Nilai UN Disepakati Sebagai Syarat Masuk PTN?

Dirjen DIKTI kembali bikin heboh. Setelah beberapa bulan lalu membuat surat edaran kewajiban membuat paper bagi mahasiswa S1 sebagai syarat lulus, lalu mewacanakan tidak ada lagi SNMPTN pada tahun 2013, kali ini mantan Rektor saya membuat berita lagi dengan mengatakan bahwa PTN sudah sepakat menggunakan hasil UN sebagai syarat masuk PTN. Jadi, PTN tidak perlu lagi melakukan seleksi ujian tulis atau ujian lain, cukup berdasarkan nilai UN saja.

Saya termasuk orang yang tidak setuju menjadikan UN sebagai satu-satunya alat seleksi masuk PTN, apalagi dengan tambahan alasan untuk penghematan dana. Selama pelaksanaan UN masih belum bersih, banyak kebocoran soal yang selalu terjadi setiap tahun, saya TIDAK SEPAKAT. Saya belum pernah mendengar kebocoran ujian pada pelaksanaan Sipenmaru/UMPTN/SNMPTN, tetapi kalau soal UN bocor sudah sering kita dengar beritanya. Sudah biasa pula kita baca berita keterlibatan oknum guru/kepala sekolah yang memberikan kunci jawaban UN sebelum ujian. Sayangnya pejabat di Kemendiknas tidak pernah legawa mengakui ada kebocoran ujian, mungkin karena alasan tidak ada buktinya.

