Sawah Terakhir di Antapani

Kemarin ketika melewati jalan keluar kompleks perumahan Antapani (Jalan Purwakarta Raya), saya melihat sawah terakhir yang tersisa di Antapani itu sudah ditutupi pagar seng. Ini pertanda tanah sawah itu sudah dijual ke developer dan akan dijadikan kompleks perumahan mewah.

Foto di bawah ini adalah gambar sawah yang sekarang ditutupi pagar seng:

Ada perasaan sedih melihat kawasan sawah ini akan tinggal kenangan. Padahal kawasan sawah ini menjadi “pemandangan desa” yang masih tersisa di kawasan Antapani, Bandung. Alam desa selalu diidentikkan dengan pemandangan sawah, air sungai yang mengalir, dan lansekap gunung dari kejauhan. Karena sawah ini terletak di pinggir jalan utama keluar masuk kompleks, maka bagi penduduk Antapani keberadaan sawah ini adalah hiburan cuci mata ketika pergi dan pulang beraktivitas. Warga dapat melihat para petani menggarap sawah untuk ditanami padi, memanen padi yang menguning, atau melihat kawanan bebek yang diangon dari daerah Subang mencari dedak padi di sawah.

Saya sering membawa anak-anak menyusuri sawah ini ketika sedang menguning. Mengajak anak berjalan di pematang sawah seperti zaman kecil saya di kampung kelahiran, melihat para petani memanen, melihat padi sebagai asal muasal beras, dan lain-lain.

Antapani adalah kawasan kompleks perumahan terrbesar di kota Bandung. Antapani yang sudah menjadi kecamatan sendiri terletak di Bandung Timur. Di sini terdapat kompleks perumahan mulai dari Perumnas hingga puluhan perumahan real estat. Harga tanah di sini sudah mahal karena Antapani dekat dengan pusat kota. Fasilitas di kawasan ini sudah sangat lengkap, mulai dari pasar, supermarket, sekolah, perguruan tinggi, poliklinik, pom bensin, ruko, dan lain-lain. Dulunya kawasan ini adalah sawah yang luas sebelum berganti dengan perumahan. Manusia memang butuh tempat tinggal dan pertambahan penduduk kota Bandung mengakibatkan sawah-sawah itu beralih fungsi menjadi pemukiman. Namun masih ada satu kawasan sawah yang tersisa, itulah sawah yang terletak di mulut kompleks perumahan.

Sawah yang terlihat pada foto-foto di atas mungkin tidak lama lagi akan diuruk dan dijadikan kompleks perumahan baru. Saya yakin harga bangunan rumah di sana harganya pasti sangat mahal, minimal di atas 500 juta. Lokasinya sangat strategis di pintu keluar kompleks, pantas saja membuat penegmbang tergiur untuk membeli tanah sawah itu. Akhirnya tidak ada lagi sawah di Antapani, dan hilanglah pemandangan desa yang tersisa itu.

Tulisan ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

7 Balasan ke Sawah Terakhir di Antapani

  1. Fuad Fajri berkata:

    Sama kayak sawah di perempatan buah batu – by pass Pak. Saya lewat sana kemaren dan ternyata semuanya sudah ditimbun tanah :( Sayang sekali sawahnya dijual.

  2. titi wiha berkata:

    iya saya setiap hari lewat di perempatan buah batu,syang skali bandung semakin tidak hijau :(

  3. Lusy Mardiani, S.Pd berkata:

    rumah mamahku di belakang pom bensin di depan sawah ini…jadi pastinya saya hapal betul sawah satu2nya ini…sayang ya kalo gak ada ‘pemandangan desa’ lagi di antapani..:(

  4. Warsa Soeparna berkata:

    Satu2nya pelajaran alam untuk cucu2 saya, kini tertutup seng,biasanya kalau cucu2 saya nanyain tentang sawah,padi,beras sampai nasi, kita tinggal naik sepeda, sepeda dititipkan di SBPU, kita selusuri sawh bersama-sama, sambil bercerita tentang tanam padi sampai menjadi nasi yang kita makan, kini tiiiinggaaal kenaaaaangan.

  5. alik berkata:

    hem… ternyata sama dengan sawah di kampung halaman saya. sawah yang dulu berhektar-hektar sekatang sudah menjadi 5 perumahan yang mewah. dan sebagian menjadi jalan raya dan toko-toko serta ruko besar.

  6. asdfgh7 berkata:

    saya lahir dan besar dianatapani, dulu masih banyak sawah dan lapang untuk bermain…sekarang hilang semua. hilang masalaluku, hilang jati diri antapani, hilang pula tempat belajar dan bermain untuk anak2 jaman sekarang…sekarang penuh dengan rumah dan pertokoan…walaupun sekarang antapani sudah maju dan harga tanahku pun jd tinggi, tapi saya tetap menginginkan antapani yang dulu asri dan penduduk yang santun dan ramah.

  7. Aju berkata:

    Selain Sawah yang akan hilang, drainase di perumahan pun sudah mulai ditutup oleh sebagian penghuni. Semakin potensial lah antapani untuk kena banjir . . . meskipun antapani mempunyai gorong-gorong yang terintegrasi di bawah jalan , , , tp jika sudah tidak ada drainase dan lahan serapan air , , , , , , Banjirrr mengintai :(

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s