Nonton Malam Pagelaran Seni Budaya Minang, UKM-ITB 2012

Minggu malam yang lalu saya hadir kembali untuk menyaksikan pentas kesenian minang yang diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswa ITB yang tergabung di dalam Unit Kesenian Minangkabau (UKM) ITB di Sasana Budaya Ganesha. Pentas seni ini adalah dalam rangka dies unit mereka yang ke-37 pada tahun 2012. Sebagai seorang pemerhati budaya tentu saja saya suka menyaksikan pentas-pentas seni budaya (apa saja) yang diadakan oleh mahasiswa-mahasiswa ITB. Nilai plusnya adalah karena mereka bukan mahasiswa perguruan tinggi seni karawitan, tetapi mereka adalah mahasiswa perguruan tinggi sains dan teknologi, yang sehari-harinya bergelut dengan ilmu eksakta. Disela-sela waktu kuliah mereka menyempatkan diri bergabung dan berlatih seni dan budaya daerah, salah satunya seni budaya minang. Hidup di kampus ITB memang tidak hanya otak saja yang dilatih, tetapi rasa dan karsa juga harus diperhalus agar lulusan ITB nantinya menjadi manusia yang berjiwa lembut disamping perannya sebagai seorang saintis dan enjinir. IQ, EQ, dan ESQ memang harus dilatih secara bersamaan agar hidup ini seimbang.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, malam pegelaran seni budaya minang yang diselenggarakan oleh UKM-ITB ini selalu ditunggu-tunggu oleh mahasiswa dan perantau minang di Bandung. Terbukti tiket pagelaran sudah sold-out empat hari sebelum pertunjukan. Masih ratusan orang lagi yang masuk daftar tunggu tiket. Informasi penjualan tiket melalui jejaring sosial (facebook dan twitter) sangat efektif membuat tiket habis terjual dalam waktu yang singkat. Sayang ya auditorium Sabuga hanya digunakan seperempat saja, kalau digunakan setengah lingkaran (ukuran audiorium yang sebenarnya yang dapat menampung 4000 orang), mungkin calon penonton yang tidak kebagian tiket bisa terakomodasi. Btw, penonton tidak hanya orang Minang saja, banyak juga saya bertemu mantan mahasiswa saya asal Jawa yang tertarik dengan acara keseniang minang ini.

Memasuki ruang audotorium Sabuga kita sudah disambut dengan lorong pelaminan yang dijaga oleh anak daro dan marapulai. Pegelaran budaya ini memang diset sepeti perhelatan sehingga dekorasinya seperti orang baralek saja.

Penonton berfoto bersama penerima tamu yang berpakaian pengantin adat minangkabau.

Seperti pagelaran seni tahun-tahun sebelumnya, pagelaran seni yang dibuat oleh adik-adik mahasiswa UKM-ITB tahun ini tidak jauh dari pakem , yaitu cerita drama klasik yang diselingi dengan musik dan tari-tarian tradisionil Minangkabau. Sebagai orang yang rutin menonton acara ini setiap tahun saya tidak melihat ada yang baru atau yang membuat surprise. Sepertinya ada keengganan bagi adik-adik mahasiswa untuk membuat sesuatu yang baru yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Toh acara puncak dies Unit Kegiatan Mahasiswa tidak harus berupa pegelaran cerita drama, bisa juga berupa bentuk lain seperti festival lagu minang yang finalnya pada malam dies. Tari-tarian dan musik talempong bisa dipakai untuk meramaikan acara. Kalau tidak ada tarian minang dan musik talempong memang hambar rasanya.

Seperti biasa pembukaan acara selalu dimulai dengan Tari Galombang Pasambahan. Mereka menarikannya dengan manis dan apik. Betul-betul rancak.

Tari Galombang Pasambahan

Ceritra drama kali ini adalah kisah masa lalu yang bercerita tentang seorang lelaki dan gadis minang yang saling jatuh cinta. Diantara kisah cinta itu ada prahara dan aneka pergulatan yang bertujuan untuk membuat cerita menjadi dramatis, diselingi lawakan beberapa pemain pendukung untuk membuat gelak tawa penonton. Seperti jamak cerita hitam-putih, yang baik yang akan menang dan yang jahat yang akan kalah. Tidak penting benar jalan cerita itu bagi penonton, sebab yang ingin dinikmati adalah hiburan mata dan telinga berupa pertunjukan yang rancak, tarian yang bagus, pakaian yang indah, dan musik yang enak.

Pertarungan pencak silat di dalam cerita drama

Seperti yang saya duga, tarian yang dibawakan tidak banyak dan sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu Tari Rantak, Tari Kipeh Marawa, Tari Indang, dan Tari Piring (Manggaro). Belum ada tarian baru nih. Untunglah para penari memainkan tari dengan pas dan ciamik.

Tari Kipeh Marawa

Tari Indang

Tari Piriang Manggaro

Gerakan Tari Piriang Manggaro yang lain

Pujian saya berikan pada Tari Indang dan Tari Piring Manggaro yang benar-benar heboh. Kapan-kapan Tari Piriang Manggaro ini jangan ditampilkan pada bagian akhir, tetapi pada bagian awal acara untuk “membius” dan memikat penonton agar tetap betah duduk. Pakem tarian yang biasa-biasa saja lalu berakhir dengan tari pemuncak bisa dibalik, yaitu tari yang heboh dulu di awal, yang biasa-biasa di tengah, dan yang heboh berikutnya sebagai penutup. Misalnya Tari Piriang Manggaro di awal, lalu Tari Piriang klasik yang menginjak-injak kaca sebagai penutup. Tari piriang sempat saya rekam videonya, insya Allah akan saya berikan tautannya di web saya.

Seluruh penari dan pemain menutup acara dengan manis

Beberapa hal lain yang mencuri perhatian adalah opening art berupa video persiapan panitia yang bagus, dan closing art yang kocak. Bagus deh, sayang sekali saya lupa memotretnya.

Okay, students, anda sudah melakukan yang terbaik, sudah bekerja keras dan berlatih selama berbulan-bulan, two thumbs up buat anda. Semoga tahun depan anda dapat membuat acara menarik dan lebih bagus lagi dari tahun sekarang. Asah terus kreativitasmu dan jangan takut membuat sesuatu yang baru dan beda.

Tulisan ini dipublikasikan di Cerita Minang di Rantau, Seputar ITB. Tandai permalink.

6 Balasan ke Nonton Malam Pagelaran Seni Budaya Minang, UKM-ITB 2012

  1. Reisha berkata:

    Selain tari Galombang Pasambahan ada 6 tari lagi Pak. Selain 4 tari yang disebutkan di atas ada tari Tapuak Tingkah dan tari Tunggak Titian. Tari Tapuak Tingkah pertama kali ditampilkan UKM di Dies 31 (tahun 2006), sementara tari Tunggak Titian pertama kali ditampilkan di Lustrum 7 (tahun 2010).

  2. eka berkata:

    kalo dari universita lain mw mendaftar boleh gk ya?

  3. Tany berkata:

    Indah sekali seni budaya minang ini.

  4. Novi berkata:

    Tertarik kebudayaan Jawa juga gak Pak? PSTK ITB mau bikin pagelaran loh tanggal 14 April ini, siapa tau berminat :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s