Wajah SMP Negeri 8 Padang Setelah 29 Tahun Waktu Berlalu

Tanggal 9 Juli 2011 yang lalu saya sengaja pulang ke Padang untuk menghadiri acara reuni pertama alumni SMP 8 Padang lulusan tahun 1982. Acaranya diadakan pada hari Sabtu, cukup banyak juga teman-teman dan guru-guru yang pernah mengajar kami datang. Sebagian guru itu sudah ada yang dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, hanya sebagian yang masih hidup inilah yang bisa datang menemui kami anak didiknya. Thank to Mark Zuckenberg si penemu fesbuk, berkat jejaring sosial yang dia buatlah maka kami bisa bertemu dan berkumpul kembali setelah 29 tahun berpisah ketika tamat SMP pada tahun 1982. Kalau kita kuliah di perguruan tinggi maka angkatan kita diberi nama dengan tahun masuk kuliah, tetapi ketika di SD, SMP, dan SMA angkatan kita diberi nama tahun kita lulus karena kita lulus bersama-sama. Angkatan kami adalah angkatan 1982 yaitu lulusan tahun 1982.

Foto bersama alumni Angkatan 1982 di depan sekolah:

Tidak penting benar menceritakan acara reuni tersebut. Biasalah acaranya, kangen-kangenan dan nostalgia masa sekolah. Bagi saya sendiri inilah pertama kali saya menjejakkan kaki di sekolah ini kembali setelah 29 tahun saya tidak pernah ke sana lagi. Setamat SMP saya diterima di SMA 1 Padang, sedangkan sebagian besar teman-teman saya sekolah di SMA 4 Lubuk Begalung. Apalagi setelah saya kuliah di Bandung, terputuslah “hubungan” dengan SMP 8 ini dan teman-teman sekolah. Tanggal 9 Juli 2011 kemarin menyimpan keharuan bagi saya ketika menjejakkan kaki di sekolah ini kembali.

Sekarang sekolah ini sudah berubah. Dulu ketika saya sekolah, SMP ini adalah SMP pinggiran yang tidak banyak dilirik, “terpencil” (maklum Padang dulu masih belum luas), dan tidak masuk “hitungan”. Sekarang? Hmmm… SMP 8 Padang sudah menjadi sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) dan menjadi SMP bergengsi, SMP pilihan dan nomor 1 di Sumatera Barat. Murid-muridnya brilian, seleksi masuknya ketat. Seperti jamak SMP favorit di mana saja, otomatis ia menjadi sekolah “mahal”, sehingga tentulah yang masuk ke sana adalah orang-orang “the have”. Dulu boleh dihitung anak yang diantar sekolah dengan mobil hanya satu atau dua orang, sekarang barisan mobil berderet di depan sekolah menjemput anak pulang sekolah.

Saya melemparkan kembali ingatan pada tahun 1979, ketika saya tamat sekolah dasar di SD Muhammadiyah Sawahan (1979 adalah tahun yang sudah lama ya). Biasanya rayon SD saya (sekarang SD tersebut sudah tidak ada) untuk mendaftar di SMP adalah di SMP 5 Padang. Begitulah setiap tahunnya, alumni SD kami melanjutkan di SMP 5. Tetapi ketika saya lulus, rayon itu berubah menjadi SMP 8. Terus terang saya tidak tahu di mana letak SMP 8 itu. Bagi saya tahunya ya hanya SMP 1, SMP 2, dan SMP 5, karena itulah sekolah yang sering saya lewati kalau jalan-jalan di kota dan menjadi dambaan setelah lulus SD kelak.

Ada sedikit perasaan berat hati ketika saya harus mendaftar di SMP 8. Dari informasi yang saya dengar, SMP 8 itu adalah filial dari SMP 1 alias “kelas jauh”, wah bertambah sedihlah saya. Saya meminta kepada ibu saya agar saya bisa mendaftar di SMP 1, bukan di SMP 8. Ibu saya mencoba mendatangi kantor Kelurahan untuk mengurus surat pindah rayon, eh..ternyata Lurah malah mengatakan tidak usah pindah rayon sambil mengatakan SMP 8 itu bagus, baru, dan sederet kata-kata yang membesarkan hati.

