Usamah Bin Ladin Tewas, “Bad News or Good News”?

Tewasnya Usamah bin Ladin (Barat menyebutnya Osama Bin Laden) di Pakistan karena ditembak mati oleh tentara Amerika Sabtu kemarin menimbulkan banyak komentar berbagai orang di penjuru dunia. Apakah kabar kematian Usamah itu berita buruk (bad news) atau berita baik (good news)? Jawabannya tergantung siapa yang menilainya dan apa kepentingannya. Bagi negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa — yang sering menjadi korban terorisme — jelas itu kabar baik. Mereka menyambut kematian Usamah dengan semangat euforia dan merayakannya sebagai pesta. Matinya musuh nomor wahid Amerika tersebut dipandang sebagai kemenangan Amerika dan sekutunya melawan terorisme.

Sebagian warga muslim Amerika juga menyambut gembira kematian Usamah, sebab selama ini mereka menjadi korban stigma rakyat Amerika yang mengaitkan terorisme dengan agama (Islam). Sejak serangan 11 September 2001, warga muslim Amerika memang menjadi korban diskriminasi dan sentimen negatif Pemerintah dan rakyat Amerika. Orang Islam AS selalu dicurigai atau dikaitkan sebagai pelaku teror, paling tidak dianggap sebagai pendukung Usamah. Dampaknya tidak hanya melanda warga muslim AS, tetapi juga warga muslim lainnya yang ingin datang ke Amerika. Simbol-simbol berbau agama seperti nama, jilbab, jenggot, dan simbol lainnya yang melekat pada diri seorang muslim dicurigai sebagai pembawa pesan teror. Naik pesawat dipersulit, bekerja dipersulit, dan sebagainya. Islam menjadi tertuduh setiap kali ada kejadian ledakan bom atau serangan bersenjata. Karena ulah pelaku kejahatan yang kebetulan beragama Islam, maka umat Islam di seluruh dunia terkena getahnya.

Bagi pendukung Usamah, seperti kelompok Taliban dan afiliasinya, jelas berita kematian itu sebagai berita menyedihkan. Usamah bagi mereka adalah simbol perlawanan terhadap Amerika dan sekutu-sekutunya yang dianggap telah banyak membunuh umat Islam di Palestina, Irak, dan Afghanistan. Namun saya kira berita menyedihkan itu tidak lantas dipandang sebagai berita buruk (bad news), sebab bagi pendukung Usamah kematian itu dianggap “mati syahid”. Bukan tidak mungkin kematian Usamah akan melahirkan usamah-usamah baru lainnya. Selama Amerika masih tidak bisa adil kepada Bangsa Palestina dengan selalu mendukung Israel, saya kira potensi terorisme itu selalu ada. Hanya sayangnya pelaku teror tersebut menggunakan dalil-dalil agama untuk membenarkan aksi mereka, sehingga 99% umat Islam di belahan dunia lain terkena imbasnya dan terbawa-bawa setiap kali ada serangan bom.

Usamah dulunya adalah “boneka” bentukan Amerika untuk melawan Uni Soviet di Afghanistan. Setelah Uni Soviet kalah dan hengkang dari Afghanistan, boneka itu berubah menjadi musuh Amerika, dan sekarang Amerika sendiri yang menghancurkan bonekanya. Hanya sayangnya, dengan dalih memburu seorang Usamah, AS dan sekutunya sampai perlu membunuh ribuan rakyat Afghanistan dan Irak yang tidak berdosa. Di Afghanistan AS bilang memburu Usamah dan kelompoknya, namun untuk mengubek-ubek tempat persembunyian Usamah itu mereka menjatuhkan bom-bom dan menembak anak-anak, wanita, dan pemuda Afghanistan yang ternyata salah sasaran. Sementara di Irak, karena alasan Saddam Husein mempunyai senjata nuklir dan dianggap bersekutu dengan Usamah, ratusan ribu rakyat Irak menjadi korban. Pada akhirnya tuduhan bahwa Saddam berafilasi dengan Usamah ternyata tidak terbukti.

