Jalan-Jalan ke Cipanas (Garut) dan Kawah Kamojang

Hari Sabtu dan Minggu yang lalu dosen-dosen STEI-ITB mengadakan rapat kerja di Cipanas, Garut. Sungguh, Kabupaten Garut mempunyai alam yang sangat indah. Selama perjalanan dari Bandung ke Cipanas kami disuguhi pemandangan bentang alam yang menawan. Benar kata penyair Taufik Ismail, Tuhan menciptakan alam Parahyangan ini ketika sedang tersenyum.

Di Cipanas Garut ini ada sumber air panas yang berada di lereng Gunung Guntur. Sebagai daerah wisata, banyak hotel tersedia di sini. Bahkan rumah-rumah penduduk pun disulap menjadi wisma atau hotel melati. Setiap rumah mengalirkan air panas dari sumber mata air di lereng gunung, sebagian ada juga yang mengebor mata air panas dari dalam tanah.

Kami menginap di hotel di Cipanas yang mempunyai sumber air panas sendiri. Air panas di hotel ini mengandung belerang yang baik untuk kesehatan kulit.

Banyak pengunjung yang datang ke hotel ini bukan untuk menginap, tetapi berenang dan berendam di kolam air panas. Panasnya…aduh… panas sekali, mula-mula saya tidak kuat merendam kaki di kolam tersebut, tetapi lama-kelamaan biasa saja dan terasa enak.

Berendam di dalam kolam air panas

Setelah satu hari beraker ria, besoknya kami jalan-jalan ke Kawah Kamojang. Sebagian dosen sudah pulang, jadi yang jalan-jalan ke kawah Kamojang ini tidak banyak. Saya sudah 25 tahun tinggal di Jawa Barat, tetapi jarang mengunjungi obyek-obyek wisatanya. Ke Kawah Kamojang juga baru pertama kali. Kawah Kamojang terletak di selatan Cipanas, tepatnya di daerah Samarang (bukan Semarang lho). Jalan menuju Kamojang lebarnya sempit sehingga bila dua mobil yang berpapasan maka salah satunya harus bertoleransi dan mengalah untuk mendahulukan mobil lainnya. Kami naik bus besar, jadi terbayang kan sempitnya jalan tidak sebanding dengan lebar bus.

Perjalanan menuju Kamojang mendaki pengunungan. Jurang menganga lebar di pinggir jalan. Jika tidak hati-hati mengendarai, wah… tamatlah sudah. Bentang alam yang saya lihat luar biasa, perpaduan lembah, jurang an bukit. Tempat ini cocok untuk olahraga paralayang kayaknya. Sayang saya tidak sempat memotretnya karena bus tidak berhenti di jalan.

Sebenarnya ada apa di Kawah Kamojang? Di Kawah Kamojang itu ada sumber panas bumi bertekanan tinggi. Panas uap air ini berasal dari aktivitas magma yang mendidihkan air di dalam tanah. Air itu keluar ke permukaan bumi dalam bentuk uap bertekanan tinggi. Tekanan uap air yang tinggi itu dimanfaatkan Pertamina untuk menggerakkan turbin listrik. Listrik yang dihasilkan dari turbin ini sekitar 50 MW. Sungguh, energi panas bumi ini energi yang ramah lingukungan (green energy). Maha Besar Allah SWT, Dia menganugerahi Indonesia dengan kekayaan alam yang luar biasa.

Sebenarnya yang disebut kawah di Kamojang itu bukan kawah gunung api, tetapi letupan air mendidih bercampur belerang yang keluar dari dalam bumi. Sebagian lagi keluar dalam bentuk uap air sehingga berbentuk asap.

Salah satu kawah yang menarik perhatian adalah kawah kereta api. Disebut begitu karena bunyi uap air yang keluar dari lubang mengeluarkan bunyi menderu seperti uap air yang keluar dari cerobong asap lokomotif kereta uap.

Tekanan uap air dari kawah kereta api bertekanan sangat tinggi. Seorang kakek beraksi di dekat lubang uap air untuk menghibur pengunjung. Dia melemparkan botol air mineral, kain, bambu, dan lain-lain ke atas uap air itu. Benda-benda itu cengan cepat lenyap seperti ditelan lubang uap air, tetapi sebenarnya yang terjadi mereka terlempar ke atas dengan cepat sekali.

Kemudian dia mengambil sepotong bambu dan diarahkannya ujung bambu ke lubang uap air. Terdengar bunyi udara beresonansi di dalam bambu menciptakan musik tersendiri.

Berjalan sedikit ke atas bukit kita menemukan kawah yang lain. Di sini ada sumber mata air mengandung belarang dan uap air yang keluar dari pori-pori lubang tanah.

Sumber mata air yang mendidih.

Pengunjung memanfaatkan kawah di sini untuk mandi uap (sauna). Uap air yang mendandung belerang bagus untuk terapi tubuh. Di tebing dekat air mendidih ini keluar cipratan air panas yang bila terkena tubuh seperti ditusuk jarum. Beberapa pengunjung membuka bajunya dan membiarkan tubuhnya ditusuk cipratan air panas.

Mandi sauna

Seorang bapak yang mengaku juru kunci kawah itu memperlihatkan aksi magic. Dia dapat memerintahkan asap uap air itu diarahkan ke badan pengunjung. Dengan jarinya uap air yang keluar dari tumpukan batu mengikuti gerakan tangannya yang diarahkan ke badan pengunjung. Entah mantera apa yang dia pakai ya…

Dia juga dapat “memerintahkan” uap air itu dengan asap rokok. Diambilnya sebatang rokok, lalu dinyalakan, dan diarahkannya ke tumpjukan batu tadi. Ajaib, asap keluar dari celah-celah batu mengikuti gerakan tangannya. Ah, dunia ini memang banyak diisi dengan hal-hal gaib.

Tulisan ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

7 Balasan ke Jalan-Jalan ke Cipanas (Garut) dan Kawah Kamojang

  1. Bp. Hasyim berkata:

    tempat asyik ya di cipanas,,,,

  2. andy berkata:

    SOK NGAHELAS UPAMI NINGAL KAWAH-KAWAH DIKAMOJANG TEH

  3. Ami berkata:

    Pengen kesana lagi sech……….kaya apa ya perkembangan kamojang sekarang………

  4. Setyo berkata:

    Untuk saat ini yang cuaca suka dingin, berendam di air panas merupakan pilihan yg tepat. :-)

  5. fareed berkata:

    apa nama hotel yang mas menginap? berapa tariff bilik hotel?

  6. PTO Indonesia berkata:

    wah kayaknya seru tuh..

    Baca juga :
    Berita Seputar Dunia Wisata dan Hal-hal Unik di Dunia!
    http://www.ptonews.co.cc

    Thanks

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s