Akhirnya saya mendaftarlah ke sana. Saya sendirian pergi mendaftar, tidak diantar orangtua (beda dengan anak sekarang, mendaftar sekolah saja orangtua yang mengurus. Anak-anak zaman sekarang memang kurang bisa mandiri). Olala… benar saja, sekolah ini masih baru, letaknya di tengah-tengah persawahan, dan agak jauh dari jalan raya. Ia memenuhi kriteria sekolah yang ideal, yaitu berada di lingkungan hijau dan jauh dari polusi jalan raya, halamannya luas lagi. Ketika saya datang mendaftar ke sana, saya pun langsung “jatuh hati” dengan sekolah ini. Benar kata Pak Lurah itu. Singkat cerita saya mantap sekolah di sini, menjadi siswa angkatan ketiga, yang berarti sudah ada dua angkatan sebelumnya yang bersekolah. Saya mempunyai teman-teman yang banyak dan guru-guru yang baik. Alhamdulillah berkat anugerah dari Ilahi saya punya prestasi cemerlang di sekolah ini, yang akhirnya mengantarkan saya jadi seperti sekarang.

Sekarang kalau dipikir-pikir kembali saya tidak pernah menyesali bersekolah di sini, malah saya sangat bersyukur pernah di sana. Barangkali inilah takdir hidup yang sudah digariskan Tuhan buat saya yang harus saya jalani. Kalaulah saya tidak bersekolah di SMP 8 ini, mungkin saya tidak pernah sekolah di SMA 1 Padang. Kalaulah saya tidak sekolah di SMA 1, mungkin saya tidak pernah kuliah di ITB, dan akhirnya menjadi dosen di ITB ini hingga sekarang. Itulah misteri perjalanan hidup yang kita tidak pernah tahu. Satu-satunya yang saya sesali adalah saya sama sekali tidak memiliki foto-foto kenangan semasa SMP. Mungkin kamera pada zaman itu belum banyak yang punya, atau wajah saya bukan tipe “camera-face”, he..he..

Selesai acara reuni, saya berkeliling sekolah sendirian, mengenang di mana saya dulu pernah hadir. Inilah beberapa foto yang membangkitkan nostalgia. Tentu saja wajah fisik sekolah ini sudah banyak berubah, namun masih ada beberapa bagian yang masih asli.

1. Tampak depan gedung sekolah SMP 8 Padang kini

2. Dari jauh tampak ruang kelas paling depan sebelah kiri (depan mobil yang parkir), itulah ruang kelas saya ketika di kelas 1

3. Ini ruang kelas 1 yang saya tempati dulu, sekarang furniturnya sudah bagus, maklum sekolah RSBI

4. Lorong kenangan di depan kelas III, masih seperti dulu, belum banyak berubah

5. Ruang guru, masih sama seperti dulu

6. Ruang di belakang kantor guru, dulu ini tempat parkir sepeda kami, sekarang jadi tempat menaruh piala-piala. Saya dulu ke sekolah naik sepeda mini, dari rumah di Sawahan ke SMP 8 di Marapalam yang jaraknya sekitar 5 km.

7. Banyak bangunan-bangunan baru di sekolah ini yang dulu belum ada.

Dulu di tengah sekolah ada lapangan voli, sekarang sudah sudah tidak ada lagi, berganti dengan bangunan tempat latihan kreativitas.

8. Bangunan kembar di sebelah kanan

9. Siswa-siswa berprestasi pembangkit motivasi

10. Jalan di samping sekolah. Sawah-sawah di sekeliling sekolah sudah tidak ada lagi, sudah berganti dengan rumah-rumah mewah.

Tulisan ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

37 Balasan ke Wajah SMP Negeri 8 Padang Setelah 29 Tahun Waktu Berlalu

  1. maswandi berkata:

    Salut dan bangga dengan kreativitas Didi yang telah menulis tentang SMP 8 Padang meski lebih pada sisi keakuannya. Buat teman-teman alumni yang tidak sempat datang sederet foto bisa sedikit mengobati kerinduan dan membangkitkan kembali akan kenangan masa lalu. Selamat menjalani kehidupan masing masing. Smoga Allah SWT selalu meridhai setiap langkah kita, Amien…

    • rinaldimunir berkata:

      Halo Wan, akhirnya sempat juga mampir ke blog saya. Iya wan, tulisan ini lebih pada memoar pribadi.

