Lagu Sendu Buat Kaum Muslim Rohingya (Di mana Aung San Suu Kyi, Media, dan Para Aktivis HAM?)

Baru-baru ini terjadi pembantaian etnis Rohingya di negara bagian Rakhine (Arakan), arah Barat Daya Myanmar. Penduduk Rakhine yang mayoritas beragama Budha memburu dan membunuh etnis Rohingya. Pemicunya adalah tuduhan perkosaan terhadap wanita Rakhine yang dilakukan oleh pria Rohingya. Sejak itu kerusuhan SARA meletus di Myanmar antara warga Budha Rakhine dengan warga muslim Rohingya. Puluhan bahkan mungkin ratusan kaum muslim Rohingya yang tidak terlibat dalam masalah itu dibunuh, rumah-rumah mereka dibakar dan harta mereke dijarah. Warga Rohingya yang selamat lari mengungsi ke Bangladesh. Baca berita ini: Lebih dari 80 Nyawa Melayang dalam Konflik Buddha-Islam di Myanmar.

Pengungsi Rohingya dan keluarganya yang terusir menangis di atas perahu yang akan membawa mereka mengungsi entah ke mana. Di Myanmar mereka ditolak, di Bangladesh pun mereka tidak diterima (Sumber: http://sevensisterspost.com/?p=18993#)

Etnis Rohingya adalah etnis minoritas di Myanmar, jumlahnya sekitar 2 hingga 3 juta orang. Sebenarnya warga etnis Rohingya sudah lama mengalami tindak kekerasan dan diskriminasi dalam segala hal. Mereka dianggap orang asing atau kaum imigran ilegal dari Bengali (Bangladesh), meskipun mereka sudah turun temurun selama berabad-abad tinggal di Myanmar. Mereka tidak diakui sebagai warganegara Myanmar (stateless), itu karena warna kulit mereka berbeda dengan orang Myanmar umumnya. Etnis Rohingya berwarna kulit gelap dan secara fisik mirip seperti orang Bangladesh. Sebagian besar dari mereka tinggal di negara bagian Arakan yang berbataan langsung dengan Bangladesh.

Warna kulit mungkin salah satu alasan mereka dianggap orang asing, alasan lain mungkin juga karena agama mereka Islam, yang berbeda dengan agama orang Myanmar umumnya, Budha. Karena agamanya itu, warga Myanmar menyamakan orang Rohingya sebagai teroris seperti organisasi Al-Qaidah dan Taliban.

Malangnya nasib orang Rohingya, tidak ada satupun pihak yang mau membela mereka, termasuk Aung San Suu Kyi sekalipun. Penerima nobel perdamaian itu diam membisu. Dia sama sekali tidak pernah berbicara tentang pembantaian etnis Rohingya, malah Aung San memilih sibuk berkeliling Eropa bagaikan selebriti. Hal ini sangat berbeda sikapnya ketika dia mengunjungi pengungsi suku Karen di perbatasan Thailand setelah kebebasannya. Suku Karen adalah sukunya Aung San Su Kyi, suku ini beragama Kristen, sama dengan agama Aung San. Kepada pengungsi suku Karen dia berjanji akan memperjuangkan nasib mereka. Namun, Aung San sama sekali tidak pernah mengunjungi pengungsi etnis Rohingya di perbatasan Bangladesh.

Dunia menunggu komentar Aung San tentang Rohingya, tetapi Aung San masih menutup mata melihat kekejian yang dilakukan junta militer dan warga Myanmar terhadap etnis Rohingya. Aung San mungkin dalam posisi serba sulit, dia dan partainya baru-baru ini memenangkan pemilihan parlemen dan sedang menggalang dukungan rakyat Myanmar untuk menjadi pemimpin Mynamar. Dia mungkin takut kehilangan dukungan rakyat Myanmar jika dia ikut bersimpati atau mengomentari pembersihan etnis Rohingya (baca ini), karena sebagian besar orang Myanmar tidak suka kepada warga Rohingya. Karena itu sikap Aung San yang memperjuangkan keadilan dan anti penindasan perlu dipertanyakan kembali.

