Kisah Hikmah: Air Mata Seorang Ibu

Membaca kiriman tulisan di fesbuk di bawah ini membuat saya terharu. Saya jadi teringat almarhumah ibu saya yang telah tiada pada tahun lalu. Rasanya belum banyak yang saya lakukan untuk membahagiakan ibu. Jarak saya yang berjauhan (saya di Bandung, ibu di Padang) membuat saya jarang pulang menengok.

Sekarang setelah dia pergi, barulah timbul rasa kehilangan itu. Hidup selagi masih ada orangtua jauh lebih bermakna daripada sudah tiada sama sekali.

Cerita di bawah ini juga membenarkan peribahasa bahwa kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan. Bagi anda yang masih memiilki ibu yang masih hidup, beruntunglah anda masih bisa membahagiakan mereka, sedangkan bagi kami yang sudah kehilangan hanya bisa mendoakannya sebagai bakti anak yang sholeh. Selamat membaca dan mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tetesan Air Mata Seorang Ibu

Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak, tapi sepuluh orang anak belum tentu mampu mengurus seorang ibu”.

Saudara/i ku seiman..para facebooker yang dirahmati Allah..sungguh tak sekali pun kudengarkan muhadharah ini kecuali saya dalam keadaan berlinang airmata, saya terjemahkan untuk kita semua, moga kecintaan pada Ibu selalu diingatkan oleh Allah dalam hati-hati kita…selama beliau masih bersama kita..

Suatu hari seorang wanita duduk santai bersama suaminya , pernikahan mereka berumur 21 tahun, mereka mulai bercakap dan ia bertanya pada suaminya, ” Tidakkah engkau ingin keluar makan malam bersama seorang wanita?”. Suaminya kaget dan berkata,” Siapa? Saya tak memiliki anak juga saudara”. Wanita itupun kembali berkata,” Bersama seorang wanita yang selama 21 tahun tak pernah kau temani makan malam”.

Tahukah kalian siapa wanita itu??

Ibunya…

ُﻩﺎَّﻳِﺇ ﻻِﺇ ﺍﻭُﺪُﺒْﻌَﺗ ﻻَﺃ َﻚُّﺑَﺭ ﻰَﻀَﻗَﻭ َﻙَﺪْﻨِﻋ َّﻦَﻐُﻠْﺒَﻳ ﺎَّﻣِﺇ ﺎًﻧﺎَﺴْﺣِﺇ ِﻦْﻳَﺪِﻟﺍَﻮْﻟﺎِﺑَﻭ ٍّﻑُﺃ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﻞُﻘَﺗ ﻼَﻓ ﺎَﻤُﻫﻼِﻛ ْﻭَﺃ ﺎَﻤُﻫُﺪَﺣَﺃ َﺮَﺒِﻜْﻟﺍ ﻻْﻮَﻗ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﻞُﻗَﻭ ﺎَﻤُﻫْﺮَﻬْﻨَﺗ ﻻَﻭ َﻦِﻣ ِّﻝُّﺬﻟﺍ َﺡﺎَﻨَﺟ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﺾِﻔْﺧﺍَﻭ * ﺎًﻤﻳِﺮَﻛ ﻲِﻧﺎَﻴَّﺑَﺭ ﺎَﻤَﻛ ﺎَﻤُﻬْﻤَﺣْﺭﺍ ِّﺏَﺭ ْﻞُﻗَﻭ ِﺔَﻤْﺣَّﺮﻟﺍ ﺍًﺮﻴِﻐَﺻ

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali- kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Al Isra’: 23-24)

Wanita itu berkata pada suaminya, ”Selama kita bersama tak pernah engkau bersama ibumu walau sejenak saja, hubungilah beliau, ajak makan malam berdua..luangkan waktumu untuknya”, suaminya terlihat bingung, seakan-akan ia lupa pada ibunya.

Maka hari itu juga ia menelpon ibunya, menanyakan kabar dan berkata “ Ibu, gimana menurutmu jika kita habiskan malam ini berdua, kita keluar makan malam. Saya akan menjemput ibu, bersiaplah”. Ibunya heran, ” Anakku, apakah terjadi sesuatu padamu?” jawabnya. ” Tidak ibu”, berulang kali sang ibu bertanya.

