan oleh sang ayah kepada William ketika keduanya akan mengikrarkan janji nikah, dengan bimbingan Uskup Agung Canterbury Rowan Williams sebagai pemegang otoritas tertinggi sekte Kristen Anglikan. Setelah mengucapkan janji nikah itu, tangan Kate digenggam erat oleh William. Penyerahan tangan dari ayah Kate kepada William menyimbolkan bahwa seorang gadis baru boleh disentuh pasangannya saat mereka telah resmi menikah.

Namun, itulah yang telah terjadi. Masyarakat dunia — apalagi masyarakat Inggris — tampak tidak mempedulikan kesucian kedua calon pengantin tersebut. Tetapi bagi kita orang Islam, kesucian itu sangat penting, sebab pernikahan adalah sarana untuk menghindari diri dari perbuatan zina. Dengan menikah maka hubungan yang haram antara pria dan wanita menjadi halal dilakukan. Ketika seorang lelaki mengucapkan ijab kabul, maka ia telah halal melakukan hubungan seksual dengan istrinya. Hubungan itu tidak hanya diperbolehkan tetapi malah bernilai ibadah guna menghasilkan keturunan untuk melanggengkan generasi manusia di muka bumi.

Apa yang telah dilakukan oleh William dan Kate sangat berbeda dengan ayah dan ibunya. Putri Diana dipercaya tetap perawan ketika menikah pada usia 20 tahun dengan Pangeran Charles. Charles dan Diana tidak pernah hidup serumah sebelum keduanya resmi menikah pada tahun 1981. Pers Inggris memuji Diana sebagai gadis yang tetap menjaga kesuciannya hingga ia menikah dengan Charles.

Hidup bersama dalam satu atap — atau kumpul kebo dalam istilah orang Indonesia — sudah menjadi hal yang biasa pada masyarakat Barat saat ini. Pasangan yang merasa saling cocok mencoba hidup bersama dalam satu apartemen selama bertahun-tahun sebelum mereka memutuskan untuk menikah secara resmi di gereja. Jika setelah bertahun-tahun ternyata timbul ketidakcocokan, mereka bisa bubar begitu saja tanpa sempat menikah dulu, lalu mencari pasangan yang lain. Tidak jarang kumpul kebo tersebut telah menghasilkan anak-anak, dan lucunya ketika mereka memutuskan menikah maka anak-anak itu menjadi pengiring pengantin ayah ibunya di gereja.

Gaya hidup kumpul kebo tersebut sekarang sudah menjalar pula ke negeri Timur yang masyarakatnya dikenal konservatif menjaga nilai-nilai kesucian. Globalisasi yang melanda seluruh permukaan bumi telah mengirim nilai-nilai dan budaya Barat yang permisif. Di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia hidup bersama satu atap tanpa ikatan nikah itu sudah banyak dilakukan orang, ada yang sembunyi-sembunyi dan ada yang terang-terangan. Menjamurnya gedung apartemen di kota-kota besar ikut menyuburkan gaya hidup kumpul kebo tersebut, sebab privasi mereka di apartemen lebih terjaga dari gunjingan orang lain. Salah satu pasangan yang terkenal dengan kumpul kebo itu adalah artis bintang panas bernama Andi Sor*ya dan kekasihnya bernama St*ve Imanuel. Mereka tidak malu-malu mengakui kumpul kebonya yang telah menghasilkan dua orang anak. Beberapa tahun yang lalu St*ve dikabarkan telah berpisah dengan Sor*ya dan dikabarkan masuk Islam. Jika orang menikah kemudian berpisah disebut bercerai, maka pasangan kumpul kebo jika berpisah dikatakan bubar.

Maka, dibalik kekaguman kita terhadap gemerlap pesta pernikahan William – Kate, kita juga perlu merenung lagi apa makna kesucian hubungan seorang pria dan wanita. Kesucian itu harus dijaga sampai terjadinya akad nikah, karena pernikahan yang diberkati Tuhan adalah pernikahan yang didahului dengan ijab dan kabul, sebagimana kita (muslim) seringmengucapkan kepada pasangan yang baru menikah semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Tulisan ini dipublikasikan di Dunia oh Dunia. Tandai permalink.

24 Balasan ke “Royal Wedding” Untuk Mengakhiri “Hidup Bersama”

  1. petra berkata:

    Yg lewat biarlah lewat :)
    Yg penting mereka langgeng sampai maut memisahkan ^^

  2. Zakka berkata:

    Kasus royal wedding, menurut saya sih, lakum diinukum wa liyadiin…

  3. Jeston berkata:

    Ya itu sudah menjadi gaya hidup barat, dan saya berharap juga itu jangan sampai masuk ke indonesia. Mudah-mudahan mereka jangan sampai bercerai, karena Tuhan membenci perceraian. (Tapi perceraian juga sudah menjadi biasa di dunia barat :()

    • petra berkata:

      di Timur sini juga bukannya biasa yah :P

      • rinaldimunir berkata:

        Islam (di Timur, Barat, Selatan, dan Utara), membolehkan perceraian, Pet. Perceraian adalah jalan keluar jika pasangan suami istri sudah tidak bisa dipersatukan lagi. Meskipun perceraian dihalalkan, namun Allah SWT membencinya. Itu artinya perceraian sedapat mungkin dihindari.

