Bocah Penyemir Sepatu

Hampir di setiap mushala/masjid yang terdapat di tempat keramaian umum (terminal, stasiun, bandara, shelter, dll) kita jumpai anak-anak yang menawarkan jasa menyemir sepatu bagi orang yang hendak shalat. Sambil menjaga sepatu sembari kita shalat, merek meyemir sepatu kita sampai mengkilap.

Seperti pengalaman saya di Bandara Soeta, ketika hendak memasuki mushala di bandara, seorang remaja tanggung menawarkan jasa mennyemir sepatu saya. Saya tidak keberatan. Saya sodorkan sepatu saya untuk disemir, lalu saya pergi menuju tempat wudhu dan shalat di dalam dengan tenang. Saya tidak khawatir sepatu saya dilarikan anak itu, percaya saja sama dia. Niat saya baik, hitung-hitung untuk memberi uang sama anak itu, saya rasa dia tidak akan menyalahgunakan kepercayaan saya.

Ada perasaan iba melihat anak-anak penyemir sepatu itu, mereka anak-anak yang kurang beruntung, mungkin saja mereka putus sekolah, atau masih bersekolah namun mencari uang tambahan untuk membantu orangtuanya sepulang sekolah pada musim liburan ini. Apapun itu, menyemir sepatu lebih baik daripada mengemis atau mengamen di jalanan. “Musuh” mereka satu, yaitu Satpam atau petugas keamanan bandara yang mengusir mereka karena dianggap pelaku asongan (yang terlarang di bandara). Kalau di terminal atau stasiun, “musuh” mereka adalah para preman yang memalak uang mereka.

Anak-anak penyemir sepatu itu tidak menetapkan tarif, seikhlas kita saja memberi upah. Ada yang memberi Rp5000, ada yang berbaik hati memberi Rp10.000, dan sebagainya. Lumayan juga kalau mereka sehari dapat menyemir sepuluh pasang sepatu, minimal Rp50.000 bisa mereka bawa pulang. Mudah-mudahan saja uang hasil menyemir itu tidak digunakan mereka untuk ngelem, narkoba, minuman keras, atau untuk sesuatu yang merusak masa depan mereka. Mudah-mudahan saja uang itu untuk tujuan yang baik, insya Allah.

Selesai shalat di mushala Terminal Kedatangan I-B di Bandara Soeta, saya mendapatkan penyemir sepatu itu masih berada di luar musahala. Sepatu saya sudah tersedia dalam keadaan bersih dan mengkilap. Alhamdulillah, saya beri dia upah dan dia merasa senang. Jazakallah katsiiran.

Tulisan ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

2 Balasan ke Bocah Penyemir Sepatu

  1. Busana berkata:

    alhamdulillah..mudah mudahan digunakan untuk hal yang baik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s