Lebih Mudah Mengurus Sendiri SIM yang Hilang Daripada Pakai Calo

Tadi siang saya mengurus penggantian SIM yang hilang di Polwiltabes Bandung di Jl. Jawa. SIM saya hilang bersama STNK, kartu ATM, dan lain-lain. Pusinglah kalau semua dokumen penting hilang, sebab sebagian “nyawa” kita ada di dalam dokumen-dokumen itu. Setelah melapor kehilangan di Polsek Bandung Timur Jalan Ahmad Yani dan diberi surat kehilangan, saya mengurus penggantian SIM di Polwiltabes.

Ketika memasuki halaman Polwiltabes, kita akan berhadapan dengan sejumlah orang yang menawarkan jasa pengurusan. Itulah mereka para calo SIM. Para calo itu menyapa setiap orang yang datang dan menanyakan keperluannya apa. Kalau “calon korban” tertarik, calo itu menawarkan bantuannya menguruskan SIM tanpa perlu antri lama. Padahal sudah jelas terpampang spanduk dengan tulsian huruf besar-besar di halaman Polwiltabes agar mengurus sendiri pembuatan SIM tanpa perantara (calo). Kepolisian sudah melakukan reformasi besar-besaran terkait prosedural pembuatan SIM. Membuat SIM sekarang jauh lebih mudah, cepat, dan tidak berbelit-belit. Tanpa menggunakan calo pun anda bisa mengurusnya sendiri. Tapi himbauan tinggal himbauan, para calo tetap saja bebas berkeliaran di halaman kantor polisi.

Yang lebih menyedihkan adalah sebagian calo itu adalah oknum polisi itu sendiri. Kalau calo itu orang yang memakai baju preman bisalah “dimaklumi”, maklum mereka mencari makan di sana. Tetapi, kalau calo adalah oknum polisi itu sendiri, jelas memalukan. Itulah yang saya lihat tadi di sana. Oknum polisi yang berbaju polisi (ya iyalah pakai baju polisi) berdiri dekat pintu masuk menyapa setiap orang yang datang, menanyakan keperluannya, dan agak sedikit berbisik menawarkan jasa bantuan. Ih.., apa tidak malu si oknum polisi itu mencoreng kredibilitas korp mereka sendiri. Oknum polisi mencari makan di kantor mereka sendiri.

Ternyata mengurus sendiri penggantian SIM itu jauh lebih mudah dan lebih cepat daripada pakai jasa calo. Saya sudah berkomitmen mengurus secara prosedural semua urusan surat-surat penting tersebut, tidak mau pakai jasa calo. Memakai calo artinya menyuburkan praktik korupsi, sebab calo-calo itu pasti bekerjasama dengan orang dalam agar pembuatan SIM bisa cepat, tidak perlu antri, bahkan tidak perlu ikut ujian praktek kendaran bermotor. Kerjasama itu ada harganya, pasti. Sebagian uang dari calo tentu masuk ke kantung oknum-oknum di dalam kantor polisi.

Untuk mengurus penggantian SIM yang hilang sama mudahnya mengurus SIM yang baru. Bedanya, antrian untuk mengurus penggantian SIM tidak sepanjang antrian mengurus SIM baru. Mula-mula saya diarahkan ke loket entry data (loket 7) untuk meminta print-out salinan SIM lama (data SIM tersimpan di dalam database). Saya cukup menyerahkan surat kehilangan dan fotocopy KTP. Setelah memperoleh salinan tadi, saya diarahkan ke loket 9 untuk menyerahkannya dan menerima beberapa berkas. Dari Loket 9 saya disuruh memeriksakan kesehatan di klinik yang terletak di seberang Masjid Polwiltabes (Jl Nias). Nah ini yang agak cape, sebab jalan menuju klinik memutar cukup jauh dari loket tadi, tapi ya nggak apa-apalah jalan sedikit. Biaya pemeriksaan kesehatan hanya Rp30.000.

Setelah selesai periksa kesehatan, selanjutnya saya membayar asuransi sebesar Rp30.000 di loket asuransi. Dari sini kemudian saya menuju loket pendaftaran pembuatan SIM pengganti (dianggap sebagai SIM perpanjangan). Setelah itu saya diarahkan ke loket Bank BRI (dekat situ juga) untuk melakukan pembayaran sebesar Rp75.000. Selanjutnya dari loket sebelah BRI saya menerima formulir yang harus diisi dengan data seperti nama, alamat, tempat tanggal lahir, dan sebagainya. Setelah selesai diisi dan diserahkan, saya diminta ke ruang pemotretan. Tidak perlu antri lama, dipotret, diambil sidik jari, tanda tangan, selesai. Selanjutnya saya kembali ke loket 7 untuk mengambil SIM yang sudah jadi. Disini juga tidak lama, hanya 10 menit saja.