Tidak hanya Aung San, para aktivis HAM pun diam seribu bahasa, termasuk LSM dan aktivis HAM di Indonesia yang selalu lantang membela kaum minoritas yang tertindas. Padahal, HAM itu bersifat universal, tidak mengenal batas wilayah, etnis, dan agama. Media mainstream pun tidak banyak memuat penderitaan kaum Rohingya ini, seakan-akan berita tentang mereka tidak penting. Mungkinkah karena etnis Rohingya yang ditimpa kemalangan itu kebetulan beragama Islam — dan seperti kebanyakan kasus lain ketika umat Islam menjadi korban — maka para aktivis HAM menjadi tuli dan sariawan? Wallahualam bissawab.

Klik video di Youtube yang berisi tangisan dan penderitaan pengungsi Rohingya yang dipulangkan paksa kembali ke Myanmar oleh polisi Bangladesh:

Berita yang berkaitan:
1. Muslim Rohingya, Siapa Mereka?
2. Rohingya refugees call for Suu Kyi’s help
3. Muslim Rohingya, Tantangan Terbesar Aung San Suu Kyi
4. Myanmar Harus Hentikan Kekerasan atas Etnis Rohingya

Entri ini ditulis dalam Dunia oh Dunia. Buat penanda ke permalink.

14 Respon untuk Lagu Sendu Buat Kaum Muslim Rohingya (Di mana Aung San Suu Kyi, Media, dan Para Aktivis HAM?)

  1. petra berkata:

    karena mereka umat Islam jadi seakan-akan kegiatan para aktivis HAM bagi mereka tidak kedengaran yah….

  2. Roberto berkata:

    Koreksi: Aung San Suu Kyi beragama Buddha Theravada, bukan Kristen.

  3. masterzamm berkata:

    alah kalau emang jadi pejuang HAM tentunya gax pilih2,,,,,,,,,,,,,, buktiin itu

  4. jannahtees berkata:

    Memperjuangkan muslim-biasanya-tidak mendapat nobel.

  5. Zen berkata:

    Reblogged this on catatan peradaban.

  6. Messi and Dad berkata:

    Izin share

  7. nur berkata:

    Hati2, informasi dan banyak foto tentang muslim Rohingya di manipulasikan aja, foto mencuri dari koran thn lalu.. contoh dr th 2004 dan ( tibetan monks help china 2010) TDK TERJADI GENOCIDE tp MANIPULACI INFO untk PROPAGANDE MUSLIM lebih jelas di web Palestina.. Realitas Barma adalah> masalah berankat dr th 1948. Benar dr mei-juni 2012 di tewas 100 orang (muslim dan buddha). Silahkan mencari info yng benar..

  8. suciptoardi berkata:

    Selalu, muncul sebuah pemikiran: Islam adalah musuh !!

  9. suciptoardi berkata:

    Untuk Nur. Silahkan buat tulisan untuk meyakinkan saya kalau pendapat anda benar…

  10. gak usah dendam, jangan salahkan siapa – siapa

    YANG TERPENTING selamatkan sahabat muslim kita
    Ya Allah aku tak bisa berbuat langsung kesana
    Yuk kita doakan Keajaiban datang

    agar seluruh MUSLIM terutama di Myanmar selamat dunia akhirat
    Aamiin

    ROBBANA AATINA FIDDUNYA HASANAH WAFILAKHIRATI HASANAH WAQINA ADZA BANNAR
    AAmiin

  11. muhar berkata:

    buat yang mengaku organisasi pejuang Kemanusiaan dan HAM silakan untuk beraksi dan bantu rohingya,,,kami sedang menunggu kelompok2 jihat untuk bergabung dan berangkat kesana untuk selamatkan sahabat2 muslim………..wassalam

  12. Pradi berkata:

    Sekarang HAM itu terbukti sebuah alat untuk membela non muslim minoritas di tengah muslim mayoritas, bukan untuk Islam minoritas di Rohingya. Jika daratan dan lautan tidak disekat-sekat oleh garis batas negara, niscaya berbondong-bondong Islam fudamentalis datang untuk membantu mereka. Bercerminlah!

    • nadia323082 berkata:

      betul sekali, sangat setuju,,, adanya HAM dn antek anteknya yang di bentuk amerika memang tercipta untuk melindungi dn menutupi kejahatan mereka, bukan untuk menolong ummat sedunia,, PBB? apa yang ia bsa kerjakan untuk ummat islam? bahkn ummat sedunia sekarang mulai membuka mata,, hanya orang yang benar benar pintar yang bisa memahami siapa sesungguhnya yang pantas untuk disebut teroris,,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s