Dari TK Hingga Mahasiswa Ada Bimbel-nya

Bimbingan Belajar atau Bimbel sekarang ini ada di mana-mana, terutama di kota-kota. Para siswa mulai dari SD hingga SMA mengikuti Bimbel untuk mendongkrak prestasi belajar mereka di sekolah. Bimbel ada karena siswa merasa pelajaran di sekolah masih kurang dimengerti sehingga mereka merasa perlu ikut Bimbel. Orangtua juga sibuk di luar sehingga tidak bisa membimbing anak-anaknya belajar di rumah. Baiklah, itu alasan yang bisa dipahami meskipun tidak bsia selalu menjadi pembenaran.

Tidak hanya untuk siswa SD hingga SMA, untuk anak prasekolah (TK) pun juga ada Bimbel-nya. Saya sering membaca iklan di koran atau yang ditempel di pohon-pohon tentang bimbingan belajar membaca, menulis, dan berhitung bagi anak TK. Bahkan banyak orangtua yang telah memasukkan anak-anak mereka yang masih TK ikut les matematika Kumon. Kasihan anak TK, belum waktunya mereka dipaksa untuk belajar menulis, membaca, dan berhitung, tetapi orangtua sudah memasukkan mereka ke Bimbel lebih dini.

Menarik menyoroti fenomena bahwa Bimbel bukan hanya untuk siswa yang merasa diri lemah, tetapi siswa-siswa yang otaknya pintar pun ikut-ikutan Bimbel. Mereka ini menurut saya adalah anak-anak yang merasa kurang percaya diri (PD) sehingga ikut trend teman-temannya yang les di Bimbel. Persaingan memperebutkan sekolah favorit di tingkat SMP dan SMA berdasarkan nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) telah membuat banyak siswa-siswa yang sebenarnya tidak perlu Bimbel akhirnya merengek-rengek kepada orangtuanya agar ikut Bimbel.

Bagi Bimbel, memperoleh siswa yang pintar adalah berkah atau aset yang berharga, sebab keberhasilan siswa tersebut masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi (SMP/SMA/PTN) akan mengangkat nama lembaga mereka. Bimbel akan mengklaim inilah siswa-siswa mereka yang berhasil masuk sekolah atau PTN favorit. Kadang-kadang siswa yang mendapat ranking di sekolah dibebaskan dari biaya Bimbel atau diberi potongan harga yang besar agar mereka tertarik masuk.

Jangan dikira Bimbel itu hanya sampai SMA saja. Bahkan hingga menjadi mahasiswa pun masih ada Bimbel. Setidaknya ini saya temukan di ITB, ada Bimbel yang dikhususkan bagi mahasiswa TPB (tingkat 1 ITB) dengan harga yang mencapai jutaan rupiah, bahkan pakai garansi nilai A lagi. Lihat foto di bawah ini:

Sumber foto dari sini: http://wa2010.ee.itb.ac.id/content/bimbingan-test-tpb-itb

Bimbel buat mahasiswa ITB ini muncul diduga sebagai “kerasnya” efek persaingan memilih Program Studi pada tahun kedua di ITB. Peminat Prodi tertentu di suatu fakultas sangat banyak tetapi jumlah kursi terbatas, akhirnya seleksi terpaksa dilakukan berdasarkan IPK TPB. FYI, di ITB mahasiswa masuk Prodi pada tahun kedua. Ketika menjadi mahasiswa baru ITB statusnya adalah sebagai mahasiswa di fakultasnya. Jadi, ketika ikut SNMPTN calon mahasiswa yang memilih ITB hanya bisa memilih fakultas saja (gal ini berbeda di PT lain dimana mahasiswanya sudah memilih jurusan/Prodi ketika baru masuk). Nanti pada tahun kedua mereka berada pada Prodi pilihannya sesuai dengan minat (dari kuisioner yang diisi sebanyak 3 kali), daya tampung, dan IPK. Karena itu “wajar” jika mahasiswa TPB-ITB berlomba mendapat IPK tinggi agar bisa lolos masuk Prodi pilihannya.

Adanya Bimbel buat mahasiswa itu tentu fenomena yang ganjil karena terjadi di ITB. Dulu belum pernah ada Bimbel seperti ini, toh kami-kami bisa juga lulus dengan baik. Mungkin lain dulu lain sekarang. Dengan tingkat ekonomi mahasiswa baru ITB yang sebagian besar dari kelas atas, maka hal ini ditangkap sebagai peluang bisnis bagi mahasiswa lain. Tentu saja hal ini sah-sah saja, namun bagi saya tetap merasa aneh karena terjadi di kampus saya. Apakah kualitas mahasiswa baru sekarang ini semakin menurun sehingga sampai ada Bimbel? Atau karena sengitnya pemilihan Prodi? Atau karena faktor lain? Yang saya khawatirkan adalah jangan sampai mahasiswa menganggap segala persoalan bisa diselesaikan dengan uang. Tidak baik.

Tulisan ini dipublikasikan di Pendidikan, Seputar ITB. Tandai permalink.

3 Balasan ke Dari TK Hingga Mahasiswa Ada Bimbel-nya

  1. ahmad berkata:

    Pasti tak lama lg akan muncul bimbel untuk tugas akhir (atau sekarang sudah ada barangkali :)), setelah tamat akan ada bimbel masuk tes PNS/BUMN, setelah kerja, mau pensiun pun ada bimbel menghadapi masa tua. Alhasil sepanjang hidup generasi mendatang bersama bimbel. Kapan ada Kementerian Bimbingan Belajar ? :)

  2. Natrium Trioksida berkata:

    @^
    Saya rasa bimbel tugas akhir sudah ada sejak lama.
    Tapi itu sekedar kulit.
    Dalamnya sih, ehem, bukan sekedar “bimbingan”.
    Yang jelas jadi incaran pencari gelar abal-abal.
    Indonesia oh Indonesia…

  3. joji frey berkata:

    Omaigad…. dan hasilnya org indo tetep dianggap masyarakat terbelakang di jaman globalisasi ini… persaingan hanya utk rakyat dalam negeri. Mending ciao keluar negeri deh… :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s