Setiap hari saya melewati Museum Geologi Bandung yang terletak di Jalan Diponegoro. Dari rumah saya di Antapani menuju kampus ITB di Jalan Ganesha saya selalu melewati Jalan Diponegoro. Museum Geologi hampir tidak pernah sepi pengunjung. Setiap hari ada saja bis-bis dari kota-kota di Pulau Jawa yang membawa anak sekolah berkunjung ke Museum Geologi. Mereka datang sebagai rombongan study tour yang dikoordinir guru-gurunya.
Museum Geologi mungkin termasuk salah satu museum di Indonesia yang ramai pengunjungnya, tidak seperti kebanyakan museum lain yang yang sepi setiap hari. Museum Geologi buka dari Senin sampai Sabtu, bahkan hari Minggu pun buka jika ada permintaan kunjungan study tour dari luar kota. Untuk masuk ke museum ini tidak dipungut bayaran, tapi ada buku tamu yang perlu diisi di front office.
Sebagai urang Bandung tetapi tidak pernah mengunjungi Museum Geologi, akhirnya saya tergerak untuk melihat isi perut museum ini. Bersama anak bungsu saya yang masih TK, saya mengajaknya mengunjungi Museum Geologi sepulang sekolah.
Museum Geologi Bandung itu bangunan peninggalan Belanda. Kokoh dan elegan. Gedungnya membujur dari barat ke timur, cukup panjang juga bangunannya.
Koleksi apa yang menjadi daya tarik utama Museum Geologi? Jawabannya adalah replika fosil kerangka dinosaurus T-Rex. Bagi anak-anak, hewan dinosaurus memang menimbulkan rasa kagum. Sejak kemunculan film Jurrassic Park satu dekade lalu, pamor hewan ini melejit. Demam dino dimanfaatkan penerbit buku dengan menerbitkan banyak buku yang menceritakan hewan purba yang sudah punah itu. Wow… ternyata T-Rex itu sangat besar ya, persis seperti di dalam film Jurrasic Park. Bandingkan dengan besar anak saya yang berdiri di depannya. Benar-benar menyeramkan rupa hewan ini, apalagi jika masih hidup pada zaman sekarang.
Menurut pengamatan saya kerangka dinosaurus di Museum Geologi ini bukan asli, tetapi tiruan saja, karena fosil dinosuarus tidak pernah ditemukan di Indonesia. Agak aneh juga obyek ini ditempatkan di Museum Geologi sebab museum ini hanya menceritakan sejarah geologi di Indonesia. Namun tak apalah sebagai daya tarik bagi pengunjung khususnya anak-anak.
Selain rangka T-Rex, di museum ini ada fosil gajah purba dan kerbau purba. Nah, kalau ini baru fosil asli sebab terlihat rangka hewan tidak lengkap (seperti umumnya fosil yang ditemukan oleh peneliti) dan bahannya bukan plastik seperti rangka T-Rex di atas.
Memasuki ruang berikutnya, kita bisa melihat fosil tengkorak manusia purba di Pulau Jawa. Ada banyak fosil tengkorak yang dipajang di dalam etalase.
Di ruang lainnya kita melihat fosil hewan yang hidup di lautan, seperti kerang-kerangan dan lain-lain.
Berjalan lagi ke arah barat kita melhat sejarah gunung api dan pembentukan pulau di Indonesia. Di ruangan ini dipamerkan foto-foto dan lansekap gunung api.
Hanya segitu koleksi Museum Geologi. Jadi dapat disimpulkan di sayap kiri bangunan museum berisi sejarah pembentukan daratan dan pulau, seangkan di sayap kanan berisi koleksi manusia purba dan hewan purba. Di lantai dua tidak ada koleksi yang bisa dilihat (ketika saya datang masih direnovasi). Sebaiknya ada ruang audio visual yang menampilkan film sejarah geologi agar lebih menarik bagi pengunjung. Oh iya hampir lupa, di halaman museum kita dapat melihat koleksi batu-batu besar dan alat-alat pengeboran minyak. Harus diakui koleksi museum tidak terlalu banyak, tapi lumayanlah untuk menambah pengetahuan sejarah geologi Indonesia, khususnya bagi siswa sekolah.













Iya, saya masih ingat waktu dulu saya SMP kelas 1 (atau SD ya? lupa…) ke Museum Geologi. Paling saya inget itu ya kerbau purba. Bagi saya yang dulu masih kecil, kerbau tersebut tampak besar sekali. Tanduk tajamnya sangat mengerikan. Saya membayangkan, “Gimanaaaa ya kalo kena tusuk itu tanduk?”
Film dokumenter yang disajikan juga menarik lho, Pak…
“…Sejak kemunculan film Jurrassic Park satu dekade lalu, pamor hewan ini melejit….”
Film Jurrassic Park pertama kali muncul tahun 1993, jadi tepatnya sudah 1 dekade + 8 tahun.
Terima kasih atas kunjugannya dan ulasannya tentang Museum Geologi. Sekedar informasi, koleksi yang dipamerkan di Ruang Peragaan sebenarnya hanya 10% dari seluruh koleksi Museum Geologi. Kami juga memiliki ruang auditorium untuk pemutaran film. Koleksi kami berupa berbagai film yang berkaitan dengan geologi baik buatan sendiri maupun produksi pihak lain. Kami juga memiliki studio audio visual sendiri di lantai 2 tempat kami memproduksi film-film yang ditayangkan di auditorium. Jika datang lagi ke Museum Geologi, silakan nonton di auditorium ya…
bisa nggak pemandu di geologi ditambah ???
aku bisa.
tapi hanya jadi pemandu kamu ya
SAYA PENAH datang ke siniii
MUSEUM GEOLOGI BANDUNG…
Waw. bagus dan cukup lengkap juga ya!!
ini semua ditemukan disekitar nusantara atu ada kiriman dari luar negri??
Bisa jadi pilihan liburan nanti ni.
yg pastin’a keren abissss deh ….