Total waktu yang dibutuhkan kurang lebih 1 jam, dan biaya yang dibutuhkan hanya Rp30.000 + 30.000 + 75.000 = Rp135.000. Kalau pakai jasa calo tentu lebih mahal, namun prakteknya di mata saya tetap tidak halal. Total loket yang saya kunjungi adalah: loket entry data –> loket 9 –> loket dokter –> loket asuransi –> loket pendaftaran –> loket bank –> loket pemotretan –> loket 7.

Pulang dari Polwiltabes hati saya senang, SIM pengganti sudah ada di tangan, dan yang paling penting caranya prosedural dan hahal.

Tulisan ini dipublikasikan di Pengalamanku. Tandai permalink.

15 Balasan ke Lebih Mudah Mengurus Sendiri SIM yang Hilang Daripada Pakai Calo

  1. dendy narendra berkata:

    STNK-nya juga hilang, Pak?
    Saya baru beberapa hari yang lalu mengurusi STNK hilang. Tanpa calo.
    Dan sepertinya jauh lebih sulit dari mengurusi SIM hilang.
    Sepertinya untuk masalah STNK hilang masih dipersulit, jadi tak heran banyak yang menggunakan jasa calo.

    • Rinaldi Munir berkata:

      STNK juga hilang, tapi saya sudah bertekad mengurus tanpa calo. Saya udha tahu syarat-syaratnya dari office boy yang pernah kehilangan. Setelah lapor ke Polsek, kita harus pasang iklan kehilangan di koran lokal sebanyak 2 kali, baru kemudian dibuat surat pengantar pembuatan STNK dari Polwiltabes.

  2. arifrahmat berkata:

    Asuransinya menurut saya paksaan, Pak. Itu biaya tambahan yang tdk jelas proses klaimnya, dan tidak dijelaskan bahwa opsional.
    Mungkin itu ‘jatah’ pusat setelah ngecek website perusahaan asuransinya yang sepertinya milik petinggi polri.
    Setelah SIM jadi, mestinya balik lagi ke loket asuransi untuk mengambil kartu, tapi kebanyakan orang lupa atau malas, karena SIM sudah di tangan.
    (Dari pengalaman mengurus SIM hilang juga)

    • matthew berkata:

      Asuransi SIM tidak harus dibeli kok, waktu itu saya mengurus SIM yang hilang juga, kemudian saya menolak untuk membeli asuransi nya, dan mereka memperbolehkannya. (hanya sempat ada satu petugas yg cukup sinis saja ketika tau saya tidak membeli asuransinya)

  3. bhellabhello berkata:

    Setuju pak. Pengalaman sy serupa untuk mengurus paspor. Saya mengurus sendiri (mskipun ada effort bolak-balik ke kantor imigrasi & hrus menunggu) tp hrganya normal. Mengingat teman sy lewat calo kena harga 3x lipat harga mengurus paspor scra normal :( agak bingung juga kenapa bisa 3x lipat mahalnya, berarti uang korupsinya banyak banget.

    Itung2 nambah pengalaman mengurus birokrasi ya pak :D

  4. prapti dwi utami berkata:

    wah..sy juga mengalami hal yang sama pak..sy bikin sim sesuai prosedur..pake di tes jg..
    dan pas udah dapet senengnya bukan kepalang..dan sy merasa bangga aja gt..soalnya orang2 lain kan banyaknya pake sim tembak..sim sy asli lho..bahkan sy ngulang tes karena gagal di tes pertama..hehehehhehe..
    sy setuju banget deh pak sm tulisan ini..:)

  5. Ping-balik: Mengurus Sendiri STNK yang Hilang « Catatanku

  6. fina berkata:

    kalo untuk daerah kabupaten bandung, bandung timur sama ga tempatnya,,, harus k soreang atau samsat rancaekek ya? ada yg bisa kasi tau infonya ga?
    Thanks infonya ya pak..

  7. Josh berkata:

    Mau tanya pak…masa berlaku SIM pengganti 5 tahun atau mengikuti sisa masa berlaku SIM yang hilang

  8. Ndari Pambudi berkata:

    klu buat SIM yg hilang…….surat dari Polisinya harus asli ya Pak? karena saya hanya punya yg fotocopy, yg asli sdh saya berikan ke Bank krn dia minta asli……apakah bisa pak? Terima aksih atas infonya

  9. legendory berkata:

    Wah, Alhamdulillah baca postingan ini. SIM dan KTM saya juga baru ilang beberapa hari yang lalu. Semoga lancar deh nanti di SAMSAT TANGERANG. :)
    Salam,

  10. Hary Wahyudi berkata:

    Alhamdulillah, ada postingan ini. Karena saat ini saya juga hendak mengurus SIM, STNK, KTP, Kartu ATM, dll yang juga hilang. Thanks!

  11. anas subkhan berkata:

    qlo mnta srat khilangan dri polsek syarat’y apa’y

  12. topan febrinata berkata:

    alhamdulillah postingan ini bermanfaat sekali ,
    dompet dan smua dokumen penting seperti ktp, ktm, sim a, sim c, dan stnk ludes.
    makasih gan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s