      • hartiningsih berkata:

        masih ingatkah kamu pada ibu gurumu ini? waktu itu ibu pegang aljabar. Ibu dari Jawa (Blitar / daerah Makam Bung Karno). Kalau boleh tau sekarang Aldi domisili dimana? Istri dari mana? dan putra berapa? dan jika punya alamat bapak ibu guru tahun angkatan kamu tolong di kirimkan (di sms.kan) ke nomor ibu : 085790359658

      • rinaldimunir berkata:

        Bu Hartiningsih, saya tinggal di Bandung, jadi dosen di ITB. Istri dari Bukittinggi dan anak 3 orang. No telpon guru yang saya tahu adalah Pak Abdul Lenin No Hp 081363777783. Tahun lalu saya ketemu Pak lenin di Bandung. Beliau masih tinggal di Padang. Mungkin dari Pak Lenin Ibu dapat info no HP guru-guru lain seperti Bu Masna D, dll. Atu mungkin bisa hubungi teman saya Jayus Karnedi yang punya info guru-guru. No Hp Jayus 08126628004.

      • hartiningih berkata:

        ya terimakasih ya mas. Ibu bangga sekali mendengar kamu sudah jadi orang yang sukses. Jika tidak keberatan nanti kalau ada acara temu kangen tolong ibu di kasih kabar ya….

      • hartiningih berkata:

        oo ya mas nomernya mas jayus ibu sms kok gagal terus? dan jika boleh tau ke 3 putranya sudah sekolah dimana saja?

      • epi berkata:

        Ncik bilih dma kini ko..
        lai cegak
        dari epi.. padag

  2. jayus karnedi berkata:

    Mantap sekali tulisannya Rinaldi include dengan foto2 nya. Pokoknya excellent deh. Walaupun kita berpisah di SMA dulu, tapi tetap satu almamater ” SMP 8 “, Mudah2 an rekan kita yg sekolah di SMA 1 dulu bisa bergabung kembali semuanya dengan kita yg dikampung ini, amiennn…

  3. jayus karnedi berkata:

    Oh ya maaf, Di. Maksud ku rekan2 SMP 8 kita dulu bisa bergabung kembali semuanya……

  4. Kang Jodhi berkata:

    dulu saya lulus SD juga harus ikut rayon, SMP 20. Lumayan enak, setidaknya setiap hari bisa main bola,
    Akan tetapi orang tua bersikeras saya harus mostalgiaasuk sekolah bergengsi, setelah setahun saya masuk SMP 2.

    Mode : Nostalgia

  5. nouph berkata:

    Salam kenal pak,,,
    satu almamater, smp 8 padang, tapi lintas generasi cukup jauh,,,
    tamatan 2005,
    wahh semoga bisa mengukir prestasi seperti bapak…..

  6. Indra Gunawan-Kuala Tungkal Jambi berkata:

    alhamdulillah banyak perubahan di SMP 8, salam buat alumni 1989 (dari indra gunawan,kuala tungkal)

  7. alrisblog berkata:

    SMP nan di Lakuak itukah? Ambo dulu stm 1,-gak ada hubungan, malah lebih terpencil lagi di kampuang kalawi. Tapi kini kuranji alah rami, malah macet…

  8. Suardi subarta berkata:

    Sy suardi wakil kketua oosis 82 mhn izin no hp samil ini no hp sy 081362978888

  9. delsyermon berkata:

    Mantap tulisan sanak Rinaldi…. mengingatkan kita bahwa kita pernah membuat sejarah di SMP 8 Padang ini, apalagi dengan sanak Rinaldi ini, walaupun sempat “bersaing” dan di-”ramein” di kelas 1-7 (dalam arti positif : merebut tahta nomor wahid di kelas), tetapi “silaturahmi” yang terputus selama ini (walau sama-sama merantau tetapi tidak pernah tahu keberadaan mamsing-masing), mudah-mudahan dapat disambung kembali…. Semoga kita semua selalu dikaruniai kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Amin….

  10. hartiningsih berkata:

    hidup smpn 8 padang!!!!!!!!!!!!!
    saya mantan guru smpn 8 padang 29 tahun yang lalu….
    saya mutasi ke daerah asal yaitu Blitar – Jatim

  11. abdi berkata:

    Assalamualaikum pak. saya salut atas adanya alumni smp 8 yang menjadi dosen di ITB. itu luar biasa sekali. saya siswa kelas II di smp 8 sekarang pak, menjabat pimred jurnalistik dan mnetri belanegara disekolah. bisa dikirim email dan nomor bapak? saya mau wawancara.