      • ni chaniago berkata:

        nahh ini namanya yang salah dijadikan kebiasaan, krn udah biasa org2 tidak menganggap aneh lagi…taktik taktik

  4. Zulfikar Hakim berkata:

    Di nasrani sayangnya tidak ada cerai sih Pak, jadinya kalo ga cocok ya ga bisa cerai. >.<

    Jadinya kumpul kebo dulu deh. Kalo saya lihat di film2 Barat untuk keluarga, mereka hanya nikah kalo bener2 merasa cocok atau ingin punya anak. CMIIW

  5. rinaldimunir berkata:

    @Mayor: tks, tetapi saya sering membaca pasangan artis Kristen yang bercerai, misalnya Marcel sama Dewi Dee.

    • Mayor Sipayung berkata:

      Secara implementasi banyak Pak, bukan hanya Marcel saja.. Tapi prinsip dari Kitab suci tetap, tidak boleh ada perceraian. Thanks.

    • petra berkata:

      pasangan artis Muslim juga banyak yang cerai ah :P

      pejabat-pejabat di Indonesia banyak yg korupsi, apa berarti di Al Quran boleh korupsi?

      • rinaldimunir berkata:

        Pasangan artis muslim memang banyak yang bercerai, yang bukan artis juga banyak. Perceraian dalam Islam memang dibolehkan, itu sudah dijelaskan dalam Al-Quran (ada aturan dan tatacaranya di dalam Surat An-Nisa).
        Kalau korupsi jelas itu mengambil hak orang lain, sama dengan mencuri, dan perbuatan korupsi adalah dosa. Kalau pejabat Indonesia banyak yang korupsi, itu karena memang mentalnya yang rusak, imannya dikalahkan dengan godaan syaitan, bukan Quran atau ajaran agamanya yang salah.

      • petra berkata:

        hoo iya deng, boleh cerai…

        ya, berarti memang masalah implementasinya…

  6. trikoni berkata:

    say suka tulisannya Mas Rinaldi nih ikut nyimak tuisan yang lainnya ya, salam kenal, :)

  7. ikhwanalim berkata:

    wah, terima kasih infonya pak. ternyata mereka sudah melakukan “Sesuatu” sebelum waktunya ya pak. hehe :D maaf, tidak mengikuti berita televisi lagi, soalnya. sudah puas makan tipuan-tipuan berita :)

    kemarin, banyak banget memang yang menyaksikan beritanya pak. termasuk keluarga saya. seakan-akan mereka adalah orang-orang yang patut dicontoh. padahal yang katanya kate masih perawan, dibuktikan dengan penutup kepala, ternyata tidak ya pak. terima kasih informasinya.

    sekali lagi, blog pak rinaldi selalu memberikan sisi lain dari suatu peristiwa :)

  8. Ping balik: menikah | potret perjalanan seorang Ikhwan

  9. berarti Lady Diana lebih ‘dihormati’ pers inggris dong ketimbang si Kate Middleton . (manggil’a Lady Kate juga ga sih ?)

  10. sarah berkata:

    Itu bukan karna agama tapi budaya atau kebiasaan suatu negara itu sendiri,,meskipun begitu tdk smuanya spt kate-william,,smua agama melarang berzina bkn islam doang, klo td diblg uskupnya membolehkan,nah,,greja inggris itu kan sbenernya memisahkan diri dari katolik roma karna gakk boleh kumpul kebo dan cerai,,tp henry VIII tetep kekeuh pgn kawin lagi,mkanya ϑïα bikin sekte sendiri,,namanya juga king bisa berbuat semau dia mskipun dosa,,terbukti sampe skrg apabila calon2 pemegang tahta menikah dgn org katolik roma tdk akan mewarisi tahta,akibat ketegangan henry VIII dan paus ratusan thn sbelumnya,tdk smua org barat jg mau kumpul kebo buktinya putri diana yg menjaga keperawanan,jg ada ratu elizabeth I Ɣαπƍ tetap perawan,

  11. sarah berkata:

    Sayangnya di kristen atau katolik,hindu,budha,konghucu tdk ada acara nikah scr agama dulu(siri) Ɣαπƍ slama ini bs dijadikan alat pengesahan kumpul kebo,sayangnya di kristen/katolik tdk ada kawin kontrak seperti layaknya musim arab di puncak,,toh sama saja implementasinya sama kumpul kebo kalau sdh bosan tinggal lari,,jd jgn menyudutkan suatu bangsa,agama,ras,budaya,,balik lg itu smua tgantung sm individu dan pergaulan,,

    • Finni berkata:

      Kawin kontrak itu haram dalam agama Islam yang melakukannya mungkin tidak paham. Jadi bukan sebuah kewajaran kalau muslim melakukan kawin kontrak lebih kepada pelanggaran dan berdosa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s