Saya tidak bisa membayangkan mahasiswa kami adalah siswa SMA yang nilainya dikatrol oleh guru, siswa yang biasa menjawab soal pilihan berganda, siswa yang biasa dididik Bimbel mengakali soal pilihan berganda, dll. Saya juga tidak bisa membayangkan nanti menerima mahasiswa ITB yang nilai pelajaran UN-nya 10. Wah!

~~~~~~~~~~~~

Disepakati, Nilai UN sebagai Syarat Masuk PTN

(Sumber dari sini)

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Djoko Santoso mengatakan bahwa perguruan tinggi negeri sudah setuju menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) sebagai syarat masuk perguruan tinggi negeri. »Perguruan tinggi sudah setuju,” kata Djoko ketika ditemui di kantornya, 4 Juni 2012 siang.

Djoko mengatakan kebijakan tersebut mulai diberlakukan tahun depan. Dengan demikian, nantinya perguruan tinggi negeri tak perlu lagi mengadakan tes atau ujian lain untuk menyaring calon mahasiwa. Cukup berpatokan pada nilai UN siswa. »Agar irit, jadi tak perlu ada tes lain,” kata dia.

Djoko mengatakan sistem penggunaan nilai UN sebagai syarat masuk perguruan tinggi negeri sebenarnya sudah diterapkan tahun ini. »Calon mahasiswa yang masuk melalui jalur undangan kan dilihat berdasarkan nilai UN,” katanya.

Adapun daftar calon mahasiswa yang masuk melalui jalur undangan itu ditentukan langsung oleh setiap perguruan tinggi negeri. Setiap perguruan tinggi negeri ditetapkan untuk mencari 60 persen calon mahasiswa dari jalur undangan.

Adapun untuk jalur undangan melalui program Beasiswa Pendidikan Tinggi bagi Calon Mahasiswa Berprestasi (Bidik Misi) gelombang pertama tahun ini hanya 15.300 yang lolos seleksi. Akibatnya, dari kuota beasiswa untuk 42 ribu mahasiswa, hanya sekitar 36 persen yang terserap dan siap dimanfaatkan calon mahasiswa.

Tulisan ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

10 Balasan ke Nilai UN Disepakati Sebagai Syarat Masuk PTN?

  1. nayarini berkata:

    saya juga tidak setuju pak! baru saja saya menulis tanggapan mengenai hal ini di sebuah milis yang menceritakan nasib seorang bocah yang nilai UN-nya ‘cuma 8.75′ karena menolak memakai contekan jawaban yg diedarkan guru malah terancam tidak bisa masuk PTN yg diminati karena hampir rata-rata teman2nya nilainya 10 semua!!! miris sekali membacanya :-(

  2. Catra berkata:

    Makin aneh saja negara ini kayak nya pak. Padahal UN itu penuh dengan kecurangan dan juga intrik pada pejabat daerah, kepala sekolah, guru, kepala dinas. Masak ada rata2 sekolah yang 9 koma. Gila memang UN sekarang.

    Dulu saya UN SMP 2004 (nilai UN SMP dipakai untuk masuk SMA) cuma 24,5 untuk tiga mata pelajaran. dan itu masuk 20 besar di SMA N 10 Padang. Sekarang Nilai 24 saya pikir paling buntut.

  3. irfan berkata:

    Sungguh saya berduka mendengar berbagai kebijakan yang dilakukan dikti maupun kemendiknas, pasalnya hasil UN rawan dengan kecurangan, selain itu bukankah bobot soal UN dengan SNMPTN sangat berbeda, UN adalah nilai standar yang digunakan untuk menentukan kelulusan yang notabene, pemerintah akan meringkan bobot soal UN demi meluluskan siswa siswa jika digunakan untuk standar penerimaan mahasiswa itu berarti meringkan kualitas kompetensi para siswa yang akan diterima nantinya berbeda dengan SNMPTN yang benar benar menyaring siswa yang memiliki kompetensi, kemampuan dan kesungguhan.

    Ini opini saya, mohon dipertimbangkan kembali kebijakan penghapusan SNMPTN, perhatikan para siswa yang tidak masuk dan gagal di jalur undangan juga para alumni yang memiliki keterbatasan finansial yang masih memiliki harapan besar bisa mengenyam PTN lewat jalur tulis, karena walaupun jalur mandiri bisa jadi alternatif terakhir, biaya tersebut masih bisa dikatakan mahal jika tidak ada strandarisasi biaya pendidikan walaupun tersedia BO PTN, tetap saja biaya pendidikan diatur universitas, sehingga bisa saja diluar kemampuan para calon mahasiswa yang memiliki keterbatan dana.

  4. Sisilmiah Pena berkata:

    Saya juga tidak setuju kak ._. kita sekolah bayar mahal-mahal selama tiga tahun, masak dengan alasan hemat biaya, yg menentukan masa depan kuliah kita hanya UN 4 hari yang tidak akuntabel itu, coba pikirkan siapa yg kira nnti ada yg sakit atau kecelakaan yg tidak diharapkan saat UN, tapi dia pintar dan berprestasi dan tidak IRIT selama 3 tahun sekolah ._. *keputusan yg mengecewakan untuk saya

  5. Komentar Kami berkata:

    Saya setuju sekali! UN terlalu banyak bocorannya, dari 1 Indonesia, banyak yang mendapatkan rata2 9.5, banyak yang jujur, tetapi banyak juga yang curang. Tentu saja yang jujur, yang memang kemampuannya seperti itu tidak akan diterima. Tetapi, yang bocoran, yang kemampuannya tidak seperti nilai UNnya malah yang diterima. Jika semua bisa mendapatkan nilai rata-rata 9 – 10, atau minimal 80% (karena SMA yang tidak terkenal saja mendapatkan bocoran), bagaimana negara akan menyeleksi yang masuk PTN? Sedangkan yang bisa masuk PTN terbatas, tidak semua bisa masuk.

  6. ev@nth berkata:

    SAYA MENETANG KEBIJAKAN TERSEBUT, ITU SAMA SAJA MEMBATASI KESEMPATAN PARA SISWA UNTUK MERUBAH MASA DEPAN NYA LEWAT UJIAN PTN ..
    FUCK INDONESIA

  7. leodendo berkata:

    ev@nt: ini semua di buat tujuanya untuk mahasiswa generasi baru agar bisa mandiri jagan harap gampang.. orang seperti kamu adalah orang yg tidak mau maju.. n hanya bisa komentar saja. cam kan itu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  8. leodendo berkata:

    eva@nt: epen dengan kmu…. mungkin kamu tidak lulus ya makanya kamu komentar begitu……. kasian banget ya….????? makanya belajar yg lebih giat lagi jangan cuman bisa komentar aja.. ok brooooooooooooooooooooooooo… hidup indonesia gerakan baru n renovasi baru…. go,go,go,go…. Don’t be lazy

  9. galendo berkata:

    hasil UN semua bisa di beli….ladang korupsi tuh kalo UN. kasihan murid yg telah giat dan rajin, kalah dengan hanya selembar cek……tolong jangan bodohin bangsa ini.

  10. anniee berkata:

    syarat nilai UN Buat masuk PTN Berap
    A???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s