Usamah — kalau benar berita dari Presiden Obama — telah tewas. Sayangnya dia terlanjur dihabisi, bukannya ditangkap hidup-hidup atau dilumpuhkan. Kalau tertangkap hidup-hidup, maka dia bisa ditanya dalam suatu pengadilan yang netral, apakah benar dia teroris, apakah dia perencana serangan 11 September 2001, apakah benar dia dan kelompoknya Al-Qaidah yang menjadi dalang dari semua aksi teror di bumi ini? Selama ini kita hanya membaca sangkaan sepihak yang diberikan oleh AS dan sekutunya kepada Usamah dan Al-Qaidah sebagai dalang dari semua teror dan pencitraan buruk yang diberikan media dunia. Sayangnya Usamah tidak bisa ditanya lagi dan seluruh pertanyaan kita selama ini tentang dia tidak pernah terjawab. Bagaimanapun Usamah dan kelompoknya tidaklah merepresentasikan umat Islam di muka bumi ini. Terlepas jalan yang dia tempuh benar atau salah, termasuk pencitraan buruk yang diberikan media kepadanya, yang jelas dia sudah berani melawan hegemoni Amerika dan sekutunya.

Tulisan ini dipublikasikan di Agama, Dunia oh Dunia. Tandai permalink.

11 Balasan ke Usamah Bin Ladin Tewas, “Bad News or Good News”?

  1. Alris berkata:

    Betul kata Pak Rinaldi, dengan meninggalnya, -kalao benar- Usamah bin Ladin apakah itu bad news atau good news tergantung sudut pandang dan kepentingan yang menilai. Bagi saya sendiri gak ada pengaruhnya.

  2. adit berkata:

    coba baca disini pak : http://www.kaskus.us/showpost.php?p=419138910&postcount=684
    ada sedikit analisis dari pencinta sejarah (terutama “teori” konspirasi).baca satu thread sekalian aja pak kalo bisa,sangat menarik,hehe.

  3. Silvi Anggraini berkata:

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

  4. thank`s for me , mmm…. bener tuh kalau dilihat-lihat sih yaw, tapi memang kalau menurutku Amerika itu adalah negara hipnotis hehehe… untuk kaum muslim

  5. kalau perlu kalian mau nggak aku kasih tentang web ini mungkin bagi kalian yang mempunyai facebook dipersilakan `like` ya.http://www.facebook.com/pages/Berbakat-dalam-bidang-puisi/156772524382331

  6. ikhwanalim berkata:

    menambahkan perspektif yang belum ya pak:

    kata wartawan/media, “bad news is (always) a good news”. pokoknya, mau ditulis sebagai bad news untuk taliban ato good news untuk warga amerika, semuanya adalah good news untuk para wartawan dan media :)

  7. t berkata:

    islam makin disudutkan…

    • nadia323082 berkata:

      kenapa jk umat islam bertindak disebut aksi teroris, trus kekejaman amerika, yahudi, israel dn sekutunya pada ummat lain di sebut apa? praduga mereka terhadap idiologi yang mereka buat buat sendiri untuk menyerang umat islam adalah fakta bahwa yang mereka incar adalah kehancuran umat islam dimanapun mereka berada, khususnya bagi ummat islam yang tidak mau mengikuti hukum amerika.
      apa fungsi PBB dibuat.. toh akhirnya manut juga dengan amerika.. mana keadilan yang slalu diteriakkan PBB?
      bahkan jk ad berita pmbunuhan yang dilakukan tentara amerika sendiri jarang di publikasikan di media umum/ kalaupun dipublikaikan terlalu bnyak manipulasai yang dilakukan. karna media sendiri haqiqi nya banyak yang dikuasai oleh mereka.
      ini bkan sekedar tuntutan keadilan, jk kita mau lbih memahami sesungguhnya ada peperangan agama disana,,
      perlu ketajaman hati dan fikiran, semoga ummat dapat lebih memahami dn melakukan tindaan yang terbaik untuk bumi ini,,

  8. abdor berkata:

    baik, pasti semua orang suka yang baik bukan yang buruk,
    h

  9. aissgreyz berkata:

    Dan Amerika sampai membuat film tentang ini pak, mereka membuat film tentang bagaimana penyerbuan ke markas osama dan bagaimana mereka membunuh osama. Judul filmnya “code name of Geronimo” ini link sinopsis yang saya tulis http://aissgreyz.blogspot.com/2013/01/sinopsis-film-code-name-gorenimo.html
    dan ini tanggapan saya mengenai film tersebut

    http://aissgreyz.blogspot.com/2013/01/tujuan-tersembunyi-di-film-code-name.html

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s