  12. tari berkata:

    Masih segar dalam ingatanku,.. ketika akhirnya ku mampu membuka mata dengan bangga saat melangkah di sekolah ini. Pos satpam masih berada di tempatnya, lapangan upacara pun masih dalam ukuran semula, tak berubah. Baik menjadi kecil maupun menjadi lebih besar. Ku sapukan mataku ke seluruh bagian sekolah ini. Ku mulai titian langkahku di jalur kanan. Kemudian… berjalan menuju ruang kepala sekolah, sampai akhir nya aku menemukan jalur tengah. Masih saja tak banyak berubah. Piala” hasil jerih payah kami masih berdiri kokoh di tempatnya. Ku sapukan lagi langkahku.Lurus. Menuju lapangan basket yang ukurannya setengah dari lapangan upacara. Senyum ku mengembang. Sebuah bayangan yang terlihat nyata terkintas di benakku. Ketika sorak sorai bergemuruh di lapangan ini. Tepuk tangan penonton pun masih terasa beitu segar. Aku ingat, aku akan setia duduk di pinggir lapangan untuk menyemangati saudaraku satu”nya. Tak hanya dia…aku akan senantiasa menyoraki “sesuatu” yang masih jernih dalam pikiranku dan masih sering ku nanti…masih terasa Nyata.

    Ku seret lagi kaki ku. Kini aku berdiri tepat di tengah lapangan ini. Dengan mata tertutup dan tarikan napas yg panjang untuk mengenang masalalu yang melelahkan namun manis. Ketika ku buka mata.. di depanku ada 2 kursi yg tak asing lagi buatku,tempat dimana aku sering bersenda gurau bersama KELUARGAku di sana, di belakangku tempat yag selalu mengerti ketika aku kelaparan, di kanan dan kiriku ruangan” yg selalu mengisi waktu – waktu luangku yg masih tersisa.

    Ku tuntu kembali langkahku untuk kembali mengenang sekolah ini. Ku lewati perpustakaan (yg sekarang menjadi ruang musik). Kemudian aku terhenti. Di depan sebuah tempat. Ya, tempat sepele, namun bermanfaat! Kantin. Tak kuasa aku untuk meneteskan air mata. Aku kembali melihat mereka…mereka…”sesuatu” yg selalu menggerayangi pikiranku. Baik ketika ku bersuka maupun ketika ku berduka. Ah! Air mata ini tak boleh menetes. Ku gantikan air mata itu dengan sebuah senyuman simpul di bibirku.

    Ku lanjutkan langkahku… aku menemukan…umm.. Tangga! Ya. Tangga – tangga ini! Dengan semangat yang begitu menggebu – gebu di dadaku! Ku injak satu persatu anak tangga itu hingga nyaris saja aku tersungkur dan terjatuh. Mataku tertuju pada sebuah kelas… kelas pertama dari lantai ini. Perlahan” ku buka pintu kelas ini..
    Dan… kisah KAMI pun dimulai….

  13. tari berkata:

    sedikit berbagi pengalaman kak. saya tari alumni smp8 juga tentunyaaa (horee)
    saya tamatan tahun 2009.
    setelah membaca tulisan kakak, jadi terharu berat. haha
    kelas yang kakak tempati ketika kelas 1smp dulu adalah kelas yang saya tempati di kelas 3 bersama teman teman saya. kami menyebut diri kami d’labils(the last billingual in spendel). kami adalah penerus kelas billingual terakhir sebelum smp8 memproklamirkan diri sebagai sebuah rintisan sekolah bertaraf internasional. setelah itu billingual ditiadakan dan berubah menjadi kelas internasional.
    kami berharap kami dapat mengikuti jejak kakak (karna kita pernah menempati kelas yang sama hahaha) kini kami duduk di kelas 12 kak. ini semester terakhir kami menjadi siswa putih-abuabu.
    walaupun sudah banyak yang terpisah dan tidak memasuki Sekolah Menengah Atas yang sama, tapi kami tetap menjaga kekompakan kami.dan kami selalu berdoa serta berusaha agar nantinya kami semua sama sama berhasil. dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.
    yah, mungkin salah satunya sebagai penerus kakak di ITB :)

  14. Naldo Helmys berkata:

    Saya alumni lulusan 2008, terbilang baru.
    Sekarang saya mahasiswa Hubungan Internasional.
    Satu dari sekian banyak kenangan saya di SMP 8 Padang adalah ketika, Bapak M.Qasim (Guru Alquran Hadits dan Pendidikan Agama Islam) dengan segala upayanya mendidik kami di Rohis. kami terbilang beruntung dibandingkan siswa lain, karena di Rohis saya bersinggungan dengan Theologi Islam, Kristologi, Ideologi-ideologi berbagai negara, dan itu adalah bekal saya di jurusan tempat saya menimba ilmu sekarang.
    Secara keseluruhan, SMP 8 adalah turning point bagi saya, dimana dari sekolah yang tenang itulah segala mimpi dan cita-cita saya untuk menjadi everything berawal.
    Saya sangat bersyukur bisa mencicipi hidup di SMP 8 tercinta.