“ Ibu, malam ini saya ingin keluar bersamamu”.

Mengherankan! Ibunya begitu tak percaya namun sangat bahagia. “Mungkin kita bisa makan malam bersama, bagaimana menurutmu?”. Ibunya kembali bertanya, ”Saya keluar bersamamu anakku?”

Ibunya seorang janda, ayahnya telah lama wafat, dan anak lelakinya teringat padanya setalah 21 tahun pernikahannya. Hal yang sangat menggembirakannya, begitu lama waktu telah berlalu ia dalam kesendirian, dan datanglah hari ini, anaknya menghubunginya dan mengajaknya bersama. Seolah tak percaya, diapun bersiap jauh sebelum malam tiba. Tentu, dengan perasaan bahagia yang meluap-luap! Ia menanti kedatangan anaknya.

Laki-laki itupun bercerita : “ Setibaku di rumah menjemput ibu, kulihat beliau berdiri di depan pintu rumah menantiku”

Wanita tua…menantinya di depan pintu! “Dan ketika beliau melihatku, segera ia naik ke mobil.

Saya melihat wajahnya yang dipenuhi kebahagiaan, ia tertawa dan memberi salam padaku, memeluk dan menciumku, dan berkata: Anakku, tidak ada seorang pun dari keluargaku..tetanggaku…yang tidak mengetahui kalau saya keluar bersamamu malam ini, saya telah memberitahukan pada mereka semua, dan mereka menunggu ceritaku sepulang nanti” Lihat bagaimana jika seorang anak mengingat ibunya!

Sebuah syair berbunyi :

Apakah yang harus kulakukan
agar mampu membalas
kebaikanmu? Apakah yang harus kuberikan
agar mampu membalas
keutamaanmu?

Bagaimanakah kumenghitung
kebaikan-kebaikanmu ?

Sungguh dia begitu
banyak..sangat banyak..dan
terlampau banyak!

Dan kami pun berangkat, sepanjang jalan saya pun bercerita dengan ibu, kami mengenang hari-hari yang lalu.

Setiba di restoran, saya baru menyadari bahwa baju yang dikenakan ibu adalah baju terakhir yang Ayah belikan untuknya, setelah 21 tahun saya tak bersamanya tentu pakaian itu terlihat sangat sempit, dan saya pun terus memperhatikan ibuku. Kami duduk dan datanglah seorang pelayan menanyakan menu makanan yang hendak kami makan, kulihat ibu membaca daftar menu dan sesekali melirik kepadaku, akhirnya kufahami kalau ibuku tak mampu lagi membaca tulisan di kertas itu. Ibuku sudah tua dan matanya tak bisa lagi melihat dengan jelas.

Kubertanya padanya,” Ibu, apakah engkau mau saya bacakan menunya?” Beliau segera mengiyakan dan berkata, “ Saya mengingat sewaktu kau masih kecil dulu, saya yang membacakan daftar menu untukmu, sekarang kau membayar utangmu anakku..kau bacakanlah untukku”

Maka sayapun membacakan untuknya, dan demi Allah..kurasakan kebahagiaan merasuki dadaku..

Beberapa waktu datanglah makanan pesanan kami, saya pun mulai memakannya. Tapi ibuku tak menyentuh makanannya, beliau duduk memandangku dengan tatapan bahagia. Karena rasa gembira beliau merasa tak selera untuk makan.

Dan ketika selesai makan, kami pun pulang, dan sungguh, tak pernah kurasakan kebahagian seperti ini setelah bertahun-tahun. Saya telah melalaikan ibuku 21 tahun lamanya.

Setiba di rumah, kutanyakan padanya : “ Ibu..bagaimana menurutmu kalo kita mencari waktu lain untuk keluar lagi?” beliau menjawab,” Saya siap kapan saja kau memintaku!”

Maka haripun berlalu, Saya sibuk dengan pekerjaan..dengan perdagangan..dan terdengar kabar Ibuku jatuh sakit. Dan beliau selalu menanti malam yang telah kujanjikan. Hari terus berlalu dan sakitnya kian parah. Dan…(Ya Alloh … Astaghfirullohal al’adzim…Ibuku meninggal dan tak ada malam kedua yang kujanjikan padanya.

