Lebih Baik Konserrvatif Daripada Penyesalan

Teman saya yang dulu adik kelas di kampus tinggal dan bekerja di Jakarta. Dia mempunyai dua orang anak perempuan yang baru ABG, masih SMP. Teman saya itu bercerita bahwa dia tidak membekali anaknya dengan ponsel canggih seperti BB, Ipad, atau smartphone lainnya. Dia hanya membelikan anaknya ponsel biasa saja TANPA KAMERA, padahal secara materi dia sebenarnya berkecukupan dan mampu membelikan anaknya apa saja yang menjadi trend anak gaul zaman sekarang. Tentu kebayang kan betapa cupu anaknya di antara teman-temannya yang rata-rata mempunyai BB atau minimal ponsel yang bisa multimedia, di Jakarta gitu lho.

Tidak hanya itu, dia cukup protektif terhadap kedua anaknya. Pulang tidak boleh malam, kalau pergi ke luar rumah harus tahu sama siapa dan kemana. Pergi keluar selalu diantar. Acara menginap bersama teman-temannya tidak boleh kecuali program sekolah. Komunikasi dengan guru-guru sekolah dan sesama orang tua murid cukup intens, pokoknya pagarnya super ketatlah.

Saya mendukung sikapnya itu. Sikap ketat dan protektifnya itu tidak lain untuk melindungi anak dari pergaulan bebas di ibukota. Apalagi anaknya perempuan dan baru ABG, tentu godaan kehidupan di kota besar dan teman pergaulan sangat besar pengaruhnya. Mirip seperti dia, anak saya yang laki-laki kelas 5 SD hingga hari ini belum saya belikan ponsel, apalagi memiliki ponsel berkamera, enggak dulu deh, belum perlu amat.

Saya katakan kepada teman saya itu, biarlah kita disebut kolot, konservatif, ketinggalan zaman, atau apapun namanya dalam mendidik anak, daripada suatu hari timbul penyesalan karena anak kita salah pergaulan. Tidak apa-apa kita sebagai orangtua reseh sedikit, selalu periksa apa isi tas anak, siapa saja temannya, kemana dia pergi dan dengan siapa saja, serta selalu mengawasi penggunaan internet.

Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa persentase remaja di Indonesia melakukan seks pra nikah angkanya semakin mencemaskan. Di Bali saja menurut penelitian yang valid 75% remaja sudah melakukan seks pra nikah. Akibat pergaulan yang bebas banyak remaja puteri yang hamil di luar nikah hingga menggugurkan kandungannya karena rasa malu. Alat kontrasepsi seperti k*nd*m yang dijual bebas di apotek dan minimarket laku keras di kalangan remaja (baca berita ini). Sungguh mengerikan mendengar kabar seperti ini.

Di zaman sekarang kita tidak bisa terlalu berharap kepada Pemerintah untuk melindungi anak-anak kita dari pornografi dan pornoaaksi. Pemerintah kita ini sudah kepayahan, jangankan melindungi warganegaranya dari budaya asing yang buruk, mencegah hiburan yang mengumbar syahwat saja tidak sanggup. Anehnya, ada sekelompok LSM yang membela hiburan semacam itu dengan dalih kebebasan berekspresi. Porno itu di otak katanya, kalau pikiran memang sudah kotor maka apapun yang dilihat akan dianggap porno, begitu dalih mereka. Atau dalil lainnya begini: kalau tidak setuju ya tidak usah dilihat. Titik. Sesederhana itukah?

Maka, jika Negara tidak bisa memberikan perlindungan bagi warganegaranya, benteng terakhir ada pada orangtua (baca: keluarga). Pendidikan agama saja tidak cukup, tetapi masih perlu aksi protektif yang kolot semacam di atas agar anak-anak kita terlindungi dari pengaruh buruk zaman modern sekarang. Lebih baik dicap konservatif daripada kita menimba penyesalan di kemudian hari.

Tulisan ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Lebih Baik Konserrvatif Daripada Penyesalan

  1. handakarnoto berkata:

    setuju bgt pak, mending kita disebut ortu kolot and gak gaul drpd kecolongan…lg pula kebanyakan ortu mlh bangga kl anknya di beri fasilitas canggih, bisa nunjuki status sosialnya?..

  2. fandi berkata:

    betul pak… mending kolot daripada akhirnya nyolot :)
    karena yang namanya penyesalan pasti munculnya diujung akhir perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s