  15. Assalamualaikum ..
    semoga keselamatan dan kedamaian mnyertai kita semua ..

    saya alumni tamatan 2008 ..
    dr awal tamat SD tahun 2005 saya sudah bulatkan tekad untuk melanjutkan ke SMP N 8 Padang padahal NEM yg saya peroleh cukup untuk masuk SMP paling b’gengsi waktu itu yakni SMP N1 padang ..
    tp setelah saya survive sekolahnya dan mencari tahu dr abang yg juga alumni SMPN 8 tahun 2001 saya memutuskan untuk memilih SMP N 8 Padang yg sudah saya inginkan saat masih kelas 5 SD ..
    masih terngiang di telinga saya teriakan kegembiraan teman2 satu angkatan yg lulus d terima d SMPN 8 .. dan betapa bahagia nya saya waktu itu ..

    saya benar2 tidak pernah menyesal bersekolah di SMPN 8 .. teman2 yg saya punya sungguh sangat baik dan terutama kelas yg saya tempati .. teman2 yg selalu kompak, dan asik2 anak2 nya ..

    apalagi alumni2 nya seperti pak Rinaldi Munir, dkk
    saya sungguh bangga ..

    dan inilah saatnya bagi kita alumni SMPN 8 untuk selalu berusah menjadi terbaik dan memberikan yang terbaik bagi almamater SMPN 8 padang tercinta ..
    terutama bagi angkatan kami yg masi baru dan hijau .. masi muda .. bahkan masih kuliah ..
    haha …

    smoga yang terbaik selalu di limpahkan tuhan bagi kita semua ..
    Amin …

  16. Iqbal Ramadhan berkata:

    Super, Makasih pak udah mengingatkan lagi sama sekolah yang sangat berjasa dalam hidup saya.. Mau kesana lagi, sayang sekarang lagi jauh diperantauan nuntut ilmu.. Spendel tak ada duanya..

  17. luthfi kamil berkata:

    waw, ternyata bapak smp 8 juga pak. saya alumni smp 8 2008, sman 1 2010, itb 2010, ukm 2010
    haha. satu jalan dengan bapak pembina unit sendiri. hoho

  18. Helfer Noverten berkata:

    smoga ada efek positif dan ttap jadi yang terbaik, jgan samapi jadi komersialisasi pendidikan, harapan saya.

  19. irwan berkata:

    Saya adalah alumni SMP 5 padang, pada saat saya lulus SD saya diterima di SMP 5 karna memang rayon SD saya, tetapi beberapa teman yang tidak diterima di SMP 5 masuk di SMP 8, tetapi sekarang sepertinya SMP 5 sudah ketinggalan jauh dibanding SMP 8 yang dulunya adalah tempat pelarian teman saya yang tidak diterima di SMP 5, salut buat SMP 8 semoga bisa terus berprestasi…..

  20. jayus karnedi berkata:

    Mantap Di..saya sendiri punya kenangan yg tak bisa diungkapkan dgn kata2 saat sekolah di SMP 8 dulu. Kenagan lugu, lucu dan indah yg beda dgn waktu kita sekolah di SMA. Mudah2 an pada tahun ini..reuni 30 thn dapat kita laksanakan dimana semakin bertambahnya teman2 kita terkumpul datanya. Insya Allah…

  21. jayus karnedi berkata:

    Terima kasih atas informasinya ibuk Hartiningsih. Oh ya ini ada no HP dari guru2 kami. Bpk. Alhuda Mukhtar 081266471942, Buk Cie (Bhs.Inggris)..081266350623, buk Masna D (Bhs.Indonesia) 081380222585, buk Yusni Abbas (Kesenian) 0751 7054041

  22. ded berkata:

    Terima kasihr inaldi sudah menulis tentang SMP kita lengkapdengan foto-fotonya, sebagai pengobat rindu. Saya adalah lulusan pertama di SMP 8 yaitu pada tahun 1980….. :)

  23. rankqa berkata:

    Terima kasih Pak RInaldi, tulisannya mengenai SMP 8 menjadi salah satu pengobat rindu, sekarang sudah sangat bagus ya pak jika dilihat dari segala sisi. Salam kenal Pak, dari lulusan SMP 8 tahun 2004 :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s