Setelah beberapa hari, seorang laki- laki menelponku, ternyata dari restoran yang dulu kudatangi bersama ibuku. Dia berkata,” Anda dan istri Anda memiliki kursi dan hidangan makan malam yang telah lunas” Kami pun ke restoran itu, setiba disana..pelayan itu mengatakan bahwa Ibu telah membayar lunas makanan untuk saya dan istri.

Dan menulis sebuah surat berbunyi : “Anakku, sungguh saya tahu bahwa tak akan hadir bersamamu untuk kedua kalinya.

Namun, saya telah berjanji padamu, maka makan malamlah dengan uangku, saya berharap istrimu telah menggantikanku untuk makan malam
bersamamu”

Saya menangis membaca surat ibuku…dimana saya selama ini ?? di mana cintaku untuk Ibu?? Selama 21 tahun…. ….

dikisahkan kembali dari muhadharah syekh Nabil al ‘audhy- hafizhahullahu ta’ala- (ﻚﻠﻤﻟﺍ ﺪﺒﻋ ).

Sumber: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=153349741468664&set=a.104715419665430.5691.100003809169180&type=1&theater

Tulisan ini dipublikasikan di Kisah Hikmah. Tandai permalink.

49 Balasan ke Kisah Hikmah: Air Mata Seorang Ibu

  1. miranti berkata:

    Mengharukan… Betapapun anknya sudah sangat lama melupakannya, tetapi kasih sanyangnya tak pernah hilang dan dia tidak marah kepada anaknya…

    • ARLINA berkata:

      begitu mulia seorang ibu yang dengan tulus menyayangi setiap detik yang berlalu demi buah hatinya,,namun akankah kita dapat membalas semua ketulusan sang ibu,,airmata seorang ibu adalah bukti cinta sepanjang waktu,,,I LOVE YUO MOM,,,

  2. Burhanz udin berkata:

    SUNGGUH MULIA SIKAP DAN PRIBADI IBU….

  3. Auruma berkata:

    oh My God….it’s such touching story…

  4. Shugy-amt berkata:

    Kasih sayang seorang IBU itu tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun juga & tidak akan pernah bisa seorang anak membalas budi seorang IBU walaupun dengan memberikan sebuah gunung yang terbuat dari emas sekalipun…………………..Subhanallah………………..

  5. roby berkata:

    sumpah sampe nangis w baca.a . . . . :”) , my mom is my hero .

  6. temandalamtaqwa berkata:

    Alhmdllh..dapat pencerahan

  7. zhey berkata:

    Sedih banget jadinya , aku jadi berpikir selama ini aku belum menjadi anak yang baik untuk Ibuku … aku belum bisa membahagiakan beliau

  8. weedee09@ymail.com berkata:

    Ya Allah..Ya Rabbi….hamba belum bisa membahagiakan dan menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtua hamba….

  9. Ridwan Iwan berkata:

    doaku selalu ingin bahagiakan orang tua, itulah harga matiku untuk hidup di dunia..

  10. ibu tak mmnta blas budi pda anaky,,v ibu hnya ingin anky sllu ingat pdaya..
    au ingn ibu bhgia,,mzki au sndri msih ssah..

  11. 711SAIFUL berkata:

    I Love U mom

  12. nanang real bagja berkata:

    setelah menbaca kisah ini mungkin bagi kehidupanku cukuplah ia “IBU”….terima kasih ibu…

  13. Ahmad iqbal berkata:

    maka dari itu bersyukur lah kepada kamu yang masih mempunyai ibu.Balas budi lah kamu kepadanya sebelum ia tiada. thanks by iqbal gulat kukar

  14. Aan berkata:

    ” Aljannatu tahta aQdamil ummahati “

  15. Bang Uddin berkata:

    MENCARI KEBIJAKSANAAN DAN TEMAN DI PAGI HARI …….

    Ketika membaca Quran pagi ini, merasakan kebutuhan yang kuat untuk teman-teman yang akan mendukung, mendorong dan mencintaiku fisabillallah di jalan Allah dan karena terus saya menemukan permata ini.

