Mahasiswa Mengamen di Jalan Dago

Ini masih cerita tentang mengamen. Setiap hari Jumat sore dan Sabtu sore saya sering melihat sekumpulan mahasiswa (dilihat dari pakaian dan gayanya) yang berkumpul di perempatan lampu merah Jalan Dago sedang mengamen. Lokasi favorit mengemen adalah di perempatan Dago-Cikapayang (di bawah jalan layang Pasupati). Mereka menghampiri mobil yang sedang berhenti lalu bernyanyi bersama-sama. Ada yang sekedar tepuk tangan, memukul alat perkusi, dan memetik gitar seadanya. Sambil menyanyi mereka ketawa-ketawa, hepi sekali tampaknya. Sambil mengamen sekalian mejeng di Jalan Dago atau menikmati malam minggu di Jalan Dago yang terkenal itu.

Lagu yang mereka nyanyikan ngasal saja. Kadang-kadang mereka bernyanyi seperti ini sambil bertepuk tangan:”mobilnya bagus…mobilnya bagus…”, mungkin maksudnya memuji-muji si pengemudi mobil dengan harapan dapat uang ngamen yang lumayan.

Saya yang sedang berhenti di perempatan mengamati gaya para anak muda itu. Saya sering senyum-senyum melihat aksi dan tingkah polah mereka dalam mengamen. Mereka “bersaing” dengan pengamen jalanan beneran dan para waria yang juga mangkal mengemen di perempatan jalan itu. Yang saya tahu para mahasiswa itu mengamen bukan karena mencari uang buat makan atau buat kebutuhan sehari-hari seperti pengamen yang asli, tetapi sedang mengumpulkan dana buat kegiatan mereka di kampus.

Jujur saja saya kurang setuju mahasiswa mengumpulkan dana dengan kegiatan mengamen seperti itu. Mahasiswa sebagai seorang calon intelektual seharusnya menggunakan cara-cara yang lebih intelek dalam mencari dana kegiatan mereka. Menurut saya mengamen sama dengan mengemis secara tidak langsung, dan mengemis itu bertentangan dengan nilai-nilai kecendekiaan seorang akademisi.

Oh ya, saya juga mengamati cara mereka mengamen itu cenderung mengintimidasi pemilik kendaraan. Karena dikerubuti ramai-ramai, pengemudi menjadi rikuh dan kikuk, apalagi para mahasiswa itu memuji-muji mobilnya bagus, mobilnya bagus, seperti yang saya sebutkan di atas. Karena merasa “dikoroyok” seperti itu, pengemudi menjadi seakan terpaksa memberi mahasiswa itu uang. Ini yang saya katakan bertentangan dengan prinsip intelektual sebagai seorang scholar. Prinsip seorang intelektual itu adalah memberi solusi, bukan menerima.

Menurut saya ada cara yang lebih elegan dalam mencari dana kegiatan kampus, yaitu dengan cara-cara yang lebih enterpreneur, misalnya menjual kue/makanan/kaos/stiker, mencari sponsor, penawaran ke alumni, dan lain-lain. Mahasiswa itu menurut saya pintar, akal mereka panjang untuk mencari berbagai cara memenuhi dana kegiatan mereka dengan cara yang lebih terhormat.

Mahasiswa saya di ITB sudah lama tidak menggunakan cara mengamen di perempatan jalan untuk mencari dana kegiatan mereka. Selain berupa himbauan, ada kesadaran pada diri mereka untuk tidak melakukan cara yang saya nilai kurang mendidik itu.

Tulisan ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

3 Balasan ke Mahasiswa Mengamen di Jalan Dago

  1. Betul gan ane setuju, saya juga sering melihat banyak anak muda yang masih sehat memiliki semua indra tidak cacat, malah mengamen, bukannya mencari pekerjaan yang lain … :)

  2. Mas Kur berkata:

    Menurut saya sih gak ada salahnya dengan mengamen, asalkan “profesional”, tidak asal-asalan. Penyanyi juga bisa dibilang pengamen, bedanya mereka punya kontrak. Yang jadi masalah, ketika mengamen dengan suara gak enak dan lagu yang tidak bisa dinikmati, nah ini sama dengan mengemis.

    Mengamen kalau dikemas dengan serius dan orang bisa menikmati, menurut saya sih bisa termasuk usaha enterprenuer juga lho, IMHO. Sedang penyanyi di TV yang suara dan lagunya jelek, gak jauh beda sama pengamen jalanan yang asal-asalan nyanyi.

    Salam.

  3. zafran berkata:

    saya juga ngamen demi biaya kuliah saya …..itung2 bwt byar yg kcil2an…..slbh.a ortu saya……krna kluarga saya seorang bruh tani.
    saya bru smester 1 dah gamampu byar………….?!?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s