    Menuliskannya dalam buku doa pribadi dan berbagi dengan Anda teman-teman facebooker ……..

    surah / surat : Asy-Syu’araa Ayat : 83

    rabbi hab lii hukman wa-alhiqnii bialshshaalihiina

    83. (Ibrahim berdo’a): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,

  16. nisma anisa berkata:

    sedih banget , , sampe mau nangis tapi lagi dikelas,

  17. asas berkata:

    izi share..

  18. Jangan Sampai Air Matanya Mengalir

  19. sy tak pernah sempat u/ melakukannya.
    semoga Kau tenang di Surga Ibundaku tersayang.

  20. nova berkata:

    sedih mendengar semua itu :(

  21. ADy Ers berkata:

    membuat ku meneteskan air mata…

  22. disti berkata:

    aduh aku jd terharuh:(

  23. Ya Allah sunggu mulia hati seorang ibu,,,
    Sampai aku meneteskan Air Mata……
    Ibu aku sayang kamu…

  24. andri berkata:

    terharu,gk trasa aQ nngis

    ma’pin aQ ibu ,

  25. ya.. alloh…benar2 mengandung hikmah, nangis aku

  26. rendra berkata:

    saya laki2 23 tahun,,,sudah lama saya gak nangis,,,setelah membaca artikel ini,,,, berlinang air mata tak terasa……

  27. rahmi cutez berkata:

    sedihh bgett,,, air mata tnpa sadar keluar ..sedih,,sedih..

  28. chien berkata:

    Jadi sedih..:’(

  29. anita berkata:

    jdi tringat sm ibuku 15 thn tk brtemu,brtemu hya sbntar mdh2an kelak bs brkumpul,amiiin…..

  30. teguh berkata:

    bagi yg masih pnya ibu,kandung/mertua, datangi,sungkem ke beliau,hibur dia,rendahkan suaramu,rwt,nafkahi,sayangi,hormati,kesuksesan dunia akhirat siap menunggu,Insya’Allah

  31. Ceary Sri Hari berkata:

    sedih bangett cerita nya.
    hingga menetes’kan air mata!!!!!!! :(

  32. Subhanallah, stiap sjudku dan doa ku slu u/ ibu ibu ibu dan ibuku..

  33. egik berkata:

    Sedih Bangetz

  34. egik berkata:

    Sabar Aja Ya Kalok Sabar Akan Di Sayang Allah

  35. bagus nak rascal berkata:

    ya allah jd ke inget ibu …..moga tenang y bu disisinya….maap aku lomb bisa jd anak yg berbakti kpd kedua orang tua…
    semoga allah menempatkan ibu di sisinya…dan memelihara seperti ibu memeliharaku dan menyayangiku…..amin

  36. masbro berkata:

    mau berkata apa yah….? terhadap kisah yang kita baca………….(kedua bibirku hanya bisa berkomat-kamit dan kedua bola mataku hanya bisa berkaca-kaca)

  37. dhomp berkata:

    sungguh..saat ini air mataku terjatuh tak trrasa..

  38. ATIK berkata:

    Kasih ibu sepanjang masa.

  39. Sugi love berkata:

    Ya allah ,sampek nangs aku bcanya

  40. syam berkata:

    di setting..

  41. luppy berkata:

    ceritanx sangat mengharukan treringatkn sya dgn ibu sya yg slalu membela q saat aq di marahi ayah q

  42. Malik berkata:

    ceritanya sangat menyentuh hati teringat akan dosa & kesalahanku pd ibu & nenekku , semoga ibuku diberikan umur panjang untuk melakukan ibadah haji & umrah . semoga nenek dan kakek ku ditempatkan di tmpt yg mulia di sisi Allah swt Jannatun Naim . Amin…

  43. anmulombok berkata:

    dia pergi sebelum ku dapat membalasnya walaupun hanya sepenggalan,,,
    ayh telah pergi sejak ku masih kecil..
    dan sekarang ibu pun meninggalkanku,,,

  44. gozi berkata:

    ibu adalah harta yang paling berharga,aku cinta ibu selamanya bahkan tak akan ada kata yang mampu melukis cintaku padanya

  45. arsen tinus zebua berkata:

    mengharukan………
    B’gitu mulia nya s’org ibu yg sayang kpd anak nya n sunguh mulianya s’buah hati itu kpd
    Anak nya……?

  46. epidep berkata:

    So touching story…i love u much mom, many kisses n